Langkah Klaim Asuransi Bila Kendaraan Hilang di Tempat Parkir

Lahan parkir kendaraan yang ada di Stasiun Pondok Cina, Depok (15/6/2017). Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai tarif parkir di stasiun yang berlaku saat ini terlampau mahal.

Menitipkan kendaraan di tempat parkir resmi, pemilik kendaraan tidak bisa sepenuhnya mempercayakan kepada pengelola parkir. Terutama bila terjadi kerusakan pada kendaraan bahkan kehilangan kendaraan.

“Pasalnya pengelola parkir telah memperingatkan pengguna tempat parkir, melalui peringatan pada kertas parkir, bahwa segala kerusakan dan kehilangan apapun bukan tanggung jawab mereka. Apakah pengelola bisa dituntut? Bisa. Apakah bisa menang? Ada beberapa kasus itu bisa,” ucap L. Iwan Pranoto, Marketing Communication and Public Relation Head Asuransi Astra saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Iwan, meski ada alih tanggung jawab dari pihak pengelola parkir, di sinilah peran asuransi kendaraan bekerja. Bagi pemilik asuransi tidak perlu dipusingkan dengan masalah penggantian kerusakan.

Misal ketika kendaraan bermasalah di parkiran, dipecah atau paling parah hilang, dengan perlindungan asuransi konsumen tinggal melakukan pelaporan untuk klaim.

Langkah-langkahnya dengan melaporkan kehilangan di pihak kepolisian bahwa benar telah terjadi kehilangan serta pelaporan kepada pengelola parkir. Pengelola parkir akan mengganti kerugian dengan membayar biaya OR (resiko sendiri) untuk klaim asuransi, biasanya Rp 300 ribu.

Biasanya untuk melakukan klaim pada pengelola parkir, pemilik kendaraan harus menunjukkan karcis parkir atau kartu parkir saat kejadian, identitas pengguna jasa parkir, STNK kendaraan, serta bukti bahwa kehilangan atau kerusakan dari kendaraan yang diparkir di tempat parkir.

“Bagaimana dengan yang tidak menggunakan asuransi? Ya merdeka saja. Kerusakan nantinya akan diganti sesuai kondisi sebelum rusak, misal pada kaca yang pecah ada kaca filmnya, akan diganti bersama kaca film tersebut,” ungkap Iwan.

Artikel Asli

Wow… Di Jakarta Utara, Lebih dari 725.500 Kendaraan Bermotor Belum Bayar Pajak

Hasil gambar untuk pajak kendaraan

Di Jakarta Utara, sebanyak 725.553 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari 624.876 kendaraan roda dua dan 100.677 kendaraan roda empat pemiliknya belum melunasi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kepala Unit PKB dan BBNKB Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu, Robert L Tobing, mengemukakan, hingga saat ini ada 725.553 unit kendaraan bermotor yang pemiliknya belum melakukan daftar ulang.

“Dari jumlah tersebut jika dikalkulasikan maka nilai tunggakan pajaknya mencapai Rp 286.675.459.944,” tutur Robert L Tobing, Minggu (8/10).

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan penagihan kepada para pemilik kendaraan.

Sebelumnya, katanya, upaya penagihan sudah dilakukan di tiga lokasi di Jakarta Utara yakni di Apartemen MOI, Apartment Santa Monica, dan Apartemen Regatta.

“Kami akan terus melakukan upaya door to door atau penagihan dengan mendatangi satu per satu rumah pemilik kendaraan,” tutur Robert.

Pihaknya, masih kata Robert, juga akan terus melakukan razia gabungan sebagaimana dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
Diharapkan langkah tersebut efektif untuk menggugah kesadaran para pemilik kendaraan melunasi kewajibannya membayar pajak.

“Nantinya kami juga akan kembali menggelar razia kendaraan yang belum bayar PKB. Lokasi akan ditentukan kemudian, waktu dan tempat lihat nanti saja,” ujarnya.

