Usia Produktif Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Usia Produktif Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu lintas tercatat masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Bahkan, sepertiga diantaranya diketahui sebagai pengendara berusia 15 hingga 24 tahun.

“Pengendara pemula rentan terlibat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” kata Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korps Lalu Lintas Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Aldo Siahaan di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (4/10).

Ia mengungkapkan kedepannya hal tersebut akan terus berulang. Demi menekan angka kecelakaan yang melibatkan pengendara di usia dini, menurutnya diperlukan pengenalan laik etika saat berkendara di jalan.

Dengan cara itu, ia mengaku optimis kasus kecelakaan akibat pelanggaran berlalu lintas bisa ditekan. “Seperti diketahui, kecelakaan itu awalnya tentu dari pelanggaran,” imbuhnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hindro Surahmat, mengungkapkan sedikitnya ada 25 ribu angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya.

Menurutnya, jumlah tersebut sudah menurun 20 persen dibandingkan tahun 2010.

“Walau itu penurunan, tetap aja angka yang tewas tetap tidak bagus. Harus kita terus turunkan, jadi masih sangat besar,” ungkap Hindro.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Suzuki Ignis Baru via KKB BCA dengan bunga yang kompetitif?

Berdasarkan data yang dimilikinya, Hindro mengatakan, selama 2016 kemarin terjadi 108.374 kecelakaan dengan lebih dari 25 ribu korban jiwa. Sedangkan periode April hingga Mei 2017, kecelakaan terjadi sebanyak 25 ribu kali dengan memakan korban jiwa sebesar 5.000 orang.

“Nah dominannya itu meninggal di usia produktif. Paling banyak, 16-30 tahun. Itu usian untuk membangun bangsa, dan itu hilang,” ujarnya.

Atas alasan tersebut, salah satu produsen ban Michelin membuat pelatihan untuk siswa Sekolah Menengah atas (SMA) dengan tujuan meningkatkan kesadaran berkendara. Michelin Safety Academy menggandeng sejumlah pihak untuk memberikan pelatihan aman berkendara bagi 400 siswa di 10 sekolah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Cilegon.

“Memasuki perhelatan keempat, kami ingin memberikan dampak lebih besar dengan meningkatkan jumlah siswa,” kata Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller.

Artikel Asli

Warna Pelat Nomor Kendaraan Bakal Diubah, Ini Alurnya

(Foto: Okezone)

Korps Lalu Lintas Kepolisian (Korlantas Polri) akan mengubah warna pelat nomor kendaraan. Hal ini untuk menyesuaikan pemberlakuan tilang elektronik atau e-Tilang.

Pelat hitam yang dipakai sebagian besar kendaraan saat ini dinilai sulit diidentifikasi oleh closed circuit televisi (CCTV).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, pihaknya akan lebih mudah dan cepat memonitor pelat nomor dengan warna baru melalui CCTV dibandingkan dengan hitam. Dengan begitu, kendaraan yang melanggar aturan akan mudah teridentifikasi.

Namun, penerapannya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, mengingat mengubah warna pelat perlu persiapan yang panjang serta harus dilakukan bertahap.

Setyo menjelaskan, alur penerapan warna pelat baru. Kebijakan ini akan sangat terakait dengan program registrasi dan identifikasi (Regident). Bagian ini akan dikerjakan pada Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai landasan asal usul kepemilikan kendaraan. Setelah itu, barulah dilakukan perubahan pada STNK.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

“Lalu dilanjutkan kepada STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sebagai legitimasi pengoperasionalannya,” kata Setyo, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

TNKB sendiri, lanjut dia, dapat dibangun dengan Automatic Number Plat Recognition dari database kendaaran. Hal ini akan selaras dengan sistem elektronik dan berkaitan dengan fungsi kontrol serta data forensik kepolisian. Tidak hanya itu, sistem ini nantinya juga bisa digunakan dengan jalan berbayar di dalam kota, pembayaran tol elektronik, parkir, dan lainnya.

“Serta memberikan pelayanan prima dari ERI. Ini dapat dikembangkan dengan menjadi program pembatasan kendaraan bermotor seperti ERP, Electronic Toll Collection (ETC), e-Parking, e-Banking, dan Electronic Low Enforcement (ELE),” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan untuk merealisasikan rencana ini pihaknya akan mengubah regulasi terlebih dulu. Pasalnya dalam aturan pelat kendaraan pribadi harus berwarna hitam. Pihaknya secara perlahan akan mengubah regulasi tersebut.

“Tapi kita berlakukan untuk kendaraan yang sudah terdaftar dahulu, jadi tidak menyulitkan yang sudah pakai,” kata dia.

Artikel Asli

BPKB Hilang? Begini Cara Mengurusnya

Untuk pengurusan BPKB yang hilang, pertama yang bersangkutan membuat LP/BAP ke kepolisian. Kemudian membuat surat keterangan dari Reserse Polresta, tentang kendaraan tidak terlibat tindak pidana.

Bawa KTP, STNK yang masih berlaku. Kemudian diumumkan di media masa selama 3 kali koran yang berbeda dan waktu berbeda.

Selanjutnya lampirkan surat permohonan, surat pernyataan dan cek fisik kendaraan serta surat keterangan dari bank tentang BPKB tidak dalam jaminan.

Semoga dengan tahap-tahap pengurusan BPKB yang hilang tersebut dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat. Terimakasih

Sumber: Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Agung Setyo Wahyudi