Kendaraan Jadi Barang Mewah di Singapura, Mobil Termurah seharga Rp776 Juta!

https: img.okeinfo.net content 2017 11 01 320 1806400 kendaraan-jadi-barang-mewah-di-singapura-mobil-termurah-seharga-rp776-juta-siWvNbbCKy.jpg

JAKARTA – Mobil kini menjadi barang mewah yang semakin sulit dimiliki bagi warga Singapura. Serangkaian kebijakan pemerintah diberlakukan untuk menekan jumlah mobil di jalanan.

Pemerintah Singapura menaikkan harga mobil dengan memberlakukan pajak yang tinggi. Mobil paling murah di Singapura dihargai senilai 78.000 dolar Singapura (Rp776 juta). Itu menunjukkan mobil di Singa pura bukan sebagai kendaraan semata, tetapi menjadi barang mewah dan harta karun. Mobil menjadi simbol status bagi warga Singapura.

Itu menjadi kini menjadi komoditas elite bagi sebagian warga Singapura. Itu berawal ka rena pemerintah akan mengeluarkan sertifikat kepemilikan mobil untuk membatasi kepemilikan mobil di Singapura. Kebijakan itu telah diberlakukan Oktober dan akan berdampak luas pada Februari 2018. Itu juga menjamin tidak ada peningkatan jumlah mobil di jalanan.

Pengecualian berlaku untuk bus dan mobil barang. Dengan kebijakan itu, harga mobil akan meningkat drastis. “Saat ini 12% total tanah di Singapura adalah jalanan,” demikian keterangan Otoritas Transportasi Daratan Singapura dilansir CNN.

“Pertumbuhan jalan akan semakin terbatas,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah Singapura cukup disambut antusias masyarakat. Banyak warga yang kini senang dengan berjalan, bersepeda, dan memilih menggunakan transportasi publik. Perlawanan masyarakat Singapura terhadap kebijakan tersebut juga sangat minimalis. Transportasi publik masih efisien dan efektif.

Pemerin – tah juga terus meningkatkan pembangunan jaringan kereta api dan menambah jumlah bus. Platform berbagi sepeda, seperti oBike dan Mobike juga kini menjadi opsi bagi orang untuk bepergian dalam jarak dekat. Leo Cheng, warga Singapura, mengaku tidak memiliki harapan untuk memiliki mobil dengan adanya kebijakan baru pemerintah. Meskipun demikian, dia mendukung kebijakan tersebut.

“Memiliki banyak mobil sangat mengerikan dan bukan pilihan logis bagi Singapura dengan lahan yang sedikit,” ujarnya. Bagi warga Singapura yang sudah memiliki mobil seperti Melanie Ralph, dia mengaku tidak tertarik memiliki mobil ketiga. Namun, suaminya yang bekerja sebagai CEO perusahaan manajemen aset, malah berkeinginan memiliki mobil baru.

“Jika kamu tidak memiliki mobil di Singapura, itu bukan akhir dunia,” ujarnya. Namun, banyak juga masyarakat Singapura yang menolak kebijakan pembatasan mobil. “Bagaimana dengan orang tua yang sudah tua dan mengalami Par kinson,” kata Yu Mei Za la singamchow, penduduk Singapura. Dia mengungkapkan, transportasi publik tidak terlalu ramah bagi manula.

Artikel Asli

Penulis: Bung Cahyo

Simple Man

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s