Inilah Cara Mudah Mengecek Kondisi Aki di Rumah

Seiring dengan sudah resmi diberlakukannya regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia, berdampak pada menurunnya aktivitas mobilisasi pada masyarakat.

Kondisi ini tentunya akan membuat mobil kesayangan menjadi jarang digunakan. Imbasnya, jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil dibandingkan mobil yang selalu digunakan, dan berisiko membuat aki soak.

Selain itu, berada di rumah memang dapat membantu mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Namun jangan sampai hal ini mencegah Anda dari melakukan hal-hal baik dan bermanfaat. Dengan mengisolasi diri di rumah meningkatkan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum bisa Anda lakukan karena alasan kesibukan di luar rumah.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Misalnya mengecek kembali aki mobil Anda. Jika biasanya Battery Tester tersedia di bengkel, maka jika Anda memilikinya dapat dimanfaatkan kembali. Memang alat ini sangat membantu untuk mengecek kekuatan aki tanpa perlu melepas aki dari sarangnya.Â

Ketika jarum mengarah ke area berwarna hijau, berarti aki masih berfungsi secara normal. Jika kuning, artinya peringatan untuk segera diganti. Namun, apabila sudah mengarah ke warna merah, berarti sudah saatnya untuk mengganti aki karena mobil tidak bisa distarter.

Untuk yang sudah lama tidak cek aki kendaraan karena di rumah saja, jangan khawatir. Pengecekan standar masih dapat dilakukan dengan mengecek lampu indikator aki pada dashboard mobil dan cek indikator elektrolit aki. Dari sana dapat dilihat apakah aki mobil bermasalah atau tidak.

“Selain itu pengecekan aki juga dapat dilakukan dengan mengecek indikator elektrolit aki di bagian atas aki. Bila terlihat warna biru artinya aki masih berfungsi dengan baik, namun apabila terlihat berwarna putih berarti aki hanya kekurangan strum,” terang Danny sutrisno – Product Battery Section Head Shop & Drive.

 Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)
Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)

Artikel Asli

Ternyata Salah Kaprah Bersihkan Debu Pakai Wiper

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mobil menjadi jarang digunakan. Sehingga, mobil menjadi berdebu, apalagi jika parkirnya di tempat terbuka.

Saat mobil akan dipakai, tak sedikit yang malas untuk mencucinya terlebih dulu. Bahkan, beberapa orang ada yang membersihkan debu menggunakan wiper.

Baca juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Menurut Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, ada beberapa kebiasaan pemilik mobil yang dapat merusak wiper, khususnya bagian karetnya.

“Entah karena malas atau tidak sempat mencuci mobil, kacanya berdebu, dan pemilik mobil membersihkannya dengan menggunakan wiper. Padahal, kebiasaan ini sangat salah dilakukan,” ujar Bambang, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Membersihkan debu pada kaca dengan menggunakan wiper dapat membuat karet wiper menjadi rusak. Selain karet, kaca mobil pun juga terdampak dari kebiasaan ini.

“Debu-debu atau pasir halus yang menempel pada karet wiper juga dapat menyebabkan goresan halus pada kaca,” kata Bambang.

Bambang menyarankan, sebaiknya basahkan kaca terlebih dahulu sebelum menggunakan wiper. Untuk itu, periksalah tabung pengisian air wiper yang bertanda ‘washer fluid only’ secara rutin.

Penulis: Donny Dwisatryo PriyantoroEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan.

Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini justru salah, karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting mobil.

Karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yang jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu cara pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. Aki tekor

Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi.

Hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi masih berlangsung seperti sekarang ini sangatlah penting, namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda dengan menerapkan tips-tips di atas.

Artikel Asli

Begini Cara Merawat Mobil Toyota Agar Tetap Nyaman saat PSBB

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan tips cara merawat kendaraan yang tepat, mulai dari menjaga komponen dan fitur saat tidak digunakan terutama dalam kondisi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari akun Youtube Toyota Indonesia, TAM memberikan 6 langkah dalam merawat mobil kesayangan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

1. Pemeriksaan komponen baterai/ACCU

Bersihkan terminal baterai/ACCU atau kepala terminal baterai (+) dan (-) dengan sikat kawat dan air panas untuk menjaga tegangan listrik baterai tetap baik tidak ada hambatan, sekaligus berfungsi maksimal saat kendaraan dinyalakan.

