Inilah Penjualan Mobil di tahun 2020 dan Tips Membeli Mobil di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 memberi tekanan terhadap banyak sektor industri, termasuk otomotif. Hal itu pun nampak jelas pada data penjualan mobil penumpang yang menunjukkan penurunan pada tahun 2020.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) menunjukkan bahwa, penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2020 memang sangat lesu.

Penjualan terbilang sempat stabil pada Januari hingga Maret 2020. Namun memasuki April 2020, penjualan mobil penumpang yang sebelumnya tercatat masih 61.922 unit di Maret, langsung anjlok 90,50% di April 2020 jadi 5.885 unit.

Di Bulan Mei 2020, penjualan mobil penumpang kembali mengalami penurunan yaitu sebesar 63,21% dari bulan sebelumnya. Namun memasuki Juni, penjualan mulai terlihat mengalami malah naik 244% dari bulan sebelumnya yaitu dari 2.165 ke 7.452 unit.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan penjualan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya (2019), justru minus 82,96%.

Dampak dari penurunan penjualan ini adalah maraknya diskon-diskon yang disediakan oleh para Agen Pemegang Merek (APM). Media massa pun cukup aktif memberitakan seputar diskon yang diberikan para dealer mobil.

Apakah peristiwa ini menjadi momentum tepat bagi kita untuk membeli kendaraan baru?  Berikut tips cerdas membeli mobil di era pandemi!

1. Ketahui apa Anda benar-benar butuh mobil

Mobil sejatinya merupakan aset, harganya mahal namun nilainya terus menyusut seiring dengan berjalannya waktu. Sangat penting untuk mengetahui apakah diri kita saat ini memang “membutuhkan mobil” atau hanya “ingin” memiliki atau menggantinya karena sudah bosan.

Sebut saja, seseorang membutuhkan mobil untuk kepentingan bisnisnya dalam mengangkut barang, serta melihat peluang kerja sampingan yang menguntungkan dengan menjadi driver taksi online. Alasan ini bisa menjadi justifikasi baginya untuk membeli mobil saat ini.

Atau seseorang bisa saja harus membeli mobil baru, lantaran mobil yang saat ini digunakan untuk operasional sehari-hari sudah lebih dari lima tahun usianya. Pergantian suku cadang tentu akan sering dilakukan, dan harga jual mobilnya pun bakal mengalami penurunan drastis.

Jika dia tidak segera menjual mobilnya saat ini dan membeli yang baru, maka harga mobilnya makin terdepresiasi. Dia pun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli mobil baru.

Kedua alasan ini mungkin bisa menjadi justifikasi bagi seseorang untuk membeli mobil baru. Oleh karena itu pertimbangkanlah dahulu dan tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita memang membutuhkannya untuk saat ini? Jika jawabannya ya, tanyakan kembali ke diri Anda, apakah kebutuhan pokok lain sudah terpenuhi?

2. Jangan beli mobil jika tak punya dana darurat

Patut diingat bahwa, pandemi Covid-19 telah menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi segala sektor industri, termasuk bagi perusahaan tempat kita bekerja. Kita pun bisa saja menjadi korban dari pandemi ini. Sektor pekerjaan atau usaha kita bisa saja terkena dampak yang menyebabkan berkurang atau hilangnya pekerjaan kita.

Oleh karena itu, sebelum membeli mobil, pastikan bahwa Anda sudah menyediakan dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan Anda. Dana darurat akan sangat berguna untuk menanggung biaya hidup Anda jika pendapatan terhenti. Sudah cukupkah dana darurat Anda saat ini?

3. Membeli mobil tunai ada kekurangannya

Membeli tunai sejatinya memang lebih “murah” daripada kredit. Hal itu disebabkan karena tidak adanya beban bunga lewat pembelian tunai.

