Tiga Model Peugeot Penerima Car of the Year Masih Mengaspal

Peugeot sebagai produsen mobil terbaik didunia selalu menampilkan inovasi, desain serta terobosan teknologi menjadi landasan hadirnya sebuah produk.

Tidak ayal, sederet penghargaan diraih Peugeot sebagai brand otomotif global. Terakhir, gelar “Car of The Year 2020” pada 2 Maret lalu di Jenewa, Swiss.

Sosok Peugeot 208 sukses merengkuh gelar bergengsi di ajang ini. PEUGEOT 208 merupakan mobil urban pertama Peugeot yang memenangkan Car of The Year.

Memasukki era millennial (tahun 2000), ada 4 model Peugeot sukses meraih Car of The Year di Jenewa, Swiss. Biasanya berbarengan dengan ajang Geneve International Motor Show.
Selain 208, Peugeot 307 (2002), Peugeot 308 (2014) dan Peugeot 3008 SUV (2017) sukses menjadi Car of The Year di eranya.

“Sekarang kami memiliki 3 buah kendaraan Peugeot Car of the Year di jalanan; Peugeot 208 terbaru, Peugeot 3008 SUV, dan Peugeot 308. Penghargaan ini menjadi sebuah pencapaian perusahaan dan juga referensi bagi para customer kami.” Ucap Jean-Phillipe IMPARATO, Direktur Peugeot.

New Peugeot 208

Peugeot 208 terbaru telah menjadi model keenam dari brand PEUGEOT dalam meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Desainnya yang sangat spesial, tajam, dan menggoda dipadukan dengan teknologi terkini dengan pilihan mesin bensin maupun elektrik memberikan kebebasan untuk memilih bagi para pengendaranya.

Peugeot 208 terbaru menjadi Best Seller dengan mencapai pemesanan sebanyak 130.000 unit di Eropa dengan 15% dari jumlah tersebut merupakan pemesanan unit full elektriknya.

Peugeot 307

Pada tahun 2002, Peugeot 307 mewakilkan keseimbangan yang sempurna dari mobil keluarga yang lega namun kompak dan juga tinggi. Dibandingkan dengan para kompetitornya, keunggulan ini menjadikan Peugeot 307 meraih penghargaan Car of the Year pada tahun 2002.

Peugeot 307 juga memberikan banyak pilihan varian dengan personaliti yang kuat di masing-masing modelnya seperti pilihan 3, 4, 5 Pintu Sedan, Estate, Station Wagon, dan Coupe Cabriolet.

Tidak lupa juga terdapat tipe khusus Peugeot 307 WRC yang khusus untuk mengikuti World Rally Championship. Lebih dari 3,7 Juta unit Peugeot 307 terjual di seluruh dunia.

Peugeot 308

Pada tahun 2014, Peugeot memasuki era baru di dunia otomotif. Peugeot 308 hadir dengan desain dan performa balap yang sangat atraktif.

Platform EMP2 menjadi salah satu yang tercanggih pada masanya, menjadikan Peugeot 308 memiliki dimensi yang kompak dan juga lebih ringan (-140 kg) dari pendahulunya.

Hal ini menjadikan pengalaman berkendara yang lebih gesit dan responsif. Hal ini menjadikan Peugeot 308 pemenang penghargaan Car of the Year 2014.

Pada era ini lah Peugeot mulai menerapkan bahasa desain interior yang sekarang mereka sebut i-Cockpit. Lingkar setir yang kompak, Head-up Display, konsol tengah yang tinggi dengan diisi layar sentuh berukuran 9.7” yang menjadikan standar baru berkendara khas Peugeot.

1,7 juta unit terjual di seluruh dunia semenjak peluncurannya pada tahun 2013

Peugeot 3008 SUV Sabet gelar “Car of the Year”

Mobil SUV pertama yang mendapatkan penghargaan Car of the Year semenjak program penghargaan ini didirkan di tahun 1964 adalah Peugeot 3008 SUV.

Hal ini membuktikan bahwa Peugeot berhasil membawa kendaraan dengan kategori SUV dapat memiliki berbagai kelebihan dan kenyamanan yang tidak kalah dengan kendaraan berbentuk sedan. Penghargaan ini didapatkan pada tahun 2017.

Peugeot 3008 SUV ini juga menjadi momen Peugeot meluncurkan generasi terbaru dari Peugeot i-Cockpit yang menawarkan pengalaman berkendara yang intuitif dan sensasional.

Hampir 900.000 unit Peugeot 3008 SUV telah terjual di seluruh dunia semenjak peluncurannya di Oktober 2016.[Go/Res]

Artikel Asli

Inilah Tujuh Finalis European Car Of The Year 2018, Mana Jagoanmu?

Inilah Tujuh Finalis European Car Of The Year 2018, Mana Jagoanmu?

AutonetMagz.com – Setiap tahunnya ajang European Car of The Year selalu menyajikan kejutan yang menarik, seperti edisi tahun 2017 lalu yang menempatkan Peugeot 3008 sebagai pemuncak dengan 319 poin meninggalkan Alfa Romeo Giulia dan Mercedes-Benz E-Class. Dan untuk seri berikutnya, yaitu European Car of The Year 2018, para finalisnya sudah diumumkan baru – baru ini, dan ada tujuh mobil yang akan berebut tahta bergengsi ini tahun depan.

