Perhatian! 2 Juli 2018 Perluasan Ganjil Genap Berlaku 15 Jam

Jelang acara Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta Agustus mendatang, paket kebijakan telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Salah satu yang digunakan adalah kebijakan ganjil genap.

Kebijakan ganjil genap yang sebelumnya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, diadopsi dan diperluas wilayahnya. Rencananya uji coba kebijakan ini akan dimulai pada 2 Juli hingga 31 Juli 2018 mendatang.

Salah satu yang jadi perhatian adalah periode pelaksanaan pemberlakuan ganjil genap yang dilakukan sejak Senin hingga Minggu dimulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00. Ini artinya dalam tujuh hari dengan waktu 15 jam setiap harinya, peraturan ganjil genap diberlakukan.

“Kenapa sampai malam? Karena pergerakan atlet dan transportasi umum itu bisa kapan saja,” ucap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono yang dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (29/6/2018).

Bambang mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak hanya mengawal para atlet yang akan berlaga saja. Kondisi lalu lintas serta masyarakat lainnya, baik yang hendak menonton maupun hendak bekerja juga diperhatikan.

Selain kebijakan ganjil genap, Bambang mengungkapkan untuk lebih efektif akan ada kebijakan lainnya yakni penyediaan angkutan umum serta pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III sampai V.

“Ini juga untuk mengamankan lalu lintas tetap lancar selama pertandingan. Harapan lainnya, CO2 di udara Jakarta akan berkurang, ini akan turut menjaga kebugaran atlit dalam bertanding,” ucap Bambang.

Sebelumnya, BPTJ telah mengumumkan perluasan kawasan pembatasan ganjil genap yakni Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. MH Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan – simpang Slipi), Jl S. Parman (simpang slipi-simpang Tomang), Jl. MT.Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan).

Dilanjutkan ke Jl HR Rasuna Said, Jl. D.I Panjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI), Jl. Jenderal A.Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda), Jl. Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb-Kupingan Ancol) dan Jl Metro Pondok Indah (simpang Kartini- Bundaran Metro Pondok Indah-simpang Pondok Indah-impang Bungur-simpang Gandaria City-simpang Kebayoran Lama) serta Jl. RA Kartini.

Rencananya setelah uji coba ganjil genap berakhir pada 31 Juli 2018, pada 1 Agustus 2018 perluasan ganjil genap sudah mulai diberlakukan.

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Tarif Tol akan Turun sebelum Lebaran 2018

JAKARTA— Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkeinginan menurunkan tarif penggunaan jalan tol. Caranya dengan memperpanjang masa hak kelola atau konsesi yang dipegang oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Menurutnya, saat ini mayoritas jalan tol memiliki masa konsesi sekitar 35 tahun-40 tahun dengan tarif rata-rata sebesar Rp 900-1.300 per kilometer. Tarif ini meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan laju inflasi.

Pada era 1980 misalnya, tarif tol hanya Rp 200-300 per kilometer dengan rata-rata masa konsesi yang sama. Lalu, pada 2000-2010 sekitar Rp600-700 per km dan Rp 900-1.300 per kilometer sejak 2010-2017. “Jika konsesi bisa diperpanjang, mungkin tarif bisa turun di bawah Rp1.000 per km. Kami lihat berapa tarif kalau konsesi 45 tahun, 50 tahun, 65 tahun,” ujar Basuki di Gedung DPR, Rabu 21 Maret 2018, seperti dikutip CNN Indonesia.

Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9).

Kendati begitu, Basuki belum bisa memastikan waktu ketentuan ini bisa diimplementasikan. Pasalnya, saat ini ia masih terus megkaji dan berdiskusi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan BUJT agar mendapatkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution).

Basuki ingin ketentuan ini bisa disepakati pada tahun ini, sehingga tak butuh waktu lama bagi pengguna jalan tol untuk merasakan penurunan tarif tol. Pasalnya, tingginya tarif tol sudah banyak dikeluhkan masyarakat, bahkan hingga terdengar ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Presiden juga sudah dengar keluhan itu. Makanya, kami dengan BPJT dan Jasa Marga sedang melihat bagaimana caranya,” katanya.

Kepala BPJT Herry TZ menambahkan, ketentuan ini masih dikaji. Namun pada intinya ketentuan yang diambil nanti tak akan mengabaikan kesepakatan investasi yang telah dilakukan para BUJT. “Kami kaji mana opsi yang paling tepat. Artinya, kami coba menekan biaya tadi dengan tetap menjaga investasi. Investasi pihak swasta yang ada harus kami jaga pengembaliannya,” kata Herry.

Tol-Jagorawi

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryani melihat, ketentuan perpanjangan konsesi bisa saja dilakukan. Namun, rasanya tepat diterapkan bagi proyek-proyek pengelolaan jalan tol yang baru akan dimulai. “Mungkin saja, untuk ruas yang belum ini kan bisa, kan masih banyak yang belum beroperasi. Kalau yang sudah ada perjanjian mau diubah bagaimana,” tutur Desi.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo mengeluhkan, memang beberapa ruas tol memiliki tarif yang tinggi, misalnya di Tol Trans Jawa. Menurutnya, tarif tol yang tinggi ini akan berdampak ke banyak hal, termasuk ke tarif kelogistikan secara keseluruhan.  “Tarif untuk logistik mahal, sehingga hampir tidak ada truk yang lewat, mungkin tidak lebih dari satu persen, karena sangat mahal bisa Rp2.000-3.000 per kilometer,” kata Bambang.

Basuki mengklaim Jokowi menyetujui rancangan penurunan tarif jalan tol. Hal itu disampaikannya usai rapat internal bersama Presiden, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Istana Kepresidenan, Kamis 22 Maret 2018.

Penurunan tarif tol sesungguhnya menjadi amanat Presiden karena menerima data penggunaan jalur tol terutama bagi angkutan logistik masih rendah akibat lebih suka menggunakan jalan nasional.

Berdasarkan studi, kata Basuki, salah satu penyebab hal itu adalah tingginya tarif tol. Sehingga, Jokowi menginstruksikannya mengevaluasi tarif tol. Evaluasi dimulai sekitar akhir Januari setelah Presiden meresmikan tol pertama di Lampung yang termasuk jalur Trans Sumatra.

Baca Juga: Bocor! Segini Tarif Tol Jakarta-Surabaya, Jasa Marga Pun Berkomentar

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Presiden, tarif berlaku Tol Ngawi-Kertosono 48 kilometer. Golongan I bertarif dasar Rp 1.200/ kilometer saat ini harus membayar Rp 57.600 untuk jalur terjauh. Sementara itu untuk golongan III, IV, dan V saat ini bertarif dasar Rp 2.400/ kilometer hingga Rp 3.600/ kilometer harus membayar mulai dari Rp 115.200 hingga Rp 172.800 untuk jalur terjauh.

Berdasarkan usulan dan apabila nantinya diterapkan, golongan III, IV, dan V akan melebur menjadi satu golongan dengan perhitungan 2 kali tarif dasar (Rp 2.000/ kilometer) sehingga mereka hanya membayar Rp 96 ribu. Sementara tarif dasar golongan I berkurang menjadi Rp 1.000 sehingga untuk jalur terjauh pengguna membayar Rp 48 ribu.

Terpisah, Menhub Budi Karya mengatakan usulan ini akan mulai diproses pekan depan. Menurutnya, semakin cepat semakin baik karena hari raya lebaran tinggal beberapa bulan lagi. “Mungkin minggu depan PM-nya mau dibuat ini dalam rangka memberi kemudahan dan kemurahan tarif tol dan mendukung logistik lebih murah. Ini kaitannya lebaran juga,” katanya. (*)

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

BMW 520i Luxury Tempuh Jakarta – Surabaya Dengan 50 Liter BBM

Mobil modern memang mengejar efisiensi bahan bakar. Tak kecuali mobil premium sekelas BMW. Produk sedan bisnis terbaru BMW 520i Luxury, dibuktikan efisiensi bahan bakarnya dengan menaklukkan lima kota besar: Jakarta, Cirebon, Semarang, Solo dan Surabaya. Dengan jarak perjalanan sekitar 900 km, diklaim 520i Luxury hanya meminum 50 liter bahan bakar Shell V-Power. Berbagai kondisi jalan dilalui pada acara bertajuk BMW Driving Experience – Conquering 5 Cities with BMW 5 Series yang digelar 12 – 15 Maret 2018.

Perjalanan dibagi dalam beberapa etape yang kemudian membedakan penggunaan mode berkendara Comfort, Sport dan Eco-Pro. Beragamnya kondisi jalan jadi tantangan pengujian, termasuk jalan bebas hambatan, kepadatan perkotaan, jalur Pantura yang dipenuhi kendaraan besar dan jalan menanjak di area kaki gunung Lawu.

Dari kapasitas tangki total 68 liter, setelah finish di Surabaya dan menempuh 900 km, diklaim masih ada sisa sekitar 1/4 tangki. Atau masih bisa menempuh perjalanan sekitar 246 km. Angka itu hasil estimasi MID yang merekam konsumsi bahan bakar rata-rata dan cara berkendara untuk menghasilkan estimasi terbaik.

BMW 5 series

“Pada BMW Driving Experience – Conquering 5 Cities with BMW 5 Series ini BMW Indonesia demonstrasikan 5 keunggulan terbaik dari All-new BMW Seri 5 pada ragam tipe, kontur jalan, rute dan situasi berkendara sebenarnya. Hasil yang didapat sangat luar biasa, para peserta dapat taklukkan 5 kota dengan hanya menghabiskan 50 liter atau 3/4 dari kapasitas tangki bahan bakar,” ujar Jodie O’tania, Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia dalam siaran rilisnya.

BMW 520i Luxury merupakan produk rakitan lokal dengan bekal jantung mekanis 4-silinder 2,0 liter TwinPower turbo bertenaga 184 PS dan torsi 290 Nm. Sebagai penyalur daya digunakan transmisi otomatis 8-speed. Rangkanya dibangun memadukan aluminium dan baja berkekuatan tinggi, sehingga bisa mencapai bobot lebih ringan yang disebut BMW Efficient LightWeight.

BMW irit bahan bakar

Kombinasi mesin dipasangkan transmisi 8-speed dan pilihan mode berkendara Eco-Pro, untuk mengejar efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan banyak performa sesungguhnya dari mobil yang dijuluki sedan bisnis atlet.

Sumber Artikel

==========================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Spanduk Keselamatan Berkendara yang Menggelitik di Jakarta Utara…

Spanduk lalu lintas Jakarta Utara dengan kata-kata yang menghibur.

Berbagai cara dilakukan petugas kepolisian untuk menyosialisasikan keselamatan berkendara. Salah satunya dengan pendekatan humanis. Hal itulah yang dilakukan jajaran polisi lalu lintas (polantas) Jakarta Utara.

Dari foto yang beredar di media sosial, tampak dua polantas dibantu beberapa warga sedang memasang spanduk keselamatan berkendara. Namun, kata-kata yang ada di spanduk tersebut berbeda dari biasanya, tidak kaku, dan terkesan kocak. Di spanduk itu bertuliskan, “Hati-hati dalam berkendara, Ayah. Bunda tidak ingin jadi janda, apalagi ayah cari janda,.”

Kasat Lantas Wilayah Jakarta Utara AKBP Agung Pitoyo mengatakan, spanduk tersebut sengaja dipasang dengan kata-kata yang menghibur agar menjadi perhatian pengendara. Agung menilai, kata-kata sosialisasi yang biasa dipasang terkesan kaku dan terkadang tak digubris para pengendara.

Dengan spanduk bernada menghibur, para pengendara juga akan terus mengingat maknanya.

Baca juga: Hadirilah BCA EXPOVERSARY 2018 dan dapatkan undangannya disini!

“Kalau kata-katanya normatif saja, kurang menarik perhatian. Namun, kalau dibuat seperti itu, kan, menarik perhatian. Dia juga jalannya jadi pelan-pelan,” ujar Agung kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Agung mengatakan, kata-kata di spanduk tersebut biasanya berasal dari ide kreatif para petugasnya.

Spanduk tersebut, lanjutnya, dipasang di wilayah rawan kecelakaan, salah satunya di jalur pantura. Pihaknya tidak mengetahui pasti apakah langkah itu dapat mengurangi angka kecelakaan.

“Kalau soal kecelakaan, itu tergantung sifat masing-masing pengendara. Kewajiban kami mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati,” ujar Agung.

Sumber

 

==================================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini , Like + Komentar + Share ya!

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Ini Spanduk Keselamatan Lalu Lintas Yang Bikin Ngakak – Semua Halaman

Pelanggaran lalu lintas sering terjadi walaupun sudah dipasang rambu lalu lintas.

Tak heran hal tersebut bisa memicu kecelakaan yang merugikan.

Untuk mengingatkan pengendara berbagai cara dilakukan oleh kepolisian.

Salah satunya dengan memasang spanduk di jalanan tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Bahkan ada juga kata-kata bernada lucu dan kreatif di spanduk buatan kepolisian ini.

Berikut beberapa spanduk dengan kata-kata yang kocak dari kepolisian.

Spanduk yang lucu dari Polres Brebes

twitter/sunda

Spanduk yang lucu dari Polres Brebes

Spanduk dari Polres Brebes ini mengingatkan pengendara agar tidak kecelakaan di daerah tersebut.

Hal itu dikarenakan jarak rumah sakit jauh dari tempat kecelakaan.

Spanduk keselamatan yang membawa nama Rossi

Spanduk keselamatan yang membawa nama Rossi

Spanduk tersebut memperingati pengendara untuk berhati-hati di tikungan tersebut karena Valentino Rossi saja bisa jatuh di tikungan itu.

Tentu ini hanya candaan.

Spanduk keselamatan

1cak

Spanduk keselamatan

Yang satu ini spanduk peringatan agar tidak menggunakan HP saat berkendara.

Spanduk dari Satlantas Abes

istimewa

Spanduk dari Satlantas Abes

Lagi-lagi nama Valentino Rossi digunakan untuk spanduk peringatan.

Mungkin ini agar masyarakat sadar bahwa pembalap yang jago seperti Rossi saja bisa jatuh, apalagi cuma pengendara biasa.

===========================================================

Baca Juga:
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|Like + Komentar + Share ya!

 

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Beton vs Aspal, Mana Yang Lebih Baik Untuk Jalan Indonesia?

0000456245

Tidak sedikit orang bertanya-tanya mengapa terdapat jalan yang dibeton namun sebagian lagi diaspal? Mengapa jalanan tidak dibeton semua untuk menghindari perbaikan jalan yang sering kali terlihat. Ternyata dalam membangun jalan, pemilihan material antara beton dan aspal tak bisa sembarangan.

Direktur Preservasi Jalan Direktorat Jendral Bina Marga, Hedy Rahadian yang ditemui Otosia mengungkapkan bahwa terdapat faktor efisiensi biaya yang mempengaruhi pemilihan tersebut.

“Dalam membangun jalan yang selalu dilihat adalah jangka panjangnya. Mana yang paling murah secara secara jangka panjang,” ucap Hedy.

Karakter beton dengan aspal sendiri berbeda dalam hal biaya yang dikeluarkan. Akibatnya kondisi di lokasi pembangunan ikut berpengaruh dalam pemilihan.

“Beton itu kan investasi awalnya tinggi, tapi pemeliharaan lebih jarang. Aspal investasi awal murah, namun pemeliharan besar,” jelas Hedy.

Adapun kondisi yang dimaksud adalah jumlah kendaraan atau beban yang melewati. Jalan yang dilewati sedikit kendaraan dengan beban relatif ringan akan lebih cocok menggunakan aspal. Berbeda dengan padat lalu lintas atau dilewati angkutan berbobot besar seperti truk atau bus yang lebih sesuai dengan jalan beton.

“Tergantung situasi dan lokasi. Kalau yang lewat satu atau dua kemudian dibeton 30 cm jadinya mahal. Kalau yang lewat beban berat kemudian diaspal, mungkin jadi mahal juga karena sering rusak. Jadi kita lihat dari biaya keseluruhan masa layan material itu sendiri,” jelas Hedy.

Artikel Asli

Semoga postingan ini berkenan

Like + Komentar + Share ya ^_^

Like Fanspage Facebook: https://goo.gl/eE4wzE

Join Group FB – I Love Indonesia: https://goo.gl/TC6Z3W

Kunjungi Website Asemka Online-Portal Berita: https://goo.gl/3paGn4

Join Group FB – Komintas Otomotif: https://goo.gl/YiY3yr

Kunjungi Website ini bagi Anda yang menginginkan berita otomotif indonesia & kredit mobil:

https://kreditkerenbanget.org/

Terima kasih

Pola Pikir Jaringan dan Kemacetan Lalu Lintas

Pola Pikir Jaringan dan Kemacetan Lalu Lintas

Tak jarang kita menemukan jalan-jalan tol Jakarta yang macet pada jam-jam tertentu, sementara arus lalu lintas di ruas lainnya relatif lancar. Sebaliknya, dalam waktu-waktu tertentu pula, jalan yang semula macet itu berada dalam keadaan sepi atau lengang.

Kondisi ini juga berlaku di jalan-jalan non-tol.

Pada momen lain, jalanan yang macet pada waktu tertentu itu akan terurai ketika ada petugas yang berjaga dan mengatur arus di titik-titik simpulnya.

Dalam hal ini, tentunya saya tidak bermaksud  mengatakan bahwa persoalan kemacetan bisa diatasi hanya lewat pengaturan dan penegakan hukum semata. Namun, kesimpulan sederhana yang bisa ditarik dari dua ilustrasi di atas adalah sesungguhnya jalan tol dan non-tol masih memiliki kapasitas ruang memadai agar kemacetan tidak terjadi.

Dengan kata lain, dua kasus di atas menunjukkan bahwa masalah kemacetan bukan sekadar soal daya tampung jalan yang tidak memadai.

Namun, mengapa upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan justru lebih terfokus pada masalah daya tampung jalan?

Upaya-upaya itu lebih sering berkutat pada masalah terobosan penambahan kapasitas jalan, baik dengan membuat jalan baru atau menambah kapasitas jalan lama – secara horizontal maupun vertikal.

Atau, contoh lainnya, pengurangan jumlah atau volume kendaraan, misalnya dengan pengaturan genap-ganjil, batasan jam (3 in 1), atau larangan terhadap jenis kendaraan tertentu seperti becak.

Selain itu, juga dilakukan penataan ulang ruang kota lewat pembagian ruang-ruang aktivitas sosial seperti area bisnis, perkantoran, hiburan/rekreasi, pemukiman dll – dikelompok-kelompokan, agar lebih mudah mengatur arus lalu-lintas, sehingga mampu mengendalikan kepadatan volume kendaraan.

Kedua upaya di atas, pada kondisi tertentu dan dalam jangka pendek, memang relatif efektif untuk mengurai kemacetan.

Hanya saja, seiring dengan upaya mengatasi kemacetan itu,  secara bersamaan ruang-ruang bisnis, kantor, hunian, rekreasi juga bertumbuh secara luas biasa, baik  horizontal maupun vertikal. Demikian pula dengan jumlah produksi kendaraan serta pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi kelahiran dan migrasi.

Tentu pertumbuhan-pertumbuhan itu tidak bisa dicegah dan kemudian melampaui pertumbuhan ruang atau kapasitas jalan. Pada akhirnya, pertumbuhan ruang jalan lalu-lintas tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan semua itu, tidak mampu mengejarnya  karena keterbatasan ruang atau lahan dan biaya yang tersedia.

Namun, perlu diingat bahwa semua aktivitas sosial, termasuk berlalu-lintas, selalu terkait “ruang dan waktu”.

Selama ini kita lebih berkutat pada masalah “ruang” sehingga upaya mengurai  kemacetan lalu-lintas selalu hanya terfokus pada penyiasatan ruang, entah itu  penambahan atau pengaturan ruang, baik itu jalan atau ruang aktivitas sosial lainnya.

Demikian juga dengan pengaturan tentang jaringan atau keterhubungan semua titik simpul baik itu area kegiatan, titik-titik simpul jalan, jalan penghubung antar titik-titik simpul tsb, dan arus dari titik yang satu menuju titik yang lain, sebagai satu kesatuan yang utuh agar masing-masing jalur tidak dialiri muatan yang melebihi kapasitasnya.

Ini semua memperlihatkan bahwa perhatian kita masih tetap terfokus pada persoalan ruang, dan hanya sedikit  yang terfokus pada waktu. Sejauh ini, soal waktu hanyadikaitkan  sebatas kelancaran atau waktu tempuh.

Persoalan waktu itu belum dikaji seluas dan sedalam seperti saat   mengupas persoalan ruang atau koneksitas antar-ruang.

Atau, lebih tepatnya, kita hanya menyiasati ruang dan waktu di jaringan jalan, tetapi tidak atau belum menyiasati waktu untuk ruang-ruang selain jalan raya.

Ini sesungguhnya suatu ironi. Di saat era digital memunculkan sifat kesegeraan dan keserempakan, lalu-lintas justru membuat kita menjadi susah karena kemacetan yang semakin padat dan tak terkendali.

Kita mungkin bisa bercermin pada layanan publik satu-pintu atau layanan online seperti e-banking, toko online, taxi online, travel online. Layanan-layanan ini bisa membuat kendala ruang dan waktu tak jadi masalah.

Mereka membuat hidup kita menjadi serba mudah, cepat dan efisien. Tak hanya itu, mereka sebenarnya juga ikut mengurangi kemacetan lalu-lintas.

Ini yang belum terpikirkan kita dalam persoalan kemacetan. Seberapa besar sumbangsih layanan-layanan online ini dalam mengurangi kemacetan.

Tentu diperlukan adanya kajian lebih lanjut., tapi yang pasti mereka telah berhasil memampatkan ruang dan waktu.

Catatan untuk Aplikasi Online

Satu hal yang perlu diingat juga, aplikasi online tidak selalu menguntungkan atau memudahkan hidup . Perlu dipahami terlebih dahulu untuk bisa menggunakan atau memanfaatkannya secara bijak.

Misalnya saja aplikasi seperti Google Map atau Waze. Kita bisa memilih jalan-jalan yang bisa membuat lebih cepat sampai ke tujuan berdasarkan arahan aplikasi online, bisa melihat jalan-jalan yang macet dan tidak macet.

Hanya saja, aplikasi onlinepun belum banyak menolong untuk menghilangkan kemacetan.

Alasannya adalah, ketika mengetahui ada kemacetan di sepanjang rute perjalanan kita, maka kita bisa menghindari dengan memilih rute yang ditawarkan oleh aplikasi online tersebut.

Namun, pada saat kita bergerak menuju jalan-jalan yang dianjurkan, secara bersamaan pula beberapa pengendara lain – yang secara kebetulan menghindari kemacetan di area tertentu atau area yang sama tadi – menempuh jalan alternatif yang sama pula.

Akibatnya, dalam perjalanan, volume kendaraan di jalur alternatif ini pun padat dan terus meningkat.

Kita lupa bahwa salah satu karakter utama dari dunia online adalah “kesegeraan dan keserempakan”, menyebabkan pengendara berbondong-bondong pula menggunakan rute yang disarankan  Google Map atau Waze tadi.

Ini seperti yang diungkapkan oleh peraih nobel 2017, Richard Thalet sang pakar Behavioral Economics, bahwa kita sering berpikir irasional, yang disebutnya Herd Thinking.

Bila ada salah satu pengendara belok kiri (keluar dari jalan yang macet), maka berbondong-bondonglah pengendara yang lain ikut belok ke kiri. Ibarat sebuah buku, yang dilabel best seller, maka jumlah penjualan akan terus melonjak. Jadi, fasilitas digital Ini, juga memberikan sumbangan terhadap cepat menularnya penyakit “latah”, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan.

Memang, tekonologi informasi dan komunikasi di era digital ini, kadang bisa menguntungkan, tetapi bisa juga merugikan. Semua tergantung cara kita memahami dan bijak menyikapinya.

Dalam hal ini, kita memang masih perlu melek digital – literasi digital.

Kembali pada persoalan mengatasi kemacetan lalu-lintas. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa upaya  selama ini lebih terfokus pada persoalan “ruang” – tentang menyiasati ruang (jalan) yang terbatas dan koneksitas antar ruang-ruang aktivitas, tetapi belum memberikan banyak perhatian pada persoalan “waktu” – yaitu, bagaimana kita menyiasati waktu.

Sudah saatnya kita mempertanyakan kenapa kita harus berbondong-bondong ke kantor pada jam 08.00 – 17.00, atau kenapa anak-anak belajar di sekolah ramai-ramai pada jam 07.00 – 13.00.

Mari kita berikan perhatian kita untuk menyiasati “waktu”, sebab semua aktivitas manusia selalu berada pada “ruang dan waktu”.

Kita terkoneksi tidak hanya berdasarkan ruang, tetapi juga oleh waktu.

(vws)

Artikel Asli