Lincahnya Mobil Keluarga Indonesia

Toyota kijang dari generasi ke generasi
Toyota kijang dari generasi ke generasi

VIVA.co.id – Ada pemandangan menarik di Kemayoran, Jakarta, beberapa pekan lalu. Dari ribuan mobil yang terparkir di kawasan bekas lapangan terbang itu, ada yang berbentuk kotak. Umurnya sudah 26 tahun.

Pemiliknya yang asal Bandung, Sudirman, mengungkapkan mobil “Kijang Doyok” itu sudah berkali-kali ditawar. Namun, tidak pernah dia lepas.

Itu salah satu ciri-ciri utama para pemilik mobil klasik. Apa pun bujukannya, termasuk iming-iming ditukar dengan mobil baru maupun uang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, tetap saja mereka bergeming.

Kenikmatan membangun ulang kendaraan dari kondisi tidak layak tidak bisa digantikan dengan sebuah produk baru atau lembar uang. Belum lagi waktu yang mereka curahkan untuk menggarap proyek hobi tersebut.

Menurut Sudirman, alasan ia memilih Kijang Doyok adalah karena perawatannya yang mudah dan terbilang murah. Meski lansiran 1981, namun mobil tersebut pernah menjelajah tiga negara sejauh 3.000 kilometer.

Kijang Doyok

Bentuk mobil Kijang Doyok. (Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Kijang Doyok adalah salah satu perintis mobil keluarga di Indonesia. Jika dilihat dari sejarah mobil di Tanah Air, jenis kendaraan yang pertama kali beredar di Indonesia yakni sedan dan jip. Semuanya buatan Amerika dan Eropa.

Jip banyak tersedia karena sempat digunakan saat Indonesia masih dijajah oleh negara asing, sedangkan mobil sedan mulai bermunculan usai kemerdekaan.

Ide untuk menghadirkan mobil keluarga mulai tercetus pada era 1970-an. Kala itu, pemerintah Indonesia mencanangkan program pengembangan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana atau KBNS.

Akhirnya pada Juni 1977, lahirlah kendaraan berbentuk pikap, yakni Toyota Kijang generasi pertama. Setahun kemudian, sejumlah perusahaan karoseri membuat bodi minibus untuk mobil tersebut.

Selain Toyota, Suzuki juga menghadirkan varian pikap pada lini produk yang mereka jual. Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, pada 1976 mereka menyediakan pikap ST10. Kemudian disusul oleh produk lainnya, Carry ST20 pada tahun selanjutnya.

Perjuangan perusahaan Jepang untuk menghadirkan mobil keluarga di Indonesia bukan tanpa halangan. Stigma bahwa mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika lebih kuat dan terpercaya kala itu melekat kuat.

Hal itu tertuang dalam buku “Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” karya pengamat otomotif James Luhulima. Dalam buku tersebut, ia menceritakan bagaimana dulu mobil Jepang mendapat citra yang buruk.

“Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James dalam bukunya.

Kunci Sukses

Masuk ke era 1980-an, mobil merek Jepang mulai menunjukkan tajinya. Para pabrikan mobil asal Negeri Matahari Terbit itu beramai-ramai membuka pabrik di Indonesia.

Mobil-mobil seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Hijet laris manis untuk dijadikan sebagai angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Suzuki Carry ST10 resmi diproduksi di Indonesia oleh PT Indomobil pada 1982. Lalu pada 1991, Suzuki kembali menghadirkan Carry Futura yang legendaris.

Meski desainnya tidak berhidung alias mesin berada di bawah jok depan, namun Carry Futura banyak dipilih sebagai mobil keluarga, karena biaya perawatannya yang cukup murah dan mampu menampung banyak penumpang.

Sementara itu, Toyota mulai mengubah fokus mobil Kijang dari kendaraan niaga menjadi kendaraan keluarga saat meluncurkan Kijang Super pada 1986.

Mobil ini mengusung beberapa teknologi yang kala itu terbilang canggih, seperti full pressed body yang dapat mengurangi 2-5 kilogram dempul. Bahkan pada 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan bodi bebas dempul.

Di waktu yang tidak jauh berbeda, Isuzu juga meluncurkan mobil keluarga andalan mereka, Panther. Ciri khas mobil ini ada pada mesinnya yang memakai bahan bakar solar.

Panther sempat menjadi salah satu idola kala itu, karena konsumsi bahan bakarnya yang super irit. Dari acara Laga Pantura 1 dan 2 yang digelar, rata-rata konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 31-33 kilometer tiap liternya.

