Tips Sederhana Mengontrol Emosi Pengendara Muda

Jakarta– Musim libur panjang anak sekolah, mungkin saja dipakai pengendara muda untuk mengasah kemampuan berkendara. Pereli nasional Rifat Sungkar memberikan tips mengontrol emosi bagi para remaja dalam berkendara.

Belakangan ini kita seringkali dihadapkan pada fakta bahwa pelanggaran lalu lintas atau keonaran yang terjadi di jalanan banyak dilakukan oleh para remaja. Ia juga mengatakan bahwa sebagai pengemudi, kita harus mengetahui bagaimana budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengemudi, sehingga jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pengemudi lain, kita tidak lantas menjadi emosi.

“Di sini, panduan dan kawalan orang tua sangat signifikan dalam memengaruhi dan membentuk pengetahuan serta perilaku mengemudi di usia remaja. Tips paling sederhananya adalah menunggu 6 detik sebelum merespons apabila sedang dalam keadaan terpancing emosi, karena biasanya setelah 6 detik krusial tersebut, rasa emosi dapat turun secara perlahan dan kita dapat kembali berpikir secara jernih untuk menentukan langkah apa yang perlu kita ambil selanjutnya. Selain itu, tanamkan di pikiran untuk jangan berharap pengemudi lain selalu berlaku benar dan sopan ketika berkendara, karena setiap orang melalui proses pembelajaran yang berbeda. Pikirkan juga konsekuensi dan hal-hal negatif yang akan terjadi jika emosi meningkat, karena kita sendiri yang akan dirugikan,” tutur Rifat panjang lebar.

Foto: dok detikOto

Menurut Rifat, para pengemudi di usia remaja tergolong penting untuk melakukan persiapan atau manajemen perjalanan agar terhindar dari gerakan terburu-buru yang dapat meningkatkan level pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas.

“Kita harus melakukan perkiraan atau estimasi terhadap waktu tempuh, keadaan di jalan, dan lain sebagainya. Bersikaplah positif, tanamkan pengetahuan tentang bahaya serta resiko dari aktivitas mengemudi. Dan yang sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang namun masih belum diindahkan adalah: jangan bermain ponsel atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengesampingkan fokus mengemudi, karena suka atau tidak, salah satu hal ini adalah faktor membahayakan paling utama,” tambah Rifat.

Jangan main HP atau selfie di mobil saat berkendara ya

Jangan main HP atau selfie di mobil saat berkendara ya Foto: dok istimewa

Rifat juga menyatakan bahwa sangat penting bagi anak-anak muda untuk berinisiatif mencari ilmu seputar mengemudi dengan cara dan langkah yang tepat, seperti ke sekolah-sekolah mengemudi, mengikuti pelatihan-pelatihan profesional, atau melalui bacaan-bacaan informatif yang dapat dicari di segala macam jenis media.

Foto: Rangga Rahadiansyah

“Jika anak-anak muda adalah generasi yang sudah tidak bisa lepas dari gadget, alangkah baiknya juga untuk meluangkan waktu mencari informasi seputar tips-tips berkendara yang baik dan benar melalui gadget mereka. Ini sangat penting untuk diingat. Ketika berkendara, kita memiliki tanggung jawab yang sangat amat besar. Kepemilikan kendaraan dan kemampuan berkendara juga harus diimbangi dengan pengetahuan dan prinsip-prinsip keselamatan yang mumpuni. Saya harap generasi muda saat ini bisa memberikan contoh yang baik saat berlalu lintas, karena saya yakin mereka sudah jauh lebih cermat dan bijak dalam menentukan,” tutup Rifat.

 

sumber: https://goo.gl/ZrvJL6

Usai Mudik, Jangan Lupa ‘Mandi Wajib’…

B0GxdiMXvk

Cuci mobil secara menyeluruh agar nyaman dipakai.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berakhirnya libur lebaran juga sebagai pertanda musim mudik telah usai, ibukota pun kembali ramai, aktifitas bakal kembali normal pekan depan. Untuk Anda yang mudik pakai mobil pribadi, pastikan mobil Anda sudah ‘mandi wajib’. Artinya bersih secara menyeluruh.

Sebaiknya akhir pekan ini lakukan pencucian menyeluruh pada seluruh bagian. Termasuk kolong mobil, meski selama mudik mungkin tidak kena hujan atau jalan becek.

“Setidaknya mobil harus

fresh

secara menyeluruh, apalagi kolong jarang banget dicuci. Pokoknya kita ambil tindakan preventif, apalagi ini mobil kesayangan yang dipakai sehari-hari,” papar Joddy Ario, dari JDM Project saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kemudian bersihkan juga bagian interior mobil seluruhnya. Tidak hanya menggunakan lap basah atau lap sintetis untuk membersihkan

dashboard,

jok atau

doortrim,

tapi juga lepas dan cuci seluruh karpet dan divakum.

“Supaya kuman dan debu hilang, pakaikan juga pembersih agar interior wangi dan fresh,” sambung Joddy yang berada dikawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Selain cuci menyeluruh, Joddy juga menyarankan untuk poles bodi. Tentunya untuk menghilangkan baret-baret halus atau menyamarkan lecet yang timbul selama perjalanan. Terlebih Anda yang meletakkan barang bawaan mudik di atap mobil.

Kalau mobil sudah fresh, mengemudikannya juga pasti lebih nyaman.

Sumber: https://goo.gl/LL92C9

Manfaatkan posko-posko mudik jika terjadi masalah saat arus balik

Metrotvnews.com, Jakarta: Terkadang usai melakukan mudik atau pulang kampung di momentum lebaran Idul Fitri, pengguna kendaraan saat arus balik juga banyak mengalami masalah. Uniknya, mereka juga sangat jarang memanfaatkan yang namanya posko mudik atau bengkel siaga yang biasanya disiapkan beberapa APM di jalur-jalur krusial.

