Cara Bawa Mobil ke Pedalaman Papua, Sewa Pengangkutnya Seharga Fortuner

Papua merupakan sebuah pulau eksotis yang di sana terdapat berbagai macam keindahan dan kekayaan alam yang melimpah ruah.

Meski begitu, secara infrastruktur, daerah paling ujung timur di Nusantara itu bisa dikatakan masih tertinggal dibandingkan daerah lain apalagi Jawa.

Tak heran jika di sana masih ditemui jalan tanah yang menjadi lumpur ketika hujan, apalagi jika menuju daerah pedalaman.

Namun, di pedalam Papua itulah terkandung banyak kekayaan yang kini mulai diekplorasi oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

Hingga terbentuk sebuah lingkungan yang tentu saja memerlukan alat transportasi modern seperti alat berat ataupun mobil.

Masalahnya, dengan jalan yang masih banyak berupa tanah, bagaimana membawa mobil ke pedalaman Papua yang terkenal berkontur naik turun khas pegunungan.

Beberapa orang telah membocorkan cara mengangkut mobil yaitu dengan cara dibawa menggunakan helikopter yang sewanya pun nggak main-main.

Membawa mobil ke pedalaman Papua.[Facebook/Sigit Arifianto.]

Jika ingin membawa mobil ke daerah pedalaman, usahakan bawa mobil yang mahal sekalian, karena harga sewa helikopter pengangkutnya saja seharga sebuah Toyota Fortuner baru.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Dan jangan membayangkan mobilnya akan dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam helikopter karena jelas tak akan muat.

Cara membawa mobil-mobil ke pedalaman Papua adalah dengan cara digantung pada bagian bawah helikopter dengan tali baja yang mampu menahan beban hingga puluhan ton.

Ngeri banget bukan? Tapi begitulah cara paling efektif membawa mobil ke pedalaman yang bermedan ekstrem. Harus dengan cara yang ekstrem juga.

Artikel Asli

Ini Bahayanya jika Kebut-kebutan Saat Jalanan Lengang

Adanya pandemi Corona serta larangan mudik dari pemerintah, membuat jumlah kendaraan di jalan raya maupun di tol menjadi berkurang.

Dengan kondisi jalanan yang lengang, terkadang membuat pengendara lupa dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Terlebih saat melaju di jalan bebas hambatan. Tak sedikit yang memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan atau di atas 100 kilometer per jam.

Padahal, memacu kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila terjadi kecelakaan, maka tingkat keparahannya atau fatalitasnya juga akan lebih tinggi bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa kebut-kebutan di jalan tol sangat berisiko. Meskipun kondisi jalan sangat lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Marcell menambahkan, hal ini disebabkan ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi maka pandangan akan jadi tunnel vision.

Baca juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA) 

“Di mana fokusnya hanya pada satu titik di depan saja sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas),” ucapnya.

Bahkan, ketika pengendara lain masuk di jalur yang sama bisa saja pengemudi akan kaget sehingga bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

“Seperti banting setir atau ngerem mendadak. Jalan sudah dirancang untuk suatu kecepatan tertentu baik lebar maupun konturnya,” tutur Marcell.

Dia menambahkan, setiap berkendara di jalan raya maupun di jalan tol ada batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan.

Selain itu, jika pengendara melajukan kendaraannya hingga melebihi batas tersebut maka akan bisa berbahaya karena kestabilan kendaraan menjadi berkurang.

Makanya di setiap jalan ada batas maksimum kecepatan kendaraan, karena melebihi dari maksimum kecepatan maka stabilitas mobil akan berkurang,” ujarnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengimbau kepada para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan.

Meskipun jalanan lengang bukan berarti pengendara bisa memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

“Patuhi rambu dan jangan melanggar batas kecepatan, memang kecelakaan menurun tetapi fatalitasnya meningkat,” kata Samdo.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Perhatikan Hal Ini Bila Mobil Lama di Garasi Agar Performanya Tetap Terjaga

Hal ini mungkin terjadi terutama dalam masa PSBB (Pembatasan Social Bersekala Besar) per wilayah, guna menekan penyebaran virus Corona.

Akibatnya banyak kendaraan roda 4 yang lebih sering diam berada di dalam garasi. Oleh sebab itu, jika ada waktu senggang sebaiknya memantau kondisi kendaraan kesayangan yang terparkir lama.

Sebagai contoh jika kendaraan berlama-lama pada area terbuka, disarankan untuk rajin mencuci mobil. Selain itu, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Karena binatang jenis ini rawan merusak komponen terutama komponen kelistristikan.

Selain itu, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk sekedar menjalankan mobil yang sudah dicuci tadi. Test drive sejenak di sekitar rumah ataupun kompleks perumahaan.

“Tidak usah jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Tujuannya adalah untuk menormalkan profile tapak ban yang lama diam. Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profile semua tapak ban Mobil tetap bundar alias tidak peyang,” urai Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak.