Setidaknya ada dua kunci sukses mobil merek Jepang di Indonesia. Yang pertama adalah dari sisi harga. Di awal 1960-an saja, ketika jip Willys buatan Amerika dijual dengan harga Rp350 ribu, Jepang menawarkan Toyota Land Cruiser dengan harga hanya Rp112 ribu.

sorot mobil kel – Toyota Land Cruiser VX 100.

Bentuk dari mobil Toyota Land Cruiser seri VX 100.(Dok. Toyota Astra Motor (TAM))

Faktor kedua yang membuat mobil Jepang, khususnya model serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV), yakni dirancang untuk memenuhi kebutuhan orang Indonesia.

“Jepang kalau bicara risetnya jago, detail. Orang Indonesia sukanya apa, disesuaikan selera dan kebutuhan. Awalnya produk Jepang belum dipercaya karena rewel, tapi lama-lama mereka membuat perubahan,” ungkap pengamat otomotif, Bebin Djuana.

Selain itu, menurut dia, produk Jepang maju dengan terobosan-terobosan. “Karena sudah sekian tahun itu, jaringan suku cadang ada di mana-mana, layanan servis di Indonesia jadi banyak. Jadi semakin unggul,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurutnya, kunci sukses Toyota adalah saat mereka membuat inovasi desain yang tepat pada waktu yang tepat pula.

“Usai krisis moneter parah melanda Indonesia, pasar membutuhkan produk baru dengan tambahan harga yang murah atau terjangkau. Datanglah duet Avanza-Xenia. Lengkap dengan desain keren dan daya tampung banyak,” tutur Yannes kepada VIVA.co.id.

Mobilnya Orang Indonesia

Indonesia adalah negara yang unik. Saat pasar otomotif di negara lain didominasi kendaraan jenis sedan atau sport utility vehicle (SUV), mobil yang paling laris di Tanah Air justru MPV.

Hal ini tidak terlepas dari budaya orang Indonesia yang gemar melakukan perjalanan beramai-ramai. Selain menghemat biaya bahan bakar, menggunakan mobil MPV juga memungkinkan mereka untuk terus menjalin keakraban.

Jika dilihat dari data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil keluarga atau MPV mengungguli model lainnya sejak 2001 silam.

Pada tahun tersebut, total MPV yang terjual yakni sebanyak 89 ribuan unit. Jumlah tersebut terdiri dari Toyota Kijang 56 ribuan unit, Isuzu Panther 21 ribuan unit, Mitsubishi Kuda 6 ribuan unit, dan beberapa model lainnya.

Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang penjualan mobil model sedan, yang terbagi dalam beberapa tipe. Total penjualan sedan pada 2001 adalah sebanyak kurang lebih 35 ribuan unit.

Meski kemudian mobil MPV mengalami penurunan penjualan, namun pada 2004 angkanya kembali meroket. Tapi, kali ini jumlah mobil keluarga bertambah banyak dengan hadirnya kategori baru, yakni low MPV.

Mobil-mobil yang masuk dalam kategori ini adalah Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV. Total penjualan low MPV pada 2004 yakni hampir 75 ribu unit.

Sementara itu, model MPV yang terjual totalnya mencapai 76 ribuan unit. Angkanya bisa cukup tinggi, karena Toyota memiliki dua andalan di kategori ini, Kijang dan Kijang Innova. Di tahun berikutnya, Kijang resmi disetop penjualannya dan nama Kijang dipakai pada tipe Innova.

Puncak kejayaan mobil MPV di Tanah Air terjadi pada 2012, dengan total penjualan sebanyak 132 ribu unit. Tapi, angka itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penjualan low MPV.

sorot mobil kel – Mobil MPV di Ajang IIMS 2012

Mobil MPV saat dipamerkan di ajang IIMS tahun 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Hadirnya Suzuki Ertiga, Nissan Evalia dan Daihatsu Luxio di 2013 sukses mencetak rekor baru dalam penjualan low MPV di Indonesia, yakni sebanyak 379 ribu unit. Rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Pada 2014, pasar mobil keluarga sempat terbagi dengan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Ada penurunan sekitar 100 ribu unit pada low MPV, dan hal itu tetap bertahan hingga saat ini.

Beberapa pihak sempat menyatakan bahwa tren mobil MPV di Indonesia tidak abadi. Akan ada masa di mana mobil keluarga digantikan dengan model lain yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

Meski demikian, beberapa produsen mobil termasuk Toyota yakin bahwa mobil keluarga adalah ciri khas Indonesia, dan akan terus diminati oleh konsumen.