2. Memanaskan mesin pada periode tertentu

Hidupkan mesin minimal satu minggu sekali agar tegangan listrik baterai tidak hilang dan baterai tidak mudah rusak.

3. Pemeriksaan kondisi oli mesin

Periksakan jumlah, kekentalan, dan warna dari oli mesin kendaraan. Lakukan pengecekan oli mesin untuk mengetahui kualitas dan jumlah oli yang ada di dalam mesin.

Berhati-hatilah saat melakukan pengecekan oli mesin, terutama saat kondisi mesin panas. Oleh sebab itu, pengecekan oli mesin harus dilakukan saat kondisi mesin mati. Gunakan kain atau tisu bersih untuk melihat kondisi oli mesin pada stick oli.

4. Periksa kondisi ban

Periksa tekanan dan permukaan dari mobil Anda. Pastikan ban tidak kempes dan tekanannya mencukupi. Jangan biarkan ban kempes terlalu lama karena dapat merusak dan mengubah bentuk ban (flatspot).

Selain itu, penggunaan mobil dengan ban kempes atau bertekanan rendah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

5. Bersihkan kendaraan dan parkir di tempat terlindungi

Parkirkan kendaraan di tempat teduh dan terlindungi dari debu dan kotoran. Bersihkan kendaraan dengan segera jika terdapat kotoran yang menempel agar tidak merusak cat kendaraan.

Bersihkan pula bodi kendaraan dengan kain yang sangat halus agar tidak merusak bodi mobil.

6. Pemeriksaan fitur dan interior kabin mobil

Selalu pastikan kebersihan interior mobil agar kuman dan bakteri tidak menempel di jok, stir, stick perseneling, dan fitur lainnya. Gunakan sabun antiseptik, air, botol semprot, kain atau handuk alus (microfiber) dan vacuum cleaner.

Namun, adapula tombol di dalam kabin interior mobil yang tidak disarankan untuk dibersihkan dengan pembersih silikon karena dapat mengakibatkan kendala pada fungsi dan fitur mobil. Di antaranya, tombol wiper, lampu depan, sistem audio, switch pada pedal rem, dan switch power window.
BISNIS

Artikel Asli

Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Selama pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tentunya akan mempunyai waktu lebih dari bisanya.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tetap fokus pada pekerjaan utama. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ringan pada mobil.

Selain membersihkan bagian kabin sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, juga perlu melakukan perawatan pada bagian yang lain.

Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, hingga bagian yang mungkin sering dilupakan, yakni merawat karet wiper.

Karet wiper menjadi komponen yang harganya cukup terjangkau hanya puluhan ribu saja.

Baca juga: Mobil Kena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Menyalakan Wiper

Mungkin itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mengesampingkan kondisi penyeka air di kaca mobil ini.

Padahal, keberadaan karet penghapus air ini sangat penting. Terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan dan kondisi jalanan gelap.

Jika kondisi karet wiper terabaikan, bisa membuat karet menjadi keras dan tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menghapus air pada kaca.

Pada kondisi ini tentunya akan mengurangi visibilitas pengemudi saat melakukan perjalanan dalam cuaca hujan.
Baca juga: Catat, Ini Manfaat Wiper Mobil Diangkat saat Parkir

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk karet wiper.

Paling penting, saat mencuci mobil jangan lupa karet juga ikut dibersihkan. Dengan begitu, maka kotoran atau kerikil yang mungkin masih menempel pada karet bisa dihilangkan.

“Kalau pas mencuci mobil bersihkan juga karet wipernya, untuk menghilangkan kotoran,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, Didi menambahkan, untuk menjaga agar karet tetap terjaga bisa juga sesekali mengelapnya menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air.

“Bisa juga mengelapnya menggunakan kain lap yang sudah dibasahi, dengan air,” ujarnya.

