Lincahnya Mobil Keluarga Indonesia

Toyota kijang dari generasi ke generasi
Toyota kijang dari generasi ke generasi

VIVA.co.id – Ada pemandangan menarik di Kemayoran, Jakarta, beberapa pekan lalu. Dari ribuan mobil yang terparkir di kawasan bekas lapangan terbang itu, ada yang berbentuk kotak. Umurnya sudah 26 tahun.

Pemiliknya yang asal Bandung, Sudirman, mengungkapkan mobil “Kijang Doyok” itu sudah berkali-kali ditawar. Namun, tidak pernah dia lepas.

Itu salah satu ciri-ciri utama para pemilik mobil klasik. Apa pun bujukannya, termasuk iming-iming ditukar dengan mobil baru maupun uang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, tetap saja mereka bergeming.

Kenikmatan membangun ulang kendaraan dari kondisi tidak layak tidak bisa digantikan dengan sebuah produk baru atau lembar uang. Belum lagi waktu yang mereka curahkan untuk menggarap proyek hobi tersebut.

Menurut Sudirman, alasan ia memilih Kijang Doyok adalah karena perawatannya yang mudah dan terbilang murah. Meski lansiran 1981, namun mobil tersebut pernah menjelajah tiga negara sejauh 3.000 kilometer.

Kijang Doyok

Bentuk mobil Kijang Doyok. (Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Kijang Doyok adalah salah satu perintis mobil keluarga di Indonesia. Jika dilihat dari sejarah mobil di Tanah Air, jenis kendaraan yang pertama kali beredar di Indonesia yakni sedan dan jip. Semuanya buatan Amerika dan Eropa.

Jip banyak tersedia karena sempat digunakan saat Indonesia masih dijajah oleh negara asing, sedangkan mobil sedan mulai bermunculan usai kemerdekaan.

Ide untuk menghadirkan mobil keluarga mulai tercetus pada era 1970-an. Kala itu, pemerintah Indonesia mencanangkan program pengembangan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana atau KBNS.

Akhirnya pada Juni 1977, lahirlah kendaraan berbentuk pikap, yakni Toyota Kijang generasi pertama. Setahun kemudian, sejumlah perusahaan karoseri membuat bodi minibus untuk mobil tersebut.

Selain Toyota, Suzuki juga menghadirkan varian pikap pada lini produk yang mereka jual. Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, pada 1976 mereka menyediakan pikap ST10. Kemudian disusul oleh produk lainnya, Carry ST20 pada tahun selanjutnya.

Perjuangan perusahaan Jepang untuk menghadirkan mobil keluarga di Indonesia bukan tanpa halangan. Stigma bahwa mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika lebih kuat dan terpercaya kala itu melekat kuat.

Hal itu tertuang dalam buku “Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” karya pengamat otomotif James Luhulima. Dalam buku tersebut, ia menceritakan bagaimana dulu mobil Jepang mendapat citra yang buruk.

“Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James dalam bukunya.

Kunci Sukses

Masuk ke era 1980-an, mobil merek Jepang mulai menunjukkan tajinya. Para pabrikan mobil asal Negeri Matahari Terbit itu beramai-ramai membuka pabrik di Indonesia.

Mobil-mobil seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Hijet laris manis untuk dijadikan sebagai angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Suzuki Carry ST10 resmi diproduksi di Indonesia oleh PT Indomobil pada 1982. Lalu pada 1991, Suzuki kembali menghadirkan Carry Futura yang legendaris.

Meski desainnya tidak berhidung alias mesin berada di bawah jok depan, namun Carry Futura banyak dipilih sebagai mobil keluarga, karena biaya perawatannya yang cukup murah dan mampu menampung banyak penumpang.

Sementara itu, Toyota mulai mengubah fokus mobil Kijang dari kendaraan niaga menjadi kendaraan keluarga saat meluncurkan Kijang Super pada 1986.

Mobil ini mengusung beberapa teknologi yang kala itu terbilang canggih, seperti full pressed body yang dapat mengurangi 2-5 kilogram dempul. Bahkan pada 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan bodi bebas dempul.

