12 Aturan Dasar Pakai Mobil Matik, Jangan Salah Kaprah

Mengendarai mobi bertransmisi otomatis atau matik terlihat jauh lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Kelihatannya, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem. Sesederhana itu.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi otomatis Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

3. Saat berhentidalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7. Secara alami, mobi akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

9.Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memosisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12. Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka raawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

 Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)
Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)

Artikel Asli

Pertama Belajar Mobil, Haruskah Pakai Transmisi Manual?

Beberapa orang beranggapan jika ingin mengemudi mobil sebaiknya dimulai dengan mobil bertransmisi manual, karena dinilai lebih memiliki manfaat.

Anggapan tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar juga.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, belajar mobil menggunakan transmisi manual memang bukan suatu keharusan, tetapi memang direkomendasikan.

“Manfaat yang paling dirasakan yaitu melatih feeling dalam menginjak gas dan kopling. Sebab ini dasar dan dia tahu kapan harus mengganti presneling,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri melanjutkan, banyak yang akan diperoleh dan bisa menjadi bekal untuk pengemudi baru jika menguasai tiga pedal, yaitu gas, kopling dan rem pada mobil manual.

Dimana ketiga pedal tersebut tidak ada pada mobil matik, karena pada mobil matik hanya terdapat gas dan rem.

“Kemampuan dalam mengatur gas dan kopling, dalam mobil kondisi permukaan licin misalnya, kita memerlukan pengaturan gas yang sensitif. Hal tersebut tidak akan kita dapat pada mobil transmisi matik,” kata Jusri.

Meskipun demikian, Jusri menekankan bukan menjadi sebuah keharusan belajar mobil menggunakan transmisi manual.

Sebab, banyak di negara maju, sekolah mengemudi sudah tidak menyediakan mobil manual.

“Tidak ada keharusan mereka membawa mobil manual sebagai mobil pertama. Karena di sekolah mengemudi di luar negeri sudah tidak ada, mobil manual dianggap usang dan hanya keperluan hobi, bahkan truk saja sudah menggunakan transmisi matik,” ujarnya.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Selama pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tentunya akan mempunyai waktu lebih dari bisanya.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tetap fokus pada pekerjaan utama. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ringan pada mobil.

Selain membersihkan bagian kabin sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, juga perlu melakukan perawatan pada bagian yang lain.

Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, hingga bagian yang mungkin sering dilupakan, yakni merawat karet wiper.

Karet wiper menjadi komponen yang harganya cukup terjangkau hanya puluhan ribu saja.

Baca juga: Mobil Kena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Menyalakan Wiper

Mungkin itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mengesampingkan kondisi penyeka air di kaca mobil ini.

Padahal, keberadaan karet penghapus air ini sangat penting. Terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan dan kondisi jalanan gelap.

Jika kondisi karet wiper terabaikan, bisa membuat karet menjadi keras dan tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menghapus air pada kaca.

Pada kondisi ini tentunya akan mengurangi visibilitas pengemudi saat melakukan perjalanan dalam cuaca hujan.
Baca juga: Catat, Ini Manfaat Wiper Mobil Diangkat saat Parkir

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk karet wiper.

Paling penting, saat mencuci mobil jangan lupa karet juga ikut dibersihkan. Dengan begitu, maka kotoran atau kerikil yang mungkin masih menempel pada karet bisa dihilangkan.

“Kalau pas mencuci mobil bersihkan juga karet wipernya, untuk menghilangkan kotoran,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, Didi menambahkan, untuk menjaga agar karet tetap terjaga bisa juga sesekali mengelapnya menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air.

“Bisa juga mengelapnya menggunakan kain lap yang sudah dibasahi, dengan air,” ujarnya.

Baca juga: Ganti Ban Mobil Wajib Sepaket dengan Balancing

Perawatan ringan ini adalah untuk menjaga komponen tersebut bisa tetap terjaga dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

“Ya kalau karet wiper rusak membuat bladenya mengenai kaca sehingga bisa menyebabkan baret pada kaca,” ucap Didi.

 

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Salah Kaprah Bersihkan Dashboard Mobil Pakai Alkohol Buat Basmi Virus

Ada hal positif dari pandemi virus corona. Kebanyakan orang mulai menerapkan hidup sehat dan bersih yang ketat. Tak terkecuali buat membersihkan mobil.