Namun pembelian tunai bisa mengakibatkan Anda kekurangan likuiditas (aset lancar). Jumlah tabungan, atau kas maupun setara kas yang ideal adalah 15 – 20% dari kekayaan bersih. Sedangkan nilai kekayaan bersih didapat dari hasil pengurangan total aset dan utang.

Jika aset lancar kurang dari 15% tentunya membuat kita kekurangan kas. Oleh karena itu, pembelian mobil secara kredit mungkin bisa jadi solusi.

4. Jangan asal mengajukan kredit

Jika tidak memungkinkan bagi Anda untuk membeli tunai, maka kredit mungkin jadi solusinya. Membeli secara kredit artinya kita akan berutang untuk membeli mobil tersebut.

Ada dua kelebihan membeli mobil secara kredit. Pertama, tentunya bisa menghindari masalah kekurangan kas, dan yang kedua adalah mendapatkan asuransi mobil dari pihak pemberi kredit.

Ingat pula bahwa, kredit adalah utang. Wajib bagi Anda untuk mengetahui nilai rasio utang berbanding aset (debt to asset ratio) dengan cara membagi total utang Anda dan total aset.

Besaran nilai utang yang ideal adalah tidak lebih dari 50% total aset.

Sementara itu, ketahui pula nilai debt service ratio (rasio kemampuan pelunasan utang) dengan membagi cicilan utang dan besaran pemasukan bulanan kita. Jika nilainya di atas 35% maka cicilan utang kita sudah terlalu besar.

5. Anda harus siap dengan biaya-biaya ini

Kepemilikan mobil juga menguras biaya. Anda harus siap dengan pengeluaran ekstra. Risiko-risiko kepemilikan mobil seperti ban kempes di jalan, habisnya masa pakai aki mobil atau suku cadang lain umumnya bukan termasuk yang dicover oleh asuransi.

Belum lagi, adanya pajak tahunan yang wajib Anda bayar.

Pastikan saja, pengeluaran-pengeluaran Anda untuk kepemilikan kendaraan tidak akan mengganggu arus kas pengeluaran bulanan dan tahunan Anda. Jangan biarkan arus kas bersih Anda minus karena pengeluaran-pengeluaran ini.

6. Asuransi mobil jangan dihentikan

Mobil adalah aset yang tidak murah. Kehilangan mobil karena tindakan pencurian atau kerusakan parah akibat kecelakaan tentu menjadi resiko finansial yang tidak ringan.

Itulah sebabnya, pemilik mobil seharusnya memiliki asuransi mobil. Karena hanya asuransi mobil-lah yang bisa memberikan ganti rugi terhadap hilangnya mobil karena pencurian atau kerusakan.

Fasilitas berupa asuransi mobil tentu akan didapat ketika kita membeli mobil dengan sistem cicilan. Namun ada baiknya untuk terus melanjutkan program tersebut mengingat risiko-risiko rusak atau hilangnya mobil masih tetap ada.

Itulah enam tips membeli mobil di era Pandemi Covid-19. Pada intinya, membeli mobil saat ini boleh-boleh saja, tapi pastikan bahwa hal itu menjadi kebutuhan Anda.

Sumber Artikel

KKB BCA

Solusi Pembiayaan Kendaraan Terbaik

.

Mau bertanya langsung tentang Seputar KKB BCA?

Tanyakan ke cabang BCA atau personal kami No WA 0812.808182.57 atau klik: https://goo.gl/38BLCX

.

Kunjungi web kami: http://www.kreditkerenbanget.org

.

Follow @kreditkerenbanget

.

#kreditmobilbca #kkbbca #kreditmobil #kreditmobil #solusibca #solusikkb #kkbvirtualevent #belimobil #bcasemuaberes #onebca #kreditkerenbanget #bcafinance #bankbca #bca #bcaexpo #autoshowbca #kreditkendaraanniaga #mobilniaga #modalusaha

Inilah Mobil Terlaris Agustus 2020, Nissan Geser Daihatsu dan Mitsubishi

Gaikindo mencatat penjualan mobil pada Agustus 2020 mengalami peningkatan dibandingkan Juli 2020.