Di waktu yang tidak jauh berbeda, Isuzu juga meluncurkan mobil keluarga andalan mereka, Panther. Ciri khas mobil ini ada pada mesinnya yang memakai bahan bakar solar.

Panther sempat menjadi salah satu idola kala itu, karena konsumsi bahan bakarnya yang super irit. Dari acara Laga Pantura 1 dan 2 yang digelar, rata-rata konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 31-33 kilometer tiap liternya.

Setidaknya ada dua kunci sukses mobil merek Jepang di Indonesia. Yang pertama adalah dari sisi harga. Di awal 1960-an saja, ketika jip Willys buatan Amerika dijual dengan harga Rp350 ribu, Jepang menawarkan Toyota Land Cruiser dengan harga hanya Rp112 ribu.

sorot mobil kel – Toyota Land Cruiser VX 100.

Bentuk dari mobil Toyota Land Cruiser seri VX 100.(Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Faktor kedua yang membuat mobil Jepang, khususnya model serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV), yakni dirancang untuk memenuhi kebutuhan orang Indonesia.

“Jepang kalau bicara risetnya jago, detail. Orang Indonesia sukanya apa, disesuaikan selera dan kebutuhan. Awalnya produk Jepang belum dipercaya karena rewel, tapi lama-lama mereka membuat perubahan,” ungkap pengamat otomotif, Bebin Djuana.

Selain itu, menurut dia, produk Jepang maju dengan terobosan-terobosan. “Karena sudah sekian tahun itu, jaringan suku cadang ada di mana-mana, layanan servis di Indonesia jadi banyak. Jadi semakin unggul,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurutnya, kunci sukses Toyota adalah saat mereka membuat inovasi desain yang tepat pada waktu yang tepat pula.

“Usai krisis moneter parah melanda Indonesia, pasar membutuhkan produk baru dengan tambahan harga yang murah atau terjangkau. Datanglah duet Avanza-Xenia. Lengkap dengan desain keren dan daya tampung banyak,” tutur Yannes kepada VIVA.co.id.

Mobilnya Orang Indonesia

Indonesia adalah negara yang unik. Saat pasar otomotif di negara lain didominasi kendaraan jenis sedan atau sport utility vehicle (SUV), mobil yang paling laris di Tanah Air justru MPV.

Hal ini tidak terlepas dari budaya orang Indonesia yang gemar melakukan perjalanan beramai-ramai. Selain menghemat biaya bahan bakar, menggunakan mobil MPV juga memungkinkan mereka untuk terus menjalin keakraban.

Jika dilihat dari data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil keluarga atau MPV mengungguli model lainnya sejak 2001 silam.

Pada tahun tersebut, total MPV yang terjual yakni sebanyak 89 ribuan unit. Jumlah tersebut terdiri dari Toyota Kijang 56 ribuan unit, Isuzu Panther 21 ribuan unit, Mitsubishi Kuda 6 ribuan unit, dan beberapa model lainnya.

Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang penjualan mobil model sedan, yang terbagi dalam beberapa tipe. Total penjualan sedan pada 2001 adalah sebanyak kurang lebih 35 ribuan unit.

Meski kemudian mobil MPV mengalami penurunan penjualan, namun pada 2004 angkanya kembali meroket. Tapi, kali ini jumlah mobil keluarga bertambah banyak dengan hadirnya kategori baru, yakni low MPV.

Mobil-mobil yang masuk dalam kategori ini adalah Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV. Total penjualan low MPV pada 2004 yakni hampir 75 ribu unit.

Sementara itu, model MPV yang terjual totalnya mencapai 76 ribuan unit. Angkanya bisa cukup tinggi, karena Toyota memiliki dua andalan di kategori ini, Kijang dan Kijang Innova. Di tahun berikutnya, Kijang resmi disetop penjualannya dan nama Kijang dipakai pada tipe Innova.

Puncak kejayaan mobil MPV di Tanah Air terjadi pada 2012, dengan total penjualan sebanyak 132 ribu unit. Tapi, angka itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penjualan low MPV.

sorot mobil kel – Mobil MPV di Ajang IIMS 2012

Mobil MPV saat dipamerkan di ajang IIMS tahun 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Hadirnya Suzuki Ertiga, Nissan Evalia dan Daihatsu Luxio di 2013 sukses mencetak rekor baru dalam penjualan low MPV di Indonesia, yakni sebanyak 379 ribu unit. Rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Pada 2014, pasar mobil keluarga sempat terbagi dengan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Ada penurunan sekitar 100 ribu unit pada low MPV, dan hal itu tetap bertahan hingga saat ini.

