Lowongan Kerja di BCA Finance

Hai guys! Buat kalian yang tinggal area Jambi, Palembang, Tangerang & Medan! kuy ada posisi FAC nih yang terbuka untuk kalian yg memenuhi kualifikasi😃 Langsung daftar aja ya ke link diatas ! Kami tunggu🙏🏻

https://www.instagram.com/bcafinance_career/ selalu simak di sini saja ya

Daftar aja klik di bawah ini:

bit.ly/lokerbcaf

Penjualan Mobil di Cina Pulih, April Diperkirakan 2 Juta Unit

Penjualan Mobil di Cina pada bulan April diperkirakan akan mencapai 2 juta unit. Angka itu didasarkan pada data dari asosiasi industri seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Jumat, 8 Mei 2020.

Perkiraan tersebut mewakili pertumbuhan 39,8 persen dari bulan sebelumnya, atau tumbuh 0,9 persen YoY, menurut Asosiasi Produsen Otomotif Cina (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).

Berdasarkan data CAAM, periode Januari-April, penjualan mobil diperkirakan mencapai 5,67 juta unit, turun 32,1 persen dari tahun lalu.

Pejabat Kementerian Perdagangan Cina, Xian Guoyi, dalam konferensi pers online mengatakan pemerintah akan mendorong pihak berwenang setempat melakukan langkah-langkah untuk membantu merangsang penjualan mobil.

“Untuk meredam dampak jangka pendek yang ditimbulkan oleh wabah virus corona baru (Covid-19) terhadap penjualan mobil, pemerintah setempat dapat mendorong pembelian kendaraan energi terbarukan (New Energy Vehicle/NEV) dan meluncurkan kebijakan di sektor otomotif,” kata Xian yang menyebut otomotif merupakan merupakan pilar ekonomi Cina.

Sebelumnya, penjualan mobil di Cina terpuruk setelah dihantam pandemi virus corona. Bahkan mencapai titik terendah dalam sejarah penjualan mobil di Negeri Bambu itu. Pada Februari-Maret, penjualan mobil turun hingga 80 persen dibanding penjualan Januari.

Sumber: Tempo

Penjualan Mobil Bekas Terjun Bebas

Tak hanya berdampak pada operasional pabrik serta penjualan mobil baru, pandemi Corona Covid-19 juga berimbas pada penjualan mobil bekas atau seken. Beberapa dealer mobil bekas mengeluhkan turunnya angka penjualan mereka.

Secara umum di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang terutama setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan nyaris tidak ada.

Untuk menyiasati pembeli sepi, customer lama yang sudah pesan kembali di-follow up. Sebaliknya customer baru tidak ada.

“Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemi corona dan PSBB. Angka pastinya tidak tahu, karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen,” sebut Business Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis.

Hendro menambahkan, jika dilihat dari data bulan Maret, penjualan Auto Value tidak turun, malah naik.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

“Maret naik hampir 70 persen dari Februari, dan boleh dikatakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir, mengalahkan PIK-nya tahun lalu, bulan Mei pas puasa. Saat itu kami sudah confidence akan survive, ternyata di akhir Maret dan puncaknya PSBB tiarap semua,” keluhnya.

Siapkan Strategi Baru

Perusahaan jual beli mobil bekas dibawah payung PT Suzuki Indomobil Sales ini pun bikin strategi jitu untuk mendongkrak penjualan di tengah pandemi COVID-19. Auto Value memang tidak menyiapkan formula khusus untuk mengdongkrak penjualan mobil bekasnya.

“Dulu waktu pandemi kami baru mulai bikin strategi, tapi saat ini prioritas dan daya beli masyarakat sudah hilang. Orang bergeser untuk beli kebutuhan primer di saat kondisi ekonomi sedang lesu,” tambah Hendro.

Namun, Auto Value tetap memantau pergeseran dan priotritas daya beli masyarakat guna mempertahankan penjualan mobil bekas pada kondisi sepi pembeli.

“Kami berharap kita sudah masuk masa recovery bulan Juni mendatang. Kami tidak tahu ya bagaimana ke depan, apakah akan ada pelonggaran dan industri dibuka lagi. Mudah-mudahan semuanya akan membaik,” pungkas Hendro.

Sumber: Otosia.com

Cara Bawa Mobil ke Pedalaman Papua, Sewa Pengangkutnya Seharga Fortuner

Papua merupakan sebuah pulau eksotis yang di sana terdapat berbagai macam keindahan dan kekayaan alam yang melimpah ruah.

Meski begitu, secara infrastruktur, daerah paling ujung timur di Nusantara itu bisa dikatakan masih tertinggal dibandingkan daerah lain apalagi Jawa.

Tak heran jika di sana masih ditemui jalan tanah yang menjadi lumpur ketika hujan, apalagi jika menuju daerah pedalaman.

Namun, di pedalam Papua itulah terkandung banyak kekayaan yang kini mulai diekplorasi oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

Hingga terbentuk sebuah lingkungan yang tentu saja memerlukan alat transportasi modern seperti alat berat ataupun mobil.