Berdasarkan data wholesales, pada bulan delapan lalu penjualan telah merangkak ke angka 37.277 unit, atau meningkat 11.994 unit dari bulan sebelumnya sebesar 25.283 unit.

Angka penjualan terbanyak masih menjadi milik Toyota, yang berhasil mengumpulkan 8.740 unit atau meningkat 1.408 unit, dari Juli 2020 sebanyak 7.332 unit.

Selanjutnya, tak disangka-sangka ternyata Nissan bisa menyusul perolehan beberapa merek yang kerap langganan menempati urutan kedua.

Baca juga: Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Suasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar.

Suasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar.(GIIAS)

Perolehan terbanyak

Pada Agustus lalu, Nissan bisa meraih 6.829 unit, sementara bulan sebelumnya sebanyak 188 unit.

Bisa dibilang inilah perolehan terbanyak Nissan sepanjang Januari-Agustus 2020.

Lonjakan Nissan diprediksi terjadi lantaran peluncuran model terbarunya, Kicks e-Power ke pasar, sehingga harus menyuplai stok ke jaringan diler nasional.

Di urutan tiga, terdapat Daihatsu yang mendapat 6.651 unit. Angka ini juga terbilang positif karena mengalami peningkatan dari Juli 2020 sebanyak 1.553 unit.

Sementara Mitsubishi harus puas berada di posisi empat dengan mengkoleksi penjualan 4.867 unit.

Capaian pabrikan berlogo tiga berlian ini naik 177 unit dari bulan sebelumnya, yakni 4.690 unit.

Baca juga: Pembelian Mobil Via KKB BCA

Tampilan booth Mitsubishi selama penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018

Tampilan booth Mitsubishi selama penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018(biz.kompas.com)

Di urutan lima, ada Suzuki yang meraih 3.501 unit, atau menurun dari Juli 2020 sebanyak 6.369 unit.

Bisa dibilang hanya Suzuki yang mendapat tren negatif dengan penurunan 2.868 unit.

Merek Honda meski hanya meraih penjualan 3.047 unit dan menempati posisi enam dari urutan merek terlaris pada Agustus 2020.

Raihan Honda masih terbilang positif, karena mengalami peningkatan hingga 1.031 unit, dari bulan sebelumnya sebesar 2.016 unit.

Baca juga: KKB BCA VIRTUAL AUTOSHOW KANWIL V

Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional

Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional(Istimewa)

Berikut ini data penjualan wholesales pada Agustus 2020:

1. Toyota 8.740 unit
2. Nissan 6.829 unit
3. Daihatsu 6.651 unit
4. Mitsubishi 4.867 unit
5. Suzuki 3.501 unit
6. Honda 3.047 unit

Sumber: Kompas

Tonton juga:

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX atau DM langsung ^_^

Trik dan Tips beli mobil: https://goo.gl/NZ6uWX

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget
Klik di bio IG / http://www.kreditkerenbanget.org

solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

SUBSCRIBED YOUTUBE KKB BCA di Kredit Keren Banget
Kunjungi Website dan Social Media KKB BCA:

Website: https://kreditkerenbanget.org/
Twitter: @kreditmobilbca
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG Kredit Keren Banget: https://bit.ly/2OMmeVV

Penjualan Mobil di Cina Pulih, April Diperkirakan 2 Juta Unit

Penjualan Mobil di Cina pada bulan April diperkirakan akan mencapai 2 juta unit. Angka itu didasarkan pada data dari asosiasi industri seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Jumat, 8 Mei 2020.

Perkiraan tersebut mewakili pertumbuhan 39,8 persen dari bulan sebelumnya, atau tumbuh 0,9 persen YoY, menurut Asosiasi Produsen Otomotif Cina (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).

Berdasarkan data CAAM, periode Januari-April, penjualan mobil diperkirakan mencapai 5,67 juta unit, turun 32,1 persen dari tahun lalu.

