Jangan Sampai Menyesal, Ini Lima Kiat Jitu Sebelum Membeli Mobil Idaman

Minat masyarakat terhadap kepemilikan mobil sangat tinggi. Tapi, kita harus ingat bahwa membeli mobil tidak hanya asal cukup memiliki uang. Banyak hal lain yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil agar tidak menyesal di kemudian hari

Selain hunting secara online, salah satu cara untuk membeli mobil baru adalah dengan mengunjungi pameran. Ada beberapa keuntungan dengan mengunjungi pameran tersebut, seperti; dapat membandingkan berbagai merek, model, dan juga harga mobil yang ditawarkan.

Berikut beberapa kiat bagi Anda yang berencana memutuskan untuk membeli mobil, terutama mobil yang pertama;

image

1.Tentukan fungsi mobil yang akan dibeli dan anggarannya

Sebelum membungkus mobil pulang ke rumah, pastikan jenis kendaraan yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan. Bila nantinya digunakan sebagai sarana transportasi keluarga maka pilihlah jenis MPV yang dapat diisi banyak orang. Jika ingin digunakan ke kantor maka carilah city car. Jangan lupa juga sesuaikan dengan anggaran yang Anda miliki.

2. Pilih mobil berdasarkan keunggulan produk

Jangan mudah tergiur dengan iklan mobil murah. Pertimbangkanlah semua keunggulan yang ditawarkan, seperti keandalan mesin, ramah lingkungan, fitur penunjang kenyamanan dan keamanan, kemudahan mendapatkan suku cadang, dan memiliki bengkel resmi.

3. Cara pembayaran

Pilih cara pembayaran yang sesuai dengan kemampuan Anda. Anda dapat memilih untuk membayar secara tunai jika memiliki cukup dana, tetapi apabila masih ada kebutuhan-kebutuhan lain yang harus segera dilunasi maka Anda dapat memilih pembayaran secara kredit.

4. Perusahaan pembiayaan terpercaya

Bagi Anda yang memilih untuk membayar secara kredit, pastikan bahwa leasing/bank yang Anda pilih memberikan harga rasional dan suku bunga kompetitif. Lalu pastikan juga memiliki proses yang mudah, dan yang terpenting adalah mereka mempunyai rekanan dengan perusahaan asuransi kendaraan yang kredibel.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

5. Pastikan adanya perlindungan aset

Mobil merupakan salah satu aset yang harus dilindungi. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan asuransi. Dengan adanya perlindungan asuransi, maka aset Anda akan terjamin selama 24 jam sehingga Anda bisa tidur nyenyak. Mengingat risiko yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

Kiat-kiat tersebut dapat Anda terapkan agar tidak menyesal ketika akan membeli mobil. Pilihlah mobil yang akan Anda beli dengan bijak, jangan hanya karena ikut-ikutan.

Sumber

KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru

Jakarta -Menyambut HUT Kemerdekaan, KKB BCA meluncurkan promo yang menarik dengan kemasan bunga yang paling fresh!

Setiap orang tentu saja ingin memiliki mobil yang diimpikannya. Sekarang bisa jadi waktu yang tepat bagi Anda untuk mencari mobil impian Anda. Banyak event otomotif berskala nasional dan internasional yang di gelar di berbagai wilayah. Di sana, Anda bisa melihat model mobil terbaru, sekaligus melihat keunggulan mobil tersebut.

Jangan khawatir jika saldo tabungan Anda akan menipis. Saat ini banyak lembaga keuangan dan perbankan yang menawarkan pembiayaan kendaraan melalui sistem kredit. Salah satunya ialah KBB BCA. Saat ini KKB BCA hadir sebagai fasilitas utama pembiayaan kendaraan bermotor khusus mobil baru (passenger car). Sudah saatnya bagi Anda untuk memilih yang pasti, KKB BCA dijamin terpercaya karena diawasi langsung oleh OJK.

“Konsumen perlu mengetahui transparansi biaya angsuran kendaraan yang ingin dibelinya. Selalu bandingkan total DP serta biaya angsuran sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan dengan cara kredit,” ujar Herry selaku Deputy Director KKB BCA.

Selain itu, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan jika ingin membeli mobil melalui kredit kendaraan bermotor. Jadilah masyarakat yang cerdas. Sebaiknya Anda bandingkan 6 hal ini, mulai dari suku bunga, provisi, biaya administrasi, asuransi, credit protection, dan paket pembiayaannya.

