Kabar Baik! Mulai Bangkit, Multifinance Harap Demand Pembiayaan Mobil Baru Tak Anjlok Lagi

Optimisme bangkitnya permintaan kredit di industri pembiayaan, terutama kredit mobil baru, dikhawatirkan hanya terjadi sesaat.

Sekadar informasi, kabar baik rebound kredit mobil baru ini tercermin dari statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2020, yang sejalan dengan data kenaikan penjualan mobil dari asosiasi industri otomotif.

Penjualan mobil ritel dari dealer ke konsumen mencapai 37.655 unit, meningkat 29,3 persen dibandingkan dengan Juli 2020 di angka 35.799 unit. Sementara itu, penjualan wholesales atau dari pabrik ke dealer tercatat sebesar 37.291 unit, meningkat 32,2 persen dibandingkan dengan penjualan Juli 2020 di angka 25.283 unit.

Volume kredit mobil baru multifinance pun ikut terdongkrak mencapai Rp123,4 triliun, naik 2,15 persen (month-to-month/mtm) dibandingkan dengan Juli 2020. Di mana ini merupakan kenaikan secara bulanan pertama sejak pandemi melanda Indonesia.

Pasalnya, per Februari 2020 volume piutang pembiayaan mobil baru masih berada di kisaran normal Rp135,7 triliun, berturut-turut turun ke Rp134,6 triliun (Maret 2020), Rp131,1 triliun (April 2020) Rp125,2 triliun (Mei 2020), Rp123,6 triliun (Juni 2020), dan Rp120,8 triliun (Juli 2020).

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengakui bahwa fenomena ini juga ditemui pihaknya, di mana total piutang Cnaf mengalami kenaikan tipis pada Agustus 2020 sebesar 1,38% berbanding total piutang bulan Juli 2020.

“Dampak dari mulai diberlakukannya PSBB transisi di bulan sebelumnya berdampak terhadap nilai pencairan CNAF yang bahkan sudah sempat menyentuh angka yang sama dengan nilai pencairan sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (2/10/2020).

Ristiawan pun berharap besar kondisi perekonomian nasional ke depan masih memungkinkan perusahaan mengejar angka rata-rata penyaluran bulanan di angka Rp300 miliar.

“Karena dengan kondisi ini, non performing financing kita juga mengalami perbaikan sebesar 24 bps ke angka 1,24%. Mudah-mudahan pandemi segera akan bisa diatasi oleh pemerintah agar geliat bisnis pembiayaan dapat segera kembali berjalan normal,” tambahnya.

Senada, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menerangkan lebih spesifik bahwa kawasan Jabodetabek yang memegang porsi hingga 45% portofolio BCA Finance, akan menjadi kunci pertumbuhan.

Oleh sebab itu, apabila sesuatu terjadi di kawasan ini, bukan tak mungkin pembiayaan mobil baru akan turun lagi. Namun, satu sentimen positif masih bisa menjadi penolong, yakni wacana relaksasi pajak mobil baru.

“Wacana pembebasan pajak mobil sudah beredar luas, banyak orang yang minat membeli mobil akan menunda pembelian. Ini kurang baik karena membuat pasar sementara ini pasti akan stagnan,” ujarnya kepada Bisnis.

Oleh sebab itu, Roni berharap wacana relaksasi pajak mobil baru segera terealisasi, demi menggairahkan kembali sektor otomotif yang sempat terpuruk akibat pandemi kembali bangkit. Terkini, Roni mengaku BCA Finance juga mengalami perbaikan kinerja volume pembiayaan dan turunnya NPF pada Agustus 2020.

“Tentu kita berharap tren di Agustus ini terus berlanjut. NPF ada perbaikan, semakin turun dari Juli 2020 di 2,08%, sementara Agustus 2020 di 1,79%. Untuk penyaluran kredit baru kisaran yang Juli Rp433 miliar, Agustus mencapai Rp700 miliar,” tutupnya.

Sumber Artikel

Sekarang KKB BCA tidak pakai Ribet

Mau beli Mobil via KKB BCA saja!

Mau Kredit Mobil Baru? Kredit Mobil Bekas? Refinancing?

Semua pasti beres bersama KKB BCA
Solusi untuk pembiayaan mobil baru / bekas Anda

Source: BCA SOLO

Video Part I:

Video Part II:

Video Part III:

Solusi Pembiayaan Kendaraan Terbaik

.