Beberapa pihak sempat menyatakan bahwa tren mobil MPV di Indonesia tidak abadi. Akan ada masa di mana mobil keluarga digantikan dengan model lain yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

Meski demikian, beberapa produsen mobil termasuk Toyota yakin bahwa mobil keluarga adalah ciri khas Indonesia, dan akan terus diminati oleh konsumen.

“MPV itu sekitar 44 persen pangsa pasarnya. Tahun lalu sempat turun jadi 36 persen, namun saat ini sudah kembali ke 44 persen. Angka ini bisa saja bertambah dengan adanya pilihan baru,” tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. (ren)

Artikel Asli

Penjualan mobil bulan Agustus masih kencang

Penjualan mobil bulan Agustus masih kencang

Penjualan bulanan kendaraan roda empat melesat single digit pada Agustus 2017 lalu. Berdasarkan data wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan domestik selama Agustus sebesar 96.461 unit, naik 13,1% dari periode bulan juli sebesar 85.217 unit

Secara total, penjualan dalam periode Januari sampai Agustus 2017 sebesar 715.291 unit. Atau naik 3,5% dari periode sama tahun lalu 691.042 unit.

Tahun ini, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit. Alhasil dibutuhkan penjualan sebanyak 384.709 unit dalam empat bulan ke depan sebelum target tercapai.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto mengatakan, kenaikan kemungkinan besar karena hasil penjualan di pameran GIIAS Agustus lalu.

“Daya beli masyarakat masih tetap untuk kendaraan di harga Rp 200 juta ke bawah karena pendapatan per kapita masih sekitar US$ 3.500,” kata Jongkie kepada KONTAN, Sabtu (16/9).

Sedangkan untuk kelas mobil di harga kisaran tersebut pasarnya akan mengecil dengan sendirinya. Alhasil mobil low cost green car (LCGC) dan Low Multi Purpose Vehicle (LPMV) yang masih mendominasi penjualan mobil nasional.

Menanggapi hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Astra Toyota Motor mengatakan ada dua hal yang membuat penjualan naik. Pertama pilihan masyarakat semakin bervariasi dengan hadirnya produk baru pada bulan lalu. Dari Toyota menurutnya penjualan seperti Voxy dan Fortuner TRD yang mendorong penjualan.

“Daya beli masyarakat cukup baik, hanya mereka menunggu waktu dan produk yang tepat,” kata Soerjo kepada KONTAN, Minggu (17/9).

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor mengatakan penjualan Honda di bulan Agustus 2017 mengalami peningkatan yang didukung oleh kenaikan penjualan dari berbagai produk Honda.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

“Terutama dari produk – produk yang baru kami luncurkan seperti New Honda Jazz. Kami yakin di bulan-bulan berikutnya penjualan pada semester dua masih tetap menjanjikan dan konsisten,” kata Jonfis akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan pada bulan Agustus 2017, Honda mencatat penjualan sebanyak 17.690 unit. Atau meningkat sebesar 39% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 12.677 unit.

Dan dengan peningkatan penjualan di bulan Agustus 2017, Honda telah membukukan penjualan sebesar 123.628 unit sepanjang tahun 2017 di seluruh Indonesia dengan market share sebesar 17%.

Sementara Daihatsu membukukan penjualan 8 bulanan (Januari – Agustus) 2017 mencapai penjualan diler ke pabrik (wholesales) sebesar 124.726 unit. Penjualan Daihatsu naik 7% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 116.999 unit dan retailsales sentuh angka 119.290 unit, naik 1% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu 117.838 unit.

“Kami berharap pencapaian ini akan terus tumbuh dan diiringi oleh peningkatan pelayanan purnajual Daihatsu,” ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) beberapa saat lalu.

Artikel Asli

Tujuh Seleb Dunia Ini Tajir Melintir Tapi Gaya Hidupnya Sederhana. Siapa Saja?