Yang terbaru, karena alkohol mampu membunuh virus dan bakteri, maka banyak yang percaya hal itu juga bisa membasmi sumber penyakit, yang menempel di komponen bagian dalam mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. totalcardiagnostics

Misalnya digunakan sebagai cairan untuk mengelap dashboard, lingkar kemudi, door trim, konsol tengah, kisi-kisi AC, tuas transmisi atau sebagainya.

Padahal hal tersebut tidak direkomendasikan. Alih-alih bersih warna dashboard atau permukaan interior mobil yang berbahan plastik cepat buram dan pudar.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. Auto Express

Head Product Improvement/ EDER Dept. Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengamini itu. Sebaiknya hindari ragam cairan yang mengandung alkohol untuk membersihkan interior mobil.

“Alkohol sendiri bisa menjadi disinfektan, namun mempunyai sifat yang korosif, makanya banyak digunakan untuk pembersih besi atau kaca (bukan plastik bahan dashboard), tergantung komposisinya,” jelas Bambang saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Sebagai gantinya gunakan cairan pembersih yang tersedia di pasaran. Umumnya kandungan utamanya berbahan air sehingga tidak akan merusak lapisan interior mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. detailcentralave

Bila di rumah tidak tersedia, bisa gunakan sabun cair atau sampo bayi ph rendah dengan takaran yang secukupnya ditambah air.

“Bersihkan dashboard menggunakan lap basah, campuran air dengan sabun seperti yang disampaikan pakar kesehatan, bahwa virus corona ini akan luruh dengan dibersihkan menggunakan sabun,” lanjutnya.

Setelah itu tak lupa buat bersihkan komponen atau barang lain yang ada di mobil seperti tongkat dan kartu tol, tuas pembuka jendela, dan spion tengah dengan cairan tadi.

***

Artikel Asli

Inilah 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

Pemilik mobil biasanya akan memilih tempat yang teduh saat memarkirkan kendaraannya. Salah satu alasannya, agar cat mobil tidak mudah rusak oleh terik sinar matahari maupun hujan.

Salah satu tempat yang kemudian banyak dipilih sebagai tempat parkir, yaitu di bawah pohon. Padahal, di balik keteduhan parkir itu terdapat sejumlah bahaya yang mengancam.

Tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada pengemudi yang ada di dalamnya. Hanya saja, potensi bahaya ini kadang tidak pahami atau justru diabaikan oleh para pemilik mobil.

Mereka lebih mementingkan kondisi mobil yang terparkir aman dari sengatan matahari dan nyaman saat akan digunakan.

Baca juga: Catat, Ini Arti Angka pada Tutup Radiator Mobil

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, saat parkir di bawah pohon justru bisa terjadi sejumlah kemungkinan yang bisa berdampak pada mobil.

Berikut tiga alasan agar tidak parkir di bawah pohon

Getah pohon bisa merusak cat

Alasan pertama agar tidak parkir mobil di bawah pohon adalah untuk menghindari adanya getah pohon yang menempel pada bagian bodi mobil.

“Salah satu (bahayanya) adalah mobil terkena getah pohon saat saat parkir,” kata Suparna kepada Kompas.com Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, getah pohon bisa sangat merusak lapisan cat mobil. Tidak hanya bagian permukaan cat saja, tetapi sampai masuk ke dalam pori-pori cat.

Baca juga: Daftar Aksesori Yamaha 125Z yang Harganya Setara 1 Unit Motor

Jika kondisinya sudah seperti itu, Suparna mengatakan, akan sangat sulit untuk dibersihkan bahkan dengan menggunakan alat atau bahan khusus sekalipun.

“Ada beberapa jenis pohon yang getahnya itu sangat jahat banget, kalau sudah menempel itu bisa masuk sampai ke pori-pori. Meskipun sudah dipoles tetap saja masih ada bekas dari getah itu,” ucapnya.

Kotoran burung

Selain, bahaya getah pohon bahaya lain yang mengintai saat mobil parkir di bawah pohon adalah adanya kotoran burung.

Mengingat, selama ini pohon menjadi tempat favorit burung untuk singgah dan membuat sarang.

Saat berada di pohon, burung juga sering membuang kotorannya. Sementara, jika mobil parkir di bawah pastilah akan terkena kotoran burung.