Mau bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA?

Tanyakan ke cabang BCA atau personal kami No WA 0812.808182.57 atau klik: https://goo.gl/38BLCX

.

Kunjungi web kami: http://www.kreditkerenbanget.org

.

Follow @kreditkerenbanget

.

kreditmobilbca #kkbbca #kreditmobil #kreditmobil #solusibca #solusikkb #kkbvirtualevent #belimobil #bcasemuaberes #onebca #kreditkerenbanget #bcafinance #bankbca #bca #bcaexpo #autoshowbca

BCA Virtual Autoshow 2020 & Riview Dealer Partisipan

Opening Ceremony BCA Virtual Autoshow Kanwil V resmi di buka oleh Ibu Enny Kamal selaku Kakanwil BCA wilayah V (Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau)

Menandakan Program Event Virtual dimulai secara serentak di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau dan kepulauan Riau. Catat tanggalnya mulai 19 September sd 2 Oktober 2020

Simak Video Opening KKB BCA Virtual Autoshow:

Selama Event ini nasabah akan mendapatkan program spesial sebagai berikut:

  1. Bunga Spesial Event
  2. Potongan administrasi dan Bebas Provisi
  3. Paket Spesial mobil baru (Dealer Partisipan)
  4. Gimik selama hari Event baik dari pihak KKB BCA dan Dealer partisipan

Nasabah untuk mendapatkan penawaran spesial ini dapat menghubungi Kantor cabang BCA terdekat atau hubungi PIC Kami langsung dengan klik

https://kreditkerenbanget.info/picKKBvirtual

PIC kami dengan senang hati akan membantu nasabah untuk mendapatkan informasi secara detil baik informasi tentang produk KKB BCA maupun koordinasi bersama dengan dealer partisipan

Kami juga tampilkan ulasan singkat dan cuplikan video dibawah ini untuk beberapa merk dari dealer partisipan:

LEXUS

Diskripsi Lexus RX:
https://kreditkerenbanget.info/LexusRX300Riview

Video RX:

HONDA

Diskripsi Honda Civic:

https://kreditkerenbanget.info/HondaCivicRiview

Video Civic

Diskripsi Honda HRV:

https://kreditkerenbanget.info/HondaHRVriview

Diskripsi Honda CRV:

https://kreditkerenbanget.info/CRVHondaRiview

SUZUKI

Diskripsi Suzuki Baleno:

https://kreditkerenbanget.info/SuzukiBalenoRiview

Diskripsi Suzuki XL7:

https://kreditkerenbanget.info/SuzukiXL7Riview

MAZDA

Diskripsi Mazda CX30:

https://kreditkerenbanget.info/MazdaCX30Riview

BMW

Diskripsi BMW X7:

https://kreditkerenbanget.info/BMWX7riview

MITSUBISHI

Diskripsi Mitsubishi Xpander:

DAIHATSU

Diskripsi Daihatsu:

TOYOTA

Diskripsi Toyota Corolla Cross: https://kreditkerenbanget.info/ToyotaCorollaRiview

Toyota Calya

Toyota Yaris

WULING

KKB BCA melayani pembiayaan untuk setiap Merk Kendaraan dengan melibatkan Dealer partisipan, jadi Nasabah tidak usah ragu untuk menghubungi kantor BCA terdekat atau PIC kami yang tercantum dalam diskripsi ini

Beli mobil semudah belanja online?
KKB BCA hadir dengan konsep Virtual Event
Event ini yang juga dijalankan secara serentak di hampir seluruh cabang BCA di Indonesia.

Pastikan mendapatkan penawaran spesial dari KKB BCA dan pastikan untuk Join dalam Event Virtual kami

Nasabah dapat berbicara atau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami WA 081280818257 atau klik link ini:
https://kreditkerenbanget.info/picKKBvirtual

.