Pejabat Kementerian Perdagangan Cina, Xian Guoyi, dalam konferensi pers online mengatakan pemerintah akan mendorong pihak berwenang setempat melakukan langkah-langkah untuk membantu merangsang penjualan mobil.

“Untuk meredam dampak jangka pendek yang ditimbulkan oleh wabah virus corona baru (Covid-19) terhadap penjualan mobil, pemerintah setempat dapat mendorong pembelian kendaraan energi terbarukan (New Energy Vehicle/NEV) dan meluncurkan kebijakan di sektor otomotif,” kata Xian yang menyebut otomotif merupakan merupakan pilar ekonomi Cina.

Sebelumnya, penjualan mobil di Cina terpuruk setelah dihantam pandemi virus corona. Bahkan mencapai titik terendah dalam sejarah penjualan mobil di Negeri Bambu itu. Pada Februari-Maret, penjualan mobil turun hingga 80 persen dibanding penjualan Januari.

Sumber: Tempo

Penjualan Mobil Bekas Terjun Bebas

Tak hanya berdampak pada operasional pabrik serta penjualan mobil baru, pandemi Corona Covid-19 juga berimbas pada penjualan mobil bekas atau seken. Beberapa dealer mobil bekas mengeluhkan turunnya angka penjualan mereka.

Secara umum di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang terutama setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan nyaris tidak ada.

Untuk menyiasati pembeli sepi, customer lama yang sudah pesan kembali di-follow up. Sebaliknya customer baru tidak ada.

“Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemi corona dan PSBB. Angka pastinya tidak tahu, karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen,” sebut Business Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis.

Hendro menambahkan, jika dilihat dari data bulan Maret, penjualan Auto Value tidak turun, malah naik.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

“Maret naik hampir 70 persen dari Februari, dan boleh dikatakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir, mengalahkan PIK-nya tahun lalu, bulan Mei pas puasa. Saat itu kami sudah confidence akan survive, ternyata di akhir Maret dan puncaknya PSBB tiarap semua,” keluhnya.

Siapkan Strategi Baru

Perusahaan jual beli mobil bekas dibawah payung PT Suzuki Indomobil Sales ini pun bikin strategi jitu untuk mendongkrak penjualan di tengah pandemi COVID-19. Auto Value memang tidak menyiapkan formula khusus untuk mengdongkrak penjualan mobil bekasnya.

“Dulu waktu pandemi kami baru mulai bikin strategi, tapi saat ini prioritas dan daya beli masyarakat sudah hilang. Orang bergeser untuk beli kebutuhan primer di saat kondisi ekonomi sedang lesu,” tambah Hendro.

Namun, Auto Value tetap memantau pergeseran dan priotritas daya beli masyarakat guna mempertahankan penjualan mobil bekas pada kondisi sepi pembeli.

“Kami berharap kita sudah masuk masa recovery bulan Juni mendatang. Kami tidak tahu ya bagaimana ke depan, apakah akan ada pelonggaran dan industri dibuka lagi. Mudah-mudahan semuanya akan membaik,” pungkas Hendro.

Sumber: Otosia.com

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Malah Merosot Hingga 90 Persen

Menjelang musim mudik Lebaran biasanya membawa tren pembelian mobil. Tapi berbeda dengan tahun 2020 yang masih dikepung oleh pandemi virus Corona (COVID-19).

Imbasnya pun dirasakan oleh para pedagang mobil bekas. Mereka mengalami penurunan penjualan sangat drastis.

“Penurunan penjualan saat ini sangat parah. Turunnya itu 80 sampai 90 persen saat ini,” ungkap Halim, pedagang mobil bekas Langgeng Makmur, kepada Liputan6.com, Senin (27/4/2020).

(kpl/tys)

Menjelang Lebaran, biasanya penjualan bisa naik hingga 100 persen. Namun, menurut Halim karena pandemi yang terjadi, pihaknya hanya bisa menjual 1-3 unit mobil bekas setiap bulan.

“Biasanya mampu menjual 15 unit mobil setiap bulannya. Kalau Lebaran itu naiknya pasti sampai 100 persen. Sekarang penjualan paling 1-3 unit kendaraan setiap bulannya,” ujarnya.

Pandemi yang terjadi saat ini membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah peraturan baru, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Sebagai unit industri yang terdampak, Halim berharap keadaan ekonomi segara pulih dan virus Corona Covid-19 bisa teratasi dengan baik.

“Harapannya kami sebagai pedagang mobil bekas, semoga keadaan ekonomi bisa cepat pulih & Covid-19 ini bisa segera hilang,” tuturnya.

 Mobil bekas (Liputan6.com)
Mobil bekas (Liputan6.com)

Artikel Asli

‘Hobi’ Orang Indonesia, Cari Mobi Yang Harganya 200 Juta Ke Bawah

Mobil dengan harga terjangkau masih menjadi incaran masyarakat Indonesia. Rata-rata mereka mengincar mobil dengan harga Rp 200 jutaan sesuai dengan daya belinya.

“Daya beli masyarakat Indonesia sekarang di kendaraan bermotor dengan harga 200 juta ke bawah,” ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiharto yang dilansir dari detikOto.

Di Indonesia sendiri, mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta bisa ditemukan pada model Low Cost Green Car atau biasa kita sebut LCGC bukan mobil MPV. Mengambil contoh di listing Garasi.id, Toyota Calya yang dibanderol mulai Rp 130 juta, Daihatsu Sigra Rp 120 juta sementara Agya dijual Rp 130 juta dan masih banyak model lainnya dengan banderol harga di bawah Rp 200 jutaan.

Bicara soal jenis mobil, selera masyarakat Indonesia pun belum bergeser yakni berkapasitas 7 penumpang agar bisa memuat lebih banyak orang.

Namun kata Jongkie, MPV tak sepenuhnya lagi diminati karena mulai tergantikan oleh LCGC. Seperti diketahui, mobil LCGC juga ada yang berkapasitas 7 penumpang.

“Saya rasa (tren mobil 7 penumpang) masih berlanjut, namun mungkin ada pergeseran sedikit ke LCGC/ KBH2, walaupun 5 penumpang,” tutur Jongkie.

Untuk model mobil LCGC 7 penumpang yang ditawarkan di Indonesia sendiri ada dua yakni Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Keduanya pun cukup diminati. Misalnya saja Calya yang satu bulan setelah diluncurkan pada Agustus 2016 menggeser posisi sang kakak Toyota Avanza.

Selain murah, keunggulan lain untuk mobil segmen ini yaitu hemat bahan bakar dan sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, kendaraan ini juga dapat mengurangi polusi udara dari asap knalpot kendaraan. Nah untuk Sahabat Garasi yang tertarik untuk membeli mobil bekas LCGC, Sahabat bisa cek di Garasi.id.

Foto : Garasi.id

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Xpander Mobil Terlaris April 2018

Mitsubishi Xpander kembali menjadi mobil terlaris pada April 2018. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan kendaraan untuk segmen keluarga kecil (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) keluaran Mitsubishi tersebut mencapai 7.097 unit. Angka tersebut mengalahkan penjualan para pesaing di kelasnya. Namun, penjualan Xpander bulan lalu tersebut mengalami penurunan 5,28% dari bulan sebelumnya yang mencapai 7.493 unit.

WhatsApp Image 2018-05-19 at 15.05.40

Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, Xpander telah mencuri perhatian masyarakat dan sepanjang September-Desember 2017 telah terjual 13.070 unit. Kemudian untuk periode Januari-April 2018 terjual 21.972 unit. Jadi total penjualan Xpander September 2017-April 2018 mencapai 35.042 unit.

