Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Malah Merosot Hingga 90 Persen

Menjelang musim mudik Lebaran biasanya membawa tren pembelian mobil. Tapi berbeda dengan tahun 2020 yang masih dikepung oleh pandemi virus Corona (COVID-19).

Imbasnya pun dirasakan oleh para pedagang mobil bekas. Mereka mengalami penurunan penjualan sangat drastis.

“Penurunan penjualan saat ini sangat parah. Turunnya itu 80 sampai 90 persen saat ini,” ungkap Halim, pedagang mobil bekas Langgeng Makmur, kepada Liputan6.com, Senin (27/4/2020).

(kpl/tys)

Menjelang Lebaran, biasanya penjualan bisa naik hingga 100 persen. Namun, menurut Halim karena pandemi yang terjadi, pihaknya hanya bisa menjual 1-3 unit mobil bekas setiap bulan.

“Biasanya mampu menjual 15 unit mobil setiap bulannya. Kalau Lebaran itu naiknya pasti sampai 100 persen. Sekarang penjualan paling 1-3 unit kendaraan setiap bulannya,” ujarnya.

Pandemi yang terjadi saat ini membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah peraturan baru, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Sebagai unit industri yang terdampak, Halim berharap keadaan ekonomi segara pulih dan virus Corona Covid-19 bisa teratasi dengan baik.

“Harapannya kami sebagai pedagang mobil bekas, semoga keadaan ekonomi bisa cepat pulih & Covid-19 ini bisa segera hilang,” tuturnya.

 Mobil bekas (Liputan6.com)
Mobil bekas (Liputan6.com)

Artikel Asli

Begini Cara Merawat Mobil Toyota Agar Tetap Nyaman saat PSBB

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan tips cara merawat kendaraan yang tepat, mulai dari menjaga komponen dan fitur saat tidak digunakan terutama dalam kondisi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari akun Youtube Toyota Indonesia, TAM memberikan 6 langkah dalam merawat mobil kesayangan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

1. Pemeriksaan komponen baterai/ACCU

Bersihkan terminal baterai/ACCU atau kepala terminal baterai (+) dan (-) dengan sikat kawat dan air panas untuk menjaga tegangan listrik baterai tetap baik tidak ada hambatan, sekaligus berfungsi maksimal saat kendaraan dinyalakan.

2. Memanaskan mesin pada periode tertentu

Hidupkan mesin minimal satu minggu sekali agar tegangan listrik baterai tidak hilang dan baterai tidak mudah rusak.

3. Pemeriksaan kondisi oli mesin

Periksakan jumlah, kekentalan, dan warna dari oli mesin kendaraan. Lakukan pengecekan oli mesin untuk mengetahui kualitas dan jumlah oli yang ada di dalam mesin.

Berhati-hatilah saat melakukan pengecekan oli mesin, terutama saat kondisi mesin panas. Oleh sebab itu, pengecekan oli mesin harus dilakukan saat kondisi mesin mati. Gunakan kain atau tisu bersih untuk melihat kondisi oli mesin pada stick oli.

4. Periksa kondisi ban

Periksa tekanan dan permukaan dari mobil Anda. Pastikan ban tidak kempes dan tekanannya mencukupi. Jangan biarkan ban kempes terlalu lama karena dapat merusak dan mengubah bentuk ban (flatspot).

Selain itu, penggunaan mobil dengan ban kempes atau bertekanan rendah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

5. Bersihkan kendaraan dan parkir di tempat terlindungi

Parkirkan kendaraan di tempat teduh dan terlindungi dari debu dan kotoran. Bersihkan kendaraan dengan segera jika terdapat kotoran yang menempel agar tidak merusak cat kendaraan.

Bersihkan pula bodi kendaraan dengan kain yang sangat halus agar tidak merusak bodi mobil.

6. Pemeriksaan fitur dan interior kabin mobil

Selalu pastikan kebersihan interior mobil agar kuman dan bakteri tidak menempel di jok, stir, stick perseneling, dan fitur lainnya. Gunakan sabun antiseptik, air, botol semprot, kain atau handuk alus (microfiber) dan vacuum cleaner.