Robert juga mengemukakan, nilai PKB untuk periode Januari hingga September di Jakarta Utara telah mencapai Rp 1.227.661.685.778. Jumlah tersebut diperoleh dari pelunasan PKB 787.840 unit kendaraan.

Baca Juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik : https://goo.gl/W7M45d (Info Viral dan Trend saat ini)
– KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
– INFO MARKETING KKB yang siap memberikan solusi terbaik bagi Anda
– Mau Jaminkan BPKB anda untuk Solusi Dana Tunai Anda? Via KKB BCA Saja!
– Kunjungi Blog Kredit Keren Banget klik: https://kreditkerenbanget.org/ (Informasi seputar Otomotif, Trend saat ini, dan berita bisnis lainnya)

Artikel Asli

Terima Kasih ^_^

Inilah Tips Aman Berkendara Saat Hujan

Yuk Cari Tau Gimana Tips Aman Berkendara Saat Hujan
Ilustrasi berkendara saat hujan@sinarharapan

MALANGTODAY.NET– Musim hujan telah tiba. Buat kamu yang punya mobilitas tinggi atau hampir setiap saat menyusuri jalanan kota menggunakan sepeda motor, wajib hukumnya untuk waspada saat hujan. Berteduh terlebih dahulu bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, kalau memang harus tetap melanjutkan perjalanan. Berikut tips aman berkendara saat hujan.

Pastikan fokus dan penuh konsentrasi

Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh para pengendara yaitu fokus dan konsentrasi. Hujan dapat mengurangi konsentrasi karena mengaburkan pandangan, tubuh kedinginan, dan jalanan licin. Hal inilah yang membuat pikiran harus lebih konsentrasi. Kalau tubuh sedang tidak atau kurang fit, usahakan tidak berkendara saat hujan. Sebab akan sangat berbahaya baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Cek kondisi kendaraan termasuk ban, rem, dan lampu

Selain mengecek kondisi diri sendiri, kondisi kendaraan juga harus diperhatikan. Ada tiga bagian utama dari motor yang wajib dicek. Yang pertama yaitu ban. Teliti bahwa ban tidak dalam keadaan gundul. Sebab, ban yang gundul bisa menyebabkan slip saat mengendarainya.

Kedua yaitu rem. Pada saat jalanan diterpa hujan, rem akan sulit mencengkeram ban dengan cepat. Dengan kata lain, waktu yang dibutuhkan untuk mengerem akan lebih lama dari biasanya. Untuk itu, menambah jarak aman dengan kendaraan lain juga harus diperhatikan.

Terakhir ada lampu. Hujan akan mengahalangi pandangan pengendara. Oleh karena itu batuan dari lampu kendaraan akan sangat berguna. Namun, ketika hujan deras, pandangan dari lampu pun juga sedikit kabur sehingga harus tetap berhati-hati.

Kenakan mantel celana dan jaket, hindari mantel ponco

Kenapa menghindari mantel ponco? Karena mantel ponco rawan terbuka dan seakan seperti berkibar saat diterpa angin kala hujan. Hal ini membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Selain menghalangi pandangan di spion, tubuh juga tidak sepenuhnya terlindung dari air hujan.

Pelan asal selamat

Kecepatan berkendara harus dikurangi karena jalanan yang licin. Jalanan licin bisa memunculkan potensi slip saat berkendara. Fungsi rem pun tidak semaksimal ketika jalanan kering.

Amankan barang bawaan

Siapkan juga mantel atau pelindung untuk barang bawaan. Saat ini sudah banyak tas yang sudah dilengkapi mantel hujan untuk melindungi barang-barangmu.

Hindari genangan air

Kalau kita sudah kenal betul dengan medan jalan yang dilewati, kemungkinan besar kita hafal dimana letak jalan berlubangnya, baik dangkal maupun dalam. Kalau tidak hafal medan jalan, tetap waspada akan lubang dan hindari sebisa mungkin. Sebab ketika sudah tertutup air, kita tidak tahu seberapa dalam genangan tersebut.

Artikel Asli