Iklan Mobil Bekas Pria Ini Jadi Viral, Ditonton 4 Juta Kali

Iklan Mobil Bekas Pria Ini Jadi Viral, Ditonton 4 Juta Kali

Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, tentu menjual mobil tak melulu dilakukan dengan cara tradisional. Jika memiliki peralatan mendukung, pemilik juga bisa menjual mobilnya dengan beragam kreativitas.

Apalagi saat ini banyak masyarakat dunia yang sudah melek internet. Aktivitas jual-beli pun bisa memanfaatkan peluang tersebut. Seperti yang dilakukan seorang pria di Amerika Serikat yang menjual sedan Accord milik kekasihnya.

Menariknya, pria itu benar-benar niat memasarkan mobil keluaran 1996 itu dengan membuat video profil si mobil dan sang kekasih. Video juga seakan bukan sekadar rekaman amatir, karena setiap angle hingga kata-kata narasi sudah dipikirkan masak-masak. Bahkan drone dilibatkan dalam pengambilan gambar.

Setelah kurang dari sepekan video itu diunggah secara online, rekaman berdurasi satu menit lebih itu langsung menjadi viral di jagat maya. Karena sukses mengumpulkan lebih dari empat juta penayangan –saat berita ini ditulis.

Yang menarik dari video itu, seakan-akan mobil yang dipasarkan laiknya sebuah iklan mobil baru. Apalagi mengambil tempat syuting di sepanjang jalan pesisir California, dengan berbagai narasi cerdik yang dibuat oleh narator.

Sebagai gambaran, mobil ini sudah berusia 21 tahun dan sudah dipakai dua pemilik. Jarak tempuh Accord itu yakni 227.070 kilometer. Video tersebut berhasil membuat harga mobil itu melonjak tinggi, dari US$499 atau sekitar Rp6 jutaan menjadi lebih dari US$100 ribu atau kisaran Rp1 miliaran di eBay, hanya dalam beberapa hari.

Tentu harga yang fantastis untuk sebuah mobil berusia uzur. Namun, karena kesalahan, eBay membatalkan pelelangan aslinya, sehingga lelaki tersebut terpaksa mengulang proses lelang.

Lihat videonya di bawah ini:

Artikel Asli

Bank di Jepang Ramai-Ramai PHK, Ganti Pekerja dengan Robot


Jakarta Kabar bahwa robot akan menggantikan tenaga manusia di dunia kerja semakin mendekati kenyataan. Di Jepang, bank besar berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejumlah karyawannya untuk digantikan robot.

Bank terbesar di Jepang, Mizuho Financial Group sedang mempertimbangkan untuk memangkas sepertiga jumlah karyawannya dalam 10 tahun ke depan. Perusahaan ini berencana menggantikan peran para pekerja tersebut dengan robot, artificial intelligence dan teknologi lain.

Seperti diberitakan oleh koran lokal Yomiuri yang dikutip dari AFP dan Straittimes, bank ini akan memberhentikan sekitar 19 ribu orang pekerja dan total 60 ribu orang pekerjanya di seluruh jaringan Mizuho di dunia. Langkah itu akan dilakukan pada Maret 2027.

Sementara koran lokal lain, Asahi menyebutkan bahwa mereka juga akan menutup 30 cabang di Jepang dari total 800 cabang.

Juru bicara Mizuho di Tokyo menolak untuk berkomentar dan berdalih bahwa perusahaan sedang mengalami banyak masalah.

Bank ini mencetak untung yang terjepit setelah bank sentral, Bank of Japan tahun lalu mengadopsi kebijakan suku bunga negatif dan mereapkan program pembelian aset besar-besaran.

Bukan hanya Mizuho saja yang berencana untuk memangkas karyawannya. Saingan Mizuho, Mitsubishi UFJ Financial Group juga mengatakan akan memangkas sekitar 9.500 pekerjanya atau seperempat dari total angkatan kerjanya dalam 7 tahun.

Kemudian, bank Sumitomo Mitsui juga akan mengurangi 4.000 tenaga kerja pada Maret 2021 dan kemudian menggantikannya dengan teknologi.