Padahal jika terjadi masalah teknis, mereka biasanya panik dan tak lagi mengingat pelayanan yang biasa diberikan APM terkait momen lebaran. Service Head PT.  Suzuki Indomobil Sales (SIS), Riecky Patrayudha, mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan posko mudik dan pos siaga di titik-titik rawan. Bukan hanya berlaku saat mudik saja, tapi pelayanan yang mereka berikan juga berlaku hingga momentum arus balik.

“Kami menyiapkan program khusus ini untuk memberikan pelayanan tebaik dari Suzuki kepada pelanggan setianya. Setiap tahun, kami terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan para pemudik. Kami berharap pelayanan ini dapat menambah kenyamanan. Terakhir, kami turut menghimbau untuk tetap menjaga keselamatan berkendara bukan hanya saat mudik saja, namun juga saat menjalani arus balik,” klaim Riecky.

Program ini sudah berlangsung sejak 23 Juni hingga 2 Juli mendatang. Secara khusus, Suzuki bakal menyiapkan 7 Titik Pos Siaga, 29 Bengkel Mobil Siaga serta 22 Bengkel Motor Siaga yang tersebar di jalur mudik mulai dari Sumatera, Jawa hingga Bali.

Mereka bakal bersiaga 24 Jam melayani pelanggan setianya dengan memberikan berbagai fasilitas yang telah disediakan, yaitu Halo Suzuki Mudik Assistance (HSMA) dan layanan darurat Suzuki Emergency Roadside Assistance.

Pelanggan yang memanfaatkan fasilitas Pos Siaga 2017, akan mendapat fasilitas gratis 23 item pemeriksaan kendaraan. Sedangkan fasilitas yang ada di Bengkel Siaga 2017, yaitu tersedia snack dan coffee corner.

Perlu Lakukan Servis Besar atau Tidak setelah Mudik?

VIVA.co.id – Mobil yang digunakan sebagai kendaraan mudik menuju kampung halaman juga perlu diperiksa kembali setelah pulang mudik, meski saat keberangkatan sudah dilakukan servis besar. Kenapa?

Menurut Anjar Rosjadi selaku Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor hal itu perlu untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Namun ia mengatakan, tidak perlu melakukan servis besar, cukup periksa kondisi rem, kopling dan kaki-kaki saja, kalau mobil matik hanya pengereman saja.

“Karena rem dan kopling antisipasi kondisi mudik yang terkadang macet banget, sehingga banyak digunakan, dan kedua kampas ini sifatnya habis terpakai. Selain itu shock breaker dan roda-roda perlu diperiksa lagi,” ujarnya kepada VIVA.co.id.

Lanjut dia, kenapa velg dan shockbraker harus diperksa karena saat mudik biasanya beragam jenis jalan dilalui. Maka untuk memastikan kondisinya seperti shockbreaker ada yang bocor atau tidak, perlu pengecekan ulang. Sementara untuk oli tergantung jarak tempuh dan kondisi jalan yang dilalui tentunya.

“Kalau penggunaan ekstrem dan kondisi panas dan berdebu memang disarankan penggantian oli lebih cepat 5.000 kilometer dari biasanya 10.000 km. Cuma kalau mudik kan hanya sekali setahun, enggak continue rutin,” tuturnya.

Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT Toyota Astra Motor, mengatakan, servis besar dilakukan kalau memang jarak tempuh sudah masuk kilometernya. Tapi, kalau hanya bertambah 1000 km dianggap masih aman.

“Paling cek saringan udara dan kualitas oli jika kemarin lewat jalan berdebu. Kalau mobil masih baru sih, rem relatif aman ya, karena kanvas masih tebel, minyak rem juga masih bagus,” katanya.

Mengenal Fungsi Tutup Radiator

Mengenal Fungsi Tutup Radiator

Tutup radiator rusak bisa bikin mesin panas. Guysautomotive

Metrotvnews.com, Jakarta: Tutup radiator juga punya perang penting untuk sistem pendingin mesin mobil, untuk itu ada beberapa komponen yang terdapat di dalamnya. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk menjaga atau mengontrol tekanan temperatur mesin dalam sistem pendingin mobil.

Komponen yang ada di tutup radiator di antaranya, katup tekan dan katup vakum. Kedua katup ini bertugas secara bergantian mengeluarkan dan menghisap, sehingga air berputar dari tangki reservoir (tangki cadangan) ke radiator.

Toha mekanik yang praktek di bengkel pit stop di bilangan Jakarta Timur menjelaskan, jika kedua katup yang terdapat di tutup radiator rusak, menyebabkan sirkulasi air menjadi tidak optimal. Bahkan, lama kelamaan volume air radiator semakin berkurang, karena tumpah keluar melalui tangki reservoir.

Rusaknya tutup radiator bisa disebabkan usia pakai dan sering dibuka tutup. Katup vakum yang rusak membuat air keluar lewat tutup radiator, dan meninggalkan bekas kerak berwarna keputihan.

Mengecek kerusakan komponen ini juga bisa dilihat dari tangki reservoir. Caranya periksa ketinggian permukaan air di tangki reservoir, apabila tangki cadangan selalu penuh dan air keluar dari selang tutup tangki, ini tanda tutup radiator minta diganti yang baru.

Harga komponen yang satu ini tergolong relatif murah. Tutup radiator merek Denso dijual di kisaran harga Rp50 ribu-Rp60 ribu. Jadi mulai sekarang jangan anggap enteng komponen yang satu ini