Namun, adapula tombol di dalam kabin interior mobil yang tidak disarankan untuk dibersihkan dengan pembersih silikon karena dapat mengakibatkan kendala pada fungsi dan fitur mobil. Di antaranya, tombol wiper, lampu depan, sistem audio, switch pada pedal rem, dan switch power window.
BISNIS

Artikel Asli

Inilah Mobil-Mobil Volkswagen yang Tidak Pernah Dijual

Sejak dulu Volkswagen dikenal sebagai mobil yang merakyat sebagaimana terjemahan merek dagang mereka. Banyak mobil-mobil mereka yang hadir dan sukses menarik minat konsumen di seluruh dunia sebut saja VW Beetle. Tapi bukan berarti VW tidak bereksperimen dan berkreasi untuk menciptakan model-model. Ide-ide liar inilah yang kemudian melahirkan terobosan seperti Phaeton, Golf GTI, dan bermacam model non ‘merakyat’ nan menyenangkan.

Dilansir dari autocar.co.uk, VW sebenarnya memiliki banyak model lain yang disiapkan. Namun beberapa di antara prototipe ini tak pernah dilepas ke pasar, entah apa alasannya. Koleksi mobil-mobil ini hadir di museum kelolaan VW di Wolfsburg: ZeitHaus dan Stiftung.

Di kedua museum ini ditampilkan mobil konsep, prototipe, bahkan model yang tak pernah diperlihatkan kepada publik. Banyak model adalah sedan atau hatchback. Mobil-mobil ini mungkin menjadi cikal bakal VW masa kini. Kira-kira ‘engkong’-nya siapa ya?

1963 EA 128

Sedan menawan bertenaga kuat tidak ada dalam kamus VW di tahun 1960an. Tapi para insinyur di belakang layar ternyata punya imajinasi berbeda. EA 128 dibuat guna memperdalam hubungan VW dengan Porsche, sekaligus mengangkat image VW untuk naik kelas. Pasalnya, ia terlahir sebagai sedan empat pintu berbekal mesin 2.0 liter flat-six dari Porsche 911. Begitu pula rancangan suspensi belakang, menganut komposisi sang ikon Porsche. Bertenaga 89 hp, cukup untuk membawa sedan ini berlari di jalur cepat Autobahn.

Namun sayang, EA 128 hanya bertahan sampai tahap prototipe. Para pimpinan mengkhawatirkan reaksi publik ketika melihat sedan mewah dari sebuah merek yang seharusnya merakyat. Dilema antara merek dan hasrat ini pun terus berlangsung sampai 1990an. Barulah ide EA 128 berhasil dituangkan ketika proyek VW Phaeton disetujui para pejabat perusahaan. Cikal bakal Phaeton? Tampaknya sah-sah saja bila menganggap demikian.

1969 EA 276

Sekitar 6 tahun kemudian muncul EA 276. Model ini berhubungan erat dengan Golf generasi pertama. Inilah bentuk upaya VW mencari pengganti sang primadona, Beetle. Secara desain paling mengotak di antara purwarupa desain lain di masa itu. Mesinnya juga tidak lagi di belakang dan sudah menggerakkan roda depan. Tapi jangan keliru, EA 276 belum menggendong unit water-cooled sebagaimana Golf terlahir ke dunia. Di balik bonnet bersemayam jantung flat-four air cooled dari VW Kodok. Ia menjadi gambaran bagaimana kemajuan desain VW di masa itu dalam keterbatasan teknologi.

1971 ESVW I

ESVW I merupakan bagian dari studi terkait keselamatan penumpang. Di awal 70an VW serta pabrikan lain bekerja sama dengan Departemen Transportasi (DOT) AS mengembangkan mobil anti-maut. Pabrikan ditantang untuk menciptakan mobil teraman, tak peduli seberapa mahal atau buruk rupa, yang penting sanggup melindungi penumpang saat terjadi kecelakaan.

Lahirlah mobil ini. VW mengadopsi wajah berbahan plastik penyerap energi hantam. Di kabin, panel-panel terbungkus material empuk, berikut inovasi teknologi lain. Memang bukan sebuah model cantik, minimal dapat diasumsikan fitur-fitur keselamatan ini diadopsi ke model produksi lain.

