Pasar Mobil Premium Segera Bergeliat, BMW Yakin!

Pandemi memang merontokkan sektor ekonomi di semua belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun, segmen mobil premium dunia, juga di Indonesia diyakini tetap bertumbuh pascapandemi. Optimisme ini dinyatakan oleh  BMW Group Indonesia, Jumat (28/8). Bentuk optimisme ini direalisasikan dengan serangkaian langkah seperti peluncuran mobil secara virtual, toko digital di marketplace, hingga pameran virtual dan luring (offline).

“BMW optimistis, segmen mobil premium meningkat dan diprediksi tumbuh mulai 0,4 sampai 3 atau 4 persen, dan kita harus membangun optimisme ini,” kata Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia, melalui siaran virtual, Jumat.

Jodie mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menumbuhkan optimisme ini melalui berbagai agenda. Dia yakin, walaupun berada di tengah pandemi dan di tengah Produk Domestik Bruto (PDB) yang menyentuh angka -5,32 persen (year on year/yoy) dibandingkan 5,07 persen pada periode sama tahun lalu, dalam waktu dekat pasar mobil premium segera bergeliat kembali. Pelanggan BMW pasti menunggu inovasi baru dari pabrikan mobil asal Jerman ini.

“Kita tidak bisa diam saja, dan ada kebutuhan pelanggan untuk melihat inovasi BMW, seperti mencoba membuat exhibition, walaupun ada banyak batasan,” kata dia.

Kaji Boyong Flagship
Vice President Sales, BMW Indonesia, Bayu Riyanto mengatakan bahwa upaya yang pihaknya lakukan merupakan refleksi dari para pelanggannya yang rupanya masih memiliki permintaan untuk produk kendaraan BMW. Guna memenuhinya, pameran dan peluncuran varian baru tetap dilakukan.

“Pameran juga merupakan refleksi dari kondisi ini. Sebelumnya sudah ada private sales dan antusiasme pelanggan yang datang cukup tinggi. Protokol amat ketat untuk menjamin mereka di acara kami,” kata Bayu.

Salah satu yang kini tengah dijajaki adalah apakah BMW akan memboyong mobil flagship atau varian tertinggi di segmen mobil sport premium, yakni BMW M8 Coupé Competition dan M8 Gran Coupé Competition ke Tanah Air. Bayu mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan survei pelanggan di Indonesia terkait permintaannya.

“Kami melakukan survei mendalam, mengingat ini bukan mobil murah. Ada beberapa customer yang minta M8 ada di Indonesia. Setelah diskusi dan dapat survei yang jelas, kita minta kuota di Jerman dan dapat, lalu masukkan ke lineup 2020,” jelas Bayu.

Hal lain yang menjadi faktor BMW berani membawa mobil flagship di Indonesia di tengah kondisi pandemi, juga dipengaruhi oleh karakteristik calon pembeli yang menginginkan mobil eksklusif dan langka. Pelanggan BMW di Tanah Air punya keinginan yang bagus, mencerminkan pasar.

“Karakteristik M8 sendiri, mereka ingin menjadi yang memiliki kendaraan unik dan prestis, karena M8 adalah varian tertinggi dari seri M,” kata Bayu dan Jodie menambahkan.

Optimistis
Pabrikan lain, yakni KIA Motors, juga memastikan akan tetap mengikuti acara pameran di Indonesia dalam waktu dekat. PT Kreta Indo Artha (KIA), agen pemegang merek Kia Motors di Indonesia, menyatakan akan berpartisipasi dalam Jakarta Auto Week (JAW) 2020, pameran otomotif yang diadakan untuk menggantikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang ditiadakan karena pandemi.

“Sebagai anggota baru di Gaikindo, kita akan terus ikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Gaikindo,” ungkap Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA Indonesia), Ario Soerjo, pada saat bincang virtual bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT), Kamis.

KIA yang baru kembali ke pasar Indonesia sejak kurang lebih satu tahun yang lalu, berharap nantinya pada ajang JAW 2020 akan bisa menampilkan kendaraan baru untuk meramaikan pasar otomotif Indonesia. Untuk meningkatkan minat beli terhadap kendaraan KIA, KIA Indonesia memiliki berbagai cara dan juga strategi untuk mengangkat brand mereka ke masyarakat, degan cara digital.

Dikutip dari Antara, KIA  yang bermain di pasar middle low masih memasarkan lima kendaraan penumpang dan juga satu kendaraan niaga, seperti KIA K2700, KIA Seltos, KIA Picanto, KIA Sodena dan juga KIA Rio di Indonesia.  Sejak KIA kembali ke Indonesia, penjualan kendaraan KIA masih didominasi oleh kendaraan penumpang KIA Seltos yang diluncurkan pada awal tahun 2020 yang lalu.