7 artis kaya raya dunia ini bergaya hidup sangat sederhana. Pakai baju sama berulang-ulang. Menu makannnya juga murah meriah. Demikian juga dengan gaya travelingnya yang seperti kebanyakan orang. Siapa saja?

Kehidupan selebriti kerap dihubungan dengan gaya hidup mewah dan hedonis.

Hal tersebut lumrah saja mengingat bayaran yang mereka dapat dari setiap penampilan sangatlah besar apalagi jika selebriti tersebut merupakan public figure dunia.

Sebut saja keluarga Kardashian: Kris, Kourtney, Kim, Khloe, Kendall, dan Kylie yang terkenal karena gaya hidup glamor nan mewah.

Juga Paris Hilton dan masih banyak lagi selebriti dunia yang hobi pamer barang-barang branded, makanan mahal, dan pergi wisata dengan budget selangit.

Namun, ternyata tidak semua selebriti gemar dan hobi bergaya hidup mewah.

Ketika rekan seprofesinya berpikir bahwa sukses dikaitkan dengan rumah mewah, mobil mahal, dan kekayaan lainnya, namun tidak dengan ketujuh selebriti dunia ini.

Mereka malah menunjukkan gaya hidup yang sangat sederhana. Itu tercermin dari gaya fashion mereka, gaya traveling sampai makanan yang mereka santap.

Semuanya serba murah meriah, serba bersahaja. Jauh dari kesan OKB alias Orang Kaya Baru.

Mereka membuktikan bahwa kaya raya karena kerja keras tak harus dipamerkan ke publik dengan bentuk kemewahan yang menyilaukan mata banyak orang.

Mereka tetap hidup seperti masyarakat kebanyakan dengan kesahajaannya.

TribunStyle.com melansir dari laman Brightside.me, berikut 7 selebriti yang memiliki pola pikir hemat meski memiliki jutaan Dollar di rekening bank mereka.

1. Lady Gaga

Lady Gaga
Lady Gaga

Jika hanya melihat Lady Gaga dari penampilannya di panggung, pasti banyak orang yang akan menilai gaya hidup penyanyi nyentrik ini hedonis dan boros.

Padahal tidak.

Sehari-hari dia kerap tertangkap kamera paparazzi hanya mengenakan pakaian sederhana, seperti kaos, celana jins dan sandal.

Di twitter ia pernah bercuit, “Mengapa orang melihatku seperti aku orang gila ketika aku menggunakan kupon di toko makanan atau mencoba tawar-menawar secara eceran?”

Gaga mengaku sering membuat makanan kesukaannya sendiri, seperti pizza, pasta, dan ravioli.

2. J.K Rowling

JK Rowling
JK Rowling ()

Pada tahun 2012, terhitung kekayaan penulis novel Harry Potter ini melebihi 1 miliar Dollar, namun kemudian sebagian besar dia sumbangkan untuk dana amal.

“Banyak bagian hidup saya sangat biasa, orang bahkan bisa menyebutnya membosankan, tapi itulah yang saya suka tentang kehidupan saya”, terang J.K. Kata Rowling di sebuah wawancara.

Dia menggunakan nama belakang suaminya dalam kehidupan sehari-hari serta sering terlihat mengenakan pakaian yang sederhana.

3. Julia Roberts

Julia Robert
Julia Robert ()

Salah satu aktris paling sukses dan populer di Hollywood ini sering terlihat menikmati memakai pakaian sederhana untuk sehari-hari.

Julia juga memiliki hobi yang jauh dari kesan glamor, yaitu menanam sayuran organik di kebunnya, dan merajut pakaian untuk anak-anaknya.

Bahkan dalam sebuah wawancara, Julia pernah mengungkapkan bahwa perawatan rambut favoritnya hanyalah sampo gratisan dari sebuah hotel.

4. Keanu Reeves

Keanu Rever
Keanu Reeves

Pemain film Hollywood yang terkenal dengan perannya dalam trilogi The Matrix ini memberikan hampir 85% penghasilannya dari film tersebut kepada tim desain kostum spesial efek.

