Kabar Baik! Mulai Bangkit, Multifinance Harap Demand Pembiayaan Mobil Baru Tak Anjlok Lagi

Optimisme bangkitnya permintaan kredit di industri pembiayaan, terutama kredit mobil baru, dikhawatirkan hanya terjadi sesaat.

Sekadar informasi, kabar baik rebound kredit mobil baru ini tercermin dari statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2020, yang sejalan dengan data kenaikan penjualan mobil dari asosiasi industri otomotif.

Penjualan mobil ritel dari dealer ke konsumen mencapai 37.655 unit, meningkat 29,3 persen dibandingkan dengan Juli 2020 di angka 35.799 unit. Sementara itu, penjualan wholesales atau dari pabrik ke dealer tercatat sebesar 37.291 unit, meningkat 32,2 persen dibandingkan dengan penjualan Juli 2020 di angka 25.283 unit.

Volume kredit mobil baru multifinance pun ikut terdongkrak mencapai Rp123,4 triliun, naik 2,15 persen (month-to-month/mtm) dibandingkan dengan Juli 2020. Di mana ini merupakan kenaikan secara bulanan pertama sejak pandemi melanda Indonesia.

Pasalnya, per Februari 2020 volume piutang pembiayaan mobil baru masih berada di kisaran normal Rp135,7 triliun, berturut-turut turun ke Rp134,6 triliun (Maret 2020), Rp131,1 triliun (April 2020) Rp125,2 triliun (Mei 2020), Rp123,6 triliun (Juni 2020), dan Rp120,8 triliun (Juli 2020).

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengakui bahwa fenomena ini juga ditemui pihaknya, di mana total piutang Cnaf mengalami kenaikan tipis pada Agustus 2020 sebesar 1,38% berbanding total piutang bulan Juli 2020.

“Dampak dari mulai diberlakukannya PSBB transisi di bulan sebelumnya berdampak terhadap nilai pencairan CNAF yang bahkan sudah sempat menyentuh angka yang sama dengan nilai pencairan sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (2/10/2020).

Ristiawan pun berharap besar kondisi perekonomian nasional ke depan masih memungkinkan perusahaan mengejar angka rata-rata penyaluran bulanan di angka Rp300 miliar.

“Karena dengan kondisi ini, non performing financing kita juga mengalami perbaikan sebesar 24 bps ke angka 1,24%. Mudah-mudahan pandemi segera akan bisa diatasi oleh pemerintah agar geliat bisnis pembiayaan dapat segera kembali berjalan normal,” tambahnya.

Senada, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menerangkan lebih spesifik bahwa kawasan Jabodetabek yang memegang porsi hingga 45% portofolio BCA Finance, akan menjadi kunci pertumbuhan.

Oleh sebab itu, apabila sesuatu terjadi di kawasan ini, bukan tak mungkin pembiayaan mobil baru akan turun lagi. Namun, satu sentimen positif masih bisa menjadi penolong, yakni wacana relaksasi pajak mobil baru.

“Wacana pembebasan pajak mobil sudah beredar luas, banyak orang yang minat membeli mobil akan menunda pembelian. Ini kurang baik karena membuat pasar sementara ini pasti akan stagnan,” ujarnya kepada Bisnis.

Oleh sebab itu, Roni berharap wacana relaksasi pajak mobil baru segera terealisasi, demi menggairahkan kembali sektor otomotif yang sempat terpuruk akibat pandemi kembali bangkit. Terkini, Roni mengaku BCA Finance juga mengalami perbaikan kinerja volume pembiayaan dan turunnya NPF pada Agustus 2020.

“Tentu kita berharap tren di Agustus ini terus berlanjut. NPF ada perbaikan, semakin turun dari Juli 2020 di 2,08%, sementara Agustus 2020 di 1,79%. Untuk penyaluran kredit baru kisaran yang Juli Rp433 miliar, Agustus mencapai Rp700 miliar,” tutupnya.

Sumber Artikel

Sekarang KKB BCA tidak pakai Ribet

Mau beli Mobil via KKB BCA saja!

Mau Kredit Mobil Baru? Kredit Mobil Bekas? Refinancing?

Semua pasti beres bersama KKB BCA
Solusi untuk pembiayaan mobil baru / bekas Anda

Source: BCA SOLO

Video Part I:

Video Part II:

Video Part III:

Solusi Pembiayaan Kendaraan Terbaik

.

Mau bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA?

Tanyakan ke cabang BCA atau personal kami No WA 0812.808182.57 atau klik: https://goo.gl/38BLCX

.

Kunjungi web kami: http://www.kreditkerenbanget.org

.