“MPV itu sekitar 44 persen pangsa pasarnya. Tahun lalu sempat turun jadi 36 persen, namun saat ini sudah kembali ke 44 persen. Angka ini bisa saja bertambah dengan adanya pilihan baru,” tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. (ren)

Artikel Asli

Penjualan mobil bulan Agustus masih kencang

Penjualan mobil bulan Agustus masih kencang

Penjualan bulanan kendaraan roda empat melesat single digit pada Agustus 2017 lalu. Berdasarkan data wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan domestik selama Agustus sebesar 96.461 unit, naik 13,1% dari periode bulan juli sebesar 85.217 unit

Secara total, penjualan dalam periode Januari sampai Agustus 2017 sebesar 715.291 unit. Atau naik 3,5% dari periode sama tahun lalu 691.042 unit.

Tahun ini, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit. Alhasil dibutuhkan penjualan sebanyak 384.709 unit dalam empat bulan ke depan sebelum target tercapai.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto mengatakan, kenaikan kemungkinan besar karena hasil penjualan di pameran GIIAS Agustus lalu.

“Daya beli masyarakat masih tetap untuk kendaraan di harga Rp 200 juta ke bawah karena pendapatan per kapita masih sekitar US$ 3.500,” kata Jongkie kepada KONTAN, Sabtu (16/9).

Sedangkan untuk kelas mobil di harga kisaran tersebut pasarnya akan mengecil dengan sendirinya. Alhasil mobil low cost green car (LCGC) dan Low Multi Purpose Vehicle (LPMV) yang masih mendominasi penjualan mobil nasional.

Menanggapi hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Astra Toyota Motor mengatakan ada dua hal yang membuat penjualan naik. Pertama pilihan masyarakat semakin bervariasi dengan hadirnya produk baru pada bulan lalu. Dari Toyota menurutnya penjualan seperti Voxy dan Fortuner TRD yang mendorong penjualan.

“Daya beli masyarakat cukup baik, hanya mereka menunggu waktu dan produk yang tepat,” kata Soerjo kepada KONTAN, Minggu (17/9).

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor mengatakan penjualan Honda di bulan Agustus 2017 mengalami peningkatan yang didukung oleh kenaikan penjualan dari berbagai produk Honda.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

“Terutama dari produk – produk yang baru kami luncurkan seperti New Honda Jazz. Kami yakin di bulan-bulan berikutnya penjualan pada semester dua masih tetap menjanjikan dan konsisten,” kata Jonfis akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan pada bulan Agustus 2017, Honda mencatat penjualan sebanyak 17.690 unit. Atau meningkat sebesar 39% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 12.677 unit.

Dan dengan peningkatan penjualan di bulan Agustus 2017, Honda telah membukukan penjualan sebesar 123.628 unit sepanjang tahun 2017 di seluruh Indonesia dengan market share sebesar 17%.

Sementara Daihatsu membukukan penjualan 8 bulanan (Januari – Agustus) 2017 mencapai penjualan diler ke pabrik (wholesales) sebesar 124.726 unit. Penjualan Daihatsu naik 7% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 116.999 unit dan retailsales sentuh angka 119.290 unit, naik 1% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu 117.838 unit.

“Kami berharap pencapaian ini akan terus tumbuh dan diiringi oleh peningkatan pelayanan purnajual Daihatsu,” ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) beberapa saat lalu.

Artikel Asli

Ini Daftar LCGC Paling Diburu Sepanjang Agustus 2017

Ini Daftar LCGC Paling Diburu Sepanjang Agustus 2017

Jakarta– Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) menjadi salah satu segmen mobil yang cukup berkontribusi dari penjualan para produsen mobil di Indonesia. Hingga Agustus 2017, Toyota Calya jadi raja LCGC di Indonesia.

Berdasarkan data total penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) mobil di Indonesia yang diterima detikOto dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota berhasil menjual Calya sebanyak 5.992 unit sepanjang Agustus 2017.

Angka tersebut juga melampaui penjualan Calya pada Juli 2017 sebanyak 5.572 unit dari semua varian yang ditawarkan.

Posisi kedua ditempati oleh saudara Calya, yakni Daihatsu Sigra. Mobil tersebut berhasil membukukan penjualan di angka 5.473 unit.

