Mazda CX30 – Riview Dealer Partisipan KKB BCA Virtual Autoshow 2020

Setelah Mazda 3, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi merilis Mazda CX-30, mewakili produk ke dua Mazda 7th G. Ia mengisi segmen Compact Crossover, yang lebih besar dari CX-3, namun lebih kecil ketimbang CX-5. Agak unik memang, dimensinya tanggung untuk dikaitkan dengan kompetitor yang ada. 

Dan lebih menariknya lagi, mobil baru ini dibangun dalam satu platform dengan Mazda 3. Maka itu tampilan Mazda CX-30 menyuratkan satu bahasa desain sama, yang mereka sebut KODO, atau soul of motion dalam Bahasa Inggris. Filosofi yang menegaskan keterkaitan sang pengendara dan mobil itu sendiri. 

Berbagai fitur modern juga tersemat. Seperti Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitoring System, Lane Departure Warning, mode berkendara, Head Up Display, Rear Cross Traffic Allert dan banyak lagi. Tampilan instrumen juga merupakan perpaduan digital-analog yang sangat informatif. Plus, ada sebuah layar entertainment di tengah, yang bisa dioperasikan lewat kenop putar dekat tuas.

Eksterior Garang

Tampilan eksterior Mazda CX-30. (Foto: Mazda)

Saat saya melihat tampilan eksterior Mazda CX-30 untuk pertama kalinya, crossover ini memiliki kesan garang. Ini terlihat dari desain lampu depannya yang berbentuk sipit dengan ornamen krom cukup besar yang menyambung ke sisi bawah mobil.

Selain itu, Mazda CX-30 menggunakan body cladding yang berukuran cukup besar sehingga sukses terlihat maskulin. Dari segi dimensi, di atas kertas Mazda CX-30 memiliki ukuran panjang 4.395 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.540 mm.

Di bagian belakang, Mazda CX-30 ini disematkan lampu LED berbentuk lingkaran seperti ditarik ke samping dengan garis lampu tajam.

Interior Elegan

Head unit pada interior Mazda CX-30. (Foto: Mazda)

Dalam perjalanan dari diler ke Sate Maranggi untuk istirahat siang, saya menjadi penumpang yang duduk di kursi depan. Kesan pertama yang saya rasakan saat duduk adalah head room-nya agak sempit. Namun, melihat desain interior Mazda CX-30 yang terlihat mewah dan elegan membuat saya kagum. Jok mobilnya pun terasa cukup nyaman karena sudah dibalut dengan bahan kulit berkualitas tinggi.

Saya melihat media lain yang menjadi pengemudi saat sedang menyalakan mesin mobil. Ternyata, Mazda CX-30 ini sudah menggunakan tombol start/stop button, tidak menggunakan kunci manual. Cukup dengan menginjak pedal rem bersamaan dengan menekan tombol tersebut, mesin mobil akan menyala.

Di sisi lain, terdapat head unit berukuran 8,8 inci yang sudah terintegrasi dengan smartphone. Selain itu, disematkan pula delapan buah speaker yang membuat alunan lagu dari radio mobil terdengar lumayan keras di dalam kabin, meskipun sempat saya kecilkan suaranya.

Tidak ketinggalan, terdapat Sunroof untuk melihat langit yang saya sukai saat saya merasa bosan dalam mobil. Sekitar dua jam-an lebih di perjalanan, kami akhirnya sampai di Sate Maranggi.

Impresi Mengemudi Mazda CX-30

Setelah makan siang di Sate Maranggi menuju hotel tempat menginap, saya bertukar posisi dengan media yang ikut dalam satu mobil untuk jadi pengemudi. Karena jalanan di kawasan Lembang cukup padat dan lumayan sempit, saya membawa mobil ini di kecepatan sedang.

Dibekali teknologi SKYACTIV-Vehicle Architecture, saya merasa handling mobil ini bagus. Di jalan tanjakan menuju hotel pun mobil bisa dibawa bermanuver dengan baik. Saya cukup suka dengan setir kemudi CX-30 ini karena sangat presisi dan pas untuk digenggam. Terdapat fitur cruise control pada setirnya yang memudahkan saya untuk mengatur fitur-fitur di dalam mobil.