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget
Klik di bio IG / http://www.kreditkerenbanget.org
SUBSCRIBED YOUTUBE KKB BCA di “Kredit Keren Banget”

Tagar #solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca #kreditkerenbanget #kreditmobilbca #kkbbcaVirtualevent #bcasemuaberes #kreditmobil

Lowongan Kerja di BCA Finance

Hai guys! Buat kalian yang tinggal area Jambi, Palembang, Tangerang & Medan! kuy ada posisi FAC nih yang terbuka untuk kalian yg memenuhi kualifikasi😃 Langsung daftar aja ya ke link diatas ! Kami tunggu🙏🏻

https://www.instagram.com/bcafinance_career/ selalu simak di sini saja ya

Daftar aja klik di bawah ini:

bit.ly/lokerbcaf

Penjualan Mobil Bekas Terjun Bebas

Tak hanya berdampak pada operasional pabrik serta penjualan mobil baru, pandemi Corona Covid-19 juga berimbas pada penjualan mobil bekas atau seken. Beberapa dealer mobil bekas mengeluhkan turunnya angka penjualan mereka.

Secara umum di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang terutama setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan nyaris tidak ada.

Untuk menyiasati pembeli sepi, customer lama yang sudah pesan kembali di-follow up. Sebaliknya customer baru tidak ada.

“Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemi corona dan PSBB. Angka pastinya tidak tahu, karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen,” sebut Business Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis.

Hendro menambahkan, jika dilihat dari data bulan Maret, penjualan Auto Value tidak turun, malah naik.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

“Maret naik hampir 70 persen dari Februari, dan boleh dikatakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir, mengalahkan PIK-nya tahun lalu, bulan Mei pas puasa. Saat itu kami sudah confidence akan survive, ternyata di akhir Maret dan puncaknya PSBB tiarap semua,” keluhnya.

Siapkan Strategi Baru

Perusahaan jual beli mobil bekas dibawah payung PT Suzuki Indomobil Sales ini pun bikin strategi jitu untuk mendongkrak penjualan di tengah pandemi COVID-19. Auto Value memang tidak menyiapkan formula khusus untuk mengdongkrak penjualan mobil bekasnya.

“Dulu waktu pandemi kami baru mulai bikin strategi, tapi saat ini prioritas dan daya beli masyarakat sudah hilang. Orang bergeser untuk beli kebutuhan primer di saat kondisi ekonomi sedang lesu,” tambah Hendro.

Namun, Auto Value tetap memantau pergeseran dan priotritas daya beli masyarakat guna mempertahankan penjualan mobil bekas pada kondisi sepi pembeli.

“Kami berharap kita sudah masuk masa recovery bulan Juni mendatang. Kami tidak tahu ya bagaimana ke depan, apakah akan ada pelonggaran dan industri dibuka lagi. Mudah-mudahan semuanya akan membaik,” pungkas Hendro.

Sumber: Otosia.com

Cara Bawa Mobil ke Pedalaman Papua, Sewa Pengangkutnya Seharga Fortuner

Papua merupakan sebuah pulau eksotis yang di sana terdapat berbagai macam keindahan dan kekayaan alam yang melimpah ruah.

Meski begitu, secara infrastruktur, daerah paling ujung timur di Nusantara itu bisa dikatakan masih tertinggal dibandingkan daerah lain apalagi Jawa.

Tak heran jika di sana masih ditemui jalan tanah yang menjadi lumpur ketika hujan, apalagi jika menuju daerah pedalaman.

Namun, di pedalam Papua itulah terkandung banyak kekayaan yang kini mulai diekplorasi oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

Hingga terbentuk sebuah lingkungan yang tentu saja memerlukan alat transportasi modern seperti alat berat ataupun mobil.

Masalahnya, dengan jalan yang masih banyak berupa tanah, bagaimana membawa mobil ke pedalaman Papua yang terkenal berkontur naik turun khas pegunungan.

Beberapa orang telah membocorkan cara mengangkut mobil yaitu dengan cara dibawa menggunakan helikopter yang sewanya pun nggak main-main.

Membawa mobil ke pedalaman Papua.[Facebook/Sigit Arifianto.]

Jika ingin membawa mobil ke daerah pedalaman, usahakan bawa mobil yang mahal sekalian, karena harga sewa helikopter pengangkutnya saja seharga sebuah Toyota Fortuner baru.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Dan jangan membayangkan mobilnya akan dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam helikopter karena jelas tak akan muat.

Cara membawa mobil-mobil ke pedalaman Papua adalah dengan cara digantung pada bagian bawah helikopter dengan tali baja yang mampu menahan beban hingga puluhan ton.