Artikel Asli

Facebook Tambahkan Fitur Layanan Jual Beli Mobil

like me FB

Tidak hanya menjadi sebuah media sosial yang hanya sekedar bisa menuliskan posting, Facebook terus menhadirkan fitur-fitur baru untuk membuat para penggunanya betah menggunakan aplikasinya.

Sebelumnya Facebook telah menambahkan fitur toko online (market place) serta tampilan profil profesional layaknya LinkedIn, kini Facebook kembali menghadirkan fitur jual beli mobil baru dan bekas pada aplkikasinya.

Dilansir dari Facebook Newsroom, Facebook mengungkapkan bahwa layanan jual beli mobil pada halaman timeline disusun lebih rapi dibanding saat berjualan melalui grup.

Calon pembeli dapat mencari mobil yang diinginkan berdasarkan merek, tipe, tahun, dan harga. Untuk mempercepat transaksi, Facebook menyediakan tombol chat yang akan tersambung langsung ke mesengger pribadi pihak penjual.

Untuk mendukung platform ini agar dapat berjalan dengan baik, Facebook menggandeng beberapa platform penjualan mobil ternama di AS, seperti Edmunds, Cars.com, Auction123, CDK Global, dan SocialDealer.

Untuk saat ini Facebok baru hanya menghadirkan fitur ini di kasawan Amerika Serikat. Belum ada informasi resmi dari Facebook kapan fitur in akan hadir di negara-negara lain.

Artikel Asli

WOW! Ini 98 Informasi Pribadi yang Diketahui Facebook

Facebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017)

Facebook mengoleksi berbagai informasi soal kehidupan personal Anda. Hal ini menyusul semakin tingginya tuntutan pengiklan untuk menyasar target pasar via jejaring sosial tersebut.

Dalam hal ini, Facebook ingin menjadi wadah yang menawarkan solusi bersama alias win-win solution. Sederhananya, pengiklan harus puas menyebarkan promosi produk dan jasa, sementara pengguna tak boleh merasa terganggu.

Solusi bersama itu bisa terwujud ketika Facebook benar-benar memahami kebutuhan pengguna. Dari situ, iklan masuk untuk menawarkan apa yang dibutuhkan pengguna.

Kebutuhan pengguna sendiri bisa diidentifikasi dari kumpulan informasi personal dan kebiasaan di Facebook. Informasi dan kebiasaan umum semisal status hubungan (menikah atau single), lokasi mobilitas sehari-hari, baru saja balik dari liburan, dan sebagainya.

Meski demikian, ada informasi dan kebiasaan spesifik yang ternyata juga dikumpulkan Facebook untuk bahan analisis pengiklan. Misalnya saja tahun pembelian mobil, hingga jenis liburan seperti apa yang cenderung dipilih.

Yang sedikit membuat terkejut, Facebook ternyata juga membuntuti situs lainnya yang Anda kunjungi. Setiap kali Anda memberi “like” atau “share” atas situs tertentu, Facebook menghimpun banyak informasi dari sana.

Lebih lengkap, berikut deretan informasi personal dan kebiasaan pengguna yang diketahui Facebook, sebagaimana dilaporkan Gizmodo dan dihimpun KompasTekno, Kamis (5/10/2017).

