WOW! Ini 98 Informasi Pribadi yang Diketahui Facebook

Facebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017)

Facebook mengoleksi berbagai informasi soal kehidupan personal Anda. Hal ini menyusul semakin tingginya tuntutan pengiklan untuk menyasar target pasar via jejaring sosial tersebut.

Dalam hal ini, Facebook ingin menjadi wadah yang menawarkan solusi bersama alias win-win solution. Sederhananya, pengiklan harus puas menyebarkan promosi produk dan jasa, sementara pengguna tak boleh merasa terganggu.

Solusi bersama itu bisa terwujud ketika Facebook benar-benar memahami kebutuhan pengguna. Dari situ, iklan masuk untuk menawarkan apa yang dibutuhkan pengguna.

Kebutuhan pengguna sendiri bisa diidentifikasi dari kumpulan informasi personal dan kebiasaan di Facebook. Informasi dan kebiasaan umum semisal status hubungan (menikah atau single), lokasi mobilitas sehari-hari, baru saja balik dari liburan, dan sebagainya.

Meski demikian, ada informasi dan kebiasaan spesifik yang ternyata juga dikumpulkan Facebook untuk bahan analisis pengiklan. Misalnya saja tahun pembelian mobil, hingga jenis liburan seperti apa yang cenderung dipilih.

Yang sedikit membuat terkejut, Facebook ternyata juga membuntuti situs lainnya yang Anda kunjungi. Setiap kali Anda memberi “like” atau “share” atas situs tertentu, Facebook menghimpun banyak informasi dari sana.

Lebih lengkap, berikut deretan informasi personal dan kebiasaan pengguna yang diketahui Facebook, sebagaimana dilaporkan Gizmodo dan dihimpun KompasTekno, Kamis (5/10/2017).

1. Lokasi
2. Usia
3. Generasi
4. Gender
5. Bahasa
6. Edukasi
7. Disiplin ilmu
8. Sekolah
9. Etnis
10. Pendapatan
11. Kepemilikan rumah dan tipenya
12. Harga rumah
13. Ukuran properti
14. Ukuran rumah
15. Tahun pembangunan rumah
16. Susunan rumah tangga
17. Pengguna yang merayakan anniversary dalam 30 hari ke depan
18. Pengguna yang jauh dari keluarga atau kampung halaman
19. Pengguna yang berteman dengan orang yang bakal merayakan anniversary, baru saja menikah atau tunangan, baru saja pindah, atau akan berulang tahun
20. Pengguna dengan hubungan jarak jauh
21. Pengguna dengan hubungan baru
22. Pengguna yang baru dapat kerja
23. Pengguna yang baru bertunangan
24. Pengguna yang baru menikah
25. Pengguna yang baru saja pindah
26. Pengguna yang bakal ulang tahun sebentar lagi
27. Orangtua
28. Orang tua yang hamil
29. Karakter ibu (trendy, oldschool, dll)
30. Pengguna yang tertarik dengan politik
31. Referensi politik
32. Satus hubungan
33. Majikan
34. Industri
35. Pekerjaan
36. Tipe kantor
37. Ketertarikan
38. Pengguna yang punya motor
39. Pengguna yang berencana beli mobil (jenisnya mobil baru atau bekas, dan kapan mau beli)
40. Pengguna yang baru saja beli perlengkapan mobil atau aksesori
41. Pengguna yang butuh service mobil
42. Jenis dan merek mobil yang dikenakan
43. Tahun pembelian mobil
44. Usia mobil
45. Berapa banyak duit yang mau dihabiskan untuk mobil selanjutnya
46. Di mana pengguna biasanya beli mobil
47. Berapa pegawai pengguna
48. Seberapa besar bisnis yang dikelola
49. Pengguna yang bekerja dalam manajemen atau merupakan seorang eksekutif
50. Pengguna yang telah berdonasi (tipe donasinya)
51. Sistem operasi
52. Pengguna yang bisa main game kanvas
53. Pengguna yang bisa main game konsol
54. Pengguna yang telah membuat event di Facebook
55. Pengguna yang telah menggunakan Facebook Payments
56. Pengguna yang telah menghabiskan lebih dari rata-rata pada Facebook Payments.
57. Pengguna yang mendaftarkan Facebook page
58. Pengguna yang baru saja upload foto
59. Peramban internet
60. Layanan e-mail
61. Adopter teknologi baru atau lama
62. Ekspat (terbagi menjadi negara asal)
63. Pengguna yang terafiliasi dengan bank nasional atau regional
64. Pengguna yang merupakan investor (terbagi menjadi jenis investasi)
65. Jumlah kredit
66. Pengguna yang aktif menggunakan kartu kredit
67. Tipe kartu kredit
68. Pengguna yang punya kartu debit
69. Pengguna yang berutang dengan kartu kredit
70. Pengguna yang mendengar radio
71. Pengguna yang lebih pilih televisi
72. Pengguna yang menggunakan perangkat mobile (terbagi menjadi merek yang digunakan.
73. Tipe koneksi internet
74. Pengguna yang baru saja beli smartphone atau tablet
75. Pengguna yang mengakses internet dari smartphone atau tablet
76. Pengguna yang pakai kupon
77. Tipe gaya baju
78. Waktu paling sering dipakai belanja
79. Pengguna yang sering beli bir atau wine.
80. Pengguna yang membeli kebutuhan rumah tangga rutin tiap bulan (jenisnya)
81. Pengguna yang membeli produk kecantikan
82. Pengguna yang membeli obat alergi, batuk, anti-sakit, dan lainnya
83. Pengguna yang menghabiskan uang untuk perabotan rumah tangga
84. Pengguna yang menghabiskan uang untuk produk anak-anak dan hewan pelihataan.
85. Pengguna dengan pendapatan lebih tinggi dari rata-rata
86. Pengguna yang cenderung belanja online (atau offline)
87. Tipe restoran yang disukai
88. Jenis pusat belanja yang disukai
89. Pengguna yang cenderung menerima tawaran perusahaan yang menawarkan asuransi mobil, pendidikan, atau kartu debit prabayar.
90. Lamanya waktu yang dihabiskan di rumah
91. Pengguna yang selalu ingin jalan-jalan ke luar rumah
92. Pengguna yang tertarik dengan Olimpiade, sepak bola, atau Ramadhan
93. Pengguna yang sering jalan-jalan, baik untuk kerjaan atau kesenangan
94. Pengguna yang pakai angkutan umum ke kantor
95. Tipe liburan yang disukai
96. Pengguna yang baru saja kembali dari liburan
97. Pengguna yang menggunakan sebuah aplikasi perjalanan
98. Pengguna yang berpartisipasi dalam layanan timeshare semacam Airbnb dan kawanannya.

