Multifinance diprediksi baru bergairah di Agustus

JAKARTA. Lebaran kerap kali membuat pengeluaran masyarakat menggemuk dibanding bulan biasanya. Otomatis, pengeluaran yang membengkak tersebut juga cukup berimbas pada kewajiban pembayaran kredit angsuran mereka.

Namun, meski lesu perusahaan pembiayaan optimistis pasca lebaran di bulan berikutnya seperti Agustus akan berangsur membaik. Dengan begitu, hingga akhir tahun pemain multifinance pun berharap angka non performing finance (NPF) masih di bawah 1%.

Presiden Direktur Astra Sedaya Finance (ASF) Jodjana J mengatakan, melihat pengalaman tahun lalu pasca lebaran pembiayaan cenderung menurun yang mengakibatkan angka NPF memuncak.

Hingga Mei 2017, angka NPF Astra Sedaya mencapai 0,75%, hingga akhir tahun ditargetkan bisa menciut dengan target di kisaran angka 0,65%.

Jodjana percaya diri meski bergerak landai, pembiayaan akan bergairah kembali di bulan Agustus. Hal tersebut nantinya akan didukung oleh pameran Motor Show yang akan digelar pada Agustus 2017.

“Pengalaman kita dari tahun ke tahun memang melemah pasca lebaran, namun nanti setelah Agustus ke atas membaik lagi,” katanya beberapa waktu lalu.

Jodjanan menambahkan, pihaknya memiliki strategi untuk memicu nasabah yang nantinya telat membayar angsuran. Seperti misalnya, memberi diskon penalti, lalu ada juga trik trik lapangan agar nasabah tak menunggak pembayaraan berbulan-bulan.

“Jadi yang bulan kemarin nunggak supaya gak nunggak lagi ada amnesti diskonnya,” bebernya.

Sementara, tahun ini ASF tak memasang target penyaluran pembiayaan yang cukup agresif. Setidaknya sama dengan pencapaian tahun lalu menurut pihaknya sudah baik.

“Kami pasang target sama dengan tahun lalu Rp 27,5 triliun, Angka non performing loan (NPL) yang terus naik sejak awal tahun menjadi alasan kami tidak memasang target tinggi, sama dengan tahun lalu saja sudah bagus,” ungkapnya.

Senada, PT BCA Finance yang juga cukup optimistis pasca lebaran pembiayaan kembali menanjak.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan, hingga Mei 2017 angka NPF berada di kisaran 0,97%.

Pengalaman lebaran tahun lalu, menurut Roni, angka NPF memang cenderung meningkat namun pihaknya percaya masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki angka NPF sampai akhir tahun.

“Untuk jaga NPF, harus mulai dari awal dari proses kredit di depan. Down Payment (DP) sangat berpengaruh semakin kecil otomatis semakin tinggi pula risikonya,” ujar Roni ke KONTAN, belum lama ini.

Pihaknya juga berharap angka NPF hingga akhir tahun bisa berada di bawah 1%. Nantinya, untuk memacu pembayaran BCA Finance memiliki startegi seperti pengingat nasabah melalui sms untuk membayar angsuran, lalu jika sulit dihubungi melalui telepon atau bahkan dikunjungi langsung.

Asal tahu saja, hingga Mei 2017 BCA Finance telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 14,1 triliun. Angka tersebut naik 13% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sedang hingga akhir tahun pihaknya menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan hingga 32 triliun. Nominal tersebut naik 4,57% dari pencapain tahun lalu sebesar Rp 30,6 triliun.

“Kami masih mengandalkan strategi bunga yang kompetitif,” paparnya.

Sumber: https://goo.gl/LJywif

Penulis: Bung Cahyo

Simple Man

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s