Masalahnya, dengan jalan yang masih banyak berupa tanah, bagaimana membawa mobil ke pedalaman Papua yang terkenal berkontur naik turun khas pegunungan.

Beberapa orang telah membocorkan cara mengangkut mobil yaitu dengan cara dibawa menggunakan helikopter yang sewanya pun nggak main-main.

Membawa mobil ke pedalaman Papua.[Facebook/Sigit Arifianto.]

Jika ingin membawa mobil ke daerah pedalaman, usahakan bawa mobil yang mahal sekalian, karena harga sewa helikopter pengangkutnya saja seharga sebuah Toyota Fortuner baru.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Dan jangan membayangkan mobilnya akan dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam helikopter karena jelas tak akan muat.

Cara membawa mobil-mobil ke pedalaman Papua adalah dengan cara digantung pada bagian bawah helikopter dengan tali baja yang mampu menahan beban hingga puluhan ton.

Ngeri banget bukan? Tapi begitulah cara paling efektif membawa mobil ke pedalaman yang bermedan ekstrem. Harus dengan cara yang ekstrem juga.

Artikel Asli

Ini Bahayanya jika Kebut-kebutan Saat Jalanan Lengang

Adanya pandemi Corona serta larangan mudik dari pemerintah, membuat jumlah kendaraan di jalan raya maupun di tol menjadi berkurang.

Dengan kondisi jalanan yang lengang, terkadang membuat pengendara lupa dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Terlebih saat melaju di jalan bebas hambatan. Tak sedikit yang memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan atau di atas 100 kilometer per jam.

Padahal, memacu kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila terjadi kecelakaan, maka tingkat keparahannya atau fatalitasnya juga akan lebih tinggi bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa kebut-kebutan di jalan tol sangat berisiko. Meskipun kondisi jalan sangat lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Marcell menambahkan, hal ini disebabkan ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi maka pandangan akan jadi tunnel vision.

Baca juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA) 

“Di mana fokusnya hanya pada satu titik di depan saja sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas),” ucapnya.

Bahkan, ketika pengendara lain masuk di jalur yang sama bisa saja pengemudi akan kaget sehingga bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

“Seperti banting setir atau ngerem mendadak. Jalan sudah dirancang untuk suatu kecepatan tertentu baik lebar maupun konturnya,” tutur Marcell.

Dia menambahkan, setiap berkendara di jalan raya maupun di jalan tol ada batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan.

Selain itu, jika pengendara melajukan kendaraannya hingga melebihi batas tersebut maka akan bisa berbahaya karena kestabilan kendaraan menjadi berkurang.

Makanya di setiap jalan ada batas maksimum kecepatan kendaraan, karena melebihi dari maksimum kecepatan maka stabilitas mobil akan berkurang,” ujarnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengimbau kepada para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan.

Meskipun jalanan lengang bukan berarti pengendara bisa memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

“Patuhi rambu dan jangan melanggar batas kecepatan, memang kecelakaan menurun tetapi fatalitasnya meningkat,” kata Samdo.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Perhatikan Hal Ini Bila Mobil Lama di Garasi Agar Performanya Tetap Terjaga

Hal ini mungkin terjadi terutama dalam masa PSBB (Pembatasan Social Bersekala Besar) per wilayah, guna menekan penyebaran virus Corona.

Akibatnya banyak kendaraan roda 4 yang lebih sering diam berada di dalam garasi. Oleh sebab itu, jika ada waktu senggang sebaiknya memantau kondisi kendaraan kesayangan yang terparkir lama.

Sebagai contoh jika kendaraan berlama-lama pada area terbuka, disarankan untuk rajin mencuci mobil. Selain itu, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Karena binatang jenis ini rawan merusak komponen terutama komponen kelistristikan.

Selain itu, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk sekedar menjalankan mobil yang sudah dicuci tadi. Test drive sejenak di sekitar rumah ataupun kompleks perumahaan.

“Tidak usah jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Tujuannya adalah untuk menormalkan profile tapak ban yang lama diam. Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profile semua tapak ban Mobil tetap bundar alias tidak peyang,” urai Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak.

Keuntungan lainnya, bisa mengecek fungsi rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

“Ketika menjalankan mobil, pemilik kendaraan juga bisa memantau fungsi komponen kelistristikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuh Rafi’i.

Kemudian Anda bisa cek langsung fungsi AC (Air Conditioner). Apakah kualitas dingin di dalam kabin masih normal atau tidak. Begitu juga dengan hembusan anginnya apakah masih normal atau tidak.

Yang terpenting saat lakukan test drive ini yakni memastikan kondisi ban terutama tekanan anginnya masih bagus. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang.

Jika tekanan angin ban terlihat berkurang, sebaikya bawa mobil ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

Sementara untuk mengetahui berapa ukuranan tekanan angin ban mobil Peugeot, biasanya tabel informasi rekomendasi tekanan angin bisa lihat di bodi mobil bagian kiri. Tepatnya area dalam pintu pengemudi.[Go/Res]

Artikel Asli

Begini Cara Tepat Gunakan Lampu Hazard

Fitur lampu hazard pasti sering kita temukan di hampir tiap mobil saat ini. Bahkan fitur ini juga sudah disematkan pada beberapa motor zaman now.

