12 Aturan Dasar Pakai Mobil Matik, Jangan Salah Kaprah

Mengendarai mobi bertransmisi otomatis atau matik terlihat jauh lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Kelihatannya, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem. Sesederhana itu.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi otomatis Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

3. Saat berhentidalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7. Secara alami, mobi akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

9.Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memosisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12. Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka raawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

 Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)
Ilustrasi berkendara mobil matik (drivetestsuccess)

Artikel Asli

Pertama Belajar Mobil, Haruskah Pakai Transmisi Manual?

Beberapa orang beranggapan jika ingin mengemudi mobil sebaiknya dimulai dengan mobil bertransmisi manual, karena dinilai lebih memiliki manfaat.

Anggapan tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar juga.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, belajar mobil menggunakan transmisi manual memang bukan suatu keharusan, tetapi memang direkomendasikan.

“Manfaat yang paling dirasakan yaitu melatih feeling dalam menginjak gas dan kopling. Sebab ini dasar dan dia tahu kapan harus mengganti presneling,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri melanjutkan, banyak yang akan diperoleh dan bisa menjadi bekal untuk pengemudi baru jika menguasai tiga pedal, yaitu gas, kopling dan rem pada mobil manual.

Dimana ketiga pedal tersebut tidak ada pada mobil matik, karena pada mobil matik hanya terdapat gas dan rem.

“Kemampuan dalam mengatur gas dan kopling, dalam mobil kondisi permukaan licin misalnya, kita memerlukan pengaturan gas yang sensitif. Hal tersebut tidak akan kita dapat pada mobil transmisi matik,” kata Jusri.

Meskipun demikian, Jusri menekankan bukan menjadi sebuah keharusan belajar mobil menggunakan transmisi manual.

Sebab, banyak di negara maju, sekolah mengemudi sudah tidak menyediakan mobil manual.

“Tidak ada keharusan mereka membawa mobil manual sebagai mobil pertama. Karena di sekolah mengemudi di luar negeri sudah tidak ada, mobil manual dianggap usang dan hanya keperluan hobi, bahkan truk saja sudah menggunakan transmisi matik,” ujarnya.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Selama pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tentunya akan mempunyai waktu lebih dari bisanya.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tetap fokus pada pekerjaan utama. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ringan pada mobil.

Selain membersihkan bagian kabin sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, juga perlu melakukan perawatan pada bagian yang lain.

Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, hingga bagian yang mungkin sering dilupakan, yakni merawat karet wiper.

Karet wiper menjadi komponen yang harganya cukup terjangkau hanya puluhan ribu saja.

Baca juga: Mobil Kena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Menyalakan Wiper

Mungkin itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mengesampingkan kondisi penyeka air di kaca mobil ini.

Padahal, keberadaan karet penghapus air ini sangat penting. Terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan dan kondisi jalanan gelap.

Jika kondisi karet wiper terabaikan, bisa membuat karet menjadi keras dan tidak bisa bekerja secara maksimal untuk menghapus air pada kaca.

Pada kondisi ini tentunya akan mengurangi visibilitas pengemudi saat melakukan perjalanan dalam cuaca hujan.
Baca juga: Catat, Ini Manfaat Wiper Mobil Diangkat saat Parkir

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk karet wiper.

Paling penting, saat mencuci mobil jangan lupa karet juga ikut dibersihkan. Dengan begitu, maka kotoran atau kerikil yang mungkin masih menempel pada karet bisa dihilangkan.

“Kalau pas mencuci mobil bersihkan juga karet wipernya, untuk menghilangkan kotoran,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, Didi menambahkan, untuk menjaga agar karet tetap terjaga bisa juga sesekali mengelapnya menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air.

“Bisa juga mengelapnya menggunakan kain lap yang sudah dibasahi, dengan air,” ujarnya.

Baca juga: Ganti Ban Mobil Wajib Sepaket dengan Balancing

Perawatan ringan ini adalah untuk menjaga komponen tersebut bisa tetap terjaga dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

“Ya kalau karet wiper rusak membuat bladenya mengenai kaca sehingga bisa menyebabkan baret pada kaca,” ucap Didi.

 

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Sosok Nissan GT-R ‘Godzilla’ yang Tewaskan Wakil Jaksa Agung

Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah meninggal dunia dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi KM 13 pada Sabtu siang (4/4) saat mengendarai Nissan Skyline GT-R.

Dari foto di TKP, Arminsyah tewas saat mengendarai sedan sport Nissan GT-R, namun pihak kepolisian belum merilis versi Nissan GT-R tersebut.