1. Lokasi
2. Usia
3. Generasi
4. Gender
5. Bahasa
6. Edukasi
7. Disiplin ilmu
8. Sekolah
9. Etnis
10. Pendapatan
11. Kepemilikan rumah dan tipenya
12. Harga rumah
13. Ukuran properti
14. Ukuran rumah
15. Tahun pembangunan rumah
16. Susunan rumah tangga
17. Pengguna yang merayakan anniversary dalam 30 hari ke depan
18. Pengguna yang jauh dari keluarga atau kampung halaman
19. Pengguna yang berteman dengan orang yang bakal merayakan anniversary, baru saja menikah atau tunangan, baru saja pindah, atau akan berulang tahun
20. Pengguna dengan hubungan jarak jauh
21. Pengguna dengan hubungan baru
22. Pengguna yang baru dapat kerja
23. Pengguna yang baru bertunangan
24. Pengguna yang baru menikah
25. Pengguna yang baru saja pindah
26. Pengguna yang bakal ulang tahun sebentar lagi
27. Orangtua
28. Orang tua yang hamil
29. Karakter ibu (trendy, oldschool, dll)
30. Pengguna yang tertarik dengan politik
31. Referensi politik
32. Satus hubungan
33. Majikan
34. Industri
35. Pekerjaan
36. Tipe kantor
37. Ketertarikan
38. Pengguna yang punya motor
39. Pengguna yang berencana beli mobil (jenisnya mobil baru atau bekas, dan kapan mau beli)
40. Pengguna yang baru saja beli perlengkapan mobil atau aksesori
41. Pengguna yang butuh service mobil
42. Jenis dan merek mobil yang dikenakan
43. Tahun pembelian mobil
44. Usia mobil
45. Berapa banyak duit yang mau dihabiskan untuk mobil selanjutnya
46. Di mana pengguna biasanya beli mobil
47. Berapa pegawai pengguna
48. Seberapa besar bisnis yang dikelola
49. Pengguna yang bekerja dalam manajemen atau merupakan seorang eksekutif
50. Pengguna yang telah berdonasi (tipe donasinya)
51. Sistem operasi
52. Pengguna yang bisa main game kanvas
53. Pengguna yang bisa main game konsol
54. Pengguna yang telah membuat event di Facebook
55. Pengguna yang telah menggunakan Facebook Payments
56. Pengguna yang telah menghabiskan lebih dari rata-rata pada Facebook Payments.
57. Pengguna yang mendaftarkan Facebook page
58. Pengguna yang baru saja upload foto
59. Peramban internet
60. Layanan e-mail
61. Adopter teknologi baru atau lama
62. Ekspat (terbagi menjadi negara asal)
63. Pengguna yang terafiliasi dengan bank nasional atau regional
64. Pengguna yang merupakan investor (terbagi menjadi jenis investasi)
65. Jumlah kredit
66. Pengguna yang aktif menggunakan kartu kredit
67. Tipe kartu kredit
68. Pengguna yang punya kartu debit
69. Pengguna yang berutang dengan kartu kredit
70. Pengguna yang mendengar radio
71. Pengguna yang lebih pilih televisi
72. Pengguna yang menggunakan perangkat mobile (terbagi menjadi merek yang digunakan.
73. Tipe koneksi internet
74. Pengguna yang baru saja beli smartphone atau tablet
75. Pengguna yang mengakses internet dari smartphone atau tablet
76. Pengguna yang pakai kupon
77. Tipe gaya baju
78. Waktu paling sering dipakai belanja
79. Pengguna yang sering beli bir atau wine.
80. Pengguna yang membeli kebutuhan rumah tangga rutin tiap bulan (jenisnya)
81. Pengguna yang membeli produk kecantikan
82. Pengguna yang membeli obat alergi, batuk, anti-sakit, dan lainnya
83. Pengguna yang menghabiskan uang untuk perabotan rumah tangga
84. Pengguna yang menghabiskan uang untuk produk anak-anak dan hewan pelihataan.
85. Pengguna dengan pendapatan lebih tinggi dari rata-rata
86. Pengguna yang cenderung belanja online (atau offline)
87. Tipe restoran yang disukai
88. Jenis pusat belanja yang disukai
89. Pengguna yang cenderung menerima tawaran perusahaan yang menawarkan asuransi mobil, pendidikan, atau kartu debit prabayar.
90. Lamanya waktu yang dihabiskan di rumah
91. Pengguna yang selalu ingin jalan-jalan ke luar rumah
92. Pengguna yang tertarik dengan Olimpiade, sepak bola, atau Ramadhan
93. Pengguna yang sering jalan-jalan, baik untuk kerjaan atau kesenangan
94. Pengguna yang pakai angkutan umum ke kantor
95. Tipe liburan yang disukai
96. Pengguna yang baru saja kembali dari liburan
97. Pengguna yang menggunakan sebuah aplikasi perjalanan
98. Pengguna yang berpartisipasi dalam layanan timeshare semacam Airbnb dan kawanannya.

