Sudah 3 Ribu Unit Mitsubishi Xpander yang Dikirim ke Garasi Konsumen

Sudah 3 Ribu Unit Mitsubishi Xpander yang Dikirim ke Garasi Konsumen

Dari total 30.000 SPK lebih yang diterima oleh  PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Saat ini sudah ada 3.000 unit Mitsubishi Xpander yang sudah dikirim ke konsumen.

“Sekarang kita sudah mengirimkan 3.000 Mitsubishi Xpander ke konsumen,” ujar Irwan Kuncoro, Direktur Sales & Marketing PT. MMKSI (4/11).

Sedangkan untuk yang membatalkan pesanan Mitsubishi Xpander ada dikisaran angka 1.000 sampai dengan 2.000 SPK.

“Untuk yang membatalkan SPK Xpander tidak banyak ya paling hanya 1.000 atau 2.000 SPK,” ujar Irwan kuncoro saat berada di acara Mitsubishi Service Caravan.

“Entah itu karena tidak sabar, bisa jadi juga karena datanya double segala macam,” lanjutnya.

Untuk produksi Mitsubishi Xpander setiap Bulannya PT. MMKSI menargetkan 5.000 unit dengan sistem shift.

“Saat ini untuk produksi masih belum optimal, dari 3 sistem shift baru dijalankan 2 shift,” Ujar Irwan Kuncoro

Di akhir tahun ini kita pastikan akan optimal dengan target produksi kita 5.000 unit per bulan,” lanjutnya.

Artikel Asli

BMW X2 Sudah Bisa Dipesan di Malaysia, Kapan ke Indonesia?


KUALA LUMPUR, 3 November 2017 – BMW Malaysia sudah membuka pesanan all-new BMW X2. BMW X2 F39 ini menjadi keluarga terbaru dari SUV X-Series milik BMW.

BMW X2 yang pertama dianggap sebagai versi sporty dari F48 X1. Model ini bergabung dengan jajaran SUV coupe BMW lainnya seperti X4 dan X6. Tapi, tidak seperti keduanya yang membawa gaya yang mirip sepupu SUV mereka (X3 dan X5), BMW X2 sangat sedikit berbagi dengan X1 dalam hal desain. BMW menyebut model ini merupakan baru dan “berdiri sendiri”.

Dua fitur penting membuat debut mereka dalah kindley grille trapezoidal berbentuk terbalik. Jika sebelumnya lubang udara ini melebar dari bawah ke atas, model ini justru tampil sebaliknya.

Selain itu juga ada paket unik yang menggabungkan elemen desain dari keluarga BMW M dan X. Penggabungan ini terlihat pada bumper depan depan yang lebih rendah dan rumah roda dan besar. Bagian belakang X2 sedikit lebih tegak dibandingkan X4 dan X6. Terdapat garis atap bergaya coupe yang membentang ke belakang. Tubuhnya juga lebih pendek dan tujuh sentimeter lebih rendah dari X1.

Di bagian dalam, aura X1 lebih terlihat. Kedua model berbagi arsitektur dasboard yang sama. BMW masih mendesain bagian kabin dnegan gaya sporty.

BMW X2 berbagi wheelbase yang sama persis seperti X1 yaitu 2.670 mm. Ada tiga pilihan mesin tersedia yaitu sDrive20i, xDrive20d dan xDrive25d. Kemungkinan pilihan mesin lain akan hadir tahun depan, termasuk sDrive18i tiga silinder.

BMW X2 sDrive20i menggunakan mesin 2.0 liter turbo dengan tenaga 192 hp dan torsi 280 Nm, yang dipadukan dengan transmisi dual-clutch 7-kecepatan. Kemampuan 0-100 km/jam dalam 7,7 detik, sedangkan konsumsi bahan bakar gabungan berada di angka 5,5 liter per 100 km.

Varian diesel mendapatkan sistem all-wheel drive xDrive sebagai standar yang dipasangkan dengan otomatis transmisi otomoatis 8-kecepatan. Kedua varian xDrive20d dan xDrive25d berbagi mesin turbodiesel 2.0 liter yang sama, disetel menjadi 190 hp/400 Nm (0-100 km/jam dalam 7,7 detik) dan 231 hp/450 Nm (6,7 detik).

Rangkaian BMW ConnectedDrive dan sistem keselamatan aktif tersedia di BMW X2. Ini termasuk integrasi konten smartphone, Apple CarPlay, Help High Beam, City Braking, Active Cruise Control dan Traffic Jam Assistant.

Bagaimana dengan Indonesia? Di tanah air, BMW Group Indonesia memiliki lima keluarga X-Series yaitu X1, X3, X4, X5, dan X6. Belum ada kabar mengenai rencana kehadiran X2.

Artikel Asli

Honda Indonesia mustahil capai target penjualan 210 ribu unit tahun ini

Honda Indonesia mencatat total penjualan 155.768 unit sepanjang Januari-Oktober, dengan target penjualan tahun ini 210 ribu unit. Dengan sisa dua bulan di ujung tahun ini, Honda perlu ekstra kerja keras untuk menjual rata-rata 25 ribu unit per bulan guna memenuhi target penjualan tersebut.

Pada tahun ini penjualan Honda ditargetkan naik menjadi 210 ribu unit, dari 199.364 unit pada tahun lalu, dengan pangsa pasar 20 persen.

Namun, itu bisa dibilang misi mustahil, karena rata-rata penjualan Honda per bulan tak pernah lebih dari 20 ribu unit pada tahun ini, menurut data penjualan wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Agustus. Ini dibuktikan dengan penjualan per Oktober, Honda Indonesia mencatat volume 17.023 unit, yang naik 12,6 persen dari September.

Takehiro Watanabe, Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor, pernah menyatakan pasar otomotif Indonesia tahun ini lebih lemah atau kurang lebih sama dari tahun lalu. Indikasinya, keyakinan konsumen tidak begitu tinggi. Jadi pasar tahun ini lebih keras.

“Maka itu, Honda coba menjaga pencapaian penjualan seperti tahun lalu atau naik sedikit. Itu target kami,” kata Watanabe kepada Merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Di Oktober itu, penjualan Honda tersebut didukung oleh beberapa model unggulan, seperti Honda Brio Satya, Honda CR-V, dan Honda HR-V.

Honda Brio Satya menyumbangkan penjualan tertinggi dengan total 4.486 unit selama Oktober. Volume penjualannya naik dari penjualan September yang tercatat 3.559 unit. Secara total, Honda Brio Satya meraih penjualan 34.754 unit.

Honda CR-V menyumbang 2.739 unit, juga naik dari penjualan bulan sebelumnya yang tercatat 1.713 unit. Sepanjang tahun ini, Honda CR-V meraih total penjualan sebesar 11.522 unit. Selanjutnya, Honda HR-V 1.5L membukukan penjualan 2.508 unit, meningkat dari penjualan bulan sebelumnya yang tercatat 2.441 unit. Total penjualan Honda HR-V 1.5L tahun ini 28.468 unit.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan penjualan Oktober ini masih didukung oleh tren penjualan positif dari produk-produk utama kami, terutama di segmen city car dan SUV.

“Kami akan terus mempertahankan laju penjualan di akhir tahun ini dengan menawarkan berbagai program penjualan menarik, mulai dari program pembiayaan yang meringankan konsumen saat membeli mobil hingga gratis biaya jasa servis dan spare parts selama tiga tahun atau 50.000 km untuk pembelian Honda Mobilio dan Honda BR-V di bulan November dan Desember ini,” ujar Jonfis dalam keterangannya, Jumat (3/11).

Sementara itu, Honda BR-V terjual 2.376 unit dengan total penjualan tahunan 17.415 unit, diikuti Honda Mobilio yang terjual 2.325 unit dengan total penjualan tahunan 31.211 unit. Honda Jazz terjual 1.040 unit, dengan penjualan tahunan 14.004 unit.

Selain itu, Honda Brio RS turut menyumbang 682 unit di bulan Oktober, dengan total 9.399 unit di tahun 2017. Kemudian Honda HR-V 1.8L terjual 385 unit, dengan total penjualan tahunan sebesar 5.092 unit. Sedangkan di deretan mobil pendatang baru, Honda Civic Hatchback terjual 238 unit dengan total penjualan tahunan 1.246 unit, dan Honda Civic Type R yang baru diluncurkan bulan Agustus terjual 48 unit di bulan Oktober 2017.

Di segmen sedan, Honda City terjual 95 unit dengan total penjualan tahunan 828 unit. Honda Civic sedan terjual 59 unit dengan total 1.255 unit di tahun 2017, dan Honda Accord terjual 20 unit dengan total penjualan tahunan 279 unit. Sedangkan untuk segmen Upper MPV, Honda New Odyssey terjual 22 unit dengan total penjualan tahunan 242 unit.

Artikel Asli

Oktober 2017, Penjualan Honda Naik 12,6%

Foto Berita Oktober 2017, Penjualan Honda Naik 12,6%

Honda meraih penjualan sebanyak 17.023 unit pada Oktober 2017. Angka tersebut meningkat 12,6% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 15.112 unit.

Marketing and Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan pertumbuhan penjualan tersebut karena didukung oleh beberapa model unggulan seperti Honda Brio Satya, Honda CR-V, dan Honda HR-V.

Adapun penjualan tertinggi untuk Honda pada Oktober disumbang Honda Brio Satya sebanyak 4.486 unit, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.559 unit. Secara total, Honda Brio Satya telah meraih penjualan di sepanjang tahun ini sebesar 34.754 unit.

Selain itu, kata Jonfis, model SUV, seperti HR-V, CR-V, dan BR-V juga turut menyumbangkan penjualan yang cukup signifikan pada Oktober 2017. Honda CR-V laris sebanyak 2.739 unit atau meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 1.713 unit.

Selanjutnya, Honda HR-V 1.5L membukukan penjualan sebesar 2.508 atau meningkat dari penjualan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.441 unit. Sementara itu, Honda BR-V terjual 2.376 unit dengan total penjualan tahunan 17.415 unit.

New Honda Mobilio yang berada pada segmen LMPV terjual 2.325 unit dengan total penjualan tahunan 31.211 unit. Honda Jazz terjual 1.040 unit dengan penjualan tahunan sebesar 14.004 unit.

Selain itu, Honda Brio RS turut menyumbang 682 unit di bulan Oktober, dengan total 9.399 unit di tahun 2017. Kemudian Honda HR-V 1.8L terjual 385 unit dengan total penjualan tahunan sebesar 5.092 unit.

Sementara di deretan mobil pendatang baru, Honda Civic Hatchback terjual 238 unit dengan total penjualan tahunan 1.246 unit, dan Honda Civic Type R yang baru diluncurkan bulan Agustus terjual 48 unit di bulan Oktober 2017.

Di segmen sedan, Honda City terjual 95 unit dengan total penjualan tahunan 828 unit. Honda Civic sedan terjual 59 unit dengan total 1.255 unit di tahun 2017, dan Honda Accord terjual 20 unit dengan total penjualan tahunan 279 unit. Sementara segmen Upper MPV, Honda New Odyssey terjual 22 unit dengan total penjualan tahunan 242 unit.

Artikel Asli

Pembeli LCGC Kerap Disepelekan Tenaga Penjual

Pembeli LCGC Kerap Disepelekan Tenaga Penjual

77 persen konsumen mobil murah tak dilayani dengan maksimal. Dok. MTVN

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, penjualan mobil murah yang belakangan dikenal LCGC (low cost green car) terus meningkat. Berkembangnya variasi produk di segmen ini jadi sebab penjualannya kian moncer.

Pembelinya pun rata-rata adalah first buyer, artinya konsumen yang akan membeli mobil pertamanya. Dari hasil survei JD Power, 77 persen pembeli mobil pertama memilih mobil berharga terjangkau seperti LCGC.

Sayangnya hal ini justru dianggap sepele oleh tenaga penjual yang jadi ujung tombak pabrikan. Dari hasil survei pula, hanya 22 persen pembeli mobil LCGC yang dilayani dengan maksimal.

Beberapa contoh yang tak didapatkan pembeli mobil murah di antaranya kesempatan mencoba unit (

test drive

), penawaran kredit yang maksimal hingga pengiriman unit kerap meleset dari waktu yang dijanjikan.

“Segmen LCGC sangat berkembang di Indonesia, dan banyak produsen mobil bermain. Melihat besarnya potensi konsumen yang akan ganti mobil dengan model lain yang lebih tinggi, sangat penting bagi dealer untuk memberi pelayanan maksimal,” kata Direktur JD Power Asia Pasifik, Kaustav Roy.

Penjualan LCGC saat ini sudah mencapai 22 persen dari total angka wholesales. Contoh LCGC ada Toyota Agya-Calya, Daihatsu Ayla-Sigra, Honda Brio, Suzuki Wagon R dan Datsun Go+ dan Go.