Di urutan kedua mobil terlaris bulan lalu adalah Toyota Avanza dengan penjualan mencapai 6.917 unit dan di posisi ketiga ditempati Toyota Calya sebanya 6.292 unit. Secara umum, total penjualan mobil partai besar (wholesales) nasional periode Jauari-April 2018 tumbuh 5,6% menjadi 394.421 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 373.348 unit.

Mitsubishi Xpander kembali menjadi mobil terlaris pada April 2018. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan kendaraan untuk segmen keluarga kecil (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) keluaran Mitsubishi tersebut mencapai 7.097 unit. Angka tersebut mengalahkan penjualan para pesaing di kelasnya. Namun, penjualan Xpander bulan lalu tersebut mengalami penurunan 5,28% dari bulan sebelumnya yang mencapai 7.493 unit.

Baca Juga: BELI MOBIL BARU KREDITNYA VIA KKB BCA: MITSUBISHI XPANDER 

Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, Xpander telah mencuri perhatian masyarakat dan sepanjang September-Desember 2017 telah terjual 13.070 unit. Kemudian untuk periode Januari-April 2018 terjual 21.972 unit. Jadi total penjualan Xpander September 2017-April 2018 mencapai 35.042 unit.

Di urutan kedua mobil terlaris bulan lalu adalah Toyota Avanza dengan penjualan mencapai 6.917 unit dan di posisi ketiga ditempati Toyota Calya sebanya 6.292 unit. Secara umum, total penjualan mobil partai besar (wholesales) nasional periode Jauari-April 2018 tumbuh 5,6% menjadi 394.421 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 373.348 unit.

 

Sumber Artikel

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Penjualan mobil naik 2,9 persen pada Q1 2018

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil nasional pada kuartal I (Q1) 2018 atau periode Januari-Maret tumbuh 2,9 persen, meningkat 8.160 unit dengan pencapaian 291.912 unit dibanding periode yang sama pada tahun lalu (283.760 unit). Demikian dilansir Katadata.

Namun begitu, kenaikannya masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan antara Q1 2016 dan Q1 2017 yang mencapai 5 persen.

Melambatnya pertumbuhan tersebut, menurut Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiharto, mengikuti tren pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2018 yang masih di bawah 5 persen.

Kini Jongkie berharap pertumbuhan tersebut bisa bertahan hingga akhir tahun agar target penjualan mobil yang dicanangkan Gaikindo bisa tercapai.

“Ini kan sudah naik hampir 3 persen ‘year on year’ dibandingkan tiga bulan pertama tahun lalu. Mudah-mudahan bisa tercapai sampai akhir tahun. Jika sejalan dengan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, total (penjualan) 1,1 juta (unit) bisa tercapai,” kata Jongkie dalam Wartaekonomi.co.id.

Target penjualan 1,1 juta unit tersebut lebih tinggi 2,8 persen dibandingkan total penjualan tahun lalu yang mencapai 1,07 juta unit kendaraan.

Jongkie mengatakan, target itu ditetapkan dengan melihat indikator makro ekonomi yang ada di Indonesia selama 2018. Tahun ini, Gaikindo memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,4 persen sesuai dengan APBN.

“Faktor kunci yang menggerakkan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, seperti nilai tukar, inflasi, dan jangan lupa automotive financing karena 70 persen penjualan kendaraan bermotor masih di-leasing atau kredit,” paparnya.

Setidaknya tren positif selama 2 tahun terakhir ini diharapkan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Mengutip data yang dirangkum Kompas.com, penjualan Q1 2018 adalah yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, namun masih jauh di bawah pencapaian Q1 2014 (328.500 unit) yang menjadi pencapaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Kenaikan selama dua tahun berturut-turut ini juga menjadi sinyal positif kebangkitan industri otomotif Indonesia setelah mengalami masa kelam pada periode 2015-2016, seperti juga di beberapa negara ASEAN lain.