Artikel Asli

Ada YouTube, Bagaimana Masa Depan TV?

youtube, youtube logo, youtube icon

“YouTube lebih dari TV… sebentar lagi posisi kita berganti… tapi jangan bawa perasaan, lihat juga keadaan. Digital itu kenyataan,” begitu bunyi penggalan lirik lagu di sebuah klip video hasil kolaborasi rapper Young Lex dengan sejumlah YouTuber lain dari Indonesia.

Diunggah pada Maret 2016, video yang telah mengumpulkan lebih dari 36,5 juta view tersebut seakan menekankan preferensi generasi muda yang lebih menyukai konten di internet ketimbang media elektronik konvensional seperti televisi.

Casey Neistat, seorang YouTuber kondang asal Amerika Serikat, sedikit banyak ikut melihat tren serupa di negerinya yang -lebih-lebih dari Indonesia dalam hal ini- adalah negara tempat YouTube bermarkas.

“Saat anak-anak menjadi orang dewasa, mereka ikut membawa kebiasaan semasa tumbuh besar dulu,” ujar Neistat dalam wawancara eksklusif via telepon dengan jurnalis KompasTekno, Oik Yusuf di Jakarta, Selasa (3/10/2017) lalu.

“Anak lelaki dan perempuan saya, misalnya, tidak menonton TV seperti saya dulu, mereka menonton YouTube atau penyedia konten lain di internet,” imbuh Neistat.

Bergeser ke YouTube

Semakin lama, memang semakin banyak waktu dihabiskan untuk menonton di platform berbagi video tersebut. Awal tahun ini, YouTube mengumumkan para penggunanya di seluruh dunia menghabiskan 1 miliar jam tiap hari untuk menonton video.

Meski masih terpaut jauh dibandingkan TV yang disaksikan selama 1,25 miliar jam di wilayah Amerika Serikat, namun menurut data Nielsen, di periode yang sama seperti dilansir CNBC, angka viewership YouTube itu sudah meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumya pada 2012.