1975 Chicco

Sebelum versi produksi si mungil Up! meluncur, banyak orang menduga VW bakal memberi nama Chicco. Nama itu membawa kembali ke 1975, saat VW bertindak sesuai jati diri untuk menciptakan mobil membumi. Mereka menumpahkan imajinasi city car kompak sekaligus lapang. Terdengar kontradiktif tapi berhasil tercipta walau hanya sebatas studi. Diukur memanjang 3,28 meter, Chico sanggup mengangkut empat penumpang.

Pemacu tiga silinder berkapasitas 0,9 liter hadir di moncong, sanggup menghasilkan 39 hp. Pada dasarnya merupakan unit empat silinder berpendingin cairan yang dipapas satu silinder. Diposisikan melintang untuk menggerakkan roda depan. Hal ini ditujukan agar ukuran kompartemen mesin tetap kompak. Ia memiliki pengaruh terkait bagaimana VW meracik city car.

1984 IRVW III

Memanfaatkan basis Jetta generasi kedua, IRVW 3 menjadi bagian riset teknologi canggih. Bayangkan sebuah sedan kompak pada tahun 1984 dibekali suspensi udara terkomputerisasi, ABS, dan alat navigasi elektronik. Jantung pacu mengandalkan unit empat silinder turbodiesel 1,8 liter, menghasilkan tenaga sebesar 180 hp. Sangat besar di masa itu, mencapai kecepatan 200 kpj di Autobahn bukan sebuah masalah. Sebagai pembanding, turbodiesel terkuat Jetta hanya sanggup gelontorkan 79 hp.

Terdengar terlalu berlebihan untuk ukuran sedan sekelas Jetta. Wajar lantaran Jetta ini digunakan untuk ‘test bed’ saja, bukan prototipe sebuah model anyar. Barulah bertahun-tahun kemudian teknologi mutakhir ini diadopsi satu per satu.

1987 T3 Magma

VW pernah mempertimbangkan gaya offroad pada T3, jauh sebelum Touareg meramaikan dunia SUV. Prototipe ini hadir pada 1984 membawa nama T3 Magma, mengubah rancangan eksterior dan Interior Transporter. Grille khusus dilubangi penerangan tambahan, dilindungi peranti offroad seperti bulbar dan winch. Tak hanya itu, rombakan desain ditujukan ke fender flare dan kelir two-tone. Agar menarik perhatian, mesin empat silinder 2,1 liter ditugaskan mempersenjatai pikap tangguh ini.

Entah atas dasar apa, yang pasti VW tidak menggolkan proyek ini. Mungkin disebabkan tidak berhasil menarik minat target konsumen, atau bisa jadi dirasa tidak perlu lantaran T3 memasuki pengujung usia di Eropa dan Amerika Utara.

AHMAD KARIM | RAJU FEBRIAN

Artikel Asli

Mudik, Mobil Pribadi Hanya Boleh Angkut Setengah Kapasitas

Meski tak ada larangan resmi soal mudik Lebaran 2020, namun pemerintah akan mengeluarkan regulasi ketat bagi masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah pagebluk atau wabah virus corona (Covid-19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini, mengaku tengah mematangkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan untuk pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk sebagai acuan saat mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, beberapa aturan akan dilakukan sesuai regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada sektor transportasi akan ditempuh dengan penerapaan physical distancing yang tak hanya berlaku bagi kendaraan umum, tapi juga pribadi.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

“Untuk kendaraan pribadi akan diberlakukan hal yang sama, yaitu pengaturan jarak fisik. Intinya untuk mobil pribadi itu patokannya 50 persen dari kapasitas,” kata Adita dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Dengan adanya ketetapan tersebut, artinya untuk mobil sejenis multi purpose vehicle (MPV) yang semula mampu menampung hingga tujuh penumpang, hanya boleh mengangkut tiga sampai empat penumpang saja.

Begitu juga untuk jenis kendaraan lain seperti sedan dan city car. Bisa jadi hanya akan boleh membawa dua penumpang saja dari kapasitas aslinya.

Sementara bagi masyarakat yang terpaksa mudik dengan sepeda motor, hanya akan diperbolehkan berkendara sendiri alias solo riding.

