Pertama Belajar Mobil, Haruskah Pakai Transmisi Manual?

Beberapa orang beranggapan jika ingin mengemudi mobil sebaiknya dimulai dengan mobil bertransmisi manual, karena dinilai lebih memiliki manfaat.

Anggapan tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar juga.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, belajar mobil menggunakan transmisi manual memang bukan suatu keharusan, tetapi memang direkomendasikan.

“Manfaat yang paling dirasakan yaitu melatih feeling dalam menginjak gas dan kopling. Sebab ini dasar dan dia tahu kapan harus mengganti presneling,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri melanjutkan, banyak yang akan diperoleh dan bisa menjadi bekal untuk pengemudi baru jika menguasai tiga pedal, yaitu gas, kopling dan rem pada mobil manual.

Dimana ketiga pedal tersebut tidak ada pada mobil matik, karena pada mobil matik hanya terdapat gas dan rem.

“Kemampuan dalam mengatur gas dan kopling, dalam mobil kondisi permukaan licin misalnya, kita memerlukan pengaturan gas yang sensitif. Hal tersebut tidak akan kita dapat pada mobil transmisi matik,” kata Jusri.

Meskipun demikian, Jusri menekankan bukan menjadi sebuah keharusan belajar mobil menggunakan transmisi manual.

Sebab, banyak di negara maju, sekolah mengemudi sudah tidak menyediakan mobil manual.

“Tidak ada keharusan mereka membawa mobil manual sebagai mobil pertama. Karena di sekolah mengemudi di luar negeri sudah tidak ada, mobil manual dianggap usang dan hanya keperluan hobi, bahkan truk saja sudah menggunakan transmisi matik,” ujarnya.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Selama pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tentunya akan mempunyai waktu lebih dari bisanya.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tetap fokus pada pekerjaan utama. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ringan pada mobil.

Selain membersihkan bagian kabin sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, juga perlu melakukan perawatan pada bagian yang lain.

Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, hingga bagian yang mungkin sering dilupakan, yakni merawat karet wiper.

Karet wiper menjadi komponen yang harganya cukup terjangkau hanya puluhan ribu saja.

Baca juga: Mobil Kena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Menyalakan Wiper

Mungkin itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mengesampingkan kondisi penyeka air di kaca mobil ini.

Padahal, keberadaan karet penghapus air ini sangat penting. Terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan dan kondisi jalanan gelap.

Jika kondisi karet wiper terabaikan, bisa membuat karet menjadi keras dan tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menghapus air pada kaca.

Pada kondisi ini tentunya akan mengurangi visibilitas pengemudi saat melakukan perjalanan dalam cuaca hujan.
Baca juga: Catat, Ini Manfaat Wiper Mobil Diangkat saat Parkir

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk karet wiper.

Paling penting, saat mencuci mobil jangan lupa karet juga ikut dibersihkan. Dengan begitu, maka kotoran atau kerikil yang mungkin masih menempel pada karet bisa dihilangkan.

“Kalau pas mencuci mobil bersihkan juga karet wipernya, untuk menghilangkan kotoran,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, Didi menambahkan, untuk menjaga agar karet tetap terjaga bisa juga sesekali mengelapnya menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air.

“Bisa juga mengelapnya menggunakan kain lap yang sudah dibasahi, dengan air,” ujarnya.

Baca juga: Ganti Ban Mobil Wajib Sepaket dengan Balancing

Perawatan ringan ini adalah untuk menjaga komponen tersebut bisa tetap terjaga dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

“Ya kalau karet wiper rusak membuat bladenya mengenai kaca sehingga bisa menyebabkan baret pada kaca,” ucap Didi.

 

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Taktik penjualan Wuling selama pandemik corona

Wuling Motors (Wuling) menggelar program Home Service, Home Test Drive dan Online Booking sebagai strategi melayani konsumen selama periode physical distancing dan tinggal di rumah guna mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

“Program Home Service kami laksanakan sebagai wujud nyata komitmen kami untuk selalu memberikan layanan purnajual yang optimal bagi konsumen Wuling, sejalan dengan semangat Drive For A Better Life,” kata Taufik S Arief, Aftersales Director Wuling Motors, dalam siaran pers, Sabtu.

