Ini Bahayanya jika Kebut-kebutan Saat Jalanan Lengang

Adanya pandemi Corona serta larangan mudik dari pemerintah, membuat jumlah kendaraan di jalan raya maupun di tol menjadi berkurang.

Dengan kondisi jalanan yang lengang, terkadang membuat pengendara lupa dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Terlebih saat melaju di jalan bebas hambatan. Tak sedikit yang memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan atau di atas 100 kilometer per jam.

Padahal, memacu kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila terjadi kecelakaan, maka tingkat keparahannya atau fatalitasnya juga akan lebih tinggi bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa kebut-kebutan di jalan tol sangat berisiko. Meskipun kondisi jalan sangat lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Marcell menambahkan, hal ini disebabkan ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi maka pandangan akan jadi tunnel vision.

Baca juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA) 

“Di mana fokusnya hanya pada satu titik di depan saja sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas),” ucapnya.

Bahkan, ketika pengendara lain masuk di jalur yang sama bisa saja pengemudi akan kaget sehingga bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

“Seperti banting setir atau ngerem mendadak. Jalan sudah dirancang untuk suatu kecepatan tertentu baik lebar maupun konturnya,” tutur Marcell.

Dia menambahkan, setiap berkendara di jalan raya maupun di jalan tol ada batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan.

Selain itu, jika pengendara melajukan kendaraannya hingga melebihi batas tersebut maka akan bisa berbahaya karena kestabilan kendaraan menjadi berkurang.

Makanya di setiap jalan ada batas maksimum kecepatan kendaraan, karena melebihi dari maksimum kecepatan maka stabilitas mobil akan berkurang,” ujarnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengimbau kepada para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan.

Meskipun jalanan lengang bukan berarti pengendara bisa memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

“Patuhi rambu dan jangan melanggar batas kecepatan, memang kecelakaan menurun tetapi fatalitasnya meningkat,” kata Samdo.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan.

Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini justru salah, karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting mobil.

Karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yang jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu cara pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. Aki tekor

Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi.

Hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi masih berlangsung seperti sekarang ini sangatlah penting, namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda dengan menerapkan tips-tips di atas.

Artikel Asli

Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Sebagai bentuk kepedulian kami atas wabah Virus Corona (COVID-19) yang semakin meluas dan sejalan dengan kebijakan pemerintah serta arahan otoritas jasa keuangan (OJK)

BCA Finance (KKB BCA) memberikan relaksasi pembiayaan kepada debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (COVID-19) dengan skema yang ditentukan oleh BCA Finance.

Segera ajukan relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance.
Sekarang pengajuan relaksasi pembiayaan makin mudah.

94999949_554008212194217_73028347083977048_n

Siapa yang berhak mengajukan Restrukturisasi / keringanan pembiayaan

95001395_253795602480615_4325506322119097272_n

Debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (Covid-19)

1. Dengan nilai pembiayaan di bawah 10 Miliar;
2. pekerja sektor informal dan / atau pengusaha UMKM
3. Tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan Virus Corona (Covid-19)
4. Pemegang unit kendaraan/jaminan yang namanya tercantum di dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen (PPK) dan tidak boleh diwakilkan / dikuasakan;
5. Unit kendaraan yang dijaminkan masih dalam penguasaan debitur.

Tata Cara Pengajuan Restukturisasi / keringanan pembiayaan:

95100863_152285272940638_27215379544831537_n

Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Angsuran Mobil akibat dampak wabah Covid-19 Klik di sini

Debitur tidak perlu datang ke kantor BCA Finance

Pengecekan Status Permohonan Relaksasi Pembiayaan Mobil

Kunjungi Situs BCA Finance Klik Disini

Disarankan menggunakan browser Google Chrome / Firefox.

Jika Anda belum menerima No. Laporan, silahkan kirim email ke customercarebcaf@bcaf.id untuk menanyakan no laporan tersebut dengan format subject email : Belum terima No Laporan pengajuan Covid-19 <spasi> isi No kontrak Anda

Semua Informasi dapat dilihat di channel-channel resmi BCA Finance, diantaranya:

94763507_100411591653789_2544252175155838645_n

1. Website BCA Finance (www.bcafinance.co.id);
2. Webchat BCA Finance (bit.ly/webchatBcaf);
3. App BCA Finance (bit.ly/BCAFapps);
4. Call Center BCA Finance (Halo BCA 1500888)

 

Ajukan segera Relaksasi Pembiayaan Mobil anda di BCA Finance sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Terima kasih atas kerjasamanya
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kemudahan.