Fitur yang juga saya suka adalah Head Up Display (HUD). Fitur ini menampilkan informasi kecepatan mobil yang saya bawa pada kaca depan. Sehingga, saya tidak kehilangan fokus selama berkendara.

Fitur Keselamatan

Fitur keselamatan yang disematkan pada Mazda CX-30 ini yang membuat saya terkesan. Mazda CX-30 memiliki sensor sensitif, seperti Mazda Radar Cruise Control yang disematkan pada bagian depan mobil. Saat saya berhenti cukup dekat dengan mobil lain yang berada di depan, head unit CX-30 ini akan memperlihatkan radar cruise control tersebut menyala.

Untuk fitur Brake Assist-nya sendiri, juga cukup sensitif. Saat Mazda CX-30 yang saya bawa terlalu mepet dengan mobil di depan, fitur tersebut tiba-tiba berbunyi dan mobil berhenti mendadak sehingga saya dan media lain yang berada dalam satu mobil terkejut. Namun, saya sangat mengapresiasi fitur Brake Assist ini karena fitur tersebut benar-benar dibutuhkan untuk pengemudi ugal-ugalan seperti saya.

Selain itu, fitur blind spot monitoring yang disematkan pada spion Mazda CX-30 juga sangat membantu untuk melihat keadaan sekeliling mobil. Monitoring akan bekerja dengan mengirimkan notifikasi di sudut spion. Sehingga, risiko tabrakan dengan kendaraan lain bisa dihindari.

Ditambah, terdapat fitur LKA (Lane Keep Assist). Saat saya seringkali keluar dari garis marka jalan, fitur tersebut memberikan peringatan melalui bunyi dan getaran pada setir kemudi mobil.

Momen paling menegangkan saat melalui jalanan menanjak dekat hotel, sangat curam. Namun ternyata, Mazda CX-30 ini dapat melalui jalan tersebut dengan lancar. Berkat suspensi Macpherson Strut yang disematkan di bagian depan dan Torsion Beam di bagian belakang, mobil tersebut juga tidak banyak berguncang saat melalui jalannya yang penuh bebatuan. Saya dan lainnya pun bisa selamat sampai hotel. Dengan adanya fitur Front and Rear Parking Sensors, dapat membantu saya saat memarkirkan mobil di tempat parkir hotel.

Sebagai informasi, selain yang disebutkan di atas, Mazda CX-30 ini memiliki berbagai fitur keselamatan canggih lainnya. Antara lain, fitur Airbags, ABS, dan EBD sebagai fitur keselamatan standar, serta Hiill Launch Assist (HLA) dan High Beam Control untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari risiko kecelakaan.

Tentang Mazda CX-30

Spesifikasi Mazda CX-30. (Foto: Mazda)

Tampil perdana di Geneva International Motor Show pada Maret 2019 lalu, Mazda CX-30 telah resmi diluncurkan di Indonesia pada awal tahun 2020 ini.  Mobil ini merupakan sebuah SUV yang menggabungkan proporsi desain tegas dengan gaya elegan khas Mazda.  Di sisi lain, Mazda CX-30 sudah mengusung evolusi terbaru desain KODO khas Mazda yang merupakan model Mazda generasi ketujuh.

Di bagian mesin, Mazda CX-30 telah dibekali mesin bensin SKYACTIV-G 2,0 liter terbaru yang dapat mengeluarkan tenaga maksimum sebesar 178 Hp pada 6.000 Rpm dan torsi maksimum 224 Nm pada 3.000 Rpm. Tenaga dan torsi dari jantung pacu ini disalurkan melalui transmisi otomatis 6-speed SKYACTIV-DRIVE.

Mazda CX-30 ditawarkan dalam empat pilihan warna. Antara lain warna unggulan Soul Red Crystal Metallic dan Machine Grey Metallic, serta warna standar yaitu Snowflake White Pearl Mica dan Jet Black Mica. Untuk varian mobil ini, terdapat tipe GT dan Touring.