Baca juga: Ganti Ban Mobil Wajib Sepaket dengan Balancing

Perawatan ringan ini adalah untuk menjaga komponen tersebut bisa tetap terjaga dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

“Ya kalau karet wiper rusak membuat bladenya mengenai kaca sehingga bisa menyebabkan baret pada kaca,” ucap Didi.

 

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Tekanan Udara pada Ban yang Ideal Saat Mobil Lama Parkir di Rumah

Penyebaran virus corona atau covid-19 semakin meluas, sehingga masyarakat diimbau untuk di rumah saja dan bekerja dari rumah. Hal ini menyebabkan kendaraan pribadi yang biasa di gunakan, menganggur di garasi.

Untuk mobil yang diam di garasi, harus memperhatikan tekanan udara pada ban. Sebab, ban merupakan penopang berat dari kendaraan, ban bisa kempis jika terlalu lama diam, bahkan lebih parah deformasi bentuknya.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan kalau berencana meninggalkan mobil di garasi dalam waktu yang lama, tekanan udara pada masing-masing ban bisa ditambah.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

“Jika mobil tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sebaiknya ban udaranya diisi lebih 3 – 5 psi lebih dari standarnya, nanti kalau mau dipakai, bisa disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan,” ucap Zulpata kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain menambah ukuran angin pada setiap ban, Zulpata juga menyarankan untuk mengecek kondisi ban, mumpung di rumah. Bisa mengecek kerusakan-kerusakan yang ada di ban serta benda-benda asing yang menempel di ban.

“Misalnya membersihkan batuan atau kerikil yang menempel di telapak ban, mumpung ada waktunya,” kata Zulpata.

Penulis: Muhammad Fathan RadityasaniEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang di dalam kabin. Selain itu engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu lama – lama akan membuat kerusakan pada engine mounting. Karena engine mounting terbuat dari karet dengan frame baja tuang. Bahan karet ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Dan akan timbul hal – hal seperti ini:

Getaran dari mesin yang cukup menggangu

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa. Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

Kisi radiator/kipas akan rusakUntuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan di radiator. Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang. Dan berakibat kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil. Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil. Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Berbahaya bagi komponen sekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan. Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Foto : Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Sumber: Garasi.id

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w

Sama-sama Otomatis, Apa Beda Transmisi AT dan AMT?

Belum banyak yang paham bahwa transmisi mobil tak hanya sebatas manual dan otomatis. Padahal, transmisi otomatis juga memiliki jenis lain.

Adalah automated manual transmission (AMT) yang juga kerap dipakai oleh pabrikan mobil. Transmisi ini merupakan penggabungan antara transmisi manual (pengemudi bisa memindahkan gigi atau gear), tanpa harus menekan kopling dan digantikan dengan aktuator elektronis.

“Perbedaan paling mendasar, kalau AMT adanya pengaturan secara semimanual. Jadi, kalau AT hanya sebatas over drive (D3) dan D1. Kalau AMT, diberikan opsi pemilihan gigi secara semimanual (tanpa kopling),” jelas Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, Rocky Yonathan, saat berbincang dengan Liputan6.com melalui pesan elektronik.

Lalu, apa perbedaannya?

Automated Manual Transmission (AMT)

Transmisi ini seperti menggabungkan antara transmisi manual, tapi dengan cara kerja transmisi otomatis.

Berbagai pabrikan memiliki sistem transmisi ini dengan nama berbeda. Suzuki misalnya, fitur ini dinamakan AGS, lalu yang baru-baru ini diperkenalkan, yaitu Wuling dengan sebulan i-AMT di Cortez.

Secara umum, transmisi semiotomatis ini merupakan transmisi yang perpindahan gigi percepatannya tanpa menginjak atau menekan kopling.

Sistem transmisi ini sejatinya menggunakan gearbox manual tanpa pedal kopling. Untuk fungsi kopling, digantikan aktuator hidraulis yang bekerja menurut putaran mesin. Adapun perpindahan gigi secara otomatis dilakukan Transmisssion Control Module (TCM).

Namun, untuk sistem ini, banyak yang berpendapat sebagai transmisi yang paling tidak nyaman. Pasalnya, saat perpindahan gigi ada jeda atau lemot. Dengan begitu, aliran tenaga mobil yang menggunakan AMT ini dirasa kurang responsif.