 

Sumber: BCA Finance

WhatsApp Image 2020-05-01 at 15.45.17

 

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Malah Merosot Hingga 90 Persen

Menjelang musim mudik Lebaran biasanya membawa tren pembelian mobil. Tapi berbeda dengan tahun 2020 yang masih dikepung oleh pandemi virus Corona (COVID-19).

Imbasnya pun dirasakan oleh para pedagang mobil bekas. Mereka mengalami penurunan penjualan sangat drastis.

“Penurunan penjualan saat ini sangat parah. Turunnya itu 80 sampai 90 persen saat ini,” ungkap Halim, pedagang mobil bekas Langgeng Makmur, kepada Liputan6.com, Senin (27/4/2020).

(kpl/tys)

Menjelang Lebaran, biasanya penjualan bisa naik hingga 100 persen. Namun, menurut Halim karena pandemi yang terjadi, pihaknya hanya bisa menjual 1-3 unit mobil bekas setiap bulan.

“Biasanya mampu menjual 15 unit mobil setiap bulannya. Kalau Lebaran itu naiknya pasti sampai 100 persen. Sekarang penjualan paling 1-3 unit kendaraan setiap bulannya,” ujarnya.

Pandemi yang terjadi saat ini membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah peraturan baru, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Sebagai unit industri yang terdampak, Halim berharap keadaan ekonomi segara pulih dan virus Corona Covid-19 bisa teratasi dengan baik.

“Harapannya kami sebagai pedagang mobil bekas, semoga keadaan ekonomi bisa cepat pulih & Covid-19 ini bisa segera hilang,” tuturnya.

 Mobil bekas (Liputan6.com)
Mobil bekas (Liputan6.com)

Artikel Asli

Mudik, Mobil Pribadi Hanya Boleh Angkut Setengah Kapasitas

Meski tak ada larangan resmi soal mudik Lebaran 2020, namun pemerintah akan mengeluarkan regulasi ketat bagi masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah pagebluk atau wabah virus corona (Covid-19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini, mengaku tengah mematangkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan untuk pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk sebagai acuan saat mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, beberapa aturan akan dilakukan sesuai regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada sektor transportasi akan ditempuh dengan penerapaan physical distancing yang tak hanya berlaku bagi kendaraan umum, tapi juga pribadi.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

“Untuk kendaraan pribadi akan diberlakukan hal yang sama, yaitu pengaturan jarak fisik. Intinya untuk mobil pribadi itu patokannya 50 persen dari kapasitas,” kata Adita dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Dengan adanya ketetapan tersebut, artinya untuk mobil sejenis multi purpose vehicle (MPV) yang semula mampu menampung hingga tujuh penumpang, hanya boleh mengangkut tiga sampai empat penumpang saja.

Begitu juga untuk jenis kendaraan lain seperti sedan dan city car. Bisa jadi hanya akan boleh membawa dua penumpang saja dari kapasitas aslinya.

Sementara bagi masyarakat yang terpaksa mudik dengan sepeda motor, hanya akan diperbolehkan berkendara sendiri alias solo riding.

“Sepeda motor tidak dapat membawa penumpang,” ucap Adita.

Baca juga: PSBB Jakarta, Belum Ada Pembatasan Akses Keluar-Masuk Ibu Kota

Ketika ditanya bagaimana sistem pengawasan untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Adita mengatakan, detailnya akan diinformasikan setelah Permen keluar. Tapi dia memastikan akan mengandeng kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Pol Istiono mengatakan, selain ada kewajiban isolasi diri selama 14 haru saat tiba di kampung halaman dan kembali ke kota, akan ada pembatasan jumlah penumpang pada kendaraan pribadi.

Contohnya untuk mobil pribadi seperti sedan, hanya boleh mengangkut dua penumpang dengan kriteria satu menjadi sopir dan satunya lagi penumpang di belakang. Untuk minibus hanya ditumpangi tiga penumpang.

“Bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan. Tetap jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut di sini,” kata Istiono yang disitat dari NTMC Polri.

Penulis: Stanly RavelEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli

 

 

Taktik penjualan Wuling selama pandemik corona

Wuling Motors (Wuling) menggelar program Home Service, Home Test Drive dan Online Booking sebagai strategi melayani konsumen selama periode physical distancing dan tinggal di rumah guna mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

“Program Home Service kami laksanakan sebagai wujud nyata komitmen kami untuk selalu memberikan layanan purnajual yang optimal bagi konsumen Wuling, sejalan dengan semangat Drive For A Better Life,” kata Taufik S Arief, Aftersales Director Wuling Motors, dalam siaran pers, Sabtu.

