Radiator Diisi Air Sumur Bakal Rusak, Mitos atau Fakta


ilustrasi (int)

Radiator merupakan salah satu komponen yang krusial pada sebuah mobil. Tugasnya bertugas menjaga suhu mesin. Untuk bekerja dengan baik, radiator membutuhkan cairan coolant yang dipadu dengan air mineral biasa.

Namun masih banyak yang bertanya, apakah ketika air radiator mulai habis bisa ditambah dengan air sumur atau air bekas AC rumah yang kabarnya lebih bagus?

Menurut Dian, servis advisor bengkel resmi Nissan di Jakarta Barat, apabila mengalami kondisi demikian lebih bagus tambahkan dengan air mineral yang sudah dimasak atau air kemasan. Komposisinya tetap harus lebih banyak cairan coolant, yakni 70 persen. Sementara 30 persen lainnya bisa menggunakan air mineral.

“Kita di Nissan 50-50 antara coolant dan air mineral masih aman. Kalau ditambah air sumur, dalam jangka panjang pada dinding jalur air blok mesin ada kerak kuning putih. Dinding radiator enggak nempel karena dari aluminium,” ujarnya

Cuaca tropis di Indonesia tentu yang menjadi alasan utama mengapa coolant radiator tidak digunakan hingga 100 persen. “Kalau tambah air coolant semua di dalam reservoir, jangan, dan itu enggak bagus juga karena terlalu kental,” sambungnya.

Begitu juga penggunaan air bekas AC tidak dianjurkan. Karena air AC bekas rumah tidak bisa dipastikan bersih dari kotoran, terkecuali disuling terlebih dahulu seperti proses pembuatan air mineral.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Mobil Baru Mitsubishi Pajero via KKB BCA?

Artikel Asli

Jangan Abaikan Rutinitas Cek Air Radiator

Jangan Abaikan Rutinitas Cek Air Radiator

Rutin cek air radiator cegah mesin mobil overheat. Wikihow

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengingat perannya sangat vital terhadap sistem pendinginan mesin, penting untuk menjaga komponen radiator agar tidak keurangan air. Tujuannya untuk mencegah mesin panas atau overheat. Ada baiknya pemilik mobil mengenal dan mengetahui fungsi dan cara merawat radiator.

Radiator adalah alat penukar panas yang digunakan untuk memindahkan energi panas, dari satu medium ke medium lainnya yang tujuannya untuk mendinginkan mesin.

Radiator yang terdapat pada mobil biasanya terletak di bagian depan mesin dan terdapat kipas pendingin agar mendapatkan pendinginan yang maksimal.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

“Untuk mobil keluaran tahun baru atau lama perlakuannya sama, minimal seminggu sekali diharuskan mengecek kondisi air yang terdapat pada radiator. Pengecekan dilakukan karena panas yang berasal radiator dan mesin akan mengurangi ukuran air akibat dari penguapan,” beber

owner

bengkel Fahmi Jaya Motor, Fahmi di bilangan Bekasi Barat.

Fahmi menjelaskan, bahwa penambahan dilakukan dengan cara mengisi tempat penampungan air cadangan radiator sesuai dengan garis yang ada di tabung penampungan. “Jangan mengisi air kurang atau melebihi garis yang ditentukan di tabung air cadangan.”

Ukuran tersebut dirancang untuk menyisakan ruang yang berfungsi untuk sirkulasi penguapan saat kondisi mesin panas. Jika anda mengisi air terlalu penuh atau kurang, akan menyebabkan proses penguapan menjadi tidak maksimal.

Selanjutnya periksa air radiator. Buka tutup radiator, jika tidak berkurang anda tidak perlu mengisi air radiator.

 

Artikel Asli