Tertangkap Kamera CCTV Tak Pakai Seat Belt , Siap-Siap Didenda Rp3 Juta

Tertangkap Kamera CCTV Tak Pakai Seat Belt , Siap-Siap Didenda Rp3 Juta

Ilustrasi Foto: Reuters

JAKARTA – Kamera CCTV biasanya difungsikan untuk memantau kejahatan di rumah maupun di jalan raya, tapi kini di salah satu kota Inggris, Northumbria kamera itu digunakan untuk mendeteksi pelat nomor ilegal.

Mengutip The Sun, Rabu (22/11/2017), namun tak hanya itu, CCTV juga bisa mendeteksi penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman dan pengemudi yang menggunakan ponsel saat sedang mengemudikan mobilnya.

Sebagai informasi, antara Agustus dan November 2015, hampir 700 pengendara di timur laut tertangkap oleh CCTV yang ditandai dengan kotak kuning. Rata-rata mereka terseret kasus selain melaju kencang di jalan raya.

Baca Yuk:

Menurut Northumbria Road Safety Initiative, kejahatan yang paling umum biasanya adalah pengemudi tak mengenakan sabuk pengaman, sebanyak 604 orang tertangkap.

Polisi setempat juga menjemput dan menepikan orang-orang yang menggunakan ponsel saat mereka di jalan tol.

Melihat hal itu, undang-undang baru akan dibuat Maret tahun depan, dan pengguna yang didapati melanggar akan dikenakan enam titik penalti sebanyak 200 euro atau sekira Rp3 juta.

Baca Dong:

“Deteksi kamera adalah alat hebat yang digunakan untuk membantu polisi memberlakukan semua undang-undang di jalan,” ungkap Kepala operasi di Kepolisian Northumbria, Inspektur Sarah Pitt.

Sarah melanjutkan, “Banyak yang berpikir ngebut di jalan adalah salah satunya masalah yang terdeteksi, tetapi mengemudi tanpa sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat mengemudi, dan lebih banyak lagi bisa diidentifikasi dan merupakan semua tindakan yang membuat jalan kita menjadi bahaya, begitupun bagi pengendara dan pejalan kaki.”

Artikel Asli

2016, 3 orang tewas setiap jam karena kecelakaan lalu lintas

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto, mengungkapkan, berdasarkan data Kepolisian, jumlah kecelakaan sebanyak 108.374 kejadian dengan korban meninggal dunia 25.859 jiwa pada 2016. Jika dihitung dalam satu hari rata-rata sekitar 70-71 jiwa atau 2-3 orang tiap jamnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan pendidikan yang tertinggi adalah Pelajar SMA sebanyak 45.321 kejadian dan dilihat berdasarkan usia pelaku kecelakaan lalu lintas di dominasi usia 16-24 tahun sebanyak 24.917 kejadian.

Data lainnya jumlah laka lantas berdasarkan faktor mengemudi yang disebabkan karena melampaui batas kecepatan sebesar 7.369 kejadian.

“Menanggapi hal tersebut, sudah selayaknya semua stakeholder menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia,” ujarnya saat persiapan acara puncak Pekan Keselamatan Jalan 2017, di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/10).

Pandu menjelaskan, pendidikan keselamatan dan sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus untuk mengubah persepsi dan pandangan masyarakat tentang pentingnya berperilaku selamat di jalan.

“Penanaman nilai-nilai keselamatan jalan harus dimulai sejak usia dini untuk menumbuhkan semangat disiplin berlalu lintas sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi nilai-nilai kehidupan,” kata Pandu.

Dia menambahkan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 186.000 anak di seluruh dunia meninggal karena kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Dengan kata lain, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ancaman kecelakaan lalu lintas.

Maka dari itu, lanjutnya, sangat penting memberikan edukasi kepada anak sejak usia dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Artikel Asli

Inilah Tips Aman Berkendara Saat Hujan

Yuk Cari Tau Gimana Tips Aman Berkendara Saat Hujan
Ilustrasi berkendara saat hujan@sinarharapan

MALANGTODAY.NET– Musim hujan telah tiba. Buat kamu yang punya mobilitas tinggi atau hampir setiap saat menyusuri jalanan kota menggunakan sepeda motor, wajib hukumnya untuk waspada saat hujan. Berteduh terlebih dahulu bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, kalau memang harus tetap melanjutkan perjalanan. Berikut tips aman berkendara saat hujan.

Pastikan fokus dan penuh konsentrasi

Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh para pengendara yaitu fokus dan konsentrasi. Hujan dapat mengurangi konsentrasi karena mengaburkan pandangan, tubuh kedinginan, dan jalanan licin. Hal inilah yang membuat pikiran harus lebih konsentrasi. Kalau tubuh sedang tidak atau kurang fit, usahakan tidak berkendara saat hujan. Sebab akan sangat berbahaya baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Cek kondisi kendaraan termasuk ban, rem, dan lampu

Selain mengecek kondisi diri sendiri, kondisi kendaraan juga harus diperhatikan. Ada tiga bagian utama dari motor yang wajib dicek. Yang pertama yaitu ban. Teliti bahwa ban tidak dalam keadaan gundul. Sebab, ban yang gundul bisa menyebabkan slip saat mengendarainya.

Kedua yaitu rem. Pada saat jalanan diterpa hujan, rem akan sulit mencengkeram ban dengan cepat. Dengan kata lain, waktu yang dibutuhkan untuk mengerem akan lebih lama dari biasanya. Untuk itu, menambah jarak aman dengan kendaraan lain juga harus diperhatikan.