“Kami berharap program ini dapat memudahkan pelanggan dalam mendapatkan layanan servis yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah,” ujar Taufik.

Untuk mendapatkan layanan Home Service, pelanggan diharuskan melakukan booking melalui aplikasi MyWuling+ atau menghubungi diler terdekat tiga hari sebelum jadwal yang ditentukan.

Kemudian pihak diler akan menghubungi dan melakukan konfirmasi kepada pelanggan. Tim Wuling Mobile Service (WMS) akan datang ke rumah pelanggan sesuai dengan waktu yang dijanjikan untuk melakukan layanan servis.

Selain bebas biaya kunjungan, Wuling juga memberikan layanan tambahan bagi pelanggan dalam program ini, yaitu pembersihan filter AC serta pembersihan interior kendaraan.

Sebagai catatan, servis yang dapat dilakukan dalam layanan Home Service meliputi perbaikan kendaraan skala kecil dan menengah serta perawatan berkala kendaraan.

Beralih ke program Home Test Drive, Michael Budihardja selaku Deputy Sales Director Wuling Motors mengungkapkan, “Dengan adanya program ini para pelanggan bisa mendapatkan pengalaman berkendara bersama produk Wuling dengan tetap di rumah.”

“Kami pun memastikan bahwa semua produk yang kami gunakan untuk test drive telah dibersihkan sehingga pelanggan pun merasa nyaman dan aman ketika melakukan test drive di rumah masing-masing,” ujar dia.

Konsumen dapat mengakses MyWuling+ untuk registrasi program Home Test Drive. Selanjutnya, pihak diler yang bertugas akan menghubungi konsumen tersebut.

Pada waktu yang sudah ditentukan, petugas penjualan Wuling akan mengunjungi rumah konsumen untuk melakukan test drive.

Wuling juga punya program Online Booking, dapat diakses melalui tiga kanal, yaitu MyWuling+, Wuling.id, dan Blibli.com. Selain bertransaksi mudah, pelanggan yang memberikan booking fee senilai Rp1.000.000 juga berhak mendapatkan cashback sebesar Rp5.000.000 tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Home Service melayani pelanggan hingga 30 April 2020. Sedangkan untuk program Home Test Drive dan Online Booking akan berlangsung hingga 31 Mei 2020.

Artikel Asli

Tekanan Udara pada Ban yang Ideal Saat Mobil Lama Parkir di Rumah

Penyebaran virus corona atau covid-19 semakin meluas, sehingga masyarakat diimbau untuk di rumah saja dan bekerja dari rumah. Hal ini menyebabkan kendaraan pribadi yang biasa di gunakan, menganggur di garasi.

Untuk mobil yang diam di garasi, harus memperhatikan tekanan udara pada ban. Sebab, ban merupakan penopang berat dari kendaraan, ban bisa kempis jika terlalu lama diam, bahkan lebih parah deformasi bentuknya.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan kalau berencana meninggalkan mobil di garasi dalam waktu yang lama, tekanan udara pada masing-masing ban bisa ditambah.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

“Jika mobil tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sebaiknya ban udaranya diisi lebih 3 – 5 psi lebih dari standarnya, nanti kalau mau dipakai, bisa disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan,” ucap Zulpata kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain menambah ukuran angin pada setiap ban, Zulpata juga menyarankan untuk mengecek kondisi ban, mumpung di rumah. Bisa mengecek kerusakan-kerusakan yang ada di ban serta benda-benda asing yang menempel di ban.

“Misalnya membersihkan batuan atau kerikil yang menempel di telapak ban, mumpung ada waktunya,” kata Zulpata.

Penulis: Muhammad Fathan RadityasaniEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Salah Kaprah Bersihkan Dashboard Mobil Pakai Alkohol Buat Basmi Virus

Ada hal positif dari pandemi virus corona. Kebanyakan orang mulai menerapkan hidup sehat dan bersih yang ketat. Tak terkecuali buat membersihkan mobil.

Yang terbaru, karena alkohol mampu membunuh virus dan bakteri, maka banyak yang percaya hal itu juga bisa membasmi sumber penyakit, yang menempel di komponen bagian dalam mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. totalcardiagnostics

Misalnya digunakan sebagai cairan untuk mengelap dashboard, lingkar kemudi, door trim, konsol tengah, kisi-kisi AC, tuas transmisi atau sebagainya.