Artikel Asli

Ada YouTube, Bagaimana Masa Depan TV?

youtube, youtube logo, youtube icon

“YouTube lebih dari TV… sebentar lagi posisi kita berganti… tapi jangan bawa perasaan, lihat juga keadaan. Digital itu kenyataan,” begitu bunyi penggalan lirik lagu di sebuah klip video hasil kolaborasi rapper Young Lex dengan sejumlah YouTuber lain dari Indonesia.

Diunggah pada Maret 2016, video yang telah mengumpulkan lebih dari 36,5 juta view tersebut seakan menekankan preferensi generasi muda yang lebih menyukai konten di internet ketimbang media elektronik konvensional seperti televisi.

Casey Neistat, seorang YouTuber kondang asal Amerika Serikat, sedikit banyak ikut melihat tren serupa di negerinya yang -lebih-lebih dari Indonesia dalam hal ini- adalah negara tempat YouTube bermarkas.

“Saat anak-anak menjadi orang dewasa, mereka ikut membawa kebiasaan semasa tumbuh besar dulu,” ujar Neistat dalam wawancara eksklusif via telepon dengan jurnalis KompasTekno, Oik Yusuf di Jakarta, Selasa (3/10/2017) lalu.

“Anak lelaki dan perempuan saya, misalnya, tidak menonton TV seperti saya dulu, mereka menonton YouTube atau penyedia konten lain di internet,” imbuh Neistat.

Bergeser ke YouTube

Semakin lama, memang semakin banyak waktu dihabiskan untuk menonton di platform berbagi video tersebut. Awal tahun ini, YouTube mengumumkan para penggunanya di seluruh dunia menghabiskan 1 miliar jam tiap hari untuk menonton video.

Meski masih terpaut jauh dibandingkan TV yang disaksikan selama 1,25 miliar jam di wilayah Amerika Serikat, namun menurut data Nielsen, di periode yang sama seperti dilansir CNBC, angka viewership YouTube itu sudah meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumya pada 2012.

Durasi waktu menonton di YouTube juga cenderung terus meningkat, sementara TV sebaliknya. Bukan tidak mungkin suatu ketika YouTube bisa menyalip TV sebagai pilihan utama dalam menyaksikan konten video.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini sudah terjadi di kalangan muda. Sebuah survei oleh Comscore tahun lalu, misalnya, menunjukkan bahwa kaum Millenial usia 18-35 tahun lebih menyukai YouTube ketimbang TV sebagai penyedia konten video.

Hal serupa terjadi pula di Indonesia sejak 2015, di mana sebuah studi Millward Brown menunjukkan para pengguna smartphone Tanah Air -yang berjumlah sekitar 30 persen dari populasi- lebih banyak menonton video dari perangkat internet (ponsel, tablet, atau komputer) ketimbang televisi.

Bukan TV yang hilang

Lantas, seperti apa masa depan televisi? Sebagai salah satu sosok terkenal di YouTube dengan jumlah subscriber hampir delapan juta di kanalnya, Casey Neistat mengaku masih optimis dan merasa TV akan terus ada. Hanya saja, menurut Neistat, batas-batas antara TV dan YouTube akan semakin kabur.

Dia memprediksi perkembangan teknologi gadget dan alat produksi yang makin terjangkau dan mudah dipakai akan membuat konten YouTube makin mirip dalam hal kualitas dengan konten TV atau film sekalipun.

Buat Neistat, media sosial -termasuk YouTube- adalah sarana demokratisasi teknologi yang menghilangkan barrier of entry atau penghalang untuk memulai kiprah di bidang kreatif. Kini tak harus mengandalkan media konvensional untuk mempublikasikan kreasinya. Semua orang bisa jadi bintang, termasuk Neistat sendiri yang berkibar di YouTube.