“Sepeda motor tidak dapat membawa penumpang,” ucap Adita.

Baca juga: PSBB Jakarta, Belum Ada Pembatasan Akses Keluar-Masuk Ibu Kota

Ketika ditanya bagaimana sistem pengawasan untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Adita mengatakan, detailnya akan diinformasikan setelah Permen keluar. Tapi dia memastikan akan mengandeng kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Pol Istiono mengatakan, selain ada kewajiban isolasi diri selama 14 haru saat tiba di kampung halaman dan kembali ke kota, akan ada pembatasan jumlah penumpang pada kendaraan pribadi.

Contohnya untuk mobil pribadi seperti sedan, hanya boleh mengangkut dua penumpang dengan kriteria satu menjadi sopir dan satunya lagi penumpang di belakang. Untuk minibus hanya ditumpangi tiga penumpang.

“Bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan. Tetap jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut di sini,” kata Istiono yang disitat dari NTMC Polri.

Penulis: Stanly RavelEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli

 

 

12 Aturan Dasar Pakai Mobil Matik, Jangan Salah Kaprah

Mengendarai mobi bertransmisi otomatis atau matik terlihat jauh lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Kelihatannya, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem. Sesederhana itu.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi otomatis Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

3. Saat berhentidalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7. Secara alami, mobi akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

9.Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memosisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12. Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka raawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

 Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)
Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)

Artikel Asli

Toyota Kenalkan Fortuner Epic, Tampil Makin Gagah dan Tangguh

Toyota miliki SUV andalan, salah satunya adalah Fortuner. Baru-baru ini pabrikan asal Jepang tersebut kenalkan edisi Fortuner Epic dan Epic Black.

Melansir dari Gaadiwaadi.com, Fortuner Epic dan Epic Black tersebut tersedia di Afrika Selatan dengan menggunakan mesin diesel 2,8 liter.

Jika dilihat dari desainnya sendiri, sebenarnya tak ada bedanya dengan Fortuner standard yang sudah ada. Fotuner Epic hanya dapat peningkatan tampilan saja dengan sejumlah aksesoris.

(kpl/ahm)

Menengok sisi eksterior, SUV tersebut mendapatkan tambahan bar pada bagian depan bumper dengan ada tulisan ‘Epic’ di atasnya dan juga disematkan bar derek di belakang.

Tampilan makin sangar karena adanya perpaduan putih dan aksen hitam. Warna hitam tersebut tampak ada pada bagian atap dan spion. Dan tak lupa juga desain velg baru yang bikin tampilan makin gagah.

Toyota Fortuner Epic miliki sejumlah warna pilihan, seperti Glacier White, Chromium Silver, Graphite Grey dan Avant-Garde Bronze.

Berpindah ke sisi dalam atau interior, tak banyak ubahan juga pada bagian kabin. Ubahan yang paling terlihat adalan pelat logam dan karpet lantai dengan tulisan ‘Epic’. Di atap pun didesain dengan balutan warna hitam yang buat tampilan makin premium.

Untuk fitur sebenarnya tak ada perbedaan dengan Fortuner model diesel 2.8, seperti layar sentuh, lampu LED, AC otomatis, cruise control, kamera belakang, dan pengaturan kursi pengemudi.

Urusan dapur pacu, mobil ini pakai mesin diesel 2.8 liter yang mampu hasilkan tenaga sebesar 177 Hp. Mesin tersebut dikawinkan dengan gearbox otomatis 6 kecepatan. Selanjutnya, Fortuner Epic bisa digunakan dengan konfigurasi 2WD atau AWD.

 Toyota Fortuner Epic (gaadiwaadi.com)
Toyota Fortuner Epic (gaadiwaadi.com)

Artikel Asli

4 Mobil Baru Toyota Meluncur Lagi Tahun Ini, Termasuk Raize?

PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia sedang menyiapkan beberapa peluncuran mobil baru lagi tahun ini. Setelah new Agya dan Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) beberapa waktu lalu.

Head of Interactive Communication Department PT TAM, Dimas Aska membenarkan hal tersebut. Paling sedikit ada tiga mobil lagi yang akan diluncurkan.