Ya, ketujuh mobil tersebut adalah Alfa Romeo Stelvio, lalu Audi A8, BMW 5 Series, Citroen C3 Aircross, KIA Stinger, Seat Ibiza dan Volvo XC40. Yang menarik adalah absennya merk – merk Jepang dalam kesempatan kali ini. Terakhir kali pabrikan Jepang masuk tiga besar adalah pada tahun 2016 lalu dengan Mazda MX-5, dan terakhir pabrikan Jepang berada di posisi puncak adalah pada tahun 2011 lalu melalui Nissan Leaf. Peugeot yang jadi kampiun tahun lalu juga tak masuk di tujuh besar ini. Ketujuh kandidat yang telah diumumkan ini merupakan hasil saringan oleh 60 orang juri yang berasal dari seluruh benua.

Dan di edisi European Car of The Year 2018 ini, terbuka peluang bagi merk – merk baru untuk memenangkan gelar bergengsi ini. Karena dari tujuh produk ini, ada empat pabrikan yang belum pernah merasakan nikmatnya gelar European Car of The Year yang sudah diadakan sejak tahun 1964 ini. Keempat merk tersebut adalah BMW, KIA, Seat dan juga Volvo. Namun tentunya hal ini tak mengecilkan peluang dari Alfa Romeo, Audi, dan juga Citroen, karena etiganya juga memiliki kans yang sama besar untuk memenangkan persaingan di European Car of The Year 2018 ini.

Alfa Romeo menjadi pabrikan yang sudah cukup lama merindukan kemenangan di European Car of The Year, dengan Alfa Romeo Stelvio yang notabene merupakan SUV pertama dari pabrikan ini, pihak Alfa Romeo ingin mengulang sukses mereka di ajang ini seperti tahun 2001 lalu. Sedangkan Audi juga menantikan gelar keempat melalui Audi A8, dan penantian ini lebih panjang dari Alfa Romeo, karena terakhir kali Audi menjuarai European Car of The Year adalah pada tahun 1983. Sama pula dengan Citroen yang terakhir kali menjuarai European Car of The Year pada 1990, Citron C3 Aircross meneruskan usaha dari Citroen C3 yang tahun lalu menjadi salah satu finalis di ajang yang sama.

BMW yang kali ini ikut tampil di European Car of The Year, langsung unggul dengan seri 5 G30 yang kita tahu cukup baik improvement-nya, diikuti dengan KIA Stinger yang juga mengesankan. Selain itu si cantik Seat Ibiza juga berpeluang mengukuhkan Seat sebagai jawara di ajang ini, dan terakhir adalah Volvo yang menjagokan XC40 setelah dua tahun sebelumnya XC90 juga sempat mengisi posisi finalis. Jawara European Car of The Year 2018 sendiri akan diumumkan di Geneva Motor Show 2018 mendatang kawan. Kira – kira, siapa jagoan kalian? Yuk sampaikan pendapatmu kawan.

 

Artikel Asli

============================================================================

Baca Juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik :  (Info Viral dan Trend saat ini)
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Peugeot L45 Grand Prix Ikonik Ini, Lebih Mahal dari Supercar Baru

Hasil gambar untuk Peugeot L45 Grand Prix

Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi. Itulah peribahasa yang nampaknya cocok dialamatkan kepada Peugeot L45 Grand Prix Two-Seater keluaran 1914 ini. Kondisinya yang antik dan klasik membuat harga jualnya selangit, jauh melebihi mobil baru.

Dilansir dari Carscoops, baru-baru ini Peugeot L45 Grand Prix itu telah terjual seharga USD7,6 juta (sekitar Rp102 miliar), di acara lelang Bonhams Auction, di Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Diperkirakan, yang membuat harga Peugeot ikonik ini sangat fantastis adalah karena bekas dipakai pembalap mobil asal Italia, Dario Resta, yang memenangi ajang balap Indianapolis 500 Mile Race pada 1916.

Ada pula yang menyebutkan, jika mobil tersebut juga pernah menjadi tunggangan pembalap asal AS, Ralph Mulford, yang menempati posisi ketiga di ajang balap yang sama pada 1916.

Dalam pernyataan resminya, di awal 1900-an pembuat mobil Prancis mendominasi motorsport, dan pada 1913 pembalap asal Prancis, Jules Goux mengklaim kemenangannya di Indianapolis endurance race atau lomba ketahanan menggunakan mobil serupa.

Menariknya, Peugeot L45 Grand Prix Two-Seater ini sudah mengusung mesin 3.0 liter pada 1916, namun tak lama kemudian, pabrikan menggantinya dengan mesin 4.5 liter empat silinder dengan camshaft overhead ganda, empat katup per silinder, yang membuatnya menyemburkan tenaga 112 daya kuda pada 2.800 rpm.

Mobil ini juga dilengkapi rem drum mekanis di keempat penjuru,

semi-elliptical leaf spring suspension

dan as roda depan dan belakang.

Hasil gambar untuk Peugeot L45 Grand Prix

Peugeot L45 Grand Prix Two-Seater yang membawa tanda lahir chassis no.1 bersama dengan engine no.1 itu, disebut menjadi faktor utama yang membuat mobil ini memiliki harga sangat mahal.

Artikel Asli