Padahal hal tersebut tidak direkomendasikan. Alih-alih bersih warna dashboard atau permukaan interior mobil yang berbahan plastik cepat buram dan pudar.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. Auto Express

Head Product Improvement/ EDER Dept. Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengamini itu. Sebaiknya hindari ragam cairan yang mengandung alkohol untuk membersihkan interior mobil.

“Alkohol sendiri bisa menjadi disinfektan, namun mempunyai sifat yang korosif, makanya banyak digunakan untuk pembersih besi atau kaca (bukan plastik bahan dashboard), tergantung komposisinya,” jelas Bambang saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Sebagai gantinya gunakan cairan pembersih yang tersedia di pasaran. Umumnya kandungan utamanya berbahan air sehingga tidak akan merusak lapisan interior mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. detailcentralave

Bila di rumah tidak tersedia, bisa gunakan sabun cair atau sampo bayi ph rendah dengan takaran yang secukupnya ditambah air.

“Bersihkan dashboard menggunakan lap basah, campuran air dengan sabun seperti yang disampaikan pakar kesehatan, bahwa virus corona ini akan luruh dengan dibersihkan menggunakan sabun,” lanjutnya.

Setelah itu tak lupa buat bersihkan komponen atau barang lain yang ada di mobil seperti tongkat dan kartu tol, tuas pembuka jendela, dan spion tengah dengan cairan tadi.

***

Artikel Asli

Inilah 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

Pemilik mobil biasanya akan memilih tempat yang teduh saat memarkirkan kendaraannya. Salah satu alasannya, agar cat mobil tidak mudah rusak oleh terik sinar matahari maupun hujan.

Salah satu tempat yang kemudian banyak dipilih sebagai tempat parkir, yaitu di bawah pohon. Padahal, di balik keteduhan parkir itu terdapat sejumlah bahaya yang mengancam.

Tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada pengemudi yang ada di dalamnya. Hanya saja, potensi bahaya ini kadang tidak pahami atau justru diabaikan oleh para pemilik mobil.

Mereka lebih mementingkan kondisi mobil yang terparkir aman dari sengatan matahari dan nyaman saat akan digunakan.

Baca juga: Catat, Ini Arti Angka pada Tutup Radiator Mobil

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, saat parkir di bawah pohon justru bisa terjadi sejumlah kemungkinan yang bisa berdampak pada mobil.

Berikut tiga alasan agar tidak parkir di bawah pohon

Getah pohon bisa merusak cat

Alasan pertama agar tidak parkir mobil di bawah pohon adalah untuk menghindari adanya getah pohon yang menempel pada bagian bodi mobil.

“Salah satu (bahayanya) adalah mobil terkena getah pohon saat saat parkir,” kata Suparna kepada Kompas.com Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, getah pohon bisa sangat merusak lapisan cat mobil. Tidak hanya bagian permukaan cat saja, tetapi sampai masuk ke dalam pori-pori cat.

Baca juga: Daftar Aksesori Yamaha 125Z yang Harganya Setara 1 Unit Motor

Jika kondisinya sudah seperti itu, Suparna mengatakan, akan sangat sulit untuk dibersihkan bahkan dengan menggunakan alat atau bahan khusus sekalipun.

“Ada beberapa jenis pohon yang getahnya itu sangat jahat banget, kalau sudah menempel itu bisa masuk sampai ke pori-pori. Meskipun sudah dipoles tetap saja masih ada bekas dari getah itu,” ucapnya.

Kotoran burung

Selain, bahaya getah pohon bahaya lain yang mengintai saat mobil parkir di bawah pohon adalah adanya kotoran burung.

Mengingat, selama ini pohon menjadi tempat favorit burung untuk singgah dan membuat sarang.

Saat berada di pohon, burung juga sering membuang kotorannya. Sementara, jika mobil parkir di bawah pastilah akan terkena kotoran burung.

Baca juga: Tips Power Window Panjang Umur, Jangan Parkir Sembarangan

“Kotoran burung itu juga bisa merusak cat mobil, tidak tahu penyebabnya mungkin ada kandungan apa pada kotoran tersebut,” ujar Suparna.