“Secara plan harusnya ada tiga atau empat, tapi kami belum tahu apakah akan mendapatkan jadwal (peluncuran) yang sama (yang telah ditentukan) atau enggak,” ungkap Dimas dalam kesempatan konferensi pers secara daring, Selasa (7/4).

Meski masih bocoran awal, Dimas mengungkapkan modelnya beragam. Artinya tidak semuanya berupa model penyegaran atau angkat muka (facelift).

“Ada rencana baru, adafacelift, minor change, lengkap lah. Akan ada plan pasar baru, tapi ya karena terganggu (virus corona) kami belum tahu ke depannya, terus ada yang sudah butuh penyegaran juga,” tambahnya lagi.

Toyota Raize Foto: dok. Toyota

Untuk yang baru, kemungkinannya merujuk pada Toyota Raize. Bila menapak tilas, Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto pada akhir 2019 pernah mengatakan itu merupakan model baru yang tengah diuji dan merujuk pada Raize. Hanya saja Dimas belum bersedia mengungkapnya.

Adapun untuk facelift dan minor change bisa jadi menyasar pada Innova maupun Fortuner. Khusus Innova facelift, isunya sebenarnya sudah mencuat sejak awal 2019. Tapi lagi-lagi pabrikan belum membeberkannya.

Foto Olah Digital Fortuner Facelift Foto: dok. Indianautosblog

Sementara untuk Fortuner, dugaannya kuat mengingat modelnya sudah melakoni tes jalan di Thailand beberapa waktu lalu. Namun apakah benar Fortuner yang dimaksud yang bakal diluncurkan?

“Tergantung kondisinya, karena yang pakai enggak cuma Indonesia, jadi memang dibutuhkan studi antar semua negara yang pakai Fortuner, karena berkaitan sama demand-nya juga,” kata Dimas.

Toyota Innova. Foto: Istimewa

Kemudian terakhir modelnya merujuk pada jajaran kendaraan ramah lingkungan Toyota. Tentu buat melengkapi jajaran mobil berbasis listrik yang sudah dimiliki seperti Camry, Corolla Altis, C-HR, Prius, dan Alphard. Hanya saja untuk yang satu ini masih abu-abu modelnya.

Pengen tambah lagi, rencana iya, secara plan kalau memungkinkan (tiap tahun) selalu akan nambah-nambah lagi (mobil ramah lingkungan baru Toyota),” tuntas Dimas.

***

Artikel Asli

Daihatsu Taft Lahir Kembali, Dijual Mulai Juni 2020

Satu nama lawas kembali muncul di jajaran mobil Daihatsu, Taft. Bahkan mobil ini sudah resmi dijual dan bisa dipesan. Tapi jangan berharap mobil ini adalah jip yang terkenal dengan kemampuan offroadnya seperti jaman dulu. Taft kini bertransformasi menjadi mobil kota imut alias Kei Car. Keran pemesanan (pre-order) sudah dibuka. Perkiraan meluncur Juni mendatang.

Generasi baru Taft muncul pertama kali sebagai model konsep tahun lalu di Tokyo Auto Salon. Pada dasarnya, ialah versi model massal dari unit konsep WakuWaku, yang dipertontonkan di Tokyo Motor Show 2019. Ukuran tubuh hampir sebesar Tanto yang lebih dulu dijual. Panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.630 mm. Diprediksi, unit produksi nanti tak akan jauh berbeda seperti konsep.

Waktu order dibuka sampai 31 Mei mendatang. Konsumen yang memesan selama periode itu berkesempatan mendapatkan beberapa hadiah, seperti album foto spesial, speaker nirkabel Bluetooth, ceret elektrik sampai pembuat kopi portabel.

Saat tampil perdana, Taft tetap bergaya SUV tangguh. Aksen bodinya kaku dan banyak sudut mengotak. Miri Tanto tapi lebih macho. Wajah mengotak dengan hidung tinggi dan pendek. Bumper besar dengan profil tebal menghiasi. Area itu menyatu dengan fender kontras di roda depan. Atap menganut model kaca. Tak diketahui apakah disematkan sunroof nantinya. Melihat keatraktifan desainnya, seolah ingin menyaingi kembali Suzuki Jimny.