Ngeri banget bukan? Tapi begitulah cara paling efektif membawa mobil ke pedalaman yang bermedan ekstrem. Harus dengan cara yang ekstrem juga.

Artikel Asli

Ini Bahayanya jika Kebut-kebutan Saat Jalanan Lengang

Adanya pandemi Corona serta larangan mudik dari pemerintah, membuat jumlah kendaraan di jalan raya maupun di tol menjadi berkurang.

Dengan kondisi jalanan yang lengang, terkadang membuat pengendara lupa dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Terlebih saat melaju di jalan bebas hambatan. Tak sedikit yang memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan atau di atas 100 kilometer per jam.

Padahal, memacu kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila terjadi kecelakaan, maka tingkat keparahannya atau fatalitasnya juga akan lebih tinggi bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa kebut-kebutan di jalan tol sangat berisiko. Meskipun kondisi jalan sangat lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Marcell menambahkan, hal ini disebabkan ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi maka pandangan akan jadi tunnel vision.

Baca juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA) 

“Di mana fokusnya hanya pada satu titik di depan saja sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas),” ucapnya.

Bahkan, ketika pengendara lain masuk di jalur yang sama bisa saja pengemudi akan kaget sehingga bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

“Seperti banting setir atau ngerem mendadak. Jalan sudah dirancang untuk suatu kecepatan tertentu baik lebar maupun konturnya,” tutur Marcell.

Dia menambahkan, setiap berkendara di jalan raya maupun di jalan tol ada batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan.

Selain itu, jika pengendara melajukan kendaraannya hingga melebihi batas tersebut maka akan bisa berbahaya karena kestabilan kendaraan menjadi berkurang.

Makanya di setiap jalan ada batas maksimum kecepatan kendaraan, karena melebihi dari maksimum kecepatan maka stabilitas mobil akan berkurang,” ujarnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengimbau kepada para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan.

Meskipun jalanan lengang bukan berarti pengendara bisa memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

“Patuhi rambu dan jangan melanggar batas kecepatan, memang kecelakaan menurun tetapi fatalitasnya meningkat,” kata Samdo.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Sebagai bentuk kepedulian kami atas wabah Virus Corona (COVID-19) yang semakin meluas dan sejalan dengan kebijakan pemerintah serta arahan otoritas jasa keuangan (OJK)

BCA Finance (KKB BCA) memberikan relaksasi pembiayaan kepada debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (COVID-19) dengan skema yang ditentukan oleh BCA Finance.

Segera ajukan relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance.
Sekarang pengajuan relaksasi pembiayaan makin mudah.

94999949_554008212194217_73028347083977048_n

Siapa yang berhak mengajukan Restrukturisasi / keringanan pembiayaan

95001395_253795602480615_4325506322119097272_n

Debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (Covid-19)

1. Dengan nilai pembiayaan di bawah 10 Miliar;
2. pekerja sektor informal dan / atau pengusaha UMKM
3. Tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan Virus Corona (Covid-19)
4. Pemegang unit kendaraan/jaminan yang namanya tercantum di dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen (PPK) dan tidak boleh diwakilkan / dikuasakan;
5. Unit kendaraan yang dijaminkan masih dalam penguasaan debitur.

Tata Cara Pengajuan Restukturisasi / keringanan pembiayaan:

95100863_152285272940638_27215379544831537_n

Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Angsuran Mobil akibat dampak wabah Covid-19 Klik di sini

Debitur tidak perlu datang ke kantor BCA Finance

Pengecekan Status Permohonan Relaksasi Pembiayaan Mobil

Kunjungi Situs BCA Finance Klik Disini

Disarankan menggunakan browser Google Chrome / Firefox.

Jika Anda belum menerima No. Laporan, silahkan kirim email ke customercarebcaf@bcaf.id untuk menanyakan no laporan tersebut dengan format subject email : Belum terima No Laporan pengajuan Covid-19 <spasi> isi No kontrak Anda

Semua Informasi dapat dilihat di channel-channel resmi BCA Finance, diantaranya:

94763507_100411591653789_2544252175155838645_n

1. Website BCA Finance (www.bcafinance.co.id);
2. Webchat BCA Finance (bit.ly/webchatBcaf);
3. App BCA Finance (bit.ly/BCAFapps);
4. Call Center BCA Finance (Halo BCA 1500888)

 

Ajukan segera Relaksasi Pembiayaan Mobil anda di BCA Finance sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Terima kasih atas kerjasamanya
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kemudahan.