Selain dermawan, Keanu juga sering terlihat menggunakan kendaraan umum, membeli pakaian yang didiskon, dan beristirahat di bangku taman daripada restoran mewah.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

5. Sarah Jessica Parker

Sarah Jesicca Parker
Sarah Jesicca Parker ()

Pakaian Sarah Jessica Parker dalam kehidupan nyata tidak seperti karakter yang dia bintangi di Sex and the City.

Dia lebih suka pakaian sederhana yang nyaman.

Dia juga mempercayakan anak-anaknya pada pengasuhan anak biasa, tidak seperti selebriti kebanyakan yang menyewa pengasuh mahal.

6. Kate Middleton

Kate Middleton
Kate Middleton ()

The Duchess of Cambridge lebih suka memakai gaun sederhana namun elegan tidak hanya dalam kehidupan biasa tapi juga saat menghadiri acara sosial.

Dia dianggap sebagai salah satu selebriti pertama yang mulai mengenakan pakaian yang dijual massal di pasaran dengan percaya diri.

Bahkan, Kate pernah melanggar protokol beberapa kali dengan mengenakan gaun yang sama lebih dari satu kali.

7. Halle Berry

Halle
Halle Berry 

Seperti ibu rumah tangga biasa, dia membeli belanjaan untuk kebutuhan sehari-hari bersama anaknya.

Salah satu aktris kulit hitam dengan bayaran tertinggi di Hollywood ini menggunakan transportasi umum dan menganggap kebiasaan ini adalah hal normal.

Bagaimana? Apakah gaya hidup mereka menginspirasimu?

Artikel Asli

BERBANDEROL FANTASTIS! Deretan Mobil Mewah Selebriti Dunia Ini Mencapai Rp105 Miliar

LOS ANGELES – Bukan rahasia lagi apabila selebriti papan atas Hollywood mendapat bayaran selangit, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menjalani gaya hidup mewah. Beberapa pesohor bahkan menjadikan tunggangan mereka sebagai salah satu simbol kesuksesan berkarier. Sebagian memilih kendaraan berdasarkan harga, lainnya memilih tunggangan berstatus ‘edisi terbatas’.

Inilah daftar enam mobil mewah para selebriti dunia yang berbanderol miliaran rupiah sebagaimana dilansir dari Trending Top Most.

1. Jay Z- Maybach Exelero

Diposisi paling atas ada Jay Z. Rapper sekaligus pebisnis ini diketahui memiliki mobil dengan harga yang amat mahal bila dibandingkan dengan selebritis lainnya. Pria asal Brooklyn, Amerika Serikat itu mempunyai sedan sport dua pintu, Maybach Exelero.

Mobil yang dibekali mesin twin turbo V12 twin dengan transmisi otomatis 6 percepatan itu dibanderol sebesar USD8 juta atau setara Rp105 miliar. Dengan begitu, Maybach Exelero tak hanya menjadi mobil selebriti termahal di dunia tapi juga kendaraan termahal yang pernah ada.

2. Birdman – Bugatti Veyron

Simon Cowell dan Birdman memiliki selera yang sama soal kendaraan. Tapi Birdman membayar lebih banyak untuk mendapatkan Bugatti Veyron yaitu seharga USD2 juta atau Rp26 miliar. Satu-satunya yang membedakan mobil Cowell dengan Birdman ada pada bagian warna eksteriornya.

3. Simon Cowell – Bugatti Veyron

Salah satu juri ajang pencarian bakat ini rupanya mempunyai uang yang sangat banyak untuk menebus satu unit Bugatti Veyron. Mobil produksi Perancis itu didapatnya dengan harga USD1,7 juta atau Rp22 miliar. Dibekali mesin berkapasitas 8 liter turbo-quad W-16 dan dihubungkan ke transmisi otomatis enam percepatan membuat mobil ini bisa bergerak begitu cepat.

4. Kanye West – Lamborghini Aventador

Rapper dan desainer Kanye West, rela mengeluarkan USD750.000 atau Rp9,8 miliar demi mendapatkan Lamborghini Aventador. Saat ini, mobil berpostur langsing itu masih dalam proses produksi. Dapur pacu Lamborghini Aventador dihuni oleh mesin 6.5 L L539 V12 yang dihubungkan ke transmisi tujuh percepatan.