Terakhir ada lampu. Hujan akan mengahalangi pandangan pengendara. Oleh karena itu batuan dari lampu kendaraan akan sangat berguna. Namun, ketika hujan deras, pandangan dari lampu pun juga sedikit kabur sehingga harus tetap berhati-hati.

Kenakan mantel celana dan jaket, hindari mantel ponco

Kenapa menghindari mantel ponco? Karena mantel ponco rawan terbuka dan seakan seperti berkibar saat diterpa angin kala hujan. Hal ini membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Selain menghalangi pandangan di spion, tubuh juga tidak sepenuhnya terlindung dari air hujan.

Pelan asal selamat

Kecepatan berkendara harus dikurangi karena jalanan yang licin. Jalanan licin bisa memunculkan potensi slip saat berkendara. Fungsi rem pun tidak semaksimal ketika jalanan kering.

Amankan barang bawaan

Siapkan juga mantel atau pelindung untuk barang bawaan. Saat ini sudah banyak tas yang sudah dilengkapi mantel hujan untuk melindungi barang-barangmu.

Hindari genangan air

Kalau kita sudah kenal betul dengan medan jalan yang dilewati, kemungkinan besar kita hafal dimana letak jalan berlubangnya, baik dangkal maupun dalam. Kalau tidak hafal medan jalan, tetap waspada akan lubang dan hindari sebisa mungkin. Sebab ketika sudah tertutup air, kita tidak tahu seberapa dalam genangan tersebut.

Artikel Asli

Usia Produktif Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Usia Produktif Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu lintas tercatat masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Bahkan, sepertiga diantaranya diketahui sebagai pengendara berusia 15 hingga 24 tahun.

“Pengendara pemula rentan terlibat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” kata Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korps Lalu Lintas Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Aldo Siahaan di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (4/10).

Ia mengungkapkan kedepannya hal tersebut akan terus berulang. Demi menekan angka kecelakaan yang melibatkan pengendara di usia dini, menurutnya diperlukan pengenalan laik etika saat berkendara di jalan.

Dengan cara itu, ia mengaku optimis kasus kecelakaan akibat pelanggaran berlalu lintas bisa ditekan. “Seperti diketahui, kecelakaan itu awalnya tentu dari pelanggaran,” imbuhnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hindro Surahmat, mengungkapkan sedikitnya ada 25 ribu angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya.

Menurutnya, jumlah tersebut sudah menurun 20 persen dibandingkan tahun 2010.

“Walau itu penurunan, tetap aja angka yang tewas tetap tidak bagus. Harus kita terus turunkan, jadi masih sangat besar,” ungkap Hindro.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB
Mau Beli Suzuki Ignis Baru via KKB BCA dengan bunga yang kompetitif?

Berdasarkan data yang dimilikinya, Hindro mengatakan, selama 2016 kemarin terjadi 108.374 kecelakaan dengan lebih dari 25 ribu korban jiwa. Sedangkan periode April hingga Mei 2017, kecelakaan terjadi sebanyak 25 ribu kali dengan memakan korban jiwa sebesar 5.000 orang.

“Nah dominannya itu meninggal di usia produktif. Paling banyak, 16-30 tahun. Itu usian untuk membangun bangsa, dan itu hilang,” ujarnya.

Atas alasan tersebut, salah satu produsen ban Michelin membuat pelatihan untuk siswa Sekolah Menengah atas (SMA) dengan tujuan meningkatkan kesadaran berkendara. Michelin Safety Academy menggandeng sejumlah pihak untuk memberikan pelatihan aman berkendara bagi 400 siswa di 10 sekolah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Cilegon.

“Memasuki perhelatan keempat, kami ingin memberikan dampak lebih besar dengan meningkatkan jumlah siswa,” kata Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller.

Artikel Asli

Ini Salah Satu Akibat Tidak Menggunakan Sabuk Keselamatan [Video]

Kecelakaan tunggal kendaraan roda empat terjadi di jalan bebas hambatan salah satu daerah di barat daya China, Chongqing. Saat kejadian, kamera dasbor mobil yang persis berada di tempat kejadian, merekam momen-momen menyeramkan tersebut.

Dari gambar video yang diambil dari Dailymail.co.uk, Senin (3/7/2017) mobil tampak kehilangan kendali, hingga akhirnya bagian depan mobil menghantam pembatas jalan di sisi kanan dari jalur paling kiri.

Mengerikannya, ketika mobil melintir setelah menabrak, salah satu orang yang ada di dalam mobil terlihat jelas terpental keluar mobil, dengan menerabas kaca belakang dan mendarat di rerumputan pembatas jalan bagian tengah.

Diketahui ternyata orang tersebut adalah penumpang yang duduk di bagian belakang mobil dan tidak mengenakan sabuk pengaman. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Pria yang terlempar keluar, ditemukan terbaring kesakitan di area pembatas jalan bagian tengah, dengan cedera beberapa patah tulang. Korban masih sadar untuk berkomunikasi dengan petugas polisi dan paramedis yang datang setelah kejadian itu.

Otoritas Chongqing memastikan bahwa ada dua penumpang di kursi belakang yang tidak mengenakan sabuk pengaman, di mana yang satu lagi (perempuan) tidak ikut terpental keluar. China mewajibkan penggunaan sabuk pengaman untuk jok depan dan belakang, dimulai 2004 lalu.

Hayo, masih berani tidak menggunakan sabuk pengaman?

Sumber: https://goo.gl/sWSdqr