Menyambut Event Akbar GIIAS dapatkan solusi pembiayaan mobil baru Anda, calon pembeli bisa memanfaatkan promo bunga dari KKB BCA. Tenor selama 1 tahun bisa mendapatkan promo bunga 3.08%, Bunga 3.60% (Promo HUT BCA) untuk tenor 3th penawaran terakhir di bulan ini. dan tenor 6 tahun bisa mendapatkan promo fix and cap dengan bunga 7.25%.

KKB BCA juga menawarkan paket-paket khusus dengan bunga 0%. Jadilah nasabah yang teliti dan cermat dengan memperhatikan syarat dan ketentuan untuk paket khusus yang menawarkan bunga 0%. Biasanya ada ketentuan DP minimum yang diberlakukan.

Hal lain yang harus diperhatikan, yakni provisi. Provisi merupakan biaya kompensasi akibat adanya pengajuan kredit. Kompetitor kredit lain pada umumnya menetapkan provisi sebesar 1%-5% dari harga pokok hutang. Sementara, kredit di KKB BCA bebas dari biaya provisi.

“Kredit kendaraan murah di luar sana seringkali menambahkan beban biaya ke provisi. Nah, kredit kendaraan melalui KKB BCA sudah pasti bebas biaya provisi,” jelas Carolina Lukito, Deputy Director Corporate Marketing KKB BCA.

Selanjutnya, ada biaya administrasi yang harus Anda ketahui jumlahnya. Jika pada umumnya penyedia kredit kendaraan bermotor lainnya bisa mematok biaya administrasi mulai dari Rp 3.000.000,-. Sementara, KKB BCA hanya mematok biaya administrasi sebesar Rp 1.500.000,-. Menariknya, masih ada tambahan diskon untuk biaya administrasi bagi nasabah KKB yang melampirkan NPWP.

Pastikan kendaraan idaman Anda terlindungi oleh Asuransi yang tepat. KKB BCA berkerja sama dengan berbagai maskapai asuransi ternama karena komitmennya untuk memberikan layanan terbaik bagi para nasabahnya. KKB BCA mematok tarif asuransi terendah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh OJK. Ada 8 maskapai asuransi besar yang digunakan oleh KKB BCA, diantaranya BCAinsurance, dan beberapa maskapai asuransi terkemuka lainnya.

Terakhir, ada credit protection yang harus diperhatikan oleh calon pembeli. Credit protection terbukti memberikan perlindungan bagi nasabah. Apabila nasabah meninggal, kendaraan idaman tetap akan menjadi milik keluarga dan hutang akan dianggap lunas. Credit protection dihitung berdasarkan kredit pokok hutang sesuai dengan standar DP yang ditetapkan OJK, yakni sebesar 30%. Credit protection KKB BCA juga mengikuti rate terendah dan hanya dibayarkan sekali saja selama tenor kredit.

Paket pembiayaan KKB BCA sangat terperinci hitungannya, total down payment KBB BCA juga terbukti lebih murah.

Untuk gampangnya, Anda bisa melihat tabel contoh perbandingan biaya awal yang harus dibayarkan calon debitur dengan menggunakan KBB BCA untuk tenor atau jangka waktu kredit 1 tahun dan 3 tahun.

Angsuran sebesar Rp 30.065.000,- hanya dibayarkan selama 11 bulan, karena angsuran pertama sudah dimasukkan ke dalam total DP. Sama halnya dengan biaya angsuran sebesar Rp 10.941.400,- hanya dibayarkan selama 35 bulan, karena angsuran pertama juga sudah dimasukkan ke dalam total DP.

Menariknya, KKB BCA membebaskan biaya pinalti bagi para nasabahnya. Jika Anda ingin membayar lunas kendaraan Anda, maka Anda tidak perlu membayar biaya pinalti. Cukup bayar pokok hutangnya saja.

Jadi tunggu apalagi? Nikmati promo KKB BCA untuk mobil baru (passenger car) dengan bunga yang rendah. Promo ini berlaku untuk pembelian mobil baru, mulai dari Sedan, MPV, SUV dan yang lainnya di seluruh Indonesia.

Bunga 3.60% tenor 3th penawaran spesial dan paling fresh di bulan ini.

Dapatkan solusi Kredit mobil Anda bersama kami!

Klik Form pengajuan atau hubungi segera Marketing KKB (Whatshap)

BCA Senantiasa di Sisi Anda

Penampakan Lexus LS F, Bocor Jelang Peluncuran

Penampakan Lexus LS F, Bocor Jelang Peluncuran

F model dari Lexus merupakan varian performa tinggi dari brand mobil premium asal Jepang. Dibawahnya ada model IS, GS dan RC yang jadi varian mobil sedan dari Lexus.