Sumber Artikel

Tonton Video Mobil Ulasan:

Selengkapnya di Channel Youtube Kredit Keren Banget atau Klik Link https://kreditkerenbanget.info/AutoshowKKB5

Beli mobil semudah belanja online?
KKB BCA hadir dengan konsep Virtual Event
Event ini yang juga dijalankan secara serentak di hampir seluruh cabang BCA di Indonesia.

Pastikan mendapatkan penawaran spesial dari KKB BCA dan pastikan untuk Join dalam Event Virtual kami

Nasabah dapat berbicara atau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami WA 081280818257 atau klik link ini:
https://kreditkerenbanget.info/picKKBvirtual

.

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget
Klik di bio IG / http://www.kreditkerenbanget.org
SUBSCRIBED YOUTUBE KKB BCA di “Kredit Keren Banget”

solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca #kreditkerenbanget #kreditmobilbca #kkbbcaVirtualevent #bcasemuaberes #kreditmobil

Inilah Tujuh Finalis European Car Of The Year 2018, Mana Jagoanmu?

Inilah Tujuh Finalis European Car Of The Year 2018, Mana Jagoanmu?

AutonetMagz.com – Setiap tahunnya ajang European Car of The Year selalu menyajikan kejutan yang menarik, seperti edisi tahun 2017 lalu yang menempatkan Peugeot 3008 sebagai pemuncak dengan 319 poin meninggalkan Alfa Romeo Giulia dan Mercedes-Benz E-Class. Dan untuk seri berikutnya, yaitu European Car of The Year 2018, para finalisnya sudah diumumkan baru – baru ini, dan ada tujuh mobil yang akan berebut tahta bergengsi ini tahun depan.

Ya, ketujuh mobil tersebut adalah Alfa Romeo Stelvio, lalu Audi A8, BMW 5 Series, Citroen C3 Aircross, KIA Stinger, Seat Ibiza dan Volvo XC40. Yang menarik adalah absennya merk – merk Jepang dalam kesempatan kali ini. Terakhir kali pabrikan Jepang masuk tiga besar adalah pada tahun 2016 lalu dengan Mazda MX-5, dan terakhir pabrikan Jepang berada di posisi puncak adalah pada tahun 2011 lalu melalui Nissan Leaf. Peugeot yang jadi kampiun tahun lalu juga tak masuk di tujuh besar ini. Ketujuh kandidat yang telah diumumkan ini merupakan hasil saringan oleh 60 orang juri yang berasal dari seluruh benua.

Dan di edisi European Car of The Year 2018 ini, terbuka peluang bagi merk – merk baru untuk memenangkan gelar bergengsi ini. Karena dari tujuh produk ini, ada empat pabrikan yang belum pernah merasakan nikmatnya gelar European Car of The Year yang sudah diadakan sejak tahun 1964 ini. Keempat merk tersebut adalah BMW, KIA, Seat dan juga Volvo. Namun tentunya hal ini tak mengecilkan peluang dari Alfa Romeo, Audi, dan juga Citroen, karena etiganya juga memiliki kans yang sama besar untuk memenangkan persaingan di European Car of The Year 2018 ini.

Alfa Romeo menjadi pabrikan yang sudah cukup lama merindukan kemenangan di European Car of The Year, dengan Alfa Romeo Stelvio yang notabene merupakan SUV pertama dari pabrikan ini, pihak Alfa Romeo ingin mengulang sukses mereka di ajang ini seperti tahun 2001 lalu. Sedangkan Audi juga menantikan gelar keempat melalui Audi A8, dan penantian ini lebih panjang dari Alfa Romeo, karena terakhir kali Audi menjuarai European Car of The Year adalah pada tahun 1983. Sama pula dengan Citroen yang terakhir kali menjuarai European Car of The Year pada 1990, Citron C3 Aircross meneruskan usaha dari Citroen C3 yang tahun lalu menjadi salah satu finalis di ajang yang sama.

BMW yang kali ini ikut tampil di European Car of The Year, langsung unggul dengan seri 5 G30 yang kita tahu cukup baik improvement-nya, diikuti dengan KIA Stinger yang juga mengesankan. Selain itu si cantik Seat Ibiza juga berpeluang mengukuhkan Seat sebagai jawara di ajang ini, dan terakhir adalah Volvo yang menjagokan XC40 setelah dua tahun sebelumnya XC90 juga sempat mengisi posisi finalis. Jawara European Car of The Year 2018 sendiri akan diumumkan di Geneva Motor Show 2018 mendatang kawan. Kira – kira, siapa jagoan kalian? Yuk sampaikan pendapatmu kawan.

 

Artikel Asli

============================================================================

Baca Juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik :  (Info Viral dan Trend saat ini)
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Suzuki Swift 2018 Hadir Tahun Depan

Suzuki Swift, Di Indonesia belakangan ini Suzuki cukup aktif dalam meluncurkan mobil baru. Beberapa mobil yang dirilis Suzuki Indonesia adalah Suzuki Ignis, Suzuki Baleno hatchback, Ertiga Diesel dan lain-lain. Tampaknya kehadiran produk baru dari Suzuki tidak berhenti hanya sampai di situ.

Belakangan ini beredar kabar bahwa pabrikan otomotif asal Jepang itu tengah menyiapkan mobil baru lainnya. Mobil itu adalah sebuah hatchback yang tak lain Suzuki Swift.

Untuk informasi, Swift terbaru pertama kali dihadirkan pada Desember 2016 di negara asalnya. Setelah itu peluncuran Suzuki Swift 2017 berlanjut ke benua Eropa pada awal tahun ini. Kini giliran kawasan di Asia Tenggara yang mendapat jatah mobil ini.

Kabar baiknya mobil Suzuki ini akan dirilis di Negeri Gajah Putih, Thailand pada kuartal pertama 2018 mendatang. Informasi ini tentunya menjadi angin segar bagi para penggemar Suzuki Swift, termasuk di Indonesia. Sebab saat hadirnya Baleno Hatchback berhembus isu bahwa Swift berhenti produksi.

Menurut bocoran dari Indonesiautosblog yang dilansir dari Carreview, Suzuki Swift untuk pasar Thailand akan mengandalkan mesin berkapasitas 1.200 cc Dualjet. Mesin ini mempunyai tenaga maksimum sebesar 89 dk pada 6.000 rpm dengan torsi maksimum 118 Nm pada 4.400 rpm.

Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan. Selain itu juga tersedia transmisi CVT.

Suzuki Swift terbaru ini mendapat sejumlah peningkatan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi HEARTECT. Teknologi ini sebelumnya diterapkan pada Ignis dan Baleno. Alhasil bobot Suzuki Swift diklaim lebih ringan dibandingkan model saat ini. Untuk pembanding, bobot Suzuki Swift 2017 berkisar 870-970 kg. Sedangkan model pendahulu berbobot 1.035-1.200 kg berdasarkan spesifikasi versi Jepang.

Melihat dimensinya, Suzuki Swift mempunyai panjang 3.840 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.500 mm. Untuk wheelbase mobil ini mencapai 2.450 mm. dimensi panjangnya mobil ini ternyata lebih pendek 10 mm dibandingkan model saat ini yang beredar di Indonesia. Akan tetapi wheelbase-nya lebih panjang 20 mm dan juga lebih lebar 40 mm.

Di dalam kabin, Suzuki Swift terbaru dilengkapi dengan banyak fitur menarik. Salah satu yang menjadi daya jual utama adalah layar sentuh Smartplay AVN dan konsol instrumen dengan MID beresolusi tinggi.

Selain hadir di Thailand, mobil terbaru Suzuki ini jua akan diluncurkan di India. Mobil ini disebut akan hadir pada ajang Auto Expo yang diselenggarakan 9 Februari 2018 mendatang.

Pilihan mesinnya ada dua macam, yakni mesin bensin berkapasitas 1.200 cc dan mesin diesel DDIS 1.300 cc. Untuk versi bensin kemungkinan mendapat pilihan transmisi yang serupa dengan versi Thailand. Sedangkan versi diesel akan mendapat opsi transmisi Automatic Manual Transmission (AMT).

Di Indonesia sendiri Suzuki Swift direncanakan juga hadir tahun depan. Informasi ini disampaikan langsung oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek Suzuki di Indonesia. Hanya saja belum diketahui kapan mobil baru tersebut hadir.

Akan tetapi diperkirakan peluncurannya tidak lama setelah hadir di Thailand. Sebab model sebelumnya juga didatangkan utuh (completely built-up/CBU) dari negara tersebut. Saat resmi hadir nanti Suzuki Swift 2018 akan bersandingan dengan Baleno Hatchback yang dibanderol di bawah Rp 200 juta.

Artikel Asli

BMW Akan Perkenalkan Crossover Baru, Berbagai Platform Dengan Mini

BMW Akan Perkenalkan Crossover Baru, Berbagai Platform Dengan Mini

BMW dikabarkan akan meluncurkan sebuah crossover barunya bernama X2. Rencananya mereka akan melakukan debut perdananya di ajang Detroit Auto Show 2018, Amerika Serikat dan akan mulai dijual pada Maret 2018.

Menurut yang dikabarkan Carscoops, BMW X2 ini akan mengisi celah antara BMW X1 dan X3 serta menjadi rival kuat bagi Jaguar E-Pace dan juga Mercedes-Benz GLC.

Selain itu, BMW X2 juga berbagi platform dengan Mini Countryman karena platform-nya yang bisa menggendong mesin empat silinder, sistem penggerak four wheel drive, dan juga berpotensi untuk hadir dalam versi plug-in hybrid. Jarak sumbu rodanya sama dengan model X1 hanya saja lebih rendah dan pendek.

Soal mesinnya, ada beberapa pilihan yang bakal disiapkan oleh BMW. Mulai dari X2 sDrive20i bertenaga 187 hp dengan torsi 279 Nm berpenggerak roda depan, X2 sDrive20d bermesin diesel yang bertenaga 187 hp dengan torsi 399 Nm. Terakhir, untuk varian tertingginya adalah X2 xDrive25d bermesin diesel dengan penggerak four wheel drive yang memiliki tenaga 228 hp dengan torsi 450 Nm.

Kemungkinan besar setelah meluncur beberapa waktu setelahnya barulah akan dihadirkan versi mungilnya yaitu sDrive18i dan sDrive18d.

Artikel Asli

 

Turki Mau Buat Merek Mobil Sendiri

Turki salah satu negara yang punya pertumbuhan pasar otomotif bagus. Selain sebagai pengekspor besar produk otomotif, ke negara-negara Eropa, Turki juga jadi rumah bagi pabrik manufaktur besar. Sebutlah Toyota, Honda, Hyundai, Renault dan Fiat. Merasa sudah memiliki pengalaman di dunia manufaktur otomotif, Turki memutuskan untuk membuat brand mereka sendiri. Keputusan dan dukungan diberikan kuat oleh presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

methode_times_prod_web_bin_256e43ec-c245-11e7-9914-a38dcc178fcd

Inisiasi untuk membuat merek mobil nasional Turki, disebut Erdogan dengan Automobile of Turkey. Karena menurutnya, masyarakat Turki punya impian memproduksi mobil mereka sendiri. Erdogan bahkan menjanjikan, bakal menjadi konsumen pertama dari mobil nasional Turki dengan membeli menggunakan uang pribadi.

Melansir pewartaan situs Reuters, Erdogan menggabungkan lima perusahaan besar untuk mewujudkan mobil nasional Turki. Disebut dengan Five Brave Fellows, di dalamnya termasuk operator telepon seluler Turkcell dan Zorlu Holding, manufaktur elektronik Vestel, konglomerat Anadolu Holding, Kiraca Holding dan rekanan Trukish-Qatari BMC Group. Kinerja Turki dalam mengekspor suku cadang otomotif juga menjadi bekal keberanian untuk membangun brand mobil 100 persen buatan Turki.

Tak ingin membuang waktu, ia menjanjikan model prototipe untuk lahir pada 2019. “Kami tak ingin menunda terlalu lama untuk proyek ini dan kami tak memberi toleransi waktu yang terbuang. Saya akan menjadi konsumen pertama untuk mobil itu, dalam kondisi saya membayarnya sendiri,” ujar Erdogan. Sementara rencana model produksi mulai dijual pada 2021. Fokus utama, dikatakan, mobil elektrik sepenuhnya. Bahkan targetnya tak tanggung-tanggung, ingin melahirkan brand mobil yang bisa menyaingi Tesla.