Durasi waktu menonton di YouTube juga cenderung terus meningkat, sementara TV sebaliknya. Bukan tidak mungkin suatu ketika YouTube bisa menyalip TV sebagai pilihan utama dalam menyaksikan konten video.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini sudah terjadi di kalangan muda. Sebuah survei oleh Comscore tahun lalu, misalnya, menunjukkan bahwa kaum Millenial usia 18-35 tahun lebih menyukai YouTube ketimbang TV sebagai penyedia konten video.

Hal serupa terjadi pula di Indonesia sejak 2015, di mana sebuah studi Millward Brown menunjukkan para pengguna smartphone Tanah Air -yang berjumlah sekitar 30 persen dari populasi- lebih banyak menonton video dari perangkat internet (ponsel, tablet, atau komputer) ketimbang televisi.

Bukan TV yang hilang

Lantas, seperti apa masa depan televisi? Sebagai salah satu sosok terkenal di YouTube dengan jumlah subscriber hampir delapan juta di kanalnya, Casey Neistat mengaku masih optimis dan merasa TV akan terus ada. Hanya saja, menurut Neistat, batas-batas antara TV dan YouTube akan semakin kabur.

Dia memprediksi perkembangan teknologi gadget dan alat produksi yang makin terjangkau dan mudah dipakai akan membuat konten YouTube makin mirip dalam hal kualitas dengan konten TV atau film sekalipun.

Buat Neistat, media sosial -termasuk YouTube- adalah sarana demokratisasi teknologi yang menghilangkan barrier of entry atau penghalang untuk memulai kiprah di bidang kreatif. Kini tak harus mengandalkan media konvensional untuk mempublikasikan kreasinya. Semua orang bisa jadi bintang, termasuk Neistat sendiri yang berkibar di YouTube.

“Yang menarik dari tren ini adalah, bagaimana ia (YouTube) menciptakan peluang untuk konten bergaya baru, dan menyediakan outlet kreativitas untuk tiap orang,” kata Neistat. Karena itu, lanjut Neistat, yang akan menjadi tidak relevan bukanlah industri TV itu sendiri, melainkan peranannya sebagai penentu tren satu arah di masyarakat.

“Tren budaya akan ditentukan oleh masyarakat lewat outlet sosial. Bukan lagi monopoli segelintir pihak,” tandasnya.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Mobil Toyota Avanza baru dengan bunga yang keren?

Artikel Asli

 

Akun 10 Seleb Indonesia di LinkedIn, Profesional dan Berkelas Nih

Akun 10 seleb Indonesia di LinkedIn, profesional dan berkelas nih
Pengalaman mereka di bidang apa saja ya?

Saat ini, LinkedIn telah dikenal sebagai platform media sosial untuk para profesional yang memberikan kesempatan pekerja agar bisa terhubung dengan perusahaan impain atau menghubungkan pebisnis dengan calon kliennya. Termasuk para selebriti ini juga. Beberapa seleb rupanya bukan hanya memiliki media sosial seperti Twitter, SnapChat atau Instagram doang lho. Rupanya mereka juga memiliki media di platform yang satu ini.

Nah kali ini, seperti yang brilio.net kumpulkan dari laman LinkedIn, ada 10 seleb yang memiliki akun LinkedIn lengkap dengan prestasi sekaligus pengalaman mereka selama ini. Profesional banget deh. Siapa aja seleb tersebut? Yuk simak di bawah ini.

1. Dian Paramita Sastrowardoyo atau Dian Sastro yang mencantumkan profesinya sebagai artis, entrepreneur dan juga aktivis.

2. Keenan Pearce dengan bio yang padat dan informatif.

3. Aktris sekaligus musisi Maudy Ayunda dengan segudang prestasinya.

4. Mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila juga nggak mau kalah lho dengan profil LinkedIn yang juga profesional.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Mobil via KKB BCA?

5. Aktris cantik Luna Maya mencantumkan profesinya sebagai aktris dan juga founder Luna Habit.

6. Suami Titi Kamal, Christian Sugiono nih. Buat yang mendalami dunia start-up, wajib banget buat terhubung sama seleb yang satu ini.

7. Aktris cantik Alice Norin yang juga merupakan co-founder dari 8Wood.id.

8. Hamish Daud juga punya akun LinkedIn nih. Duh duuh… mas arsitek.

9. Sherina juga punya akun LinkedIn dengan segudang pengalamannya nih.

10. Nah kalau yang ini adalah akun LinkedIn dari Giring Ganesha.

Artikel Asli