Bahkan, setelah seminggu diluncurkan varian ini, KIA mengklaim telah mengantongi 100 unit pemesanan untuk kendaraan yang dibanderol Rp295 juta on the road untuk varian E dan EX dan untuk varian tertinggi EX+ dibanderol Rp320 juta.

“Sampai bulan Juli kemarin, kita sudah menjual sekitar 400 unit, jauh dari target yang kita bicarakan di awal. Dengan kondisi yang seperti ini, kita cukup bersyukur dengan pencapaian kita saat ini,” jelas dia, optimistis.

“Kita lihat, seseorang untuk memegang smartphone lebih banyak dibandingkan dengan hal yang lain. Maka dari itu, kita kencangkan penjualan melalui digital dan hasilnya sudah lumayan ada 20 persen SPK didapatkan dari memanfaatkan digital. Seperti pembelian melalui online, booking test drive dan lainnya,” papar dia.

Sumber Artikel

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX atau DM langsung ^_^

Trik dan Tips beli mobil: https://goo.gl/NZ6uWX

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget
Klik di bio IG / http://www.kreditkerenbanget.org

solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

SUBSCRIBED YOUTUBE KKB BCA di Kredit Keren Banget
Kunjungi Website dan Social Media KKB BCA:

Website: https://kreditkerenbanget.org/
Twitter: @kreditmobilbca
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG Kredit Keren Banget: https://bit.ly/2OMmeVV

Tahun Politik dan Prediksi Pasar Mobil Nasional di 2018

Tahun Politik dan Prediksi Pasar Mobil Nasional di 2018

Mobil bekas

Penjualan mobil nasional sepanjang 2017 tak sesuai ekspektasi. Target penjualan 1,1 juta unit pada awal tahun lalu pun dikoreksi dan hanya bisa mencapai 1,070 juta unit atau sama dengan hasil 2016.

Hingga saat ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memang belum merilis data penjualan sepanjang 12 bulan lalu. Namun bila mengacu angka distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) periode Januari-November 2017 memperlihatkan kenaikan hampir 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Lalu bagaimana dengan 2018? Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi berharap pasar roda empat nasional bisa mengalami pertumbuhan di tahun 2018. Dia pun kembali berucap soal target penjualan yang dibidik menembus 1,1 juta unit.

Tahun Politik

Pertumbuhan pasar otomotif nasional diharapkan didukung dari prediksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,3-5,4%, membaiknya sektor komoditas, terutama di pertambangan, dan banyaknya proyek infrastruktur.

“Dengan ekonomi yang membaik target seharusnya bisa tercapai tapi perlu diingat tahun 2018 adalah tahun politik,” imbuhnya.

Sebab Pilkada serantang tahun 2018 bisa menjadi sandungan bila terjadi kegaduhan. Sehingga ia berharap hajatan politik tahun ini berjalan apik dan

tak memberikan dampak negatif ke industri otomotif.

Lebih lanjut, ketika ditanya soal segmen yang akan menjadi tulang punggung industri otomotif, Nangoi memprediksi model LCGC dan MPV masih menjadi kontributor utama.

“Mobil kecil dan LCGC masih akan ramai, selain itu kendaraan komersial juga akan naik,” terang dia.

================================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini , Like + Komentar + Share ya!

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-02-12 at 14.06.22

Pasar City Car 2017 Menguat, Toyota dan Daihatsu Malah Lesu

Pasar City Car 2017 Menguat, Toyota dan Daihatsu Malah Lesu

Pasar kendaraan citycar terbilang kian membaik di sepanjang 2017 ketimbang tahun sebelumnya. Tercatat, angka penjualan wholesales sampai September kemarin sebanyak 22.434 kendaraan. Angka ini sudah di atas penjualan sepanjang 2016.

Melihat data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga September, penjualan citycar sudah mencapai 24.424 unit dari seluruh Agen Pemegang Merek (APM) yang menjual citycar.

Walau menguasai pasar otomotif dari tahun ke tahun di dalam negeri, untuk segmen city car Toyota serta Daihatsu tidak tampak memperlihatkan performanya. Penjualan mereka masih berada di bawah Suzuki, Honda, Nissan dan Mitsubishi.