Selain Calya, Toyota juga menawarkan LCGC Toyota Agya. Mobil itu terjual sebanyak 3.303 unit. Di luar itu ada Honda Brio Satya yang terjual sebanyak 3.279 unit, Daihatsu Ayla 1.231 unit, Datsun GO+ Panc 839 unit, Datsun GO Panca 301 unit, dan Suzuki Karimun Wagon R di angka 222 unit

Artikel Asli

BCA Auto Show 2017 di The Park Mall Solo Baru

Joglosemar | Insan Dipo Ferdias

SOLO – Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA menggelar BCA Auto Show 2017 di Atrium The Park Mall Solo Baru,  Jumat-Minggu (15 – 17/ 9). Deretan mobil – mobil premium keluaran terbaru dipamerkan guna mendulang target 100 SPK atau senilai Rp 30 miliar.

Branch Manager KKB BCA Cabang Solo, Yosia Johan Wahyudi, mengatakan acara yang digelar setiap 3 bulan sekali ini diramaikan oleh 10 dealer, 11 mobil, serta 7 test drive. “Melihat karakter masyarakat Surakarta yang termasuk konsumtif maka menjadi momen tersendiri bagi kami untuk lebih menonjolkan mobil premium bagi masyarakat medium ke atas,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

Merek – merek yang ikut serta yakni Toyota, Daihatsu, Peugeot , BMW, Mercedes, Mazda, Nissan, Mitsubishi, Honda, dan Matahari Auto Galeri. Yosia mengatakan banyak promo menarik dan hadiah langsung yang ditawarkan, di antaranya adalah suku bunga murah. Untuk bunganya yakni 1 tahun 3 persen, 2 tahun 3,5 persen, 3 tahun 3,8 persen, 4 tahun 4,1 persen. Selain itu bebas provisi, biaya administrasi selama pameran hanya Rp 60.000, bebas pinalti apabila melunasi, voucher, dan hadiah langsung dari dealer. “Fokus kami yakni kepada 600 tamu undangan yang merupakan nasabah potensial,” tuturnya.

Yosia mengatakan dibandingkan tahun lalu pada semester 1, tahun ini pembiayaan otomotif mengalami kenaikan sekitar 10 sampai 20 persen. “Maka dari itu gelaran kali ini naik menjadi 100 SPK didukung dengan adanya banyak tipe baru untuk mobil dan bunga rendah,” tuturnya.

Selama acara akan dimeriahkan oleh pertunjukkan musik, kontes foto, fashion show, couching klinik. Selain itu juga ada pembagian voucher belanja.

“Kami berharap pameran ini bisa mendongkrak penyaluran kredit mobil. Hal ini juga untuk mendorong pencapaian target selama program suku bunga murah berlangsung,” tutupnya.

PROMO KKB BCA Menyambut Kemerdekaan dan Event GIIAS 2017

Masih mimpi ingin memiliki kendaraan pribadi? Bingung memilih mana yang sesuai dengan dana yang tersedia? Jangan khawatir, Bank BCA paham benar akan kebutuhan itu dan melalui produknya Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA, Anda bisa mendapatkan solusi terbaik untuk membawa pulang kendaraan impian.

Serunya, seiring dengan Hari Kemerdekaan RI ke-72 dan adanya event pameran otomotif tanggal 10 – 20 Agustus 2017 di ICE BSD, BCA menawarkan Program Merdeka KKB BCA dengan menawarkan bunga menarik sebesar 3.5% untuk tenor 3 tahun dan DP 30%.  Program ini berlaku untuk pembiayaan mobil baru. Temukan juga promo menarik lainnya dari KKB BCA di booth KKB BCA @ hotel santika ICE BSD selama pameran otomotif ini.

Jadi tunggu apalagi, manfaatkan Program Merdeka KKB BCA dan bawa pulang mobil impian Anda. Tersedia beragam program pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi kantor cabang BCA terdekat atau ajukan secara online di sini.

_____________________________________________________

Khusus untuk kondisi mobil baru:
Bunga 1th 3.00% 👍🏻
Bunga 2th 3.80% 👍🏻
Bunga 3th 3.50% 👍🏻
Bunga 4th 4.10% 👍🏻
Bunga 5th 5.60%

Tanpa syarat tanpa provisi cuma KKB BCA!!

Ini baru bunga paling fresh 😄👍🏻

Tambahan Free Asuransi (khusus BCA Insurance):
Free TJH pihak 3 sebesar 5.000.000
Free personal accident 5.000.000 untuk driver dan 4 penumpang
Free RSCC (Huru Hara)

Ajukan sekarang juga!!

Berikut tim personal kami yang siap melayani Anda: (Wilayah JABOTABEK)

  • Susanto HP/WA: 081807998765
  • Hady HP/WA: 08568409080
  • Leonita HP/WA: 085811333818

 

Salam KKB