Membangun brand mobil beserta produk pertama dari nol tentu bukan hal sepele, meski negara punya bekal dalam bisnis manufaktur otomotif. Sejumlah analisis meragukan niat berani Erdogan, apalagi didukung pilar dengan pengalaman otomotif yang tak begitu besar. Terlepas dari itu, usaha perwujudan cita-cita untuk memiliki mobil nasional yang juga diimpikan oleh rakyatnya patut diapresiasi.

Malaysia, sudah memulai ini dengan merilis merek Proton. Beberapa negara lain juga sudah ada yang membuat kebijakan khusus agar industri otomotif di negaranya bisa berkembang dengan brand yang spesifik. Sebut saja Tiongkok. Sementara di Indonesia mimpi membuat mobil nasional masih jauh di angan.

Artikel Asli

Penjualan Mobil Mewah, Mercy Ungguli BMW dan Audi

Penjualan Mobil Mewah, Mercy Ungguli BMW dan Audi

Berlin– Persaingan mobil mewah asal Jerman sangat ketat. Tiga pabrikan mobil mewah asal jepang, Mercedes-Benz, BMW, dan Audi berlomba-lomba menjual mobil di pasar otomotif dunia.

Diberitakan Automotive News, Mercedes-Benz sukses melampaui penjualan BMW dan Audi selama sembilan bulan pertama tahun 2017. Pertumbuhan penjualan sedan Mercy E-Class dan beberapa model SUV membuat Mercy berhasil mengungguli dua rivalnya.

Penjualan mobil Mercy naik 12 persen menjadi 1,72 juta unit dalam sembilan bulan pertama. Padahal, kenaikan penjualan BMW hanya 3,9 persen menjadi 1,54 juta unit dan Audi yang malah turun 2 persen menjadi 1,38 juta unit pada periode yang sama.

Mercedes berhasil menempati posisi teratas mengungguli BMW dalam persaingan mobil mewah ini sejak 2016 lalu setelah lebih dari satu dekade. Sebab, ada perombakan agresif jajaran Mercy dengan berbagai SUV seperti GLC Coupe, pikap X-Class dan mobil sport AMG GT.

Penjualan SUV Mercedes-Benz pada September tahun ini naik 15 persen dibanding September tahun sebelumnya. Sementara model coupe, convertible, dan roadster naik 21 persen.

Artikel Asli

Oh ya..? Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Jika melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) merek Wuling pada bulan September lebih baik jika dibandingkan pesaingnya dari Jepang yang sama-sama meluncur pada Agustus yaitu Mitsubishi Xpander.

Wuling tercatat berhasil menjual Confero sebanyak 1.391 unit sementara Mitsubishi Xpander 1.096 unit. Meski menolak dibandingkan dengan brand lain, Wuling sendiri cukup senang dengan pencapaian tersebut karena artinya kehadiran Wuling cukup disambut positif masyarakat di Indonesia.

“Intinya sebenarnya kalau ditanyain dibandingin sama datanya Mitsubishi kemarin kita nggak tahu datanya brand lain seperti apa, tapi kita nggak mau lihat brand lain lah,” ungkap Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani di Bali.

“Tapi at least dengan pencapaian yang sekarang buat kita sebagai brand baru yang benar-benar yang sebelum kita launching sebelum datang ke Indonesia itu orang nggak pernah tahu yang namanya Wuling. Itu sebenarnya pencapaian sangat positif makanya kita happy lihat penjualannya segitu, tapi kita nggak ngomongin brand lain ya,” tambah Dian.

Wuling dan Mitsubishi sama-sama meluncurkan produk Low MPV di tahun ini tepatnya pada Agustus. Mitsubishi dan Wuling memiliki lokasi pabrik yang berdekatan yakni di kawasan Cikarang.

Wuling mulai memproduksi Confero pada bulan Juli sementara Mitsubishi memproduksi Xpander pada bulan September

Artikel Asli