 

Sumber: BCA Finance

WhatsApp Image 2020-05-01 at 15.45.17

 

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Malah Merosot Hingga 90 Persen

Menjelang musim mudik Lebaran biasanya membawa tren pembelian mobil. Tapi berbeda dengan tahun 2020 yang masih dikepung oleh pandemi virus Corona (COVID-19).

Imbasnya pun dirasakan oleh para pedagang mobil bekas. Mereka mengalami penurunan penjualan sangat drastis.

“Penurunan penjualan saat ini sangat parah. Turunnya itu 80 sampai 90 persen saat ini,” ungkap Halim, pedagang mobil bekas Langgeng Makmur, kepada Liputan6.com, Senin (27/4/2020).

(kpl/tys)

Menjelang Lebaran, biasanya penjualan bisa naik hingga 100 persen. Namun, menurut Halim karena pandemi yang terjadi, pihaknya hanya bisa menjual 1-3 unit mobil bekas setiap bulan.

“Biasanya mampu menjual 15 unit mobil setiap bulannya. Kalau Lebaran itu naiknya pasti sampai 100 persen. Sekarang penjualan paling 1-3 unit kendaraan setiap bulannya,” ujarnya.

Pandemi yang terjadi saat ini membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah peraturan baru, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Sebagai unit industri yang terdampak, Halim berharap keadaan ekonomi segara pulih dan virus Corona Covid-19 bisa teratasi dengan baik.

“Harapannya kami sebagai pedagang mobil bekas, semoga keadaan ekonomi bisa cepat pulih & Covid-19 ini bisa segera hilang,” tuturnya.

 Mobil bekas (Liputan6.com)
Mobil bekas (Liputan6.com)

Artikel Asli

Mudik, Mobil Pribadi Hanya Boleh Angkut Setengah Kapasitas

Meski tak ada larangan resmi soal mudik Lebaran 2020, namun pemerintah akan mengeluarkan regulasi ketat bagi masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah pagebluk atau wabah virus corona (Covid-19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini, mengaku tengah mematangkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan untuk pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk sebagai acuan saat mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, beberapa aturan akan dilakukan sesuai regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada sektor transportasi akan ditempuh dengan penerapaan physical distancing yang tak hanya berlaku bagi kendaraan umum, tapi juga pribadi.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

“Untuk kendaraan pribadi akan diberlakukan hal yang sama, yaitu pengaturan jarak fisik. Intinya untuk mobil pribadi itu patokannya 50 persen dari kapasitas,” kata Adita dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Dengan adanya ketetapan tersebut, artinya untuk mobil sejenis multi purpose vehicle (MPV) yang semula mampu menampung hingga tujuh penumpang, hanya boleh mengangkut tiga sampai empat penumpang saja.

Begitu juga untuk jenis kendaraan lain seperti sedan dan city car. Bisa jadi hanya akan boleh membawa dua penumpang saja dari kapasitas aslinya.

Sementara bagi masyarakat yang terpaksa mudik dengan sepeda motor, hanya akan diperbolehkan berkendara sendiri alias solo riding.

“Sepeda motor tidak dapat membawa penumpang,” ucap Adita.

Baca juga: PSBB Jakarta, Belum Ada Pembatasan Akses Keluar-Masuk Ibu Kota

Ketika ditanya bagaimana sistem pengawasan untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Adita mengatakan, detailnya akan diinformasikan setelah Permen keluar. Tapi dia memastikan akan mengandeng kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Pol Istiono mengatakan, selain ada kewajiban isolasi diri selama 14 haru saat tiba di kampung halaman dan kembali ke kota, akan ada pembatasan jumlah penumpang pada kendaraan pribadi.

Contohnya untuk mobil pribadi seperti sedan, hanya boleh mengangkut dua penumpang dengan kriteria satu menjadi sopir dan satunya lagi penumpang di belakang. Untuk minibus hanya ditumpangi tiga penumpang.

“Bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan. Tetap jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut di sini,” kata Istiono yang disitat dari NTMC Polri.

Penulis: Stanly RavelEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli