Bahaya! Dampak mengkonsumsi minuman energy saat nyetir, ini yang bakal terjadi

Mengendarai kendaraan bermotor dengan jarak jauh saat mudik lebaran tentu sangat menguras energy.

Ketika badan terasa lelah, sebagian besar pengemudi memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman berenergi.

Setelah meminum minuman energy, badan akan terasa lebih segar dan bugar.

Ini disebabkan efek kandungan kafein di dalam minuman energy yang telah diminumnya.

Organ tubuh kita yang tadinya lemas seperti otot-otot yang letih juga tiba-tiba dipaksa kembali bekerja.

Efek samping atau dampak badan yang sudah letih lesu tersebut akan terasa ketika efek minuman berenergi tersebut sirna.

Tubuh kita akan terasa sangat lelah dan membuat waktu pemulihan ke kondisi awal sangat lama.

Para pakar kesehatan menyarankan langkah terbaiknya adalah saat merasa lelah ketika mengendarai kendaraan bermotor dalam perjalanan jauh adalah beristirahat dan tidur

Lakukan pemberhentian setiap 2 jam sekali di rest area atau SPBU sepanjang perjalanan panjang tersebut.

 

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Fortuner Tabrak Tiang Listrik, Kompetitor Ramai-Ramai Menyindir??

Fortuner vs Tiang Listrik – Tragedi Fortuner yang menabrak tiang listrik akhir-akhir ini memang ramai dibicarakan para warganet. Peristiwa yang melibatkan Ketua DPR tersebut bahkan membuat Toyota turut membuka suara mengenai tidak mengembangnya airbag pada mobil buatannya tersebut. Sebelmunya, ada sejumlah pihak yang menuding jika Fotuner memiliki system keamanan yang buruk, yang membuat Toyota langsung angkat bicara.

Fortuner Tabrak Tiang Listrik, Kompetitor Ramai-Ramai Menyindir??

Tak hanya itu saja, menariknya, di tengah panasnya perbincangan mengenai hal tersebut, rupanya paa competitor Toyota tuut meraimaikannya. Beberapa diantaranya “menyidir” melalui postingan yang diunggah di media social masing-masing. Seperti yang dituliskan Daihastu pada akun Instagrammnya yang menuliskan sebuah caption “Fitur keselamatan mobil seharusnya selalu digunakan agar terhindar dari luka berat. Contohnya safety belt yang wajib digunakan juga oleh penumpang di belakang. Supaya terhindar dari benjol hasil dari tabrakan, khususnya tabrakan dengan tiang listrik”. Tulisan tersebut pun seolah menyindir peristiwa tabakan tersebut.

Tak hanya itu saja, Nissan pun rupanya tidak mau ketinggalan untuk meramaikannya. Di mana dalam akun Instagram resminya, pabrikan tesebut mengunggah sebuah video ilustrasi system keamanan Nissan yang mampu mengamankan dari kecelakaan dari tiang listrik. Uniknya, dalam captionnya Nissan menuliskan sebuayh tagar #savetianglistrik, yang juga banyak digunakan netizen lain untuk menyindi peristiwa tersebut. “Menikung dengan kecepatan tinggi lebih presisi, terkendali, tanpa risiko keluar jalur berkat teknologi Active Trace Control dari Nissan yang mengatur pengereman otomatis secara individual di setiap rodanya. #Nissan #IntelligentMobility #savetianglistrik.” Tulis Nissan.

Suzuki pun turut memposting hal serupa dengan mengunggah sebuah gambar sasis mobil buatannya dengan penjelasan keamanan. Di mana, dalam caption gambar tersebut Suzuki menuliskan jika dengan teknologi yang dimilikinya penumpang akan tetap aman meskipun mobil menabrak tiang listrik. “Meredam dampak benturan dari depan seperti menabrak tiang listrik akan tetap aman dengan teknologi HEARTECT. Bobot hantaman dari depan akan terdistribusi ke samping sehingga penumpang di depan terlindungi. Apalagi ada dual AirBag plus seatbelt with pretentioner, gegar otak bisa terhindarkan! #suzuki #safetydriving #heartect.” Tulisnya.

Artikel Asli

Polisi Beberkan Kecepatan Mobil Setnov Saat Kecelakaan Tabrak Tiang Listrik

Polisi Beberkan Kecepatan Mobil Setnov Saat Kecelakaan Tabrak Tiang Listrik

Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Idham Azis (kiri) saat menghadiri upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Pati Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/7). (ANTARA/Retno)

MerahPutih.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis memperkirakan bahwa mobil Toyota Fortuner yang terlibat kecelakaan tunggal di Permata Hijau tengah melaju dalam kecepatan 50 kilometer per jam.

“Mobil bergerak dalam kecepatan 50 kilometer per jam. Ketika tabrak pohon 21 kilometer per jam. Kemudian tabrak tiang kalau saya tidak salah 10-15 kilometer per jam,” ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11).

Angka-angka itu merupakan temuan penyidik Ditlantas Polsa Metro Jaya. Nantinya, hasil itu akam dikombinasikan dengan keterangan saksi ahli. Salah satu saksi ahli yang didatangkan adalah ahli transportasi.

Idham menekankan bahwa penyidiknya tak akan bersikap tegas terhadap siapapun terkait kasus kecelakaan yang melibatkan Setya Novanto.

“Tindakan yang kita lakukan harus dengan tegak lurus dan tidak tergesa dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” jelas Idham.

Artikel Asli

Kecepatan Kendaraan yang Ditumpangi Setya Novanto Hanya 40 Km/Jam

Dua karangan bunga untuk Setya Novanto dirusak orang tak dikenal di RSCM Kencana, Sabtu (18/11/2017). – Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Peristiwa tabrakan tunggal kendaraan yang membawa Setya Novanto menghasilkan sejumlah kisah bak drama dan meme sindiran.

Sebelumnya di antara kisah bak drama yang mengitari peristiwa itu adalah tentang kecepatan kendaraan yang membuat Setya Novanto sempat dikabarkan benjol sebesar bakpao dan kemungkinan mengalami gegar otak.

Namun, penyidik Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi kecelakaan sekitar 40 km per jam.

“Itu hasil olah tempat kejadian perkara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

Argo mengatakan petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menganalisa hasil olah tempat kejadian guna mengetahui kecepatan dan kondisi kendaraan sebelum terjadi kecelakaan.

Argo menyebutkan kecelakaan tunggal itu melukai Ketua Umum Partai Golkar tersebut namun pengemudi yang berprofesi sebagai pewarta Metro TV Hilman Mattauch dan ajudan Novanto, Reza, tidak terluka.

Argo enggan berspekulasi mengenai penyebab Novanto terluka sedangkan dua penumpang lainnya yang duduk di depan tidak mengalami luka.

Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Hilman Mattauch dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat Pasal 283 tentang melakukan kegiatan lain saat mengemudi dan Pasal 310 tentang kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Argo menyatakan polisi membuka kemungkinan untuk meminta keterangan Novanto terkait kronologis kecelakaan itu namun harus menunggu kondisi kesehatan pulih.

Sebelumnya, kendaraan yang ditumpangi Ketua DPR RI itu Setya terlibat kecelakaan tunggal yang dikemudikan Hilman di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran tidak berada di kediamannya saat akan dibawa paksa usai mangkir dari beberapa kali panggilan.

Artikel Asli

Pengacara Setnov Bilang Fortuner Tak Bagus, Ini Jawab Toyota

Pengacara Setnov Bilang Fortuner Tak Bagus, Ini Jawab Toyota

Toyota memberikan tanggapannya terhadap komentar pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunandi, yang mengatakan bahwa Fortuner yang ditumpangi Novanto tak bagus sehingga akhirnya kliennya itu cedera serius. Menurut Toyota, Fortuner merupakan pemimpin di segmennya, berkualitas global, dan telah diekspor dari Indonesia ke berbagai negara.

Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, mengklaim bahwa kualitas produk yang memenuhi standar merupakan prioritas Toyota, termasuk jika berbicara mengenai Fortuner.

“Sejak kemunculannya pada 2006, Fortuner telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk segmen High SUV, dan mobil ini adalah salah satu tulang punggung ekspor otomotif nasional,” ujar Soerjopranoto kepada Suara.com melalui pesan Whatsapp, Sabtu (18/11/2017) malam.

Seperti diketahui, tersangka kasus KTP elektronik, Setya Novanto, menabrak tiang listrik dari arah depan pada Kamis (16/11/2017) di daerah Permata Hijau, Jakarta dan diklaim mengalami cedera serius oleh pengacaranya sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Saat kecelakaan, Novanto duduk di kursi belakang Fortuner 2.5 l diesel VNT G A/T produksi 2012 yang mengalami kerusakan hanya di bagian bemper depan dan grille.

Fredrich, saat ditanyakan mengapa airbag tidak mengembang, mengaku tak tahu. Tetapi dia kemudian mengatakan bahwa Fortuner yang ditumpangi Novanto “bukan mobil bagus”.

Sebelumnya, seperti diberitakan Suara.com, General Manager Aftersales Business Division TAM, Dadi Hendriadi, mengatakan bahwa airbag Fortuner disetel untuk mengembang pada kecepatan 30km/jam jika menabrak tembok solid dari arah depan. Namun, ia menolak menyimpulkan apa-apa sebelum hasil investigasi Toyota, yang sebentar lagi dilakukan, keluar.

Berdasarkan data penjualan wholesales Januari-Oktober 2017 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Fortuner membukukan transaksi jual-beli 20.007 dan menduduki peringkat teratas di kelas High SUV. Di bawah Fortuner ada Mitsubishi Pajero Sport dengan raihan 15.246 unit.

Berdasarkan data dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Fortuner menjadi andalan utama ekspor Toyota dengan pengiriman sebesar 52.500 unit selama Januari-September 2017. Fortuner berkontribusi 34,91 persen dari total ekspor Toyota yang mencapai 150.400 unit.

Artikel Asli

2016, 3 orang tewas setiap jam karena kecelakaan lalu lintas

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto, mengungkapkan, berdasarkan data Kepolisian, jumlah kecelakaan sebanyak 108.374 kejadian dengan korban meninggal dunia 25.859 jiwa pada 2016. Jika dihitung dalam satu hari rata-rata sekitar 70-71 jiwa atau 2-3 orang tiap jamnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan pendidikan yang tertinggi adalah Pelajar SMA sebanyak 45.321 kejadian dan dilihat berdasarkan usia pelaku kecelakaan lalu lintas di dominasi usia 16-24 tahun sebanyak 24.917 kejadian.

Data lainnya jumlah laka lantas berdasarkan faktor mengemudi yang disebabkan karena melampaui batas kecepatan sebesar 7.369 kejadian.

“Menanggapi hal tersebut, sudah selayaknya semua stakeholder menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia,” ujarnya saat persiapan acara puncak Pekan Keselamatan Jalan 2017, di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/10).

Pandu menjelaskan, pendidikan keselamatan dan sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus untuk mengubah persepsi dan pandangan masyarakat tentang pentingnya berperilaku selamat di jalan.

“Penanaman nilai-nilai keselamatan jalan harus dimulai sejak usia dini untuk menumbuhkan semangat disiplin berlalu lintas sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi nilai-nilai kehidupan,” kata Pandu.

Dia menambahkan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 186.000 anak di seluruh dunia meninggal karena kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Dengan kata lain, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ancaman kecelakaan lalu lintas.

Maka dari itu, lanjutnya, sangat penting memberikan edukasi kepada anak sejak usia dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Artikel Asli

Penyebab Utama Buruknya Lalu Lintas Paling Umum


Lalu Lintas
Kondisi lalu lintas di Mampang Prapatan (Foto: Amos Arya)

JAKARTA – Kemacetan, pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan diyakini 90 persen akibat ulah para pengguna jalan raya.

Berbagai masalah lalu lintas tersebut pasti sudah umum ditemui di jalanan kota-kota besar di Indonesia. Polda Metro Jaya sendiri mengakui masih kesulitan untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah lalu lintas tersebut.

Kombes Pol Halim Panggara selaku Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa berbagai masalah lalu tersebut 90 persen diakibatkan oleh manusia. Tak hanya itu saja, kecelakaan yang sering terjadi selalu diawali dari pelanggaran lalu lintas para pengguna jalan raya.

“Para pengguna kendaraan bermotor baik itu roda empat dan roda dua seharusnya bisa siap diri, siap berkendara dan siap mematuhi lalu lintas. Sehingga semua masalah lalu lintas bisa diatasi dan tidak ada yang dirugikan,” tutur Kombes Pol Halim Panggara di Jakarta.

Selain faktor kesalahan para pengguna jalan, tidak berfungsinya infrastruktur, kurangnya disiplin dalam berlalu lintas dan kondisi kendaraan yang tidak baik juga menjadi salah satu faktor pendukung masalah tersebut. Tidak terkecuali salah satu infrastruktur yang telah menjadi bahan pembicaraan di sosial media yaitu trotoar.

“Infrastruktur dibangun dengan baik agar permasalahan lalu lintas tidak timbul, contohnya trotoar. Saat ini saja trotoar tidak berfungsi dengan baik karena dipakai oleh pedagang kaki lima, pangkalan ojek dan banyak motor yang melintas. Wajar saja para pejalan kaki merasa terganggu dan kemacetan selalu ada di mana saja,” jelas AKBP Budiyanto, Kasubdit BinGakum Polda Metro Jaya.

Sedangkan untuk kedisiplinan dalam berkendara menjadi faktor ketiga dalam permasalahan lalu lintas. Penggunaan helm (safety gear) dan mematuhi peraturan lalu lintas menjadi masalah kedisiplinan yang sangat berpengaruh untuk menghindari kecelakaan.

“Pengguna kendaraan bermotor di Indonesia ini sangat tidak disiplin. Mereka hanya disiplin kalau ada petugas kami yang sedang bertugas. Bahkan berhenti di stop line traffic light saja sangat sulit, wajar banyak kecelakaan yang terjadi,” tambah Budiyanto.

Faktor terakhir yaitu kondisi kendaraan yang tidak baik. Di mana masih banyak pengguna jalan raya tidak memperhatikan kondisi kendaraannya sehingga dapat merugikan pengguna jalan lainnya.

Artikel Asli