Keuntungan lainnya, bisa mengecek fungsi rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

“Ketika menjalankan mobil, pemilik kendaraan juga bisa memantau fungsi komponen kelistristikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuh Rafi’i.

Kemudian Anda bisa cek langsung fungsi AC (Air Conditioner). Apakah kualitas dingin di dalam kabin masih normal atau tidak. Begitu juga dengan hembusan anginnya apakah masih normal atau tidak.

Yang terpenting saat lakukan test drive ini yakni memastikan kondisi ban terutama tekanan anginnya masih bagus. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang.

Jika tekanan angin ban terlihat berkurang, sebaikya bawa mobil ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

Sementara untuk mengetahui berapa ukuranan tekanan angin ban mobil Peugeot, biasanya tabel informasi rekomendasi tekanan angin bisa lihat di bodi mobil bagian kiri. Tepatnya area dalam pintu pengemudi.[Go/Res]

Artikel Asli

Begini Cara Tepat Gunakan Lampu Hazard

Fitur lampu hazard pasti sering kita temukan di hampir tiap mobil saat ini. Bahkan fitur ini juga sudah disematkan pada beberapa motor zaman now.

Keberadaan fitur lampu hazard ini memiliki manfaat yang cukup besar. Tapi masih banyak orang yang salah kaprah menggunakan lampu hazard ini.

Kadang beberapa pengguna mobil menggunakan fitur ini saat hujan deras ataupun jalanan berkabut. Itu merupakan kesalahan yang cukup fatal.

Fitur lampu hazard jika dipakai pada kondisi seperti itu, bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Semisal jika pengendara yang menghidupkan lampu hazard akan berbelok, pasti membuat pengendara lain jadi bingung.

Ilustrasi mobil mogok. (worldofbuzz)

Hal ini dikarenakan fungsi lampu sein menjadi hilang, sehingga saat kalian ingin berpindah haluan kanan atau kiri, pengendara lain pun akan sulit mendeteksi. Hal itulah yang tak jarang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Lalu bagaimana sih penggunaan fitur lampu hazard ini yang tepat? Seperti dikutip dari Nissan Indonesia, terdapat 2 fungsi lampu hazard.

Yang pertama, fitur lampu hazard ini digunakan ketika kendaraan mengalami masalah seperti ban bocor ataupun kerusakan pada mesin. Biasanya sering kita jumpai di jalan tol.

Fungsi menyalakan fitur lampu hazard yakni untuk memberikan sinyal kepada pengendara lain agar lebih hati-hati ketika mendekat pada mobil tersebut.

Yang kedua, fitur ini bisa digunakan ketika ada kecelakaan atau harus berhenti secara tiba-tiba.

Jadi sudah mulai paham kan bagaimana cara menggunakan fitur lampu hazard yang tepat.

Artikel Asli

Inilah Cara Mudah Mengecek Kondisi Aki di Rumah

Seiring dengan sudah resmi diberlakukannya regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia, berdampak pada menurunnya aktivitas mobilisasi pada masyarakat.

Kondisi ini tentunya akan membuat mobil kesayangan menjadi jarang digunakan. Imbasnya, jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil dibandingkan mobil yang selalu digunakan, dan berisiko membuat aki soak.

Selain itu, berada di rumah memang dapat membantu mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Namun jangan sampai hal ini mencegah Anda dari melakukan hal-hal baik dan bermanfaat. Dengan mengisolasi diri di rumah meningkatkan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum bisa Anda lakukan karena alasan kesibukan di luar rumah.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Misalnya mengecek kembali aki mobil Anda. Jika biasanya Battery Tester tersedia di bengkel, maka jika Anda memilikinya dapat dimanfaatkan kembali. Memang alat ini sangat membantu untuk mengecek kekuatan aki tanpa perlu melepas aki dari sarangnya.Â

Ketika jarum mengarah ke area berwarna hijau, berarti aki masih berfungsi secara normal. Jika kuning, artinya peringatan untuk segera diganti. Namun, apabila sudah mengarah ke warna merah, berarti sudah saatnya untuk mengganti aki karena mobil tidak bisa distarter.

Untuk yang sudah lama tidak cek aki kendaraan karena di rumah saja, jangan khawatir. Pengecekan standar masih dapat dilakukan dengan mengecek lampu indikator aki pada dashboard mobil dan cek indikator elektrolit aki. Dari sana dapat dilihat apakah aki mobil bermasalah atau tidak.

“Selain itu pengecekan aki juga dapat dilakukan dengan mengecek indikator elektrolit aki di bagian atas aki. Bila terlihat warna biru artinya aki masih berfungsi dengan baik, namun apabila terlihat berwarna putih berarti aki hanya kekurangan strum,” terang Danny sutrisno – Product Battery Section Head Shop & Drive.

 Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)
Ilustrasi mengecek kondisi aki (Istimewa)

Artikel Asli

Ternyata Salah Kaprah Bersihkan Debu Pakai Wiper

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mobil menjadi jarang digunakan. Sehingga, mobil menjadi berdebu, apalagi jika parkirnya di tempat terbuka.

Saat mobil akan dipakai, tak sedikit yang malas untuk mencucinya terlebih dulu. Bahkan, beberapa orang ada yang membersihkan debu menggunakan wiper.

Baca juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Menurut Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, ada beberapa kebiasaan pemilik mobil yang dapat merusak wiper, khususnya bagian karetnya.

“Entah karena malas atau tidak sempat mencuci mobil, kacanya berdebu, dan pemilik mobil membersihkannya dengan menggunakan wiper. Padahal, kebiasaan ini sangat salah dilakukan,” ujar Bambang, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Membersihkan debu pada kaca dengan menggunakan wiper dapat membuat karet wiper menjadi rusak. Selain karet, kaca mobil pun juga terdampak dari kebiasaan ini.

“Debu-debu atau pasir halus yang menempel pada karet wiper juga dapat menyebabkan goresan halus pada kaca,” kata Bambang.

Bambang menyarankan, sebaiknya basahkan kaca terlebih dahulu sebelum menggunakan wiper. Untuk itu, periksalah tabung pengisian air wiper yang bertanda ‘washer fluid only’ secara rutin.

Penulis: Donny Dwisatryo PriyantoroEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan.

Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini justru salah, karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting mobil.

Karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yang jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu cara pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. Aki tekor

Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi.

Hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi masih berlangsung seperti sekarang ini sangatlah penting, namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda dengan menerapkan tips-tips di atas.

Artikel Asli

Begini Cara Merawat Mobil Toyota Agar Tetap Nyaman saat PSBB

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan tips cara merawat kendaraan yang tepat, mulai dari menjaga komponen dan fitur saat tidak digunakan terutama dalam kondisi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari akun Youtube Toyota Indonesia, TAM memberikan 6 langkah dalam merawat mobil kesayangan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

1. Pemeriksaan komponen baterai/ACCU

Bersihkan terminal baterai/ACCU atau kepala terminal baterai (+) dan (-) dengan sikat kawat dan air panas untuk menjaga tegangan listrik baterai tetap baik tidak ada hambatan, sekaligus berfungsi maksimal saat kendaraan dinyalakan.

2. Memanaskan mesin pada periode tertentu

Hidupkan mesin minimal satu minggu sekali agar tegangan listrik baterai tidak hilang dan baterai tidak mudah rusak.

3. Pemeriksaan kondisi oli mesin

Periksakan jumlah, kekentalan, dan warna dari oli mesin kendaraan. Lakukan pengecekan oli mesin untuk mengetahui kualitas dan jumlah oli yang ada di dalam mesin.

Berhati-hatilah saat melakukan pengecekan oli mesin, terutama saat kondisi mesin panas. Oleh sebab itu, pengecekan oli mesin harus dilakukan saat kondisi mesin mati. Gunakan kain atau tisu bersih untuk melihat kondisi oli mesin pada stick oli.

4. Periksa kondisi ban

Periksa tekanan dan permukaan dari mobil Anda. Pastikan ban tidak kempes dan tekanannya mencukupi. Jangan biarkan ban kempes terlalu lama karena dapat merusak dan mengubah bentuk ban (flatspot).

Selain itu, penggunaan mobil dengan ban kempes atau bertekanan rendah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

5. Bersihkan kendaraan dan parkir di tempat terlindungi

Parkirkan kendaraan di tempat teduh dan terlindungi dari debu dan kotoran. Bersihkan kendaraan dengan segera jika terdapat kotoran yang menempel agar tidak merusak cat kendaraan.

Bersihkan pula bodi kendaraan dengan kain yang sangat halus agar tidak merusak bodi mobil.

6. Pemeriksaan fitur dan interior kabin mobil

Selalu pastikan kebersihan interior mobil agar kuman dan bakteri tidak menempel di jok, stir, stick perseneling, dan fitur lainnya. Gunakan sabun antiseptik, air, botol semprot, kain atau handuk alus (microfiber) dan vacuum cleaner.

Namun, adapula tombol di dalam kabin interior mobil yang tidak disarankan untuk dibersihkan dengan pembersih silikon karena dapat mengakibatkan kendala pada fungsi dan fitur mobil. Di antaranya, tombol wiper, lampu depan, sistem audio, switch pada pedal rem, dan switch power window.
BISNIS

Artikel Asli

12 Aturan Dasar Pakai Mobil Matik, Jangan Salah Kaprah

Mengendarai mobi bertransmisi otomatis atau matik terlihat jauh lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Kelihatannya, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem. Sesederhana itu.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi otomatis Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

3. Saat berhentidalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7. Secara alami, mobi akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

9.Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memosisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12. Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka raawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

 Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)
Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)

Artikel Asli