Artikel Asli

Kisah Sukses Suzuki Ignis di Dunia

sejarah suzuki ignis
Suzuki Ignis memiliki sejarah panjang untuk sampai ke Indonesia (Foto: Amos)

JAKARTA – Suzuki Ignis memiliki kisah sukses panjang di dunia otomotif dunia.

Mobil bergenre Urban SUV ini pertama kali diproduksi di awal 2000 untuk menggantikan Suzuki Cultus. Kendaraan ini ditawarkan dalam dua model yakni tiga-pintu dan hatchback lima-pintu. Sementara untuk pilihan mesin tersedia dua jenis yakni 1.3-liter dan 1.5-liter yang masing-masing menghasilkan tenaga sebesar 87 hp dan 109 hp.

Pada 2002 Suzuki Ignis berlaga dalam kejuaraan World Rally Championship selama satu musim. Kemudian tahun berikutnya brand dengan logo S tersebut meluncurkan Ignis Sport dengan model tiga-pintu.

Di negara asalnya, Ignis sendiri dikenal sebagai Swift Sport. Mobil ini memiliki tenaga maksimal sebesar 114 hp. Paket aksesori untuk kendaraan ini juga cukup melimpah di pasaran seperti body kit, lowering kit, suspensi, close ratio gear dan exhaust.

Pada 2015, Suzuki Ignis generasi kedua kembali dikenalkan dalam bentuk konsep iM-4 di Geneva Motor Show 2015. Dan versi produksi dari small crossover itu untuk pertama kalinya muncul di Jepang pada pameran otomotif Tokyo Motor Show 2015 dan mulai dipasarkan di Negeri berjuluk Matahari Terbit pada Januari 2016.

Untuk pasar India, Ignis diproduksi oleh Marut Suzuki guna menggantikan model sebelumnya yakni Ritz. Pada bagian mesin, mobil ini menggunakan spek diesel 1.3-liter yang digadang-gadang mampu menghasilkan tenaga sebesar 75 hp, dengan torsi maksimal 190 Nm.

Namun negara penghasil film-film Bollywood tersebut juga menawarkan versi mesin bensin 1.2-liter. Sumber tenaga mesin ini mampu menghasilkan tenaga 82 hp dan torsi 113 Nm. Keduanya dipasangkan dengan transmisi manual 5-speed da AMT 5-speed (AGS/auto gear shift).

Di Indonesia, Suzuki Ignis pertama kali dikenalkan satu pekan sebelum pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017. Kemudian Urban SUV satu ini menyabet gelar Best Buy Car IIMS 2017.

Pada acara FORWOT Car of The Year 2017, Ignis meraih suara terbanyak kedua dari para jurnalis otomotif. Suzuki Ignis banyak mencuri konsumen muda dalam negeri yang haus kendaraan stylish dan lincah.

Baca Juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik : https://goo.gl/W7M45d (Info Viral dan Trend saat ini)
– KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
– INFO MARKETING KKB yang siap memberikan solusi terbaik bagi Anda
– Mau Beli Suzuki Ignis / solusi kredit Mobil impian? Via KKB saja!
– Kunjungi Blog Kredit Keren Banget klik: https://kreditkerenbanget.org/ (Informasi seputar Otomotif, Trend saat ini, dan berita bisnis lainnya)

Artikel Asli

Terima Kasih ^_^

Mobil Jenis Ini yang Sering Ditolak Pedagang Mobkas

Mobil Jenis Ini yang Sering Ditolak Pedagang Mobkas

Tidak sedikit pemilik menjual mobilnya usai terendam banjir. Alasannya sederhana, mobil yang sempat terendam air pastinya tidak nyaman untuk dikendarai dan performa mesinnya tidak lagi maksimal.

“Mobil korban banjir memang pada akhirnya banyak yang dijual oleh pemilik. Mereka mau servis, biaya tinggi. Kalau pun sudah diservis, pasti ada rasa berbeda dengan sebelum banjir,” ujar Senior Manager Sentra Mobil Bekas Mangga Dua, Herijanto Kosasih.

Namun, kata dia, menjual mobil bekas banjir memiliki risiko mobil tidak akan laku di pasaran. Hal tersebut karena mobil bekas banjir jika tidak diservis dengan benar, nantinya akan merepotkan pemilik mobil sesudahnya. Atas alasan ini juga, pedagang mobil bekas sangat selektif ketika harus membayar mobil korban banjir.

“Biasanya pedagang jarang mau. Takutnya kalau dia sudah bayar, kemudian susah pas mau jual lagi. Kalau pun pedagang mau, tawarnya pasti gila-gilaan, bisa turun 50 persen dari harga pasaran mobil bekas. Ini wajar, karena mereka kan harus rapikan lagi mobilnya, sampai benar-benar aman dijual ke orang lain,” ujar dia.

Sementara itu, pedagang mobil bekas dari showroom Kerta Kemala Mobil di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Acing mengatakan, ia selalu menolak jika ada yang menawarkan mobil bekas namun dalam kondisi pernah terendam banjir.

“Kalau kami biasanya sudah punya perkiraan, mobil bekas banjir ataupun tabrakan. Enggak kami ambil barangnya, soalnya kalau dijual lagi ke konsumen risiko tinggi, nama showroom taruhannya,” kata Acing.

Acing mengakui, menilik mobil bekas yang pernah menjadi korban banjir bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kepekaan dan pengalaman, selain dari kemampuan untuk sekadar menilai atau menawar mobil bekas.

“Kami cek semua, nanti kan ketahuan kalau kondisi banjir. Selain itu, pedagang biasanya sudah punya feeling saat orang datang menawarkan mobil untuk dijual. Kan di sini pengalaman semua sama mobil, pasti tahu kalau ada bekas banjir. Untungnya, sampai saat ini belum pernah ada yang kami jual lagi itu bekas banjir,” ujarnya.

Artikel Asli

 

Inikah Harga Rush dan Terios Terbaru?


ilustrasi

Berita Riau -  Inikah Harga Rush dan Terios Terbaru?

Pasar otomotif belakangan ini memang dibuat penasaran dengan kelahiran Daihatsu Terios dan Toyota Rush.

Dilansir dari otodriver.com, All-new Rush ini dijual di atas Rp 250 juta untuk tipe terendah dan untuk tipe tertinggi kemungkinan di bawah Rp 300 juta.

Kemudian, untuk tipe TRD harganya kemungkinan akan berada di atas harga Rp 300 juta.

Untuk sekarang ini, Toyota Rush dijual dengan harga Rp 239 jutaan sampai Rp 267 jutaan. Sedangkan Daihatsu Terios, di jual dengan harga Rp 195 juta sampai Rp 252 juta.

Selain itu, Terios dan Rush ini akan memakai mesin baru. Disebutkan Rush baru akan memiliki mesin Dual VVT-i.

Diprediksi mesin tersebut sama seperti Avanza generasi sekarang yaitu 2NR-FE dengan kapasitas 1.500 cc.

Artikel Asli

Oh ya..? Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Jika melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) merek Wuling pada bulan September lebih baik jika dibandingkan pesaingnya dari Jepang yang sama-sama meluncur pada Agustus yaitu Mitsubishi Xpander.

Wuling tercatat berhasil menjual Confero sebanyak 1.391 unit sementara Mitsubishi Xpander 1.096 unit. Meski menolak dibandingkan dengan brand lain, Wuling sendiri cukup senang dengan pencapaian tersebut karena artinya kehadiran Wuling cukup disambut positif masyarakat di Indonesia.

“Intinya sebenarnya kalau ditanyain dibandingin sama datanya Mitsubishi kemarin kita nggak tahu datanya brand lain seperti apa, tapi kita nggak mau lihat brand lain lah,” ungkap Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani di Bali.

“Tapi at least dengan pencapaian yang sekarang buat kita sebagai brand baru yang benar-benar yang sebelum kita launching sebelum datang ke Indonesia itu orang nggak pernah tahu yang namanya Wuling. Itu sebenarnya pencapaian sangat positif makanya kita happy lihat penjualannya segitu, tapi kita nggak ngomongin brand lain ya,” tambah Dian.

Wuling dan Mitsubishi sama-sama meluncurkan produk Low MPV di tahun ini tepatnya pada Agustus. Mitsubishi dan Wuling memiliki lokasi pabrik yang berdekatan yakni di kawasan Cikarang.

Wuling mulai memproduksi Confero pada bulan Juli sementara Mitsubishi memproduksi Xpander pada bulan September

Artikel Asli