Melalui Etios, Toyota hanya mampu melego armadanya sebanyak 612 unit, terpuruk dari perolehannya di 2016 pada periode yang sama Januari-September, sebesar 3.009 unit. Sedangkan bersama Sirion, penjualan Daihatsu berhenti diangka 1.265 unit.

Sementara itu posisi pertama pada kendaraan city car, diduduki oleh Suzuki Ignis dengan total 9.692 unit, Honda Brio 8.717 unit, Nissan March 1.937 unit serta Mitsubishi Mirage 1.532 unit.

Lebih lanjut, untuk pasar kendaraan sejenis namun dengan perbedaan dimensi lebih besar atau hatchback. Hingga September, Honda Jazz unggul dengan 12.964 unit dan penjualan Toyota Yaris berjumlah 8.973 kendaraan.

Lihat juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik : https://goo.gl/W7M45d (Info Viral dan Trend saat ini)
– KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
– INFO MARKETING KKB yang siap memberikan solusi terbaik bagi Anda
– Mau Beli Suzuki Ignis Baru / solusi kredit Mobil impian? Via KKB saja!
– Kunjungi Blog Kredit Keren Banget klik: https://kreditkerenbanget.org/ (Informasi seputar Otomotif, Trend saat ini, dan berita bisnis lainnya)


Selain itu model dari brand lain juga memberi kontribusi terhadap pasar hatcback tanah air. Tiga di antaranya adalah Mazda 2 1.085 unit, Honda Civic hatchback 1.008 unit dan Suzuki Baleno hatchback 900 unit.

Penjualan hatchback sendiri belum sebaik dengan city car. Total keseluruhan penjualan dari berbagai brand hingga September 2017 ada diangka 26.238 unit. Jumlah ini masih lebih dari periode Januari sampai September tahun lalu sejumlah 30.098 unit.

Artikel Asli

Multifinance yakin target kredit tercapai

Gambar terkait

JAKARTA. Menjelang akhir tahun, bisnis otomotif biasanya tumbuh positif, terutama segmen kendaraan penumpang. Tren ini berdampak pada penyaluran kredit multifinance. Multifinance pun yakin, target kredit hingga akhir tahun akan tercapai.

Salah satunya PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Direktur MTF Arya Suprihadi mengatakan, sampai akhir kuartal III tahun ini, MTF sudah menyalurkan pembiayaan Rp 15,5 triliun. “Kalau dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, pembiayaan sampai September naik 16%,” kata dia, Jumat (13/10).

Segmen pembiayaan mobil MTF berkontribusi 90% dari total pembiayaan. Sementara sisanya dari pembiayaan multiguna sampai pembiayaan alat berat. Kata Arya, pasar mobil terutama di segmen mobil penumpang yang tumbuh positif bakal menggenjot kinerja MTF. Sepanjang 2017, anak usaha Bank Mandiri ini mematok target pembiayaan Rp 20 triliun.

Target tersebut diproyeksikan akan mudah tercapai. Pasalnya, MTF akan memperluas jaringan pemasaran. Di tahun ini, MTF membuka lima cabang baru. Sehingga total, MTF memiliki 97 jaringan di berbagai wilayah.

Terbaru, MTF membuka kantor di Jayapura, Sorong dan Ambon. Ini untuk memanfaatkan pembangunan di Indonesia Timur. Tahun depan, MTF juga akan membuka tiga kantor cabang baru.

Penyaluran pembiayaan PT Andalan Finance Indonesia juga melaju. Hingga September 2017, pembiayaan Andalan naik 35,24%. Menurut Direktur Utama Andalan Finance Frans F. Rundengan, Andalan telah menyalurkan kredit Rp 3,5 triliun.

Hal ini ditopang dari stabilnya pasar pembiayaan kendaraan roda empat seken. “Permintaan pasar masih tumbuh didukung strategi pemasaran,” kata Frans.

Segmen mobil bekas berkontribusi 80% dari total portofolio kredit Andalan dan sisanya mobil baru. Hingga akhir tahun ini, Frans optimistis target penyaluran pembiayaan Rp 4,3 triliun tercapai.

PT BCA Finance pun turut menikmati tren ini. Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengaku pertumbuhan penyaluran pembiayaan bakal makin besar. “Karena biasanya penjualan mobil meningkat dari kuartal-kuartal sebelumnya,” kata dia.

Kata Roni, BCA Finance mengandalkan bunga kompetitif untuk mengerek kredit. Hingga September 2017, BCA Finance menyalurkan pembiayaan Rp 25,3 triliun, meningkat 10%. BCA Finance yakin bisa memenuhi target kredit sampai akhir 2017 sebesar Rp 32 triliun.

Artikel Asli