Dalam form pemesanan online di situs resmi, Taft disuguhkan dalam dua pilihan warna: Blue Lake Metallic dan Forest Khaki Metallic. Keduanya punya rupa grille berbeda. Bila biru lebih elegan tanpa kisi-kisi, hanya logo Daihatsu dan emblem Taft. Kelir hijau lebih garang dengan grille kromium dan emboss Taft.

Spesifikasi

Belum tersedia informasi soal detail spesifikasi mobil ini. Tapi layaknya Kei Car di Jepang, Taft disinyalir memakai mesin kecil 660 cc tiga silinder turbo. Spek umum mobil kota Jepang sekarang yang ramah lingkungan dan irit bahan bakar.

Mengingat regulasi di Negeri Matahari Terbit terkait emisi sangatlah ketat. Sistem penyalur tenaga kemungkinan besar berupa CVT (Continuously Variable Transmission). Tak lagi ada pilihan transmisi manual.

Urusan fitur, Daihatsu sepertinya terbenam berbagai teknologi terkini. Seperti keyless entry dengan start/stop button, cruise control, sampai fitur keselamatan lainnya. Belum diketahui seperti apa tampilan interior. Pasti tak kalah unik dengan eksterior.

Sejarah

Taft merupakan akronim dari ‘Tough and Almighty Fun Tool’. Sosoknya tergambar jelas sesuai penamaan itu. Dalam Bahasa Jepang disebut Tafuto. Diluncurkan pertama kali pada 1974 dan diperoduksi hingga 1984. Totota Blizzard (LD10), Daihatsu Wildcat, Scat, dan Pioneer (Australia).

Badannya jauh lebih besar dibandingkan model barunya. Dengan Panjang 3.320 mm (versi log body 3.485 mm), lebar 1.460 mm dan tinggi 1.860 mm. Mesin yang ditawarkan beragam mulai 1.0L, 1.6, 2.5, dan 2.8L dengan pilihan transisi manual 4-speed dan 5-speed.

Generasi selanjutnya diproduksi 1984-2002 dan di Indonesia antara 1986-2007. Model ini punya banyak nama seperti Toyota Blizzard (LD20), Daihatsu Rocky, Fourtrack (Inggris) Taft (Indonesia) Hiline, Feroza (Indonesia). Ditawarkan dalam pilihan mesin bensin 1.5L, 2.0L, 2.2L dan 2.7L diesel.

MUHAMMAD HAFID | RAJU FEBRIAN

Artikel Asli

Pertama Belajar Mobil, Haruskah Pakai Transmisi Manual?

Beberapa orang beranggapan jika ingin mengemudi mobil sebaiknya dimulai dengan mobil bertransmisi manual, karena dinilai lebih memiliki manfaat.

Anggapan tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar juga.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, belajar mobil menggunakan transmisi manual memang bukan suatu keharusan, tetapi memang direkomendasikan.

“Manfaat yang paling dirasakan yaitu melatih feeling dalam menginjak gas dan kopling. Sebab ini dasar dan dia tahu kapan harus mengganti presneling,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri melanjutkan, banyak yang akan diperoleh dan bisa menjadi bekal untuk pengemudi baru jika menguasai tiga pedal, yaitu gas, kopling dan rem pada mobil manual.

Dimana ketiga pedal tersebut tidak ada pada mobil matik, karena pada mobil matik hanya terdapat gas dan rem.

“Kemampuan dalam mengatur gas dan kopling, dalam mobil kondisi permukaan licin misalnya, kita memerlukan pengaturan gas yang sensitif. Hal tersebut tidak akan kita dapat pada mobil transmisi matik,” kata Jusri.

Meskipun demikian, Jusri menekankan bukan menjadi sebuah keharusan belajar mobil menggunakan transmisi manual.

Sebab, banyak di negara maju, sekolah mengemudi sudah tidak menyediakan mobil manual.

“Tidak ada keharusan mereka membawa mobil manual sebagai mobil pertama. Karena di sekolah mengemudi di luar negeri sudah tidak ada, mobil manual dianggap usang dan hanya keperluan hobi, bahkan truk saja sudah menggunakan transmisi matik,” ujarnya.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli