Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Selama pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tentunya akan mempunyai waktu lebih dari bisanya.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tetap fokus pada pekerjaan utama. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ringan pada mobil.

Selain membersihkan bagian kabin sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, juga perlu melakukan perawatan pada bagian yang lain.

Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, hingga bagian yang mungkin sering dilupakan, yakni merawat karet wiper.

Karet wiper menjadi komponen yang harganya cukup terjangkau hanya puluhan ribu saja.

Baca juga: Mobil Kena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Menyalakan Wiper

Mungkin itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mengesampingkan kondisi penyeka air di kaca mobil ini.

Padahal, keberadaan karet penghapus air ini sangat penting. Terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan dan kondisi jalanan gelap.

Jika kondisi karet wiper terabaikan, bisa membuat karet menjadi keras dan tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menghapus air pada kaca.

Pada kondisi ini tentunya akan mengurangi visibilitas pengemudi saat melakukan perjalanan dalam cuaca hujan.
Baca juga: Catat, Ini Manfaat Wiper Mobil Diangkat saat Parkir

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk karet wiper.

Paling penting, saat mencuci mobil jangan lupa karet juga ikut dibersihkan. Dengan begitu, maka kotoran atau kerikil yang mungkin masih menempel pada karet bisa dihilangkan.

“Kalau pas mencuci mobil bersihkan juga karet wipernya, untuk menghilangkan kotoran,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, Didi menambahkan, untuk menjaga agar karet tetap terjaga bisa juga sesekali mengelapnya menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air.

“Bisa juga mengelapnya menggunakan kain lap yang sudah dibasahi, dengan air,” ujarnya.

Baca juga: Ganti Ban Mobil Wajib Sepaket dengan Balancing

Perawatan ringan ini adalah untuk menjaga komponen tersebut bisa tetap terjaga dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

“Ya kalau karet wiper rusak membuat bladenya mengenai kaca sehingga bisa menyebabkan baret pada kaca,” ucap Didi.

 

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Tekanan Udara pada Ban yang Ideal Saat Mobil Lama Parkir di Rumah

Penyebaran virus corona atau covid-19 semakin meluas, sehingga masyarakat diimbau untuk di rumah saja dan bekerja dari rumah. Hal ini menyebabkan kendaraan pribadi yang biasa di gunakan, menganggur di garasi.

Untuk mobil yang diam di garasi, harus memperhatikan tekanan udara pada ban. Sebab, ban merupakan penopang berat dari kendaraan, ban bisa kempis jika terlalu lama diam, bahkan lebih parah deformasi bentuknya.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan kalau berencana meninggalkan mobil di garasi dalam waktu yang lama, tekanan udara pada masing-masing ban bisa ditambah.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

“Jika mobil tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sebaiknya ban udaranya diisi lebih 3 – 5 psi lebih dari standarnya, nanti kalau mau dipakai, bisa disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan,” ucap Zulpata kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain menambah ukuran angin pada setiap ban, Zulpata juga menyarankan untuk mengecek kondisi ban, mumpung di rumah. Bisa mengecek kerusakan-kerusakan yang ada di ban serta benda-benda asing yang menempel di ban.

“Misalnya membersihkan batuan atau kerikil yang menempel di telapak ban, mumpung ada waktunya,” kata Zulpata.

Penulis: Muhammad Fathan RadityasaniEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang di dalam kabin. Selain itu engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu lama – lama akan membuat kerusakan pada engine mounting. Karena engine mounting terbuat dari karet dengan frame baja tuang. Bahan karet ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Dan akan timbul hal – hal seperti ini:

Getaran dari mesin yang cukup menggangu

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa. Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

Kisi radiator/kipas akan rusakUntuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan di radiator. Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang. Dan berakibat kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil. Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil. Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Berbahaya bagi komponen sekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan. Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Foto : Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Sumber: Garasi.id

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w

Sama-sama Otomatis, Apa Beda Transmisi AT dan AMT?

Belum banyak yang paham bahwa transmisi mobil tak hanya sebatas manual dan otomatis. Padahal, transmisi otomatis juga memiliki jenis lain.

Adalah automated manual transmission (AMT) yang juga kerap dipakai oleh pabrikan mobil. Transmisi ini merupakan penggabungan antara transmisi manual (pengemudi bisa memindahkan gigi atau gear), tanpa harus menekan kopling dan digantikan dengan aktuator elektronis.

“Perbedaan paling mendasar, kalau AMT adanya pengaturan secara semimanual. Jadi, kalau AT hanya sebatas over drive (D3) dan D1. Kalau AMT, diberikan opsi pemilihan gigi secara semimanual (tanpa kopling),” jelas Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, Rocky Yonathan, saat berbincang dengan Liputan6.com melalui pesan elektronik.

Lalu, apa perbedaannya?

Automated Manual Transmission (AMT)

Transmisi ini seperti menggabungkan antara transmisi manual, tapi dengan cara kerja transmisi otomatis.

Berbagai pabrikan memiliki sistem transmisi ini dengan nama berbeda. Suzuki misalnya, fitur ini dinamakan AGS, lalu yang baru-baru ini diperkenalkan, yaitu Wuling dengan sebulan i-AMT di Cortez.

Secara umum, transmisi semiotomatis ini merupakan transmisi yang perpindahan gigi percepatannya tanpa menginjak atau menekan kopling.

Sistem transmisi ini sejatinya menggunakan gearbox manual tanpa pedal kopling. Untuk fungsi kopling, digantikan aktuator hidraulis yang bekerja menurut putaran mesin. Adapun perpindahan gigi secara otomatis dilakukan Transmisssion Control Module (TCM).

Namun, untuk sistem ini, banyak yang berpendapat sebagai transmisi yang paling tidak nyaman. Pasalnya, saat perpindahan gigi ada jeda atau lemot. Dengan begitu, aliran tenaga mobil yang menggunakan AMT ini dirasa kurang responsif.

Transmisi Otomatis (AT)

Transmisi otomatis konvensional (AT) memiliki komponen utama berupa planetary gear unit (gir planet), hydraulic control unit, dan torque converter.

Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis, digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis, roda planetary berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi, seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.

Transmisi otomatis dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatis, disusun mengikuti format P-R-N-D-3-2-L.

Untuk varian transmisi otomatis, terdapat 4A/T, yaitu varian transmisi otomatis yang sering dijumpai di banyak mobil. Teknologi 4A/T sudah cukup lama hadir di Indonesia. Digunakan pada mobil era 70-an sampai sekarang.

Selanjutnya, varian 5A/T. Varian ini tidak berbeda banyak dari 4A/T, hanya formatnya yang berbeda. Jika format 4A/T adalah P-R-N-D-S/2-L/1, maka 5A/T memiliki format P-R-N-D-D3 dengan tambahan O/D-2-1. varian ini digunakan pada mobil era 1990-an sampai sekarang.

Sumber: Liputan6.com

=================================================================

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

 

images

KKBfriends bisa bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik.

Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget https://www.facebook.com/kkbjakartax/ atau follow Instagram kami di: https://www.instagram.com/kreditmobilbca/

 

 

Ganti Karet Wiper Tidak Perlu Ke Bengkel

Karet wiper pada mobil setidaknya harus diganti setiap tahun, karet yang terletak diluar ini memang memiliki usia pakai 1 tahun dimana kalau lebih dari 1 tahun maka karet menjadi getas atau mengeras. Karet wiper yang getas kehilangan elastisitasnya akan berakibat pada tidak maksimalnya sapuan dalam menyeka air hujan. Bahkan akibat yang lebih buruk karet wiper yang mengeras dapat menggores kaca mobil sehingga menggangu visibilitas dan keindahan mobil.

Nah bagaimana mengganti karet wiper tanpa harus kebengkel, sebenarnya hal ini cukup mudah yakni Sahabat tinggal membeli karet wiper, usahakan cari yang original (di bengkel resmi) sehingga selain materialnya terjamin berkualitas pemasangan juga pasti pas dengan wiper. Jika terpaksa membeli karet wiper aftermarket usahakan membeli wiper dengan ukuran yang sama dan membawa contoh karet wiper yang akan diganti.

Salah satu tanda karet wiper minta diganti adalah jika setelah menyeka dia menyisakan kotoran atau bercak air di kaca, kemudian tandanya lagi karet wiper berbunyi decit saat menyeka, sapuan air tidak sempurna, karet wiper pecah-pecah dan karet mengeras. Nah jika terdapat tanda-tanda tersebut meskipun belum 1 tahun Sahabat seharusnya mengganti karet wiper tersebut.

Berikut adalah tahap-tahap mengganti karet wiper sendiri:

1. Angkat wiper dari kaca mobil. Posisinya seperti saat parkir lama maka wiper juga diangkat dari kaca agar tidak menyentuh kaca, Sahabat bisa menempatkan handuk pada kaca saat melakukan penggantian karet wiper ini yang tujuannya berjaga-jaga agar tidak ada logam yang membaret kaca mobil.

2. Setelah wiper terangkat, lepaskanlah bilah karet wiper dari rumah wiper

3. Setelah bilah wiper dilepaskan bersihkan kotoran pada rumah wiper tersebut

4. Lepas karet dari frame (bingkai karet) dengan menarik klip karet yang ada di ujung bingkai

5. lepaskan juga besi panjang (sebagai tulang karet)

6. masukkan karet yang baru dengan cara menggeser bagian bawah, pastikan karet wiper berada di rell pada frame atau rumah karet

7. Pasang besi panjang yang menjadi tulang karet

8. kunci dengan menekan klip pada ujung frame karet

Nah seperti itu kurang lebih Sahabat cara mengganti karet wiper sendiri, untuk lebih jelas Sahabat bisa melihat buku panduan mobil tentang bagaimana cara penggantian wiper.

sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Mobil Bisa Bergerak Liar Kalau Lupa Ganti Komponen Ini

Dalam hal perawatan kendaraan, semua komponen harus diperhatikan. Jangan hanya bagian-bagian besar saja seperti bodi, kabin ataupun sektor jantung mekanis.

Komponen kecil juga mesti diperhatikan agar kondisi mobil tetap maksimal. Misalnya seperti urusan karet-karet di bagian kaki.

Karet ini tidak lain adalah bushing yang menjadi perantara bagian-bagian yang menghubungkan kaki dengan bodi.

Indikasi bahwa sebuah bushing sudah aus pun diterangkan oleh Suroto, teknisi Jakarta Ban.

“Bushing, karetnya sudah kering akhirnya tidak maksimal. Besi ketemu besi akhirnya bunyi. Ini termasuk bushing arm, tie rod,” Ucapnya Seperti yang dilansir dari laman Liputan6.

Baca Juga : GIIAS 2018, 37 MEREK KENDARAAN PASTIKAN AMBIL BAGIAN

Besi ketemu besi yang dimaksudkannya adalah momen ketika bushing tidak lagi secara maksimal bisa menjadi perantaranya. Bushing itu sendiri bukan sekedar berbahan karet.

Dengan fungsi menopang tadi, maka seharusnya keberadaan bushing membuat peran bagian-bagian tadi bekerja sebagaimana mestinya. Artinya, habisnya peran bushing maka akan berpengaruh pada kestabilan.

“Bushing, gundukan yang bahannya keras. Kalau sudah goyang, tingkat kestabilan tidak dapat. Bisa liar, goyang, bisa lari-lari mobilnya,” tutupnya.

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

5 Cara Ampuh Menghilangkan Karat Pada Mobil

Musim penghujan tiba! Bagi penduduk perkotaan khususnya Jakarta, tentu sudah tidak asing lagi dengan banjir. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya kita tidak boleh menganggap remeh bencana ini? Khususnya, jika sudah berhubungan dengan mobil pribadi kita Anak Garasi. Itu dikarenakan banjir dapat membuat beberapa bagian pada mobil jadi berkarat. Tentu saja dengan munculnya karat akan membuat mobil terlihat jelek sekali, bahkan tidak jarang karat dapat berujung pada pengeroposan.

Berdasarkan informasi yang kami kutip dari VIVANews, harga perbaikan karat mobil sendiri nilainya bervariasi. Untuk mobil LCGC seperti Agya, kisarannya harganya sekitar 300 ribuan per panel, sementara semakin besar mobilnya biayanya juga semakin mahal.

Jadi? Bagaimana solusinya? Tenang, berikut ini kami bagikan 5 tips memperbaiki karat pada mobil yang bisa kamu lakukan sendiri.

1. Langkah pertama Anak Garasi harus menyiapkan alat dan bahan-bahannya; kertas amplas halus, kertas amplas kasar, sikat, cairan pembersih karat, air, detergen, lap, serta pelindung karat.

2. Lalu bersihkan bagian yang berkarat dengan air dan detergen. Gosok dengan menggunakan kertas amplas kasar hingga karat yang ada di bodi mobil menghilang dan terlihat bersih.

3. Setelah itu gosok lagi dengan kertas amplas halus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Kemudian gunakan air asam seperti perasan air jeruk, HCl, cuka, dan lainnya, atau kamu juga bisa menggunakan cairan pembersih karat pada tahap ini. Setelah selesai, bilas dengan air bersih dan lap hingga kering.

5. Terakhir kamu bisa mengaplikasikan cairan pelindung karat atau cat baru untuk memberikan perlindungan buat mobil kamu yang kini sudah bebas dari karat.

Nah, bookmark artikel ini ya Anak Garasi karena ini informasi yang perlu diketahui oleh semua pemilik mobil baru maupun mobil bekas. Cara menghilangkan karat mobil di atas bisa kamu lakukan di manapun dan dengan biaya yang relatif tidak terlalu mahal.

Apakah ada di antara Anak Garasi yang mobilnya berkarat cukup parah?

Foto : Garasi.id

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34