Keberadaan fitur lampu hazard ini memiliki manfaat yang cukup besar. Tapi masih banyak orang yang salah kaprah menggunakan lampu hazard ini.

Kadang beberapa pengguna mobil menggunakan fitur ini saat hujan deras ataupun jalanan berkabut. Itu merupakan kesalahan yang cukup fatal.

Fitur lampu hazard jika dipakai pada kondisi seperti itu, bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Semisal jika pengendara yang menghidupkan lampu hazard akan berbelok, pasti membuat pengendara lain jadi bingung.

Ilustrasi mobil mogok. (worldofbuzz)

Hal ini dikarenakan fungsi lampu sein menjadi hilang, sehingga saat kalian ingin berpindah haluan kanan atau kiri, pengendara lain pun akan sulit mendeteksi. Hal itulah yang tak jarang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Lalu bagaimana sih penggunaan fitur lampu hazard ini yang tepat? Seperti dikutip dari Nissan Indonesia, terdapat 2 fungsi lampu hazard.

Yang pertama, fitur lampu hazard ini digunakan ketika kendaraan mengalami masalah seperti ban bocor ataupun kerusakan pada mesin. Biasanya sering kita jumpai di jalan tol.

Fungsi menyalakan fitur lampu hazard yakni untuk memberikan sinyal kepada pengendara lain agar lebih hati-hati ketika mendekat pada mobil tersebut.

Yang kedua, fitur ini bisa digunakan ketika ada kecelakaan atau harus berhenti secara tiba-tiba.

Jadi sudah mulai paham kan bagaimana cara menggunakan fitur lampu hazard yang tepat.

Artikel Asli

Inilah Cara Mudah Mengecek Kondisi Aki di Rumah

Seiring dengan sudah resmi diberlakukannya regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia, berdampak pada menurunnya aktivitas mobilisasi pada masyarakat.

Kondisi ini tentunya akan membuat mobil kesayangan menjadi jarang digunakan. Imbasnya, jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil dibandingkan mobil yang selalu digunakan, dan berisiko membuat aki soak.

Selain itu, berada di rumah memang dapat membantu mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Namun jangan sampai hal ini mencegah Anda dari melakukan hal-hal baik dan bermanfaat. Dengan mengisolasi diri di rumah meningkatkan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum bisa Anda lakukan karena alasan kesibukan di luar rumah.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Misalnya mengecek kembali aki mobil Anda. Jika biasanya Battery Tester tersedia di bengkel, maka jika Anda memilikinya dapat dimanfaatkan kembali. Memang alat ini sangat membantu untuk mengecek kekuatan aki tanpa perlu melepas aki dari sarangnya.Â

Ketika jarum mengarah ke area berwarna hijau, berarti aki masih berfungsi secara normal. Jika kuning, artinya peringatan untuk segera diganti. Namun, apabila sudah mengarah ke warna merah, berarti sudah saatnya untuk mengganti aki karena mobil tidak bisa distarter.

Untuk yang sudah lama tidak cek aki kendaraan karena di rumah saja, jangan khawatir. Pengecekan standar masih dapat dilakukan dengan mengecek lampu indikator aki pada dashboard mobil dan cek indikator elektrolit aki. Dari sana dapat dilihat apakah aki mobil bermasalah atau tidak.

“Selain itu pengecekan aki juga dapat dilakukan dengan mengecek indikator elektrolit aki di bagian atas aki. Bila terlihat warna biru artinya aki masih berfungsi dengan baik, namun apabila terlihat berwarna putih berarti aki hanya kekurangan strum,” terang Danny sutrisno – Product Battery Section Head Shop & Drive.

 Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)
Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)

Artikel Asli

Ternyata Salah Kaprah Bersihkan Debu Pakai Wiper

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mobil menjadi jarang digunakan. Sehingga, mobil menjadi berdebu, apalagi jika parkirnya di tempat terbuka.

Saat mobil akan dipakai, tak sedikit yang malas untuk mencucinya terlebih dulu. Bahkan, beberapa orang ada yang membersihkan debu menggunakan wiper.

Baca juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Menurut Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, ada beberapa kebiasaan pemilik mobil yang dapat merusak wiper, khususnya bagian karetnya.

“Entah karena malas atau tidak sempat mencuci mobil, kacanya berdebu, dan pemilik mobil membersihkannya dengan menggunakan wiper. Padahal, kebiasaan ini sangat salah dilakukan,” ujar Bambang, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Membersihkan debu pada kaca dengan menggunakan wiper dapat membuat karet wiper menjadi rusak. Selain karet, kaca mobil pun juga terdampak dari kebiasaan ini.

“Debu-debu atau pasir halus yang menempel pada karet wiper juga dapat menyebabkan goresan halus pada kaca,” kata Bambang.

Bambang menyarankan, sebaiknya basahkan kaca terlebih dahulu sebelum menggunakan wiper. Untuk itu, periksalah tabung pengisian air wiper yang bertanda ‘washer fluid only’ secara rutin.

Penulis: Donny Dwisatryo PriyantoroEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli