Lowongan Kerja di BCA Finance

Hai guys! Buat kalian yang tinggal area Jambi, Palembang, Tangerang & Medan! kuy ada posisi FAC nih yang terbuka untuk kalian yg memenuhi kualifikasi😃 Langsung daftar aja ya ke link diatas ! Kami tunggu🙏🏻

https://www.instagram.com/bcafinance_career/ selalu simak di sini saja ya

Daftar aja klik di bawah ini:

bit.ly/lokerbcaf

Penjualan Mobil Bekas Terjun Bebas

Tak hanya berdampak pada operasional pabrik serta penjualan mobil baru, pandemi Corona Covid-19 juga berimbas pada penjualan mobil bekas atau seken. Beberapa dealer mobil bekas mengeluhkan turunnya angka penjualan mereka.

Secara umum di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang terutama setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan nyaris tidak ada.

Untuk menyiasati pembeli sepi, customer lama yang sudah pesan kembali di-follow up. Sebaliknya customer baru tidak ada.

“Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemi corona dan PSBB. Angka pastinya tidak tahu, karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen,” sebut Business Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis.

Hendro menambahkan, jika dilihat dari data bulan Maret, penjualan Auto Value tidak turun, malah naik.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

“Maret naik hampir 70 persen dari Februari, dan boleh dikatakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir, mengalahkan PIK-nya tahun lalu, bulan Mei pas puasa. Saat itu kami sudah confidence akan survive, ternyata di akhir Maret dan puncaknya PSBB tiarap semua,” keluhnya.

Siapkan Strategi Baru

Perusahaan jual beli mobil bekas dibawah payung PT Suzuki Indomobil Sales ini pun bikin strategi jitu untuk mendongkrak penjualan di tengah pandemi COVID-19. Auto Value memang tidak menyiapkan formula khusus untuk mengdongkrak penjualan mobil bekasnya.

“Dulu waktu pandemi kami baru mulai bikin strategi, tapi saat ini prioritas dan daya beli masyarakat sudah hilang. Orang bergeser untuk beli kebutuhan primer di saat kondisi ekonomi sedang lesu,” tambah Hendro.

Namun, Auto Value tetap memantau pergeseran dan priotritas daya beli masyarakat guna mempertahankan penjualan mobil bekas pada kondisi sepi pembeli.

“Kami berharap kita sudah masuk masa recovery bulan Juni mendatang. Kami tidak tahu ya bagaimana ke depan, apakah akan ada pelonggaran dan industri dibuka lagi. Mudah-mudahan semuanya akan membaik,” pungkas Hendro.

Sumber: Otosia.com

Ini Bahayanya jika Kebut-kebutan Saat Jalanan Lengang

Adanya pandemi Corona serta larangan mudik dari pemerintah, membuat jumlah kendaraan di jalan raya maupun di tol menjadi berkurang.

Dengan kondisi jalanan yang lengang, terkadang membuat pengendara lupa dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Terlebih saat melaju di jalan bebas hambatan. Tak sedikit yang memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan atau di atas 100 kilometer per jam.

Padahal, memacu kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila terjadi kecelakaan, maka tingkat keparahannya atau fatalitasnya juga akan lebih tinggi bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa kebut-kebutan di jalan tol sangat berisiko. Meskipun kondisi jalan sangat lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Marcell menambahkan, hal ini disebabkan ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi maka pandangan akan jadi tunnel vision.

Baca juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA) 

“Di mana fokusnya hanya pada satu titik di depan saja sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas),” ucapnya.

Bahkan, ketika pengendara lain masuk di jalur yang sama bisa saja pengemudi akan kaget sehingga bisa melakukan tindakan yang membahayakan.

“Seperti banting setir atau ngerem mendadak. Jalan sudah dirancang untuk suatu kecepatan tertentu baik lebar maupun konturnya,” tutur Marcell.

Dia menambahkan, setiap berkendara di jalan raya maupun di jalan tol ada batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan.

Selain itu, jika pengendara melajukan kendaraannya hingga melebihi batas tersebut maka akan bisa berbahaya karena kestabilan kendaraan menjadi berkurang.

Makanya di setiap jalan ada batas maksimum kecepatan kendaraan, karena melebihi dari maksimum kecepatan maka stabilitas mobil akan berkurang,” ujarnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengimbau kepada para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan.

Meskipun jalanan lengang bukan berarti pengendara bisa memacu kendaraannya hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

“Patuhi rambu dan jangan melanggar batas kecepatan, memang kecelakaan menurun tetapi fatalitasnya meningkat,” kata Samdo.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Perhatikan Hal Ini Bila Mobil Lama di Garasi Agar Performanya Tetap Terjaga

Hal ini mungkin terjadi terutama dalam masa PSBB (Pembatasan Social Bersekala Besar) per wilayah, guna menekan penyebaran virus Corona.

Akibatnya banyak kendaraan roda 4 yang lebih sering diam berada di dalam garasi. Oleh sebab itu, jika ada waktu senggang sebaiknya memantau kondisi kendaraan kesayangan yang terparkir lama.

Sebagai contoh jika kendaraan berlama-lama pada area terbuka, disarankan untuk rajin mencuci mobil. Selain itu, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Karena binatang jenis ini rawan merusak komponen terutama komponen kelistristikan.

Selain itu, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk sekedar menjalankan mobil yang sudah dicuci tadi. Test drive sejenak di sekitar rumah ataupun kompleks perumahaan.

“Tidak usah jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Tujuannya adalah untuk menormalkan profile tapak ban yang lama diam. Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profile semua tapak ban Mobil tetap bundar alias tidak peyang,” urai Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak.

Keuntungan lainnya, bisa mengecek fungsi rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

“Ketika menjalankan mobil, pemilik kendaraan juga bisa memantau fungsi komponen kelistristikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuh Rafi’i.

Kemudian Anda bisa cek langsung fungsi AC (Air Conditioner). Apakah kualitas dingin di dalam kabin masih normal atau tidak. Begitu juga dengan hembusan anginnya apakah masih normal atau tidak.

Yang terpenting saat lakukan test drive ini yakni memastikan kondisi ban terutama tekanan anginnya masih bagus. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang.

Jika tekanan angin ban terlihat berkurang, sebaikya bawa mobil ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

Sementara untuk mengetahui berapa ukuranan tekanan angin ban mobil Peugeot, biasanya tabel informasi rekomendasi tekanan angin bisa lihat di bodi mobil bagian kiri. Tepatnya area dalam pintu pengemudi.[Go/Res]

Artikel Asli

Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan.

Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini justru salah, karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting mobil.

Karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yang jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu cara pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. Aki tekor

Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi.

Hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi masih berlangsung seperti sekarang ini sangatlah penting, namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda dengan menerapkan tips-tips di atas.

Artikel Asli

Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Sebagai bentuk kepedulian kami atas wabah Virus Corona (COVID-19) yang semakin meluas dan sejalan dengan kebijakan pemerintah serta arahan otoritas jasa keuangan (OJK)

BCA Finance (KKB BCA) memberikan relaksasi pembiayaan kepada debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (COVID-19) dengan skema yang ditentukan oleh BCA Finance.

Segera ajukan relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance.
Sekarang pengajuan relaksasi pembiayaan makin mudah.

94999949_554008212194217_73028347083977048_n

Siapa yang berhak mengajukan Restrukturisasi / keringanan pembiayaan

95001395_253795602480615_4325506322119097272_n

Debitur yang terdampak langsung wabah Virus Corona (Covid-19)

1. Dengan nilai pembiayaan di bawah 10 Miliar;
2. pekerja sektor informal dan / atau pengusaha UMKM
3. Tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan Virus Corona (Covid-19)
4. Pemegang unit kendaraan/jaminan yang namanya tercantum di dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen (PPK) dan tidak boleh diwakilkan / dikuasakan;
5. Unit kendaraan yang dijaminkan masih dalam penguasaan debitur.

Tata Cara Pengajuan Restukturisasi / keringanan pembiayaan:

95100863_152285272940638_27215379544831537_n

Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Angsuran Mobil akibat dampak wabah Covid-19 Klik di sini

Debitur tidak perlu datang ke kantor BCA Finance

Pengecekan Status Permohonan Relaksasi Pembiayaan Mobil

Kunjungi Situs BCA Finance Klik Disini

Disarankan menggunakan browser Google Chrome / Firefox.

Jika Anda belum menerima No. Laporan, silahkan kirim email ke customercarebcaf@bcaf.id untuk menanyakan no laporan tersebut dengan format subject email : Belum terima No Laporan pengajuan Covid-19 <spasi> isi No kontrak Anda

Semua Informasi dapat dilihat di channel-channel resmi BCA Finance, diantaranya:

94763507_100411591653789_2544252175155838645_n

1. Website BCA Finance (www.bcafinance.co.id);
2. Webchat BCA Finance (bit.ly/webchatBcaf);
3. App BCA Finance (bit.ly/BCAFapps);
4. Call Center BCA Finance (Halo BCA 1500888)

 

Ajukan segera Relaksasi Pembiayaan Mobil anda di BCA Finance sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Terima kasih atas kerjasamanya
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kemudahan.

 

Sumber: BCA Finance

WhatsApp Image 2020-05-01 at 15.45.17

 

Begini Cara Merawat Mobil Toyota Agar Tetap Nyaman saat PSBB

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan tips cara merawat kendaraan yang tepat, mulai dari menjaga komponen dan fitur saat tidak digunakan terutama dalam kondisi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari akun Youtube Toyota Indonesia, TAM memberikan 6 langkah dalam merawat mobil kesayangan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

1. Pemeriksaan komponen baterai/ACCU

Bersihkan terminal baterai/ACCU atau kepala terminal baterai (+) dan (-) dengan sikat kawat dan air panas untuk menjaga tegangan listrik baterai tetap baik tidak ada hambatan, sekaligus berfungsi maksimal saat kendaraan dinyalakan.

2. Memanaskan mesin pada periode tertentu

Hidupkan mesin minimal satu minggu sekali agar tegangan listrik baterai tidak hilang dan baterai tidak mudah rusak.

3. Pemeriksaan kondisi oli mesin

Periksakan jumlah, kekentalan, dan warna dari oli mesin kendaraan. Lakukan pengecekan oli mesin untuk mengetahui kualitas dan jumlah oli yang ada di dalam mesin.

Berhati-hatilah saat melakukan pengecekan oli mesin, terutama saat kondisi mesin panas. Oleh sebab itu, pengecekan oli mesin harus dilakukan saat kondisi mesin mati. Gunakan kain atau tisu bersih untuk melihat kondisi oli mesin pada stick oli.

4. Periksa kondisi ban

Periksa tekanan dan permukaan dari mobil Anda. Pastikan ban tidak kempes dan tekanannya mencukupi. Jangan biarkan ban kempes terlalu lama karena dapat merusak dan mengubah bentuk ban (flatspot).

Selain itu, penggunaan mobil dengan ban kempes atau bertekanan rendah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

5. Bersihkan kendaraan dan parkir di tempat terlindungi

Parkirkan kendaraan di tempat teduh dan terlindungi dari debu dan kotoran. Bersihkan kendaraan dengan segera jika terdapat kotoran yang menempel agar tidak merusak cat kendaraan.

Bersihkan pula bodi kendaraan dengan kain yang sangat halus agar tidak merusak bodi mobil.

6. Pemeriksaan fitur dan interior kabin mobil

Selalu pastikan kebersihan interior mobil agar kuman dan bakteri tidak menempel di jok, stir, stick perseneling, dan fitur lainnya. Gunakan sabun antiseptik, air, botol semprot, kain atau handuk alus (microfiber) dan vacuum cleaner.

Namun, adapula tombol di dalam kabin interior mobil yang tidak disarankan untuk dibersihkan dengan pembersih silikon karena dapat mengakibatkan kendala pada fungsi dan fitur mobil. Di antaranya, tombol wiper, lampu depan, sistem audio, switch pada pedal rem, dan switch power window.
BISNIS

Artikel Asli

Mudik, Mobil Pribadi Hanya Boleh Angkut Setengah Kapasitas

Meski tak ada larangan resmi soal mudik Lebaran 2020, namun pemerintah akan mengeluarkan regulasi ketat bagi masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah pagebluk atau wabah virus corona (Covid-19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini, mengaku tengah mematangkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan untuk pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk sebagai acuan saat mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, beberapa aturan akan dilakukan sesuai regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada sektor transportasi akan ditempuh dengan penerapaan physical distancing yang tak hanya berlaku bagi kendaraan umum, tapi juga pribadi.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

“Untuk kendaraan pribadi akan diberlakukan hal yang sama, yaitu pengaturan jarak fisik. Intinya untuk mobil pribadi itu patokannya 50 persen dari kapasitas,” kata Adita dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Dengan adanya ketetapan tersebut, artinya untuk mobil sejenis multi purpose vehicle (MPV) yang semula mampu menampung hingga tujuh penumpang, hanya boleh mengangkut tiga sampai empat penumpang saja.

Begitu juga untuk jenis kendaraan lain seperti sedan dan city car. Bisa jadi hanya akan boleh membawa dua penumpang saja dari kapasitas aslinya.

Sementara bagi masyarakat yang terpaksa mudik dengan sepeda motor, hanya akan diperbolehkan berkendara sendiri alias solo riding.

“Sepeda motor tidak dapat membawa penumpang,” ucap Adita.

Baca juga: PSBB Jakarta, Belum Ada Pembatasan Akses Keluar-Masuk Ibu Kota

Ketika ditanya bagaimana sistem pengawasan untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Adita mengatakan, detailnya akan diinformasikan setelah Permen keluar. Tapi dia memastikan akan mengandeng kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Pol Istiono mengatakan, selain ada kewajiban isolasi diri selama 14 haru saat tiba di kampung halaman dan kembali ke kota, akan ada pembatasan jumlah penumpang pada kendaraan pribadi.

Contohnya untuk mobil pribadi seperti sedan, hanya boleh mengangkut dua penumpang dengan kriteria satu menjadi sopir dan satunya lagi penumpang di belakang. Untuk minibus hanya ditumpangi tiga penumpang.

“Bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan. Tetap jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut di sini,” kata Istiono yang disitat dari NTMC Polri.

Penulis: Stanly RavelEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli

 

 

12 Aturan Dasar Pakai Mobil Matik, Jangan Salah Kaprah

Mengendarai mobi bertransmisi otomatis atau matik terlihat jauh lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Kelihatannya, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem. Sesederhana itu.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi otomatis Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

3. Saat berhentidalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7. Secara alami, mobi akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

9.Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memosisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12. Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka raawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

 Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)
Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)

Artikel Asli