“Kami berharap program ini dapat memudahkan pelanggan dalam mendapatkan layanan servis yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah,” ujar Taufik.

Untuk mendapatkan layanan Home Service, pelanggan diharuskan melakukan booking melalui aplikasi MyWuling+ atau menghubungi diler terdekat tiga hari sebelum jadwal yang ditentukan.

Kemudian pihak diler akan menghubungi dan melakukan konfirmasi kepada pelanggan. Tim Wuling Mobile Service (WMS) akan datang ke rumah pelanggan sesuai dengan waktu yang dijanjikan untuk melakukan layanan servis.

Selain bebas biaya kunjungan, Wuling juga memberikan layanan tambahan bagi pelanggan dalam program ini, yaitu pembersihan filter AC serta pembersihan interior kendaraan.

Sebagai catatan, servis yang dapat dilakukan dalam layanan Home Service meliputi perbaikan kendaraan skala kecil dan menengah serta perawatan berkala kendaraan.

Beralih ke program Home Test Drive, Michael Budihardja selaku Deputy Sales Director Wuling Motors mengungkapkan, “Dengan adanya program ini para pelanggan bisa mendapatkan pengalaman berkendara bersama produk Wuling dengan tetap di rumah.”

“Kami pun memastikan bahwa semua produk yang kami gunakan untuk test drive telah dibersihkan sehingga pelanggan pun merasa nyaman dan aman ketika melakukan test drive di rumah masing-masing,” ujar dia.

Konsumen dapat mengakses MyWuling+ untuk registrasi program Home Test Drive. Selanjutnya, pihak diler yang bertugas akan menghubungi konsumen tersebut.

Pada waktu yang sudah ditentukan, petugas penjualan Wuling akan mengunjungi rumah konsumen untuk melakukan test drive.

Wuling juga punya program Online Booking, dapat diakses melalui tiga kanal, yaitu MyWuling+, Wuling.id, dan Blibli.com. Selain bertransaksi mudah, pelanggan yang memberikan booking fee senilai Rp1.000.000 juga berhak mendapatkan cashback sebesar Rp5.000.000 tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Home Service melayani pelanggan hingga 30 April 2020. Sedangkan untuk program Home Test Drive dan Online Booking akan berlangsung hingga 31 Mei 2020.

Artikel Asli

Salah Kaprah Bersihkan Dashboard Mobil Pakai Alkohol Buat Basmi Virus

Ada hal positif dari pandemi virus corona. Kebanyakan orang mulai menerapkan hidup sehat dan bersih yang ketat. Tak terkecuali buat membersihkan mobil.

Yang terbaru, karena alkohol mampu membunuh virus dan bakteri, maka banyak yang percaya hal itu juga bisa membasmi sumber penyakit, yang menempel di komponen bagian dalam mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. totalcardiagnostics

Misalnya digunakan sebagai cairan untuk mengelap dashboard, lingkar kemudi, door trim, konsol tengah, kisi-kisi AC, tuas transmisi atau sebagainya.

Padahal hal tersebut tidak direkomendasikan. Alih-alih bersih warna dashboard atau permukaan interior mobil yang berbahan plastik cepat buram dan pudar.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. Auto Express

Head Product Improvement/ EDER Dept. Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengamini itu. Sebaiknya hindari ragam cairan yang mengandung alkohol untuk membersihkan interior mobil.

“Alkohol sendiri bisa menjadi disinfektan, namun mempunyai sifat yang korosif, makanya banyak digunakan untuk pembersih besi atau kaca (bukan plastik bahan dashboard), tergantung komposisinya,” jelas Bambang saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Sebagai gantinya gunakan cairan pembersih yang tersedia di pasaran. Umumnya kandungan utamanya berbahan air sehingga tidak akan merusak lapisan interior mobil.

Ilustrasi membersihkan dashboard Foto: dok. detailcentralave

Bila di rumah tidak tersedia, bisa gunakan sabun cair atau sampo bayi ph rendah dengan takaran yang secukupnya ditambah air.

“Bersihkan dashboard menggunakan lap basah, campuran air dengan sabun seperti yang disampaikan pakar kesehatan, bahwa virus corona ini akan luruh dengan dibersihkan menggunakan sabun,” lanjutnya.

Setelah itu tak lupa buat bersihkan komponen atau barang lain yang ada di mobil seperti tongkat dan kartu tol, tuas pembuka jendela, dan spion tengah dengan cairan tadi.

***

Artikel Asli