LS F akan jadi flagship model yang akan debut Oktober nanti di Tokyo Motor Show 2017. Penampakan satu-satunya pun sudah bocor dari brosur yang beredar.

Mobil warna biru ini tampil gahar berpadu warna hitam dengan grill berdimensi besar, tak ketinggalan ukuran pelek yang juga cukup besar. Lampu utamanya tipis dan tajam, membuat wajahnya menonjolkan performa yang dimilikinya.

Ya, konon mobil ini akan menggunakan mesin baru 4.000 cc V8 dengan turbo ganda. Tenaganya disebut mencapai 600 daya kuda, setara dengan Mercedes-AMG S 63.

Tak ada detail lain mengenai spesifikasi mesin lebih lanjut, termasuk kabar harga jualnya. Sebaiknya tunggu hingga waktu peluncurannya tiba ya.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Artikel Asli

Cara Jitu Biar Rem Mobil Nggak Kekunci Sehabis Dicuci

Selain biar bersih dan penampilannya kelihatan kece, nyuci mobil juga penting buat mencegah menumpuknya kotoran di bagian-bagian mobil penyebab karat dan kerusakan. Tapi, gimana kalau niat bikin mobil kinclong, malah kena apes gara-gara remnya kekunci sehabis dicuci?

Ya, masalah kayak gini ternyata memang bisa kejadian. Soalnya, kanvas rem terutama yang menempel pada piringan cakram, memang rentan lengket kalau dibiarkan basah sampai mengering saat roda tidak berputar atau mobil nggak dijalankan.

Biar kejadian kayak gini nggak menimpa mobil lo, ada trik yang bisa lo lakuin yaitu jalankan mobil maju mundur beberapa kali sambil sesekali menginjak rem sehabis dicuci. Cara ini bisa menguras kandungan air pada kavas rem dan membuat permukaan cakram tetap kering.

Selain ngelakuin trik di atas, lo juga harus rajin membersihkan kanvas rem biar nggak ada endapan kotoran yang bikin fungsi rem jadi terhambat.

 

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Artikel Asli

Apa Sebenarnya Fungsi Tombol Kecil pada Rem Tangan Mobil?

Rem tangan adalah salah satu komponen mobil yang sangat penting. Fitur satu ini sangat berguna ketika kita memarkir kendaraan maupun saat sedang menghadapi jalanan tanjakan. Ada sebuah tombol pada ujung rem tangan yang sering menimbulkan perdebatan: perlukah kita menekan tombol saat sedang menarik rem tangan?

Menurut beberapa orang, jika tidak ditekan maka rem tangan akan cepat rusak, namun ada juga yang bilang kalau tombol tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap performa rem tangan. Mana yang benar?

Ternyata, menurut seorang teknisi dan YouTuber Jason Fenske, kita tidak perlu menekan tombol saat sedang menarik rem tangan. Tapi, tidak ada salahnya untuk melakukan hal tersebut karena dengan menekan tombol tersebut maka tidak aka nada bunyi ‘kreeek’. Bunyi ini ditimbulkan ketika kita tidak menekan tombol saat menarik rem tangan, karena satu komponen besi akan mencengkeram satu komponen bergerigi yang dikenal sebagai Ratchet Segment. Meskipun demikian, hal ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap kinerja rem tangan.

Jadi, mau menekan tombol maupun tidak, semuanya terserah Anda.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Artikel Asli

Pintu Mobil Terkunci dari Dalam? Santai Aja Sob, Ini Dia Solusinya!

Mungkin Anda atau teman Anda pernah mengalaminya: kunci mobil tertinggal di dalam mobil saat Anda berada di luar mobil, dan mobil pun terkunci dari dalam. Alhasil Anda panik karena tidak bisa membuka pintu mobil yang terkunci.

Sekarang tidak perlu panik lagi, karena hanya dengan bola tenis ternyata Anda bisa membuka pintu mobil yang terkunci dari dalam! Caranya juga gampang, lubangi bola tenis dengan ujung kunci atau obeng yang sudah dipanaskan di api kompor kemudian tempelkan lubang bola tenis tersebut menghadap tepat di lubang kunci pintu mobil dan pencet bolanya sekeras mungkin.

Tekanan udara yang dihasilkan ketika bola dipencet akan menekan mekanisme penguncian yang terletak di dalam mobil. Yang perlu diperhatikan, teknik ini hanya bisa digunakan untuk mobil yang menggunakan sistem penguncian pintu elektronik ya!