Tertimpa dahan pohon

Potensi bahaya lainnya saat parkir di bawah pohon, yaitu adanya dahan yang jatuh dan menimpa mobil.

“Jika terjadi pohon tumbang atau bahkan ada buah yang terjatuh bisa membuat mobil penyok,” kata Suparna.

Baca juga: Mengapa Kendaraan Berat Rawan Rem Blong, Ini Penjelasannya

Untuk itu, Suparna pun menyarankan agar tidak memarkirkan mobil di bawah pohon meskipun kondisinya teduh dan bebas dari sengatan matahari.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

KUNJUNGI AUTOSHOW BCA MEDAN KANWIL V 2019

WhatsApp Image 2019-09-16 at 09.26.54

Siapa yang tidak butuh kendaraan roda empat belakangan ini? Selain bisa menjadi moda transportasi harian, Anda bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan lain baik itu berpergian bersama keluarga ataupun kebutuhan lainnya. Nah, bila Anda masih mencari kendaraan dan pembiayaan yang sesuai untuk Anda, Bank BCA, melalui produknya KKB BCA menawarkan BCA Autoshow di area di Medan dan kota Sumatera lainnya.

Untuk Autoshow, tak kurang dari 15 merek mobil ternama akan hadir. Merek-merek tersebut adalah Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, Mercedes Benz, Mazda, Mitsubishi, Wuling, BMW, Nissan dan Lexus. Autoshow BCA yang berlokasi di Focal Point Medan – Jl. Arteri Ring Road dan terdapat lokasi test drive. Pengunjung dapat melakukan test drive hingga pukul 17:00.

Bila Anda berada di kawasan Medan & Sumatera sekitarnya, catat tanggal dan lokasi berikut untuk mendapatkan penawaran menarik dari BCA. Tidak ketinggalan ada test drive di setiap lokasi, bagi Anda yang ingin mencobanya.

AUTOSHOW

BCA V

Kota

BCA wilayah Medan (6 KCU)

BCA Kota Batam

BCA Kota Padang

BCA Pekanbaru

Tanggal

28 & 29 September 2019

@Focal Point

2 & 3 Oktober 2019

@KCU BATAM

12&13 Oktober 2019

@KCU Padang

2 & 3 Oktober 2019

@KCU PKU

Jam

09.00 – 17.00 WIB

09.00 – 15.00 WIB

09.00 – 15.00 WIB

09.00 – 15.00 WIB

*Tanggal dan lokasi BCA Autoshow

Penawaran menarik yang bisa Anda dapat berupa bunga special KKB BCA mulai dari Kemasan Paket Khusus dan Bunga Event AUTOSHOW mulai 3.29%, biaya administrasi  (khusus untuk konsumen individu untuk mobil passanger baru, pengambilan asuransi Comprehensive  dengan partner kerjasama BCA) dan Promo menarik lainnya dari Dealer Partisipan yang hanya ada saat Event saja.

Informasi Seputar AUTOSHOW BCA MEDAN KANWIL V

Event ini diselenggarakan untuk ke 3 kalinya di kota Medan ini, selama perhelatan sebelumnya terlihat animo Nasabah BCA dan Warga Kota Medan begitu antusias. Hasil penjualan di Event sebelumnya selama 2 hari di Lokasi berhasil menjual sebanyak 301 unit .

Berikut daftar Dealer Partisipan Autoshow BCA di kota Medan:

List Dealer Partisipan Autoshow Medan V

Baca Juga: Mobil Mitsubishi Pilihan Anda di BCA Autoshow Medan 2019

Dealer partisipan dalam 2 hari ini akan memberikan penawaran terbaiknya selama event dan kemasan penawaran yang diberikan hanya berlaku selama event saja. Maka dari itu Nasabah dapat melakukan proses negosiasi SPK sampai Deal dan pastikan banyak manfaat promo yang diperolehnya.