“Yang menarik dari tren ini adalah, bagaimana ia (YouTube) menciptakan peluang untuk konten bergaya baru, dan menyediakan outlet kreativitas untuk tiap orang,” kata Neistat. Karena itu, lanjut Neistat, yang akan menjadi tidak relevan bukanlah industri TV itu sendiri, melainkan peranannya sebagai penentu tren satu arah di masyarakat.

“Tren budaya akan ditentukan oleh masyarakat lewat outlet sosial. Bukan lagi monopoli segelintir pihak,” tandasnya.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Mobil Toyota Avanza baru dengan bunga yang keren?

Artikel Asli

 

BCA Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Pembukaan Indonesia Knowledge Forum VI yang diselenggarakan BCA dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara dan jajaran komisaris & direksi BCA, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (3/10). (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung perkembangan bisnis ekonomi berbasis digital melalui BCA Learning Service dengan menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) ke-6 pada 3 – 4 Oktober 2017.

Komisaris BCA, Cyrillus Harinowo, menyatakan bahwa forum tersebut digelar sebagai wadah one stop knowledge solution bagi setiap pelaku bisnis yang membutuhkan strategi digital untuk diterapkan dalam organisasinya. “Kami mencoba menyebarluaskan pengetahuan baru yang bisa menginspirasi nasabah maupun masyarakat umum agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya,” ujarnya di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (3/10/2017).

Sementara Direktur BCA, Suwignyo Budiman, mengungkapkan, BCA sudah melalukan engagement dengan para startup melalui cucu usaha perseroan dengan konsep modal ventura PT Central Capital Ventura (CCV). “Sudah banyak startup yang tertarik tetapi kami masih diskusikan terus agar startup bisa maju dan dapat membantu sektor perbankan,” katanya.

Bisnis ekonomi digital berdampak pada perubahan business process perbankan. Hal ini diakui oleh Suwignyo dengan menggambarkan perubahan yang signifikan misalnya 10 tahun yang lalu sebagian besar orang masih banyak datang ke bank, namun saat ini dari total sekitar 18 juta transaksi BCA per hari yang terjadi di kantor cabang hanya sebesar 3 persen. Sementara 97 persen terjadi di luar kantor cabang baik itu melalui ATM, mesin EDC dan internet banking.

“Fungsi bank menjadi bertambah besar. Nasabah kami setiap tahun juga bertambah terus. Lima tahun lalu, BCA hanya punya 8 juta nasabah, sekarang sudah lebih dari 14 juta nasabah. Kebutuhan semakin banyak, sehingga kami perlu banyak SDM. Memang business process berubah, fungsi kantor cabang juga berubah dengan lebih banyak memberi konsultasi. Untuk transaksi rutin harian pindah ke digital,” kata Suwignyo.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi & Informatika, Rudiantara, mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini menyiapkan standarisasi yang difokuskan pada tiga critical infrastructure yakni keuangan perbankan, transportasi khususnya transportasi udara, dan energi terutama listrik.

“Kami bersama dengan regulator dan pelaku dalam menentukan standar keamanaan agar tidak dibuat masing-masing. Keuangan perbankan memiliki standar yang mengacu pada standar internasional, core standard harus sama, memang ada penyesuaian kecil-kecil. Bank itu ada kliring, sehingga tidak bisa menggunakan standar yang berbeda-beda,” kata Rudiantara yang menghadiri Indonesia Knowledge Forum.

Ia mengatakan, pemerintah fokus pada masalah keamanan dan infrastruktur. Dengan target inklusi keuangan Indonesia 2019 sebesar 75 persen, Rudiantara menyampaikan bagaimana infrastrukturnya mendekati 100 persen lebih dulu, sehingga tidak ada alasan inklusi keuangan hanya dipatok 75 persen.

“Yang sedang dilakukan adalah membangun infrastruktur, 4G digeber terus, Palapa Ring 2019 selesai sehingga tidak ada ibukota/kabupaten yang tidak punya akses broadband. Palapa Ring paket Barat selesai akhir kuartal-I 2018. Kemudian menyusul Palapa Ring Timur,” ungkap Rudiantara mengakhiri percakapan.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Mobil baru via KKB BCA …. hub kami!

Artikel Asli