5. Jerry Seinfeld – Porsche 959

Komedian dan aktor Jerry Seinfeld memilih Porsche 959 sebagai tunggangannya. Mobil sport dua pintu ini hanya diproduksi sebanyak 345 unit di seluruh dunia. Berbekal mesin twin-turbocharged berkapasitas 2.847 cc, Porsche 959 mampu melaju dengan kekuatab 444 horsepower. Seinfeld membeli mobil itu seharga USD700.000 atau sekira Rp9,2 miliar.

6. Nicolas Cage – Ferrari Enzo

Ferrari Enzo diproduksi dalam jumlah terbatas, hanya 349 unit di seluruh dunia. Salah satunya dimiliki oleh aktor Face Off, Nicolas Cage. Mobil yang pertama kali diproduksi pada 2002 ini dibanderol USD670.000 atau setara Rp8,8 miliar. Keunggulan mobil yang dirancang oleh Ken Okuyama ini terletak pada mesin 6 liter Tipe F140 B V12.

Artikel Asli

Sejarah 40 tahun mesin Renault

Menyambut babak baru McLaren-Renault, berikut kilas balik sejarah mesin-mesin Renault pernah berlaga di F1 sejak tampil di F1 perdana tahun 1977.

Diresmikannya kolaborasi McLaren dengan Renault membuka babak baru aksi pabrikan Prancis di F1 sejak terjun perdana 40 tahun silam. Berawal dari tim pabrikan, Renault justru mencatat puncak kejayaan saat bersama Williams pada dekade 1990-an.

Dengan tim pabrikan baru meraih gelar juara perdana pada 2005, setelah nyaris menggapainya 22 tahun sebelumnya.

Menyambut kerjasama bersejarah ini, mari simak perjalanan mesin-mesin Renault di F1 sejak 1977. Patut dicatat hanya mesin berlogo Renault masuk galeri ini. Tidak termasuk produk turunan seperti unit Mecachrome dan Playlife digunakan Williams dan Benetton. Atau diganti namanya seperti dilakukan Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1/17

Renault F1 memulai debut pada GP Prancis 1977. Baru berhasil memenangkan GP perdana pada 1979, menjadi mobil turbo pertama memenangkan F1. Puncak prestasi Renault F1 terjadi pada musim 1983 ketika Alain Prost nyaris menjadi juara dunia hanya berselisih dua angka dari Nelson Piquet (Brabham BMW).

1983 – 1986: Team Lotus

1983 – 1986: Team Lotus

2/17

Tahun 1983 Renault memulai program suplai mesin. Diawali ke Team Lotus. Tahun 1984 Elio de Angelis menempati P3 pembalap. Ayrton Senna mempersembahkan kemenangan perdana di GP Portugal 1985. Prestasi justru lebih baik dari tim pabrikan

1984 – 1986: Ligier

1984 – 1986: Ligier

3/17

Berkat dukungan Francois Miterrand, Ligier mendapatkan mesin turbo gratis dari Renault pada 1985. Cukup kompetitif dengan keberhasilan empat kali meraih podium ketiga. Prestasi terbaik konstruktor, P5 pada 1986.

1985 – 1986: Tyrrell

1985 – 1986: Tyrrell

4/17

Tyrrell ikut menjadi pelanggan Renault pada 1985. Prestasi tidak begitu baik dengan prestasi terbaik berupa P4 diraih Ivan Capelli di GP Australia 1985 dan Martin Brundle di tempat sama tahun berikutnya.

1989 – 1997: Williams

1989 – 1997: Williams

5/17

Kembalinya Renault sebagai pemasok mesin. Kemenangan perdana diraih Thierry Boutsen di GP Kanada 1989. Menjadi penguasa F1 era itu dengan menempatkan Nigel Mansell (1992), Alain Prost (1993), Damon Hill (1996) dan Jacques Villeneuve (1997) sebagai juara dunia.

1992 – 1994: Ligier

1992 – 1994: Ligier

6/17

Pada babak kedua kolaborasi ini, Ligier juga berhasil finish podium ketiga sebanyak empat kali. Dengan posisi konstruktor kelima pada 1993.