Baca juga: Tips Power Window Panjang Umur, Jangan Parkir Sembarangan

“Kotoran burung itu juga bisa merusak cat mobil, tidak tahu penyebabnya mungkin ada kandungan apa pada kotoran tersebut,” ujar Suparna.

Tertimpa dahan pohon

Potensi bahaya lainnya saat parkir di bawah pohon, yaitu adanya dahan yang jatuh dan menimpa mobil.

“Jika terjadi pohon tumbang atau bahkan ada buah yang terjatuh bisa membuat mobil penyok,” kata Suparna.

Baca juga: Mengapa Kendaraan Berat Rawan Rem Blong, Ini Penjelasannya

Untuk itu, Suparna pun menyarankan agar tidak memarkirkan mobil di bawah pohon meskipun kondisinya teduh dan bebas dari sengatan matahari.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Percayakah? Ini 7 Fitur Mobil yang Bakal Punah Dihantam Teknologi

Teknologi kendaraan terus berkembang. Bahkan terbilang update dengan waktu yang cepat. Yang terbaru adalah soal mesin. Jika sebelumnya mesin konvesional beralih ke injeksi, dan kini memasuki elektrifikasi. Mobil hybrid atau bahkan elektrik dianggap sebagai kendaraan masa depan. Kemudian soal transmisi mengalami evolusi dari transmisi manual ke otomatis.

Perkembangan juga dialami fitur. Contoh saja jika dulu sistem hiburan menggunakan kaset kini headunit yang dipasang sudah berteknologi touchscreen yang terkoneksi dengan Bluetooth, AppleCar atau Android.

Banyak fiur-fitur yang dulunya cuma ada di mobil premium, kini sudah menjadi standar di mobil murah. Pabrikan mengolahnya agar semakin mudah dioperasikan, dan membantu pengemudi mendapat pengalaman berkendara lebih menyenangkan, serta praktis. Pada akhirnya menggerus keberadaan fitur lama yang mungkin sudah sangat biasa bagi kebanyakan orang. Terutama generasi X dan sebelumnya.

Apa saja fitur itu?

Kunci Konvensional

Dinukil dari USA Today, sistem anak kunci pada 2008 masih digunakan 89 persen produsen mobil baru. Namun, saat ini tinggal 30-an persen mobil baru yang masih menggunakan kunci model itu. Pabrikan otomotif terus mengembangkan teknik penguncian kendaraan. Terbaru menggunakan smartphone atau bahkan smartwatch. Walau belum dipakai pada banyak kendaraan, tapi ini menjadi masa depan dari kunci mobil. Contohnya mobil-mobil baru varian tertinggi saat ini. Bahkan LCGC Toyota Agya saja sudah meninggalkan anak kunci di varian TRD. Kunci konvensional lama-lama tergeser, dan tak menutup kemungkinan nantinya benar-benar tak digunakan. Sekalipun itu keyless, teknologi yang mengharuskan penggunaan mengantongi kunci remote, agar dapat membuka atau mengunci pintu mobil.

Antena Atap

Beberapa model di Tanah Air memang masih mengandalkan antena tradisional. Namun, seiring waktu pemakaiannya berkurang bahkan menghilang. Saat ini model shark fin antenna alias sirip hiu makin populer, lantaran memberikan tampilan yang lebih menarik. Tinggal tempok di bagian atas belakang. Bahkan, beberapa pabrikan tengah mengembangkan antena yang tertanam di kaca depan. Alasannya untuk meminimalisir gesekan udara, alias mobil bisa lebih aerodinamis.

Transmisi Manual

Mengoperasikan tuas transmisi manual memberikan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang. Musuh terbesarnya adalah transmisi otomatis, yang menawarkan kepraktisan berkendara. Semakin banyak pabrikan yang menyajikan model bertransmisi AT saja, seperti Kia Seltos dan MG ZS yang baru meluncur di Indonesia. Pengemudi tinggal memindahkan tuas ke Drive, kemudian melaju tanpa perlu memikirkan kopling. Beda dengan tuas transmisi manual, yang setiap saat harus diperhatikan. Belum lagi dengan datangnya kendaraan elektrifikasi, yang hanya mengutilisasi transmisi otomatis, makin menggerus budaya penggantian gigi tradisional.

