Kabar Baik – Penjualan Mobil niaga ringan punya prospek baik selama pandemi

Segmen penjualan kendaraan niaga, khususnya di segmen mobil niaga ringan seperti pick up punya tren permintaan yang cukup baik. Di tengah lesunya penjualan mobil nasional, para agen pemegang merek (APM) turut mendorong pasar segmen tersebut.

Berkaca pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai dengan Agustus 2020, penjualan ritel mobil pick up tercatat 54.108 unit atau turun sekitar 36% secara tahunan. Namun penurunan tersebut tidak separah anjloknya pasar mobil nasional saat itu yang merosot 46% secara tahunan.

Sementara penjualan mobil pick up di periode Juli sempat tercatat sebanyak 7.021 unit naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 5.091 unit. Namun, di bulan Agustus 2020, penjualan mobil pick up kembali turun dengan hanya mencatatkan 6.829 unit.

General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril mengatakan masih ada peluang yang baik dari permintaan mobil pick up baik kelas ringan maupun medium. “Kebanyakan diisi oleh kebutuhan logistik, transportasi sampai jasa kurir,” ujarnya ditemui dalam sebuah webinar, Kamis (1/10).

Ia tak menampik sektor bisnis logistik dan kurir barang yang tengah marak di pandemi ini, yang didorong oleh aktivitas jual-beli online, turut mendorong permintaan armada para pengusaha sektor tersebut. Pemilihan mobil pick up didasarkan oleh kecepatan kendaraan dalam pengiriman barang untuk dalam kota.

Untuk mendorong penjualan pick up nya, Isuzu terus mempelajari peluang market disegala sektor dan daerah. “Karena di saat pandemi ini pasti ada sektor usaha dan daerah tertentu yang mampu menumbuhkan ekonominya,” kata Attias.

Tumbuhnya berbagai sektor usaha menjadi pendorong penjualan APM Isuzu sebab hampir 90% mobil yang ia jual merupakan segmen commercial vehicle. Untuk jenis mobil pick up, perusahaan ini memiliki beberapa model. Mulai dari Isuzu Traga, Panther Pick Up hingga Medium Pick Isuzu D-Max yang sampai Agustus mencatatkan penjualan ritel 4.199 unit.

Hal senada juga disampaikan Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. Ia tak menampik bahwa industri logistik dan jasa kurir yang tengah marak di masa pandemi ini turut mendorong permintaan kendaraan niaga ringan dan kecil, salah satunya model pick up. Daihatsu pun diketahui memiliki model pick up dengan brand Grand Max, yang di periode Januari-Agustus 2020 tercatat mempunyai volume penjualan 12.958 unit.

Grand Max tersebut menguasai pangsa pasar mobil pick up sekitar 24% di periode Januari-Agustus 2020. Terlihat mulai ada pergerakan dimana pada bulan Juli 2020 penjualan pick up Daihatsu tipe Standar mencapai 183 unit, sedangkan di bulan Agustus berikutnya mode tersebut mencetakkan penjualan 632 unit..

Mengenai target, ADM mengaku tak mematok target spesifik untuk satu jenis segmen kendaraan saja, melainkan untuk total penjualan mobil Daihatsu di dalam negeri diharapkan dapat menjaga perolehan pangsa pasar sekitar 17% dari pasar mobil nasional.

Sumber Artikel

KKB BCA

Solusi Pembiayaan Kendaraan Terbaik

.

Mau bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA?

Tanyakan ke cabang BCA atau personal kami No WA 0812.808182.57 atau klik: https://goo.gl/38BLCX

.

Kunjungi web kami: http://www.kreditkerenbanget.org

.

Follow @kreditkerenbanget

.

#kreditmobilbca #kkbbca #kreditmobil #kreditmobil #solusibca #solusikkb #kkbvirtualevent #belimobil #bcasemuaberes #onebca #kreditkerenbanget #bcafinance #bankbca #bca #bcaexpo #autoshowbca #kreditkendaraanniaga #mobilniaga #modalusaha

Digelar Awal Maret: Untuk Pertama Kalinya, Gaikindo Akan Gelar Pameran Khusus Kendaraan Niaga

Digelar Awal Maret: Untuk Pertama Kalinya, Gaikindo Akan Gelar Pameran Khusus Kendaraan Niaga

Untuk pertama kalinya di Indonesia, asosiasi pelaku industri otomotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), akan menggelar pameran otomotif khusus kendaraan komersial berskala akbar.