Follow @kreditkerenbanget

.

kreditmobilbca #kkbbca #kreditmobil #kreditmobil #solusibca #solusikkb #kkbvirtualevent #belimobil #bcasemuaberes #onebca #kreditkerenbanget #bcafinance #bankbca #bca #bcaexpo #autoshowbca

Bos OJK: Baru dalam sejarah dana di pasar modal melebihi pertumbuhan kredit

Wimboh Santoso. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com – Pertumbuhan di pasar modal mengalami peningkatan signifikan dibanding penyaluran kredit perbankan. Kondisi ini menunjukkan sumber pendanaan di Indonesia semakin beragam tak melulu mengandalkan kredit baik itu pendanaan yang sifatnya jangka menengah hingga panjang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan bahwa penghimpunan dana di pasar modal hingga Desember ini telah mencapai Rp 257,02 Triliun. Angka tersebut jauh melampau target semula yaitu Rp 217,02 triliun.

“Pertumbuhan industri perbankan yang tidak sebagaimana kami harapkan ini karena pertumbuhan di pasar modal sangat agresif. Sehingga ini, hal yang baru dalam sejarah bahwa pertumbuhan penghimpunan dana di pasar modal lebih dari pertumbuhan kredit perbankan,” kata Wimboh, di Kantornya, Kamis (21/12).

Dia optimis penghimpunan dana di pasar modal bisa tembus Rp 260 triliun di akhir tahun dikarenakan masih banyak perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu, intermediasi perbankan sudah mulai tumbuh dilihat dari angka penyaluran kredit pada November mencapai 7,47 persen. Sampai akhir tahun pertumbuhan kredit diharapkan sejalan dengan target OJK, yaitu di level 8 persen-9 persen.

Secara industri, Wimboh menilai pertumbuhan sektor perbankan lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan di pasar modal. Kondisi tersebut sesuai dengan kebijakan OJK untuk penempatan kredit menengah hingga panjang di pasar modal, karena menyangkut tingkat keamanan.

“Ke depan kita akan lakukan terus sehingga pasar modal akan menjadi sumber pembiayaan utama terutama untuk proyek jangka panjang seperti proyek infrastruktur.”

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat sepanjang tahun 2017 dengan volatilitas yang relatif rendah. IHSG pada tahun ini menembus level psikologis 6.000. Hingga 20 Desember IHSG telah tumbuh sebesar 15,34 persen pada posisi 6.109,48

======================================================================================================

Baca Juga:
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik  ==> disini  (Like + Komentar + Share ya!)

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Semester I, OJK Proyeksi Kredit Bank Mulai Tumbuh Dua Digit

Semester I, OJK Proyeksi Kredit Bank Mulai Tumbuh Dua Digit OJK menyebut, konsolidasi yang dilakukan perbankan telah rampung dan penyaluran kredit mulai tumbuh digit pada semester pertama tahun ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi penyaluran kredit perbankan hingga akhir Juni atau semester pertama tahun ini berada diatas 10 persen atau tumbuh dua digit. OJK pun yakin, hingga akhir tahun ini pertumbuhan kredit perbankan akan berada pada batas atas target pertumbuhan kredit yang dipatok pada kisaran 9 persen hingga 11 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menyebut, konsolidasi yang dilakukan perbankan telah rampung. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pun saat ini sudah berangsur turun dan berada dikisaran 3,09 persen pada semester pertama tahun ini.

Nelson pun memperkirakan, penyaluran kredit tercatat sudah mulai tumbuh dua digit atau diatas 10 persen hingga akhir Juni 2017. Pertumbuhan kredit tersebut membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 8,2 persen.

“Semester II perkiraanya jauh lebih tinggi dibanding semester I, makanya saya prediksi di akhir tahun pertumbuhannya itu bisa dua digit dan berada di batas atas target,” ujar Nelson.

Pada tahun ini, OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan akan berada dikisaran 9 persen hingga 11 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad memastikan pertumbuhan kredit hingga Juni membaik dan sudah berada diatas 9 persen.

“Pertumbuhan kredit masih normal, lebih dari 9 persen. Jadi saya kira masih sesuai dengan tracknya,” terangnya.

Muliaman pun menilai, memasuki semester kedua tahun ini, muncul optimisme perbankan dalam menjalankan bisnisnya. OJK pun saat ini memilih menunggu adanya revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diperkirakan akan masuk akhir bulan ini.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memproyeksi pertumbuhan kredit sampai Juni 2017 sebesar 16 persen hingga 18 persen secara tahunan (yoy).Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, pertumbuhan kredit ini disumbangkan oleh beberapa sektor terutama dari perdagangan, restoran hotel, dan jasa dunia usaha.

“Selain itu sebagian pertumbuhan kredit ini juga disumbangkan oleh penyaluran kredit sektor listrik gas dan air,” ujarnya.

Kendati demikian, BNI sebelumnya mengaku tak akan merubah target pertumbuhan kreditnya yang berada kisaran 14 persen hingga 16 persen.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengaku berencana merevisi ke atas target penyaluran kreditnya dalam revisi RBB. Target kredit yang sebelumnya sebesar 12 persen dinaikkan menjadi 12,6 persen.

“Rencana kemarin (RBB 2017) dibuat waktu masih September 2016. Nah, kami melihat progress positif dari pertumbuhan ekonomi, jadi target pertumbuhan kredit kami naikkan,” tutur Haru. (agi)