Tombol Fisik

Kendaraan zaman dulu dipenuhi beragam tombol di dasbor. Semakin banyak, komponen itu memberikan kesan mewah pada interior. Kini perannya digantikan tombol soft touch. Ini membuat tampilan kabin menjadi lebih minimalis, modern dan tetap elegan. Bahkan, beberapa pabrikan merangkum semua tombol itu ke dalam head unit berupa layar sentuh berukuran masif. Lihat saja Wuling Almaz dengan teknologi WIND. Pengemudi bisa mengontrol jendela, AC sampai kunci pintu lewatnya.

Rem Tangan

Rem tangan konvensional terkadang merepotkan, apalagi bagi pengemudi wanita. Menarik tuas bukan menjadi masalah, tapi menurunkannya kembali terkadang butuh usaha dan tenaga lebih. Pabrikan pun mulai menggantinya dengan model elektrik. Tidak lagi berupa tuas, tapi tombol yang bisa dioperasikan satu jari. Sayangnya, model itu punya kekurangan, tak bisa digunakan untuk drifting.

Lampu LED

Mobil-mobil baru saat ini sebagian besar sudah tampil dengan pencahayaan yang optimal. Salah satunya adalah menggunakan lampu Xenon maupun LED. Lampu berwarna putih ini dinilai lebih terang dan lebih terlihat saat siang hari. Munculnya LED menggeser fungsi lampu bohlam halogen yang begitu dominan dalam beberapa dekade. Penggunaan lampu halogen menurun 27 persen dalam 10 tahun terakhir, menurut USA Today.

Panel Instrumen Analog

Informasi terkait kendaraan semakin mudah didapat lewat panel instrumen digital. Tak menutup kemungkinan, model analog nantinya punah. Dengan produksi kendaraan berpanel digital bertambah banyak, harganya bisa semakin kompetitif. Tak cuma menampilkan data lengkap, ini bisa memberi kesenangan tersendiri. Soalnya, bisa pantau informasi lain, seperti indikator G-force atau time lap.

Sumber: Cardekho

MUHAMMAD HAFID | RAJU FEBRIAN

Artikel Asli

Inilah 7 Negara Dengan Tarif Parkir Termahal di Dunia

Kepadatan kota dan pengguna kendaraan pribadi yang semakin meningkat membuat beberapa kota pusat bertambah sesak. Tak hanya itu, polusi akan semakin menjadi-jadi. Kemacetan yang memakan waktu berjam-jam pun tak bisa dihindari.

Hal tersebut membuat pekerjaan akan terganggu dan terhambat. Beberapa pemerintah di kota-kota di negara-negara ini menerapkan sistem tarif parkir yang mahal  untuk menanggulangi hal-hal diatas. Simak 7 negara berikut yang menerapkan tarif parkir termahal.

1. Inggris- London

Keindahan london yang merupakan kotanya Harry Potter ini sangat indah dan menjadi destinasi terfavorit bagi petualang. Big Bang adalah salah satu landmark terkenal disini. Namun sayangnya, jika Anda berada di kota ini dengan waktu yang lama, jangan pernah mencoba untuk mengendarai transportasi pribadi.

Inggris - London
Inggris – London

Bukan karena kriminalitas, tetapi karena tarif parkirnya yang sangat mencekik. Per hari Anda akan dikenakan senilai Rp 821.000. Jika sebulan maka pengeluaran untuk parkir saja bisa mencapai 24,6 juta rupiah. Angka yang fantastis bukan. Jadi, berpikirlah lebih dalam lagi untuk menggunakan kendaraan pribadi di kota ini.

2. Jepang – Tokyo

Pusat harajuku style ini menjadi salah satu titik kota metropolitan di Jepang. Tak heran jika kemacetan juga akn dialami di kota anime ini. Namun, pemerintah Jepang menerapkan sistema untuk mengurangi kemacetan yang berasal dari pengguna kendaraan pribadi.

Jepang - Tokyo
Jepang – Tokyo

Sistem yang diterapkan yaitu tarif parkir yang tidak murah. Disini jika Anda meletakkan kendaraan, maka akan dikenai sekitar Rp 743.000 per harinya. Kalau tiap hari memarkir kendaraan, hitungan per bulan mencapai 22 juta rupiah.

3. Swedia – Stockholm

Ibukota dari Swedia ini menjadi kota terpadat. Selain karena menjadi pusat kota di negara ini, sebagian besar masyarakat daerah lain merantau ke daerah ini layaknya masyarakat Indonesia yang rata-rata merantau ke Jakarta. Populasi di kota ini mencapai 2 juta orang. Tak hanya penduduk yang memadati, tetapi juga alat transportasi.

Swedia - Stockholm
Swedia – Stockholm

Sistem tarif parkir merupakan salah satu jalan untuk menurunkan tingkat kepadatan kota ini. Tarif parkir mencapai Rp 626.000 untuk satu hari. Jika di hitung per bulan, maka Anda harus merogoh kocek yang lebih dalam yaitu sekitar 18 hingga 19 juta rupiah.

4. Swiss – Zurich

Kota yang terkenal dengan pemandangan gunung salju di sekitarnya ini termasuk dalam deretan kota yang memberikan tarif parkir yang mahal. Ibukota Swiss ini lebih memanfaatkan lahannya untuk rumah dan gedung. Mengingat sebagian besar wilayahnya adalah gunung salju.

Swiss - Zurich
Swiss – Zurich

Untuk mencegah kepadatan dalam kota, pemerintah Zurich menerapkan tarif parkir yang sangat mahal. Untuk satu harinya, tiap kendaraan akan dikenakan biaya parkir senilai Rp 606.000, atau tiap bulannya bisa mencapai 18 juta rupiah.

5. Australia – Sydney

Negara Kangguru ini juga menempati urutan keenam dalam daftar tarif parkir termahal di dunia. Kota ini terkenal dengan wisatanya yang paling baik di dunia. Untuk menanggulangi kepadatan dan kemacetan karena tingkat penduduk dan wisatawan asing, pemerintah menerapkan biaya yang tidak murah untuk tiap kendaraan yang diparkir.

Australia - Sydney
Australia – Sydney

Tarifnya mencapai Rp 567.000 per harinya dan 17 juta rupiah tiap bulannya. Pemerintah Sidney memang mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Tetapi, masyarakat Sidney malah lebih menyukai sepeda sebagai transportasi dalam kota.

6. Amerika Serikat – New York

Kota padat penduduk di Amerika Serikat ini juga menerapkan sistem yang sama untuk menanggulangi kemacetan dan keramaian. Dengan populasi penduduknya yang tidak sedikit membuat pemerintah juga menerapkan sistem tarif parkir yang mahal untuk mencegah penuhnya New York lantaran kendaraan pribadi yang digunakan penduduknya.

Amerika Serikat - New York
Amerika Serikat – New York

Nilai yang harus dikeluarkan tiap parkir yaitu Rp 547.000 tiap harinya. Untuk per bulannya bisa mencapai 16,5 juta rupiah. Tidak sedikit bukan?

7. China – Hong Kong

Kota selanjutnya adalah Hong Kong. Meskipun daerahnya kecil, namun tempatnya sudah menjadi pusat pasar keuangan yang tidak kecil. Sehingga, pemerintah harus mengupayakan agar kota ini tidak semakin sesak karena kendaraan yang memenuhi kota kecil ini. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mengurangi tingkat penggunaan kendaraan pribadi dengan cara meningkatkan tarif parkir yang mahal.

China - Hong Kong
China – Hong Kong

Dalam sehari, tarif yang harus dibayarkan adalah Rp 489.000 dan untuk satu bulannya bisa mencapai 14,6 juta rupiah. Dengan begitu, penduduk sekitar dan pendatang akan berpikir lagi untuk membayarkan sejumlah uang tersebut hanya untuk memarkir kendaraan pribadi.

Sedangkan, ibukota Indonesia terkenal dengan macetnya yang luar biasa lama yang memakan waktu berjam-jam. Penyebabnya tak lain adalah kendaraan pribadi yang semakin memenuhi jalanan dan tempat parkir. Nah, bagaimana dengan kota metropolitan di Jakarta? Apakah juga harus menerapkan sistem parkir yang mahal untuk menanggulangi kepadatan kota?

Sumber Artikel

=================================================================

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

 

images

KKBfriends bisa bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik.

Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget https://www.facebook.com/kkbjakartax/ atau follow Instagram kami di: https://www.instagram.com/kreditmobilbca/