Arab Saudi Cabut Larangan Wanita Mengemudi, Aseel Al Hamad Gaspol F1

Untuk pertama kali dalam sejarah Arab Saudi, wanita diizinkan menyetir mobil. Momen bersejarah terjadi kemarin (24/6), setelah penghapusan larangan wanita mengemudi ini diumumkan September tahun lalu. Hal ini disambut baik para wanita Arab Saudi yang ingin lebih bebas beraktivitas tanpa haknya dibatasi. Sebelumnya, mereka hanya boleh duduk di kursi belakang tanpa dibolehkan menyetir sendiri.

Ratusan ribu wanita langsung mengajukan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Bagi yang sudah memiliki, bisa langsung mengemudi di jalanan umum. Pembebasan ini sangat membantu wanita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kebanyakan dari mereka, butuh untuk mengantar suami bekerja dan anak sekolah.

Sebagai salah satu bentuk perayaan pencabutan larangan mengemudi, Aseel Al Hamad, mengitari sirkuit balap dengan menggunakan Jaguar F-Type dan mobil balap Formula. Bagi Al Hamad, inilah saat-saat yang emosional. Bukan hanya bisa berkendara di negaranya sendiri, ia pun menjadi wanita Arab Saudi pertama sebagai anggota Saudi Arabian Motor Federation dan mewakili Arab Saudi di komisi balap wanita untuk FIA.

“Saya menyukai mobil sejak kecil, hari ini sangatlah emosional bagi saya. Ini momen mengemudi terbaik dalam hidup saya. Saya harap seluruh orang di dunia menyebarkan kebahagiaan kami dengan menceritakan kisah mengemudi menggunakan #worlddrivingday,” kata Aseel Al Hamad, melansir dari laman Oto.com.

Jaguar ikut ambil bagian dalam perayaan ini, dengan menciptakan World Driving Day sebagai bentuk kebebasan wanita di seluruh dunia. Dalam video yang dirilis resmi, Al Hamad tampak sangat bahagia bisa ngebut di sirkuit balap dalam Jaguar F-Type.

Tapi yang lebih membanggakan lagi, Aseel menjadi wanita Arab pertama yang mengemudikan mobil balap Formula 1. Adalah Lotus Renault E20 milik Renault Sport Formula One Team, ia beraksi di balik kemudi mobil yang pernah dipakai Kimi Raikonen di Grand Prix Abu Dhabi 2012 silam, beberapa jam sebelum GP Prancis 2018 dimulai di sirkuit Paul Ricard.

Pengalaman pertama Aseel dengan mobil F1 terjadi saat latihan dengan tim Renault di Paul Ricard 5 Juni lalu. Ia dilatih langsung oleh engineer dan teknisi tim F1 asal Prancis. Namun bukan berarti ia minim pengalaman di trek balap, jam terbangnya sudah tergolong tinggi. Aseel, seorang pengusaha dan menjadi wanita pertama yang mengimpor Ferrari ke Arab Saudi. Jadi sudah berpengalaman mengemudikan supercar Ferrari di berbagai sirkuit dan ambil bagian dalam track day, workshop atau pelatihan balap.

“Saya menyukai balap dan motorsport dari masih sangat kecil dan mengendarai mobil Formula 1 melebihi impian yang saya pikir mustahil. Melakukannya di hari wanita bisa mengemudi di jalanan Arab Saudi, menunjukkan apa yang dapat Anda lakukan jika Anda memiliki semangat dan mimpi,” kata Aseel.

Foto : Internet

Sumber Artikel

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Sejarah 40 tahun mesin Renault

Menyambut babak baru McLaren-Renault, berikut kilas balik sejarah mesin-mesin Renault pernah berlaga di F1 sejak tampil di F1 perdana tahun 1977.

Diresmikannya kolaborasi McLaren dengan Renault membuka babak baru aksi pabrikan Prancis di F1 sejak terjun perdana 40 tahun silam. Berawal dari tim pabrikan, Renault justru mencatat puncak kejayaan saat bersama Williams pada dekade 1990-an.

Dengan tim pabrikan baru meraih gelar juara perdana pada 2005, setelah nyaris menggapainya 22 tahun sebelumnya.

Menyambut kerjasama bersejarah ini, mari simak perjalanan mesin-mesin Renault di F1 sejak 1977. Patut dicatat hanya mesin berlogo Renault masuk galeri ini. Tidak termasuk produk turunan seperti unit Mecachrome dan Playlife digunakan Williams dan Benetton. Atau diganti namanya seperti dilakukan Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1/17

Renault F1 memulai debut pada GP Prancis 1977. Baru berhasil memenangkan GP perdana pada 1979, menjadi mobil turbo pertama memenangkan F1. Puncak prestasi Renault F1 terjadi pada musim 1983 ketika Alain Prost nyaris menjadi juara dunia hanya berselisih dua angka dari Nelson Piquet (Brabham BMW).

1983 – 1986: Team Lotus

1983 – 1986: Team Lotus

2/17

Tahun 1983 Renault memulai program suplai mesin. Diawali ke Team Lotus. Tahun 1984 Elio de Angelis menempati P3 pembalap. Ayrton Senna mempersembahkan kemenangan perdana di GP Portugal 1985. Prestasi justru lebih baik dari tim pabrikan

1984 – 1986: Ligier

1984 – 1986: Ligier

3/17

Berkat dukungan Francois Miterrand, Ligier mendapatkan mesin turbo gratis dari Renault pada 1985. Cukup kompetitif dengan keberhasilan empat kali meraih podium ketiga. Prestasi terbaik konstruktor, P5 pada 1986.

1985 – 1986: Tyrrell

1985 – 1986: Tyrrell

4/17

Tyrrell ikut menjadi pelanggan Renault pada 1985. Prestasi tidak begitu baik dengan prestasi terbaik berupa P4 diraih Ivan Capelli di GP Australia 1985 dan Martin Brundle di tempat sama tahun berikutnya.

1989 – 1997: Williams

1989 – 1997: Williams

5/17

Kembalinya Renault sebagai pemasok mesin. Kemenangan perdana diraih Thierry Boutsen di GP Kanada 1989. Menjadi penguasa F1 era itu dengan menempatkan Nigel Mansell (1992), Alain Prost (1993), Damon Hill (1996) dan Jacques Villeneuve (1997) sebagai juara dunia.

1992 – 1994: Ligier

1992 – 1994: Ligier

6/17

Pada babak kedua kolaborasi ini, Ligier juga berhasil finish podium ketiga sebanyak empat kali. Dengan posisi konstruktor kelima pada 1993.

1995 – 1997: Benetton

1995 – 1997: Benetton

7/17

Michael Schumacher meraih gelar juara dunia keduanya bersama mesin Renault pada 1995. Usai ditinggal Schumi, prestasi menurun dengan hanya Gerhard Berger mempersembahkan kemenangan di GP Hungaria 1997. Sekali juara konstruktor dan dua kali posisi 3. Di akhir musim Renault mundur.

2001: Benetton

2001: Benetton

8/17

Setelah beberapa tahun menggunakan mesin Playlife berbasis unit Renault, nama pabrikan Prancis kembali sebagai penyuplai resmi mesin bersama Benetton pada 2001. Prestasi tidak begitu baik, dengan Giancarlo Fisichela finish P3 di GP Belgia. Hanya menempati P7 konstruktor dengan 10 angka.

2002 – 2010: Renault F1 Team

2002 – 2010: Renault F1 Team

9/17

Tahun 2000 Renault membeli saham tim Benetton. Mengganti nama tim menjadi Renault F1 tim. Kemenangan pertama diraih 2003. Renault akhirnya berhasil menjadi juara dunia sebagai tim seutuhnya pada 2005 – 2006 melalui pembalap Fernando Alonso. Menjadi tim Prancis kedua menjadi juara dunia F1.

2007 – 2015: Red Bull

2007 – 2015: Red Bull

10/17

Bersama Renault, Red Bull menjelma dari tim papan tengah menjadi penguasa F1. Tahun 2010 Sebastian Vettel menjadi juara dunia ke-9 Renault. Diikuti tiga gelar berikutnya secara berturut-turut hingga 2013. Prestasi meredup seiring F1 memasuki era powertrain hybrid. Kolaborasi ini membuahkan 52 kemenangan, 58 pole position, serta empat gelar juara dunia belap dan konstruktor.

2011 – 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

2011 - 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

11/17

Akhir 2010 menjual saham ke Genni Capital dan Lotus Cars sehingga nama tim berganti menjadi Lotus Renault GP. Lantas berganti lagi menjadi Lotus F1 pada 2012. Diperkuat Kimi Raikkonen, Lotus F1 berhasil memenangkan dua GP di Abu Dhabi 2012 dan Australia 2013.

2011: Team Lotus

2011: Team Lotus

12/17

Kontras dengan Lotus F1, prestasi Team Lotus dimiliki pengusaha Malaysia tidak berhasil mendulang satu pun angka pada musim kompetisi 2011. Meski diperkuat Heikki Kovalainen dan Jarno Trulli. Pada akhir musim nama tim berganti menjadi Caterham F1….

2012 – 2014: Caterham

2012 – 2014: Caterham

13/17

…. dengan prestasi tidak lebih baik. Sepanjang keikutsertaannya selama tiga tahun tidak berhasil mencetak satu angka pun. Tim bubar jalan pada akhir 2014.

2012 – 2013: Williams

2012 – 2013: Williams

14/17

Williams melakukan reuni dengan Renault pada 2012. Pastor Maldonado berhasil memenangkan GP Spanyol 2012, kemenangan pertama Williams sejak 2004. Williams menempati P8 konstruktor pada 2012 dan P10 tahun berikutnya.

2014 – 2015: Toro Rosso

2014 – 2015: Toro Rosso

15/17

Tim satelit Red Bull mulai menggunakan power unit hybrid Renault pada 2014. Menempati posisi ketujuh konstruktor sepanjang 2014 – 2015. Sama sekali tidak menempati podium.

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

16/17

Tim pabrikan Renault kembali ke arena F1 dengan “buy back” saham Lotus F1 Team. Diperkuat Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer, aksi kembalinya Renault sebagai tim pabrikan untuk ketiga kalinya pun tidak terlalu menggembirakan. Hanya meraih 8 angka dan menempati tempat ke-9 pada musim perdananya.

2018: McLaren

2018: McLaren

17/17

Sebagai konklusi “sinetron” mesin, akhirnya Renault setuju menyuplai mesin kepada McLaren. Belum jelas apakah akan menggunakan brand Renault, atau diganti seperti pada Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

Artikel Asli