Suzulight, Mobil Pertama Suzuki Ini Lahir pada 1955

Suzulight Mobil Pertama Suzuki
Mobil pertama Suzuki yaitu Suzulight asli ditempatkan di museum Suzuki di Hamamatsu, Jepang.

HAMAMATSU – Setahun setelah didirikan pada 1954, Suzuki Motor Co langsung merancang mobil pertama mereka yakni Suzulight. Mobil inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Suzuki Swift, Baleno dan Ignis.

Dengan semangat ‘Let’s Do It’ yang merupakan terjemahan dari bahasa Jepang Yaramaika, Michio Suzuki sang pendiri langsung berinisiatif untuk menggarap karya pertamanya. Dia pun mempelajari dan meneliti kendaraan yang diproduksi di luar Jepang.

Suzuki juga menggunakan beberapa mobil Eropa dan satu unit Austin 7 (Inggris) sebagai benchmark. Garis besar yang diambil adalah semua unit mobil tersebut tidak hanya populer, namun juga harganya juga terjangkau.

Akhirnya pada 1955 lahir lah mobil pertama Suzuki bernama Suzulight. Mobil ini punya desain kompak dengan bobot sekitar 500 kg serta didukung mesin 2-tak dua silinder berkapasitas 360 cc.

Dengan spsifikasi ini, Suzulight pun masuk dalam kategori Kei car atau mobil ringan Jepang. Setelah itu, Michio Suzuki bersama timnya pun langsung melakukan pengujian pertama terhadap mobil yang kala itu masih prototipe.

Wilayah pegunungan Hakone yang ada diantara Hamamatsu dan Tokyo menjadi medan pengujian nyata bagi Suzulight. Jarak tempuh 300 km juga menantang karena saat itu rute tersebut belum diaspal. Di sini pula kemampuan suspensi coil spring independen Suzulight diuji hingga batas maksimal.

Meski tiba di Tokyo larut malam, Michio-san dan tim tetap melakukan presentasinya kepada pimpinan otoritas otomotif Jepang. Dengan paparan yang meyakinkan akhirnya izin diberikan kepada Michio untuk memproduksi Suzulight secara massal.

Oktober 1955, Suzuki Motor Co memulai produksi Suzulight. Dua unit pertama dikirimkan kepada dokter untuk mobilitas mereka. Awalnya, Suzuki hanya memproduksi tiga sampai empat unit Suzulight setiap bulan. Namun, 1956 Suzuki meningkatkan kapasitas produksi Suzulight menjadi 30 unit per bulannya.

Paltform Suzulight juga disebut menjadi cikal bakal lahirnya Suzuki Baleno, Swift hingga yang terbaru adalah Ignis. Bahkan, generasi terbaru Swift Sport juga terinspirasi dari basis mobil pertama mereka itu. Kabarnya, Suzuki Swift Sport akan diluncurkan Juni 2018 mendatang.

Hingga saat ini, Suzulight yang asli hanya tersisa dua unit. Keduanya berada di museum Suzuki di Hamamatsu.

Sumber Artikel

 

===========================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-02-12 at 14.06.22

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Liem Sioe Liong alias Sudono Salim harus berjuang lebih keras di zaman Orde Lama. Kala itu, Program Benteng yang memang dirancang sebagai tindakan afirmatif untuk pengusaha lokal, sedikit banyak ikut menyulitkan dirinya yang berlatar Tionghoa. Dengan susah payah, ia membangun bisnisnya. Selain pabrik, dia pun mendirikan bank pada 1950an.

Menurut Eddy Sutriyono, dalam Kisah Sukses Liem Siu Liong (1989), pada 1954 Liem mendirikan Bank Windu Kencana, namun tidak sukses. Bulan Oktober 1956, ia mencoba lagi mendirikan bank, kali ini NV Bank Asia. NV Bank Asia berdiri pada 12 Oktober 1956, setelah pabrik tekstilnya meraup untung. Tahun berikutnya, 21 Februari 1957, Liem mendirikan sebuah bank yang belakangan menjadi Bank Central Asia (BCA).