Adapun rangkuman promo Dealer Partisipan selama event Autoshow BCA Medan yang diberikan kepada Nasabah yang melakukan SPK di event:

  1. Voucher Belanja s/d 2 juta
  2. Flazz BCA dengan nominal yang menarik
  3. Undian TV LED
  4. Premium Detailing CAT
  5. FREE Oil dan Jasa perawatan dealer sd 50.000 KM
  6. Nego s/d Deal + tambahan Cashback GOPAY sd 5 Juta untuk Type Merk tertentu
  7. dan masih banyak lagi promo yang ditawarkan selama 2 hari event

*Syarat dan ketentuan berlaku

Untuk acara ini, BCA mengundang nasabah Solitaire dan Prioritas dari setiap cabangnya di kawasan Medan, Padang, Batam dan Pekanbaru. Mereka dapat menikmati berbagai kemudahan dan pelayanan di Event ini. Selain itu, masyarakat umum pun boleh datang ke sini secara cuma-cuma.

Ditargetkan 2.000 pengunjung akan hadir selama dua hari pelaksanaan pameran di Kota Medan. Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai promo dan kemudahan yang dihadirkan BCA Autoshow.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Baca Juga: Mobil Toyota Pilihan Anda di BCA Autoshow Medan 2019

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih

Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/

#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang di dalam kabin. Selain itu engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu lama – lama akan membuat kerusakan pada engine mounting. Karena engine mounting terbuat dari karet dengan frame baja tuang. Bahan karet ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Dan akan timbul hal – hal seperti ini:

Getaran dari mesin yang cukup menggangu

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa. Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

Kisi radiator/kipas akan rusakUntuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan di radiator. Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang. Dan berakibat kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil. Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil. Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Berbahaya bagi komponen sekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan. Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Foto : Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Sumber: Garasi.id

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w

Aksesoris Mobil Ini Berbahaya, Jangan Dipasang

Memasang berbagai aksesoris di dalam mobil memang menyenangkan, selain bisa mempercantik mobil aksesoris berupa benda kesayangan seperti boneka, jam portable, dan yang lain juga tak jarang membuat pemilik mobil senang. Terutama para wanita nih yang suka menambah aksesoris untuk mempercantik mobilnya. Tapi apa Sahabat Garasi tau mana aksesoris yang aman atau berbahaya saat digunakan? dibawah ini adalah beberapa ulasan yang menyatakan aman atau bahayanya aksesoris yang dipakai

Beberapa Aksesoris Mobil Ini Berbahaya Jika Dipasang

Beberapa aksesoris yang berbahaya beserta alasannya adalah:

1. Sarung Stir

Cover stir atau pembungkus stir saat ini banyak sekali dipakai untuk mempercantik tampilan bagian dalam mobil, lantas apakah berbahaya? pembungkus stir ini kebanyakan dibuat tidak untuk memperhitungkan keselamatan berkendara, sementara stir mobil sebenarnya telah didesain dengan sangat ergonomis dengan memperhitungkan grip dan jari-jari agar bisa mendapatkan kendali maksimal mobil melalui stir ini.

Artinya pemasangan cover stir berbahaya karena merubah sistem ergonomis stir yang telah didesain sangat baik oleh pabrikan otomotif dengan memperhitungkan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara, terlebih saat ada situasi yang diluar dugaan (darurat) maka akan sangat sulit mengendalikan mobil dengan stir yang diberi pembungkus ini.

Jika terpaksa memakai cover stir maka carilah cover stir yang benar-benar berkualitas dengan grip yang baik pada stir dan juga pada tangan

2. Pembungkus Pedal

Pembungkus pedal yang berbahaya adalah yang terbuat dari logam, karena pedal yang mayoritas dari karet telah didesain agar memiliki grip saat diinjak (tidak licin). Jika memakai pembungkus pedal berjenis logam lebih baik pada bagian rem tidak usah dibungkus, atau lebih baik memakai pembungkus pedal berbahan karet dengan pemasangan yang kuat

3. Hiasan Kabin

Hiasan kabin yang sering dipasang pada mobil adalah boneka pada bagian depan, tempat tissue, ataupun benda-benda keras lain pada bagian dashboard mobil. Hiasan-hiasan yang tidak memiliki grip untuk menahan guncangan cukup berbahaya jika terlempar atau terjatuh saat jalan tidak rata. Pecahnya konsentrasi saat mengemudi menjadi pemicu utama hiasan kabin yang terlempar ini, terlebih jika benda tersebut keras maka bisa melukai penumpang. Hiasan kabin yang terjatuh di area kaki pengemudi juga sangat berbahaya mengganjal pedal yang menyebabkan gagalnya kendali.