Hal senada diungkap Marketing and Communication Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Irra Susiyanti yang mengonfirmasi jenis kendaraan yang ditumpangi korban adalah Nissan Skyline GT-R, seperti ditulis Antara.

Terdapat sejumlah varian untuk mobil dengan julukan Godzilla ini. Versi termahal adalah GT-R50 yang sanggup menyemburkan tenaga hingga 710 tenaga kuda dan torsi 780 Nm dengan mesin  3.8 L twin-turbocharged VR38DETT V6.

Versi lainnya, yakni Premium mampu menyemburkan tenaga hingga 565 tenaga kuda sedangkan Track Edition dan Nismo bisa menyemburkan tenaga hingga  hingga 609 tenaga kuda.

Fitur lainnya termasuk interior kulit di kursi depan dan pencahayaan LED di dalam mobil. Mobil juga dibekali dengan lampu depan dan lampu belakang LED yang bisa hidup dan mati otomatis.

Mobil juga telah dibekali dengan Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake force Distribution (EBD) dan sistem pengereman Brembo.

Nissan GTR-R juga dibekali dengan  transmisi kopling ganda 6-percepatan yang menggantikan transmisi manual 6-percepatan.  Nissan mengklaim GT-R memiliki kecepatan maksimal 313 km per jam.

Mobil mampu melesat dari 0 ke 97 km per jam dalam waktu tiga detik. Meskipun memiliki kecepatan fantastis, GT-R dibekali dengan fitur Vehicle Dynamic Control (VDC) yang memberikan stabiltas dan traksi kuat untuk kenyamanan berkendara.

GT-R50 menjadi mobil langka dengan harga satu unit  sebesar US$1,13 juta (Rp16,3 miliar). Harga itu kira-kira bisa membeli 11 unit GT-R standar, seperti diungkap laman situs Nissan.

Banderol GT-R50 bahkan lebih mahal dari banyak supercar yang sudah dijual di Indonesia, misalnya Lamborghini Urus (Rp8,5 miliar), Lamborghini Huracan Performante Spyder (Rp 14,8 miliar), Mercedes-AMG G63 Edition 1 (Rp6,7 miliar), dan Aston Martin Vanquish S Ultimate (Rp14 miliar) yang cuma diproduksi 175 unit di seluruh dunia.

Sebelumnya,  polisi melaporkan insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi KM 13, Sabtu (4/4), pukul 14.24 WIB yang melibatkan  Arminsyah. Wakil Jaksa Agung RI tersebut meninggal dunia. Mobil bahkan langsung terbakar sesaat setelah kecelakaan.

“Jumlah korban dua orang. Satu pengemudi meninggal di TKP dibawa ke RS Kramat Jati, satu penumpang dilarikan ke RS Bina Husada,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus ketika dikonfirmasi.

Yusri mengatakan kecelakaan hanya melibatkan satu mobil sedan yang dikemudikan Arminsyah.

Kejadian bermula ketika mobil Arminsyah melaju di Tol Jagorawi dari arah selatan menuju Jaya. Kendaraan Arminsyah diduga menggunakan lajur 4 ketika menyusuri tol, dan seketika menabrak pembatas jalan.

Artikel Asli

Mobil Bisa Bergerak Liar Kalau Lupa Ganti Komponen Ini

Dalam hal perawatan kendaraan, semua komponen harus diperhatikan. Jangan hanya bagian-bagian besar saja seperti bodi, kabin ataupun sektor jantung mekanis.

Komponen kecil juga mesti diperhatikan agar kondisi mobil tetap maksimal. Misalnya seperti urusan karet-karet di bagian kaki.

Karet ini tidak lain adalah bushing yang menjadi perantara bagian-bagian yang menghubungkan kaki dengan bodi.

Indikasi bahwa sebuah bushing sudah aus pun diterangkan oleh Suroto, teknisi Jakarta Ban.

“Bushing, karetnya sudah kering akhirnya tidak maksimal. Besi ketemu besi akhirnya bunyi. Ini termasuk bushing arm, tie rod,” Ucapnya Seperti yang dilansir dari laman Liputan6.

Baca Juga : GIIAS 2018, 37 MEREK KENDARAAN PASTIKAN AMBIL BAGIAN

Besi ketemu besi yang dimaksudkannya adalah momen ketika bushing tidak lagi secara maksimal bisa menjadi perantaranya. Bushing itu sendiri bukan sekedar berbahan karet.

Dengan fungsi menopang tadi, maka seharusnya keberadaan bushing membuat peran bagian-bagian tadi bekerja sebagaimana mestinya. Artinya, habisnya peran bushing maka akan berpengaruh pada kestabilan.

“Bushing, gundukan yang bahannya keras. Kalau sudah goyang, tingkat kestabilan tidak dapat. Bisa liar, goyang, bisa lari-lari mobilnya,” tutupnya.

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Awas! Ban Mobil Bisa Meledeka Justru Karena Kurang Angin

Kejadian ban meletus saat berkendara sebagian besar terjadi bukan karena ban kelebihan udara tapi justru karena kekurangan tekanan udara. Saat kempis ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek yang ditekan ke bawah oleh bobot mobil. Tekanan itu bisa menimbulkan gesekan dan panas lebih tinggi dari biasanya kemudian akhirnya bisa menjadi penyebab pecah ban.

“Lebih banyak (pecah ban) biasanya karena kurang udara, kalau kelebihan udara pecahnya itu langsung terurai. Itu biasanya terjadi di bagian samping karena proses refleksi benturan dan gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan rusak,” ucap Senior Manager Bussines Support Sales Replacement PT GajahTunggal Tbk Aries Abdullah, yang dilansir dari laman Kompas.com, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Aries lebih baik menggunakan ukuran tekanan udara yang direkomendasi pabrikan. Bisa saja menaikan tekanan sampai 10 persen dari rekomendasi jika mobil dipakai jarak jauh dengan beban seperti mudik.

Tekanan udara pada ban sangat penting untuk keselamatan berkendara, mengingat ban adalah satu-satunya perangkat yang menghubungkan kendaraan dengan jalan. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan saat kempis. Salah satu dampaknya, benang-benang di dalam ban bisa putus hingga muncul gundukan di permukaan ban.

Foto : Garasi.id

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

Hati-Hati! Tinggal Botol Minum Dalam Mobil Bisa Bikin Terbakar

Mulai saat ini ada baiknya berpikir ulang untuk meninggalkan air minum dalam kemasan botol plastik di dalam kabin mobil saat panas terik.

Sebuah video yang diunggah akun Youtube Idaho Power, memperlihatkan bahaya meninggalkan botol plastik ini. Dalam video tersebut botol plastik yang terkena sinar matahari membakar tempat duduk mobil dan menyebabkan lubang.

Beruntung pemilik mobil melihat kejadian tersebut dan tidak mengalami kejadian yang lebih membahayakan. Untuk memberi peringatan kepada pemilik mobil lain ia kemudian mereka ulang kejadian yang dilihatnya dan membuktikan potensi bahaya dari botol plastik tersebut.

Namun bagaimana hal itu bisa terjadi? seperti yang dilansir dari Kompas.com, Senin (25/6/2018), penjelasan mengenai peristiwa tersebut dijabarkan dengan lengkap.

“Botol air minum tersebut berperan seperti lensa yang memfokuskan cahaya dari luar jendela mobil,” ujar ilmuwan material dari Institut Konservasi Getty Los Angeles, Odile Madden.

Cahaya terdiri dari banyak foton yang merupakan partikel subatom yang bergerak melalui jalur lurus. Seperti kita menggunakan bantuan lensa kacamata untuk memfokuskan gambar, botol air berperan mengarahkan foton pada satu titik.

“Cahaya akan difokuskan pada satu titik dan mengeluarkan energi panas sehingga benda dapat meleleh dan terbakar,” ucap Odile.

Michael Doutre, ahli kimia dari institut yang sama dengan Odile, mengungkapkan sinar matahari yang menembus kaca mobil dapat mengeluarkan energi sebesar 600 watt per meter persegi ketika mengenai jok mobil. Jika melalui botol minum yang berperan seperti lensa, hanya dalam beberapa detik suhu panasnya dapat membakar sesuatu.

Ilmuwan ini mengungkapkan botol bening dan cairan bening lebih dapat meneruskan energi panas. Jika botol soda, atau cairan berwarna. lebih tidak dapat meneruskan cahaya dengan baik sebab harus ada cukup udara melewati media botol tersebut dan berada dalam satu garis lurus untuk mendapat titik fokus.

Namun meski mendapat kenyataan mengenai peran botol minum ini, kedua ilmuwan ini tidak setuju bahwa botol minum plastik dapat menyebabkan jok hingga seluruh mobil benar-benar terbakar.

“Bahan yang digunakan produsen mobil seperti pada jok, dibuat tahan api dan dapat memadamkan api sehingga tidak menyebar. Material plastik juga dibuat dari polyvinyl chloride atau PVC yang tidak dapat menyebarkan api dengan baik,” ungkap Odile.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, ada baiknya mulai saat ini memperhatikan tempat penyimpanan botol minum di dalam mobil. Hindari dari tempat yang terpapar matahari termasuk bagi yang gemar memarkir mobilnya di luar ruang.

Foto : Internet

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34