Transmisi Otomatis (AT)

Transmisi otomatis konvensional (AT) memiliki komponen utama berupa planetary gear unit (gir planet), hydraulic control unit, dan torque converter.

Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis, digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis, roda planetary berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi, seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.

Transmisi otomatis dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatis, disusun mengikuti format P-R-N-D-3-2-L.

Untuk varian transmisi otomatis, terdapat 4A/T, yaitu varian transmisi otomatis yang sering dijumpai di banyak mobil. Teknologi 4A/T sudah cukup lama hadir di Indonesia. Digunakan pada mobil era 70-an sampai sekarang.

Selanjutnya, varian 5A/T. Varian ini tidak berbeda banyak dari 4A/T, hanya formatnya yang berbeda. Jika format 4A/T adalah P-R-N-D-S/2-L/1, maka 5A/T memiliki format P-R-N-D-D3 dengan tambahan O/D-2-1. varian ini digunakan pada mobil era 1990-an sampai sekarang.

Sumber: Liputan6.com

=================================================================

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

 

images

KKBfriends bisa bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik.

Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget https://www.facebook.com/kkbjakartax/ atau follow Instagram kami di: https://www.instagram.com/kreditmobilbca/

 

 

Ganti Karet Wiper Tidak Perlu Ke Bengkel

Karet wiper pada mobil setidaknya harus diganti setiap tahun, karet yang terletak diluar ini memang memiliki usia pakai 1 tahun dimana kalau lebih dari 1 tahun maka karet menjadi getas atau mengeras. Karet wiper yang getas kehilangan elastisitasnya akan berakibat pada tidak maksimalnya sapuan dalam menyeka air hujan. Bahkan akibat yang lebih buruk karet wiper yang mengeras dapat menggores kaca mobil sehingga menggangu visibilitas dan keindahan mobil.

Nah bagaimana mengganti karet wiper tanpa harus kebengkel, sebenarnya hal ini cukup mudah yakni Sahabat tinggal membeli karet wiper, usahakan cari yang original (di bengkel resmi) sehingga selain materialnya terjamin berkualitas pemasangan juga pasti pas dengan wiper. Jika terpaksa membeli karet wiper aftermarket usahakan membeli wiper dengan ukuran yang sama dan membawa contoh karet wiper yang akan diganti.

Salah satu tanda karet wiper minta diganti adalah jika setelah menyeka dia menyisakan kotoran atau bercak air di kaca, kemudian tandanya lagi karet wiper berbunyi decit saat menyeka, sapuan air tidak sempurna, karet wiper pecah-pecah dan karet mengeras. Nah jika terdapat tanda-tanda tersebut meskipun belum 1 tahun Sahabat seharusnya mengganti karet wiper tersebut.

Berikut adalah tahap-tahap mengganti karet wiper sendiri:

1. Angkat wiper dari kaca mobil. Posisinya seperti saat parkir lama maka wiper juga diangkat dari kaca agar tidak menyentuh kaca, Sahabat bisa menempatkan handuk pada kaca saat melakukan penggantian karet wiper ini yang tujuannya berjaga-jaga agar tidak ada logam yang membaret kaca mobil.

2. Setelah wiper terangkat, lepaskanlah bilah karet wiper dari rumah wiper

3. Setelah bilah wiper dilepaskan bersihkan kotoran pada rumah wiper tersebut

4. Lepas karet dari frame (bingkai karet) dengan menarik klip karet yang ada di ujung bingkai

5. lepaskan juga besi panjang (sebagai tulang karet)

6. masukkan karet yang baru dengan cara menggeser bagian bawah, pastikan karet wiper berada di rell pada frame atau rumah karet

7. Pasang besi panjang yang menjadi tulang karet

8. kunci dengan menekan klip pada ujung frame karet

Nah seperti itu kurang lebih Sahabat cara mengganti karet wiper sendiri, untuk lebih jelas Sahabat bisa melihat buku panduan mobil tentang bagaimana cara penggantian wiper.

sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34