Pada bagian belakang juga biasanya banyak boneka ditempatkan diatas sandaran baris terakhir terutama untuk mobil sedan, atau banyaknya tumpukan barang pada bagasi mobil-mobil city car akan mengganggu visibilitas. Sebisa mungkin benda-benda pada bagian belakang tidak menutupi kaca

4. Warna Lampu

Nah saat ini sedang ramai penggunaan lampu depan HID yang memiliki nyala terang putih seperti matahari dan juga lampu rem (belakang) berwarna putih padahal ini sangat berbahaya.

Lampu depan HID (seperti nyala matahari) ini sangat berbahaya bagi kendaraan lain (sangat menyilaukan pengemudi kendaraan di depan) sehingga rawan menabrak dan bukan tidak mungkin kalau silau menabrak mobil kita. Bahkan menurut penelitian lampu dengan nyala putih ini sebenarnya tidak cukup baik dalam menerangi jalan (masih lebih baik lampu berwarna kuning untuk malam hari)

Penggantian lampu rem dengan warna putih juga sangat berbahaya pada malam hari karena bisa menyilaukan pengendara di belakang kita, bahkan tak jarang pengendara lain mengira itu bukan lampu rem akan tetapi lampu depan yang ujungnya sangat membingungkan pengendara di belakang kita

Masalah lampu ini selain berbahaya karena tabrakan juga sangat riskan pengendara lain merasa terganggu dan marah-marah dengan lampu yang menyilaukan ini sehingga tak jarang terjadi perkelahian.

5. Forklift Knob

Alat pemutar stir ini dimaksudkan untuk meringankan kerja tangan saat mengemudi (bisa hanya 1 tangan saja), akan tetapi penggunaan forklift knob ini sudah banyak yang melarangnya karena bahaya yang ditimbulkannya (resiko kecelakaan). Hal ini terjadi jika dalam keadaan darurat saat kendali tidak benar-benar ada pada kedua tangan yang kuat maka menjadi sangat berbahaya dengan alat pemutar stir ini

6. Mengemudi memakai sendal dan sepatu hak tinggi

Sepatu hak tinggi berbahaya digunakan karena rawan meleset saat menginjak pedal (baik gas, rem maupun kopling).

Memakai sendal untuk mengemudi ternyata juga sama berbahayanya dengan sepatu hak tinggi dikarenakan sendal mudah tersangkut saat akan berpindah pedal misalnya dari gas ke rem, sebisa mungkin hindari memakai alas kaki yang berpotensi tersangkut seperti sendal atau sepatu sendal.

Lebih baik gunakan sepatu yang yang cukup tipis pada bagian atas sedangkan pada bagian bawah berbahan karet yang rata.

7. Bumper Tanduk

Bemper dengan tanduk saat ini sudah jarang dipakai pada mobil-mobil keluaran terbaru yang mempertimbangkan keselamatan para pejalan kaki atau pemotor. Akan tetapi masih ada beberapa orang yang memasang bemper berupa logam keras pada bagian depan mobil. Nah banyak kalangan (praktisi otomotif) sudah melarang penggunaan bemper dari logam berupa tanduk ini di perkotaan, akan tetapi masih membenarkannya jika berada di daerah bersalju atau di offroad (bukan aspal) yang minim resiko menabrak orang, karena memang tak bisa dipungkiri jika menabrak orang mobil yang bertanduk sangat berbahaya

8. Menempatkan barang bawaan dibawah pengemudi

Penempatan ini biasanya disekitar kaki pengemudi atau dibawah jok pengemudi, hal ini dilarang karena beresiko mengganggu injakan pedal (pengendalian mobil), pada saat mobil mengerem maka barang yang diletakkan di bawah kursi driver akan bergerak maju dan sangat berbahaya jika bergerak maju sampai ke bagian pedal (gas/ rem/ kopling) mengganjal pedal yang menyebabkan pengemudi gagal mengerem atau tak menutup kemungkinan barang tersebut membentur pedal gas (mengegas mobil).

Foto : Internet

Ditulis oleh ANJAR

Sumber: Garasi.id

 

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w