Didorong kendaraan niaga

Laju peningkatan penjualan kendaraan pada tiga bulan pertama 2018 ini didorong oleh larisnya jenis kendaraan niaga. Truk niaga dengan beban lebih dari 24 ton mencetak penjualan tertinggi, yaitu 6.935 unit, atau tumbuh 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jongkie mengatakan, peningkatan itu terkait dengan pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah membuat kebutuhan kendaraan truk untuk angkutan material meningkat.

“Infrastruktur di mana-mana, ada jembatan, pelabuhan, bandara, otomatis tipe 4×2 ikut naik, sedan juga naik,” jelas Jongkie.

Kontras dengan pertumbuhan kendaraan niaga, Gaikindo mencatat justru total penjualan kendaraan niaga bus hanya mencapai 908 unit sepanjang Q1 2018. Turun 20,7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu dengan catatan penjualan 1.145 unit.

Soal siapa segmen terlaris pada periode Q1, tentunya masih didominasi jenis kendaraan penumpang Low MPV (multi purpose vehicle). Boleh jadi, inilah segmen mobil tergemuk saat ini.

Kehadiran jagoan baru Mitsubishi, yakni Xpander, seperti ditulis Metrotvnews.com, turut mendongkrak penjualan segmen ini. Bahkan produk satu ini langsung menggusur sang penguasa pasar mobil nasional Toyota Avanza yang berstatus mobil terlaris selama beberapa tahun terakhir.

Jika diakumulasi, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Xpander pada Q1 mencapai 21.972 unit, unggul 559 unit dari Avanza yang mencapai 21.413 unit.

Namun begitu, masih banyak konsumen yang mencari Avanza dalam kondisi bekas. Setidaknya Carmudi.id (h/t Tempo.co) mencatat bahwa masih banyak konsumen yang mencari “mobil sejuta umat” itu.

Secara umum, Toyota memang sedang mengalami penurunan. Bisnis.com menulis, penjualan wholesales mereka pada Q1 tahun ini turun 21,17 persen, dari 107.180 unit pada Q1 2017 menjadi 84.494 unit.

Sumber Artikel

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Merek Jepang Kuasai 98 Persen Penjualan Mobil Indonesia – GAIKINDO

JAKARTA— Kendati bukan yang pertama hadir, merek-merek asal Jepang tumbuh sangat besar di Indonesia. Penguasaan pasar penjualan mobil merek Jepang di Indonesia pada tahun lalu besarnya 98 persen menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Dari 38 merek yang menjadi anggota Gaikindo, 15 di antaranya berasal dari Jepang. Kelompok Jepang memang jumlahnya terbesar di antara merek lain asal Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, India, dan China.

Pada 2017, Indonesia menjual 1.079.534 unit mobil sedangkan total seluruh merek Jepang membukukan penjualan 1.060.236 unit. Lebih tepatnya, merek Jepang menguasai 98,21 persen pasar mobil di Indonesia pada 2017.

Kompas mencatat, kontributor terbesar merek Jepang tentu saja sudah kita kenal semua, yaitu Toyota (34 persen), Honda (17 persen), Daihatsu (17 persen), Suzuki (10 persen), dan Mitsubishi (7 persen).

Kurang dari 2 persen pasar Indonesia diperebutkan merek asal negara lain. Pembagiannya, Jerman (0,5 persen), China (0,5 persen), Amerika Serikat (0,34 persen), Korea Selatan (0,2 persen), dan India (0,1 persen). (*)

Daftar penjualan mobil berdasarkan asal merek:

Jepang 1.060.236 unit (98,21 persen)

China 5.418 unit (0,5 persen)

Jerman 5.417 unit (0,5 persen)

Amerika Serikat 3.617 unit (0,34 persen)

Korea Selatan 2.108 unit (0,2 persen)

Swedia 1.116 unit (0,1 persen)

India 1.065 unit (0,1 persen)

Prancis 545 unit (0,05 persen)

Total penjualan Indonesia: 1.079.534 unit

Sumber Artikel

==========================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34