1995 – 1997: Benetton

1995 – 1997: Benetton

7/17

Michael Schumacher meraih gelar juara dunia keduanya bersama mesin Renault pada 1995. Usai ditinggal Schumi, prestasi menurun dengan hanya Gerhard Berger mempersembahkan kemenangan di GP Hungaria 1997. Sekali juara konstruktor dan dua kali posisi 3. Di akhir musim Renault mundur.

2001: Benetton

2001: Benetton

8/17

Setelah beberapa tahun menggunakan mesin Playlife berbasis unit Renault, nama pabrikan Prancis kembali sebagai penyuplai resmi mesin bersama Benetton pada 2001. Prestasi tidak begitu baik, dengan Giancarlo Fisichela finish P3 di GP Belgia. Hanya menempati P7 konstruktor dengan 10 angka.

2002 – 2010: Renault F1 Team

2002 – 2010: Renault F1 Team

9/17

Tahun 2000 Renault membeli saham tim Benetton. Mengganti nama tim menjadi Renault F1 tim. Kemenangan pertama diraih 2003. Renault akhirnya berhasil menjadi juara dunia sebagai tim seutuhnya pada 2005 – 2006 melalui pembalap Fernando Alonso. Menjadi tim Prancis kedua menjadi juara dunia F1.

2007 – 2015: Red Bull

2007 – 2015: Red Bull

10/17

Bersama Renault, Red Bull menjelma dari tim papan tengah menjadi penguasa F1. Tahun 2010 Sebastian Vettel menjadi juara dunia ke-9 Renault. Diikuti tiga gelar berikutnya secara berturut-turut hingga 2013. Prestasi meredup seiring F1 memasuki era powertrain hybrid. Kolaborasi ini membuahkan 52 kemenangan, 58 pole position, serta empat gelar juara dunia belap dan konstruktor.

2011 – 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

2011 - 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

11/17

Akhir 2010 menjual saham ke Genni Capital dan Lotus Cars sehingga nama tim berganti menjadi Lotus Renault GP. Lantas berganti lagi menjadi Lotus F1 pada 2012. Diperkuat Kimi Raikkonen, Lotus F1 berhasil memenangkan dua GP di Abu Dhabi 2012 dan Australia 2013.

2011: Team Lotus

2011: Team Lotus

12/17

Kontras dengan Lotus F1, prestasi Team Lotus dimiliki pengusaha Malaysia tidak berhasil mendulang satu pun angka pada musim kompetisi 2011. Meski diperkuat Heikki Kovalainen dan Jarno Trulli. Pada akhir musim nama tim berganti menjadi Caterham F1….

2012 – 2014: Caterham

2012 – 2014: Caterham

13/17

…. dengan prestasi tidak lebih baik. Sepanjang keikutsertaannya selama tiga tahun tidak berhasil mencetak satu angka pun. Tim bubar jalan pada akhir 2014.

2012 – 2013: Williams

2012 – 2013: Williams

14/17

Williams melakukan reuni dengan Renault pada 2012. Pastor Maldonado berhasil memenangkan GP Spanyol 2012, kemenangan pertama Williams sejak 2004. Williams menempati P8 konstruktor pada 2012 dan P10 tahun berikutnya.

2014 – 2015: Toro Rosso

2014 – 2015: Toro Rosso

15/17

Tim satelit Red Bull mulai menggunakan power unit hybrid Renault pada 2014. Menempati posisi ketujuh konstruktor sepanjang 2014 – 2015. Sama sekali tidak menempati podium.

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

16/17

Tim pabrikan Renault kembali ke arena F1 dengan “buy back” saham Lotus F1 Team. Diperkuat Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer, aksi kembalinya Renault sebagai tim pabrikan untuk ketiga kalinya pun tidak terlalu menggembirakan. Hanya meraih 8 angka dan menempati tempat ke-9 pada musim perdananya.

2018: McLaren

2018: McLaren

17/17

Sebagai konklusi “sinetron” mesin, akhirnya Renault setuju menyuplai mesin kepada McLaren. Belum jelas apakah akan menggunakan brand Renault, atau diganti seperti pada Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

Artikel Asli