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Artikel Asli

Lincahnya Mobil Keluarga Indonesia

Toyota kijang dari generasi ke generasi
Toyota kijang dari generasi ke generasi

VIVA.co.id – Ada pemandangan menarik di Kemayoran, Jakarta, beberapa pekan lalu. Dari ribuan mobil yang terparkir di kawasan bekas lapangan terbang itu, ada yang berbentuk kotak. Umurnya sudah 26 tahun.

Pemiliknya yang asal Bandung, Sudirman, mengungkapkan mobil “Kijang Doyok” itu sudah berkali-kali ditawar. Namun, tidak pernah dia lepas.

Itu salah satu ciri-ciri utama para pemilik mobil klasik. Apa pun bujukannya, termasuk iming-iming ditukar dengan mobil baru maupun uang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, tetap saja mereka bergeming.

Kenikmatan membangun ulang kendaraan dari kondisi tidak layak tidak bisa digantikan dengan sebuah produk baru atau lembar uang. Belum lagi waktu yang mereka curahkan untuk menggarap proyek hobi tersebut.

Menurut Sudirman, alasan ia memilih Kijang Doyok adalah karena perawatannya yang mudah dan terbilang murah. Meski lansiran 1981, namun mobil tersebut pernah menjelajah tiga negara sejauh 3.000 kilometer.

Kijang Doyok

Bentuk mobil Kijang Doyok. (Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Kijang Doyok adalah salah satu perintis mobil keluarga di Indonesia. Jika dilihat dari sejarah mobil di Tanah Air, jenis kendaraan yang pertama kali beredar di Indonesia yakni sedan dan jip. Semuanya buatan Amerika dan Eropa.

Jip banyak tersedia karena sempat digunakan saat Indonesia masih dijajah oleh negara asing, sedangkan mobil sedan mulai bermunculan usai kemerdekaan.

Ide untuk menghadirkan mobil keluarga mulai tercetus pada era 1970-an. Kala itu, pemerintah Indonesia mencanangkan program pengembangan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana atau KBNS.

Akhirnya pada Juni 1977, lahirlah kendaraan berbentuk pikap, yakni Toyota Kijang generasi pertama. Setahun kemudian, sejumlah perusahaan karoseri membuat bodi minibus untuk mobil tersebut.

Selain Toyota, Suzuki juga menghadirkan varian pikap pada lini produk yang mereka jual. Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, pada 1976 mereka menyediakan pikap ST10. Kemudian disusul oleh produk lainnya, Carry ST20 pada tahun selanjutnya.

Perjuangan perusahaan Jepang untuk menghadirkan mobil keluarga di Indonesia bukan tanpa halangan. Stigma bahwa mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika lebih kuat dan terpercaya kala itu melekat kuat.

Hal itu tertuang dalam buku “Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” karya pengamat otomotif James Luhulima. Dalam buku tersebut, ia menceritakan bagaimana dulu mobil Jepang mendapat citra yang buruk.

“Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James dalam bukunya.

Kunci Sukses

Masuk ke era 1980-an, mobil merek Jepang mulai menunjukkan tajinya. Para pabrikan mobil asal Negeri Matahari Terbit itu beramai-ramai membuka pabrik di Indonesia.

Mobil-mobil seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Hijet laris manis untuk dijadikan sebagai angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Suzuki Carry ST10 resmi diproduksi di Indonesia oleh PT Indomobil pada 1982. Lalu pada 1991, Suzuki kembali menghadirkan Carry Futura yang legendaris.

Meski desainnya tidak berhidung alias mesin berada di bawah jok depan, namun Carry Futura banyak dipilih sebagai mobil keluarga, karena biaya perawatannya yang cukup murah dan mampu menampung banyak penumpang.

Sementara itu, Toyota mulai mengubah fokus mobil Kijang dari kendaraan niaga menjadi kendaraan keluarga saat meluncurkan Kijang Super pada 1986.

Mobil ini mengusung beberapa teknologi yang kala itu terbilang canggih, seperti full pressed body yang dapat mengurangi 2-5 kilogram dempul. Bahkan pada 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan bodi bebas dempul.

Di waktu yang tidak jauh berbeda, Isuzu juga meluncurkan mobil keluarga andalan mereka, Panther. Ciri khas mobil ini ada pada mesinnya yang memakai bahan bakar solar.

Panther sempat menjadi salah satu idola kala itu, karena konsumsi bahan bakarnya yang super irit. Dari acara Laga Pantura 1 dan 2 yang digelar, rata-rata konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 31-33 kilometer tiap liternya.