Pameran ini diberi tajuk Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, dan akan berlangsung selama empat hari mulai 1 – 4 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo IKINDO mengungkapkan alasan mengapa organisasinya akhirnya menghadirkan sebuah pameran yang fokus pada industri kendaraan komersial Indonesia.

“Industri kendaraan komersial Indonesia memiliki prospek yang sangat positif ditengah tumbuhnya infrastuktur Indonesia, dan membaiknya harga komoditas serta industri mining. Dan saat ini GIICOMVEC akan menjadi momentum yang sangat tepat untuk mendorong industri kendaraan komersial di Indonesia,” ujar Nangoi.

Nangoi menjelaskan, penyelenggaraan pameran GIICOMVEC pada awal tahun 2018 dirasa sangat baik, karena pertumbuhan industri kendaraan komersial yang mulai menggeliat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan data Frost & Sullivan yang memperkirakan pasar otomotif Indonesia akan mengalami pertumbuhan, didasari oleh beberapa faktor.

Diantaranya, belanja pemerintah, pembangungan infrastruktur dan kegiatan operasional di Indonesia turut meningkatkan kebutuhan kendaraan komersial, menjadi stimulus bagi pasar kendaraan niaga dan akan menambahkan sekitar 0,5 persen pertumbuhan pasar otomotif Indonesia.

Antusiasme potensi pasar kendaraan komersial di Indonesia yang disampaikan para Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan komersial anggota Gaikindo pada pagelaraan GIIAS pada Agustus lalu juga memberikan semangat positif untuk Gaikindo mewujudkan pameran perdananya yang dikhususkan bagi industri kendaraan komersial Indonesia.

Rizwan Alamsjah, Ketua III GAIKINDO yang membawahi bidang pameran menyatakan penyelenggaraan pameran Gaikindo, GIIAS selama 3 tahun terakhir diyakini mampu memberi efek positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional.

GIIAS memiliki cakupan industri otomotif yang cukup luas, sehingga untuk lebih fokus terhadap industri kendaraan komersial Indonesia, Gaikindo akan menyelenggarakan pameran business to business (B to B) GIICOMVEC.

Rizwan mengatakan, keseluruhan konsep dan suasana yang dibangun pada pameran GIICOMVEC akan fokus untuk membantu industri kendaraan komersial menangkap momentum positifnya.

“GIICOMVEC akan menjadi ajang bagi APM komersial untuk menghadirkan produk dan teknologi yang mereka miliki ke pengunjung yang tepat, dan peserta juga akan diberikan space dan waktu khusus untuk menunjukkannya langsung,” terangnya.

Ia juga menambahkan, pada GIICOMVEC 2018, pengunjung potensial akan diberikan kesempatan untuk memilih produk yang sesuai kebutuhan bisnis mereka.

Karoseri tertarik

Gaikindo sudah melakukan launching awal Oktober 2017 lalu, dan rencana penyelenggaraan GIICOMVEC 2018 diklaim mendapatkan respon positif dari APM kendaraan komersial anggota Gaikindo.

Merek-merek besar seperti Daihatsu, DFSK, Isuzu, Mercedes-Benz Commercial, Mitsubishi Fuso, dan Mitsubishi Motors telah memberikan komitmennya. GICOMVEC 2018 juga akan diikuti oleh industri karoseri Tanah Air dan industri pendukung lainnya.

Rizwan juga mengungkapkan harapannya pada pelaksanaan GIICOMVEC 2018.

“Kami menaruh harapan untuk pelaksanaan perdana GIICOMVEC, dengan pertumbuhan infrastruktur yang tinggi mendorong meningkatnya demand terhadap industri kendaraan komersial di Indonesia, semoga kehadiran GIICOMVEC dapat memberikan dorongan positif bagi anggota kami dari kendaraan komersial dan industri komersial Indonesia secara luas,” ungkapnya.

Artikel Asli