Bank-bank tadi tak langsung membesar saat itu juga, apalagi saat itu masih zaman Orde Lama. Menurut pengakuan Liem dalam buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986 (1986), di masa Orde Lama orang-orang dagang (bisnis) sulit berkembang.

Laki-laki kelahiran Fukien 16 Juli 1916 ini malang melintang di dunia bisnis sejak zaman kolonial, sejak masih berumur 20 tahun. Zaman Jepang, dia dagang minyak kacang kecil-kecilan di Kudus, Jawa Tengah. Pernah juga jadi pemasok bagi militer di Jawa Tengah.

Pada 1950an, usahanya makin berkembang, meski belum menempatkannya sebagai konglomerat besar. Setidaknya usahanya merambahi pengusahaan hasil hutan, bangunan, perhotelan, perdagangan asuransi juga perbankan.

Sebagai pengusaha yang punya bank, tak heran jika Liem punya kolega yang paham soal bank. Tak cuma yang keturunan Tionghoa, ia juga berjejaring dengan peranakan Arab, yakni Abdullah Ali.

“Om Liem memang sudah saya kenal sejak tahun 1957,” aku Abdullah Ali dalam buku Abdullah Ali Dalam Liku-liku Sejarah Perbankan Indonesia (1995).

Pada tahun-tahun tersebut, Ali masih bekerja di bank sentral, Bank Indonesia. Ali pernah ditunjuk menjadi pemeriksa bank yang mengontrol operasional dan buku BCA di awal sejarahnya. Pernah pula Ali memerintahkan pemeriksa kredit untuk mengecek semua perusahaan Liem pada 1972.

Sementara kolega Tionghoanya adalah Li Wen Cheng — yang dikenal sebagai Mochtar Riady. Setelah mundur dari Panin pada 1 Mei 1975, Mochtar bergabung dengan Bank Asia. Kala itu, Liem sudah punya tiga bank. Selain Windu Kencana dan Bank Asia, ada pula Bank Dewa Ruci. Windu Kencana dipegang adiknya, Liem Sioe Kong. Dewa Ruci dipegang sepupu Liem, Liem Ban Tiong. Ketika Mochtar masuk, BCA dalam keadaan kurang maksimal.

“Di antara pemegang saham adalah putra-putri Presiden Soeharto. Ketika itu, masing-masing memiliki 15 persen, seorang jenderal pensiunan 10 persen dan sisanya 60 persen dimiliki Pak Liem tiga bersaudara,” aku Mochtar Riady dalam autobigrafinya Manusia Ide (2015). Mochtar pun bergabung di BCA dan mulai memimpin rapat sejak juni 1975.

Menurut George Junus Aditjondro, anak-anak Soeharto yang memiliki saham di BCA adalah Siti Hardiyanti (Tutut) dan Sigit Jarjojudanto. Keduanya, menurut Aditjondro, sempat memiliki 32 persen saham di BCA (Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, hal. 110).

Mochtar memperbaiki sistem kerja di bank itu. Tak lupa merapikan arsip-arsip bank yang kala itu ruangannya jadi sarang laba-laba. Mochtar menyadari pentingnya pengarsipan yang rapi dalam bisnis perbankan.

Katanya, “Arsip merupakan dasar paling pokok dalam mengelola perbankan. Jika pengelolaan arsip tertata rapi dan terpelihara baik kita dengan cepat dan tepat menemukan dokumen yang diperlukan, untuk mencapai efektifitas dan produktifitas kerja yang maksimal.”

BCA melakukan merger dengan dua bank lain pada 1977. Salah satunya Gemari, bank yang dimiliki Yayasan Kesejahteraan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Kantor Bank Gemari pun dijadikan kantor cabang BCA. Merger itu membuat BCA bisa menjadi bank devisa.

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Di masa Mochtar Riady memimpin BCA pula, Unilever yang kapok berhubungan dengan bank swasta, mau menjadi nasabah penting BCA. Menurut Mochtar Riady, ini terkait kejadian rush (penarikan) besar-besaran dana dari bank-bank swasta pada 1967. Riady bahkan harus turun tangan menjelaskan keunggulan dan keuntungan produk dan pelayanan BCA. Selain Unilever yang di Indonesia dikenal sebagai produsen sabun, Gudang Garam pun juga diperjuangkan menjadi nasabah.

Awal 1980an, menurut catatan Abdullah Ali, BCA mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia agar dipersilakan mengeluarkan dan mengedarkan kartu kredit atas nama BCA yang berlaku internasional. Untuk itu, BCA bekerjasama dengan Master Card.

Pada 1980, Abdullah Ali sudah 53 tahun umurnya dan akan memasuki masa pensiun. Kebetulan, di Bank Indonesia, kariernya mentok, karena dia memang bukan sarjana, meski sering beredar gosip dia akan diangkat menjadi Direktur Bank Indonesia. Dua kali nama Ali masuk bursa calon, tapi dia sadar namanya hanya “pelengkap” saja. Akhirnya, tawaran menggiurkan datang juga dari BCA. Ia ditawari posisi Presiden Direktur.

Namun, Ali tidak langsung masuk. Dia diharuskan menjalani masa pendinginan selama enam bulan sebelum mengisi posisi Presiden Direktur yang ditawarkan Mochtar Riady atas restu Liem. Selama enam bulan itu, Ali mengaku: “jadilah saya seorang pensiunan yang mendapat gaji buta dari Bank Indonesia. […] Tanggal 1 Oktober 1980, saya mulai bekerja di BCA, resmi dengan jabatan Presiden Direktur.”

Menurut Ali, selama bergabungnya Mochtar Riady, BCA sudah jadi bank swasta terbesar nomor dua di Indonesia. Sementara itu, bank yang sebelumnya ikut dibesarkan Riady, Bank Panin, menjadi nomor satu. Setelah Ali bergabung, sebuah serangan teror dialami BCA. Belum sebulan Peristiwa Tanjung Priok memuncratkan banyak darah di Jakarta, gedung BCA di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, diledakan  pada 4 Oktober 1984.

Setelah adanya Undang-undang Pakto 88 pada 1988, BCA berencana merekrut 6.000 karyawan karena akan membuka 150 kantor cabang. Besarnya BCA, mau tidak mau, membuat BCA membuka lembaga pendidikan dan pelatihannya sendiri. Sekitar 1995, kantor cabang BCA mencapai 450. Selain di Indonesia, di Singapura, Hongkong dan New York juga terdapat kantor cabang BCA.

Setelah belasan tahun, pada 1991 Mochtar, cabut baik-baik dari BCA dan membangun Bank Lippo.

Artikel Asli

Sejarah Mobil Mitsubishi, Perusahaan Pembuat Kapal Laut

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV

Tokyo, – Tahun ini jadi tahun yang istimewa bagi Mitsubishi Motor Company (MMC). Perusahaan ini merayakan 100 tahun keberadaan mereka di industri otomotif.

Perusahaan yang bermarkas di Tokyo, Jepang ini memiliki sejarah panjang dengan beragam produk kendaraan ditawarkan kepada konsumennya di seluruh dunia. KompasOtomotif mendapat kesempatan untuk melihat kembali sejarah tersebut pada event MItsubishi di gelaran Tokyo Motor Show 2017.

Berada di halaman Mitsubishi Guest House, Minato-ku, Takanawa, Tokyo, terdapat empat model terpenting dalam sejarah Mitsubishi yang dapat dilihat secara langsung. Kami pun coba mencari tahu jejak sejarah keempat model ini.

Dimulai dari Mitsubishi Model A. Mobil ini adalah produk pertama Mitsubishi di dunia otomotif. Diproduksi pada tahun 1917 sampai 1921, Mitsubishi ketika itu masih dikenal sebagai pembuat kapal laut dengan nama Mitsubishi Shipbuilding Company.

Istimewanya model ini adalah penggunaan mesin 2.765 cc empat silinder segaris yang mampu mengelurkan tenaga sebesar 35 tk dan melaju dengan kecepatan hingga 97 kpj. Mobil ini adalah mobil penumpang pertama yang diproduksi di Negeri Matahari Terbit.

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV(KompasOtomotif)

Loncat jauh ke tahun 90-an, MMC menikmati kesuksesan mereka di dunia reli atau World Championship Rally (WRC). Mitsubishi menggunakan sedan legendaris mereka yakni Lancer Evolution sejak 1993. Puncaknya pada 1998, Mitsubishi memenangi kejuaraan konstruktor dengan pebalapnya, Tommi Makinen menjadi juara dunia selama empat tahun berturut-turut sejak 1996 sampai 1999.

Model Lancer Evolution VI yang hadir ini digunakannya pada kejuaraan 2001. Mobil ini menggunakan mesin 4G63T 4 silinder 1998,8 cc yang memproduksi tenaga hingga 300 tk dan torsi 520 Nm.

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV(KompasOtomotif)

Mobil ketiga masih dari dunia balap reli. Mitsubishi mencatatkan prestasi di ajang reli Paris Dakar dengan pebalapnya Hiroshi Masuoka di 2002 dengn Mitsubishi Pajero ini. Mobil ini hadir dengan mesin 3.497 cc 6G74 V6 DOHC 24 Valve MIVEC yang mampu memproduksi tenaga hingga 260 tk dan torsi 353 Nm.

Sejarah Mitsubishi dengan reli Dakar dimulai pada 1983 saat mereka masuk dan memenangkan kejuraan di kelas non modifikasi 4WD Production Class. Itu adalah usaha pertama Mitsubishi dan langsung menjadi perbincangan di dunia balap reli.

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV

Empat model mobil buatan Mitsubishi yang memegang sejarah penting pada 100 tahun kehadiran perusahaan tersebut di industri otomotif. Terdapat Model A, Mitsubishi Pajero, MItsubishi Lancer Evolution VI dan Outlander PHEV(KompasOtomotif)

Mobil keempat adalah Outlander PHEV. Model ini adalah yang terbaru untuk pasar Jepang. Outlander PHEV sudah dikenalkan sejak 2013 lalu. Mobil ini merepresentasikan keinginan Mitsubishi untuk menggabungkan teknologi Electric Vehicle (EV) seperti di i-MEV, Super All Wheel Control (S-AWC) di Lancer Evolution dan pengetahuan SUV terbaik Mitsubishi pada Pajero.

Hasilnya adalah sebuah produk yang benar-benar baru, yang membawa keunggulan dari kendaraan ramah lingkungan yang bertenaga serta senyap, stabilitas dan pengendalian S-AWC dan kepraktisan SUV.

Nah, tinggal menunggu kejutan apa yang akan dibawa Mitsubishi pada ajang Tokyo Motor Show 2017, Rabu (23/10/2017). Simak terus laporan langsungnya dari Tokyo, Jepang.

Artikel Asli

BERBANDEROL FANTASTIS! Deretan Mobil Mewah Selebriti Dunia Ini Mencapai Rp105 Miliar

LOS ANGELES – Bukan rahasia lagi apabila selebriti papan atas Hollywood mendapat bayaran selangit, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menjalani gaya hidup mewah. Beberapa pesohor bahkan menjadikan tunggangan mereka sebagai salah satu simbol kesuksesan berkarier. Sebagian memilih kendaraan berdasarkan harga, lainnya memilih tunggangan berstatus ‘edisi terbatas’.

Inilah daftar enam mobil mewah para selebriti dunia yang berbanderol miliaran rupiah sebagaimana dilansir dari Trending Top Most.

1. Jay Z- Maybach Exelero

Diposisi paling atas ada Jay Z. Rapper sekaligus pebisnis ini diketahui memiliki mobil dengan harga yang amat mahal bila dibandingkan dengan selebritis lainnya. Pria asal Brooklyn, Amerika Serikat itu mempunyai sedan sport dua pintu, Maybach Exelero.

Mobil yang