Setidaknya ada dua kunci sukses mobil merek Jepang di Indonesia. Yang pertama adalah dari sisi harga. Di awal 1960-an saja, ketika jip Willys buatan Amerika dijual dengan harga Rp350 ribu, Jepang menawarkan Toyota Land Cruiser dengan harga hanya Rp112 ribu.

sorot mobil kel – Toyota Land Cruiser VX 100.

Bentuk dari mobil Toyota Land Cruiser seri VX 100.(Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Faktor kedua yang membuat mobil Jepang, khususnya model serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV), yakni dirancang untuk memenuhi kebutuhan orang Indonesia.

“Jepang kalau bicara risetnya jago, detail. Orang Indonesia sukanya apa, disesuaikan selera dan kebutuhan. Awalnya produk Jepang belum dipercaya karena rewel, tapi lama-lama mereka membuat perubahan,” ungkap pengamat otomotif, Bebin Djuana.

Selain itu, menurut dia, produk Jepang maju dengan terobosan-terobosan. “Karena sudah sekian tahun itu, jaringan suku cadang ada di mana-mana, layanan servis di Indonesia jadi banyak. Jadi semakin unggul,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurutnya, kunci sukses Toyota adalah saat mereka membuat inovasi desain yang tepat pada waktu yang tepat pula.

“Usai krisis moneter parah melanda Indonesia, pasar membutuhkan produk baru dengan tambahan harga yang murah atau terjangkau. Datanglah duet Avanza-Xenia. Lengkap dengan desain keren dan daya tampung banyak,” tutur Yannes kepada VIVA.co.id.

Mobilnya Orang Indonesia

Indonesia adalah negara yang unik. Saat pasar otomotif di negara lain didominasi kendaraan jenis sedan atau sport utility vehicle (SUV), mobil yang paling laris di Tanah Air justru MPV.

Hal ini tidak terlepas dari budaya orang Indonesia yang gemar melakukan perjalanan beramai-ramai. Selain menghemat biaya bahan bakar, menggunakan mobil MPV juga memungkinkan mereka untuk terus menjalin keakraban.

Jika dilihat dari data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil keluarga atau MPV mengungguli model lainnya sejak 2001 silam.

Pada tahun tersebut, total MPV yang terjual yakni sebanyak 89 ribuan unit. Jumlah tersebut terdiri dari Toyota Kijang 56 ribuan unit, Isuzu Panther 21 ribuan unit, Mitsubishi Kuda 6 ribuan unit, dan beberapa model lainnya.

Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang penjualan mobil model sedan, yang terbagi dalam beberapa tipe. Total penjualan sedan pada 2001 adalah sebanyak kurang lebih 35 ribuan unit.

Meski kemudian mobil MPV mengalami penurunan penjualan, namun pada 2004 angkanya kembali meroket. Tapi, kali ini jumlah mobil keluarga bertambah banyak dengan hadirnya kategori baru, yakni low MPV.

Mobil-mobil yang masuk dalam kategori ini adalah Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV. Total penjualan low MPV pada 2004 yakni hampir 75 ribu unit.

Sementara itu, model MPV yang terjual totalnya mencapai 76 ribuan unit. Angkanya bisa cukup tinggi, karena Toyota memiliki dua andalan di kategori ini, Kijang dan Kijang Innova. Di tahun berikutnya, Kijang resmi disetop penjualannya dan nama Kijang dipakai pada tipe Innova.

Puncak kejayaan mobil MPV di Tanah Air terjadi pada 2012, dengan total penjualan sebanyak 132 ribu unit. Tapi, angka itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penjualan low MPV.

sorot mobil kel – Mobil MPV di Ajang IIMS 2012

Mobil MPV saat dipamerkan di ajang IIMS tahun 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Hadirnya Suzuki Ertiga, Nissan Evalia dan Daihatsu Luxio di 2013 sukses mencetak rekor baru dalam penjualan low MPV di Indonesia, yakni sebanyak 379 ribu unit. Rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Pada 2014, pasar mobil keluarga sempat terbagi dengan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Ada penurunan sekitar 100 ribu unit pada low MPV, dan hal itu tetap bertahan hingga saat ini.

Beberapa pihak sempat menyatakan bahwa tren mobil MPV di Indonesia tidak abadi. Akan ada masa di mana mobil keluarga digantikan dengan model lain yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

Meski demikian, beberapa produsen mobil termasuk Toyota yakin bahwa mobil keluarga adalah ciri khas Indonesia, dan akan terus diminati oleh konsumen.

“MPV itu sekitar 44 persen pangsa pasarnya. Tahun lalu sempat turun jadi 36 persen, namun saat ini sudah kembali ke 44 persen. Angka ini bisa saja bertambah dengan adanya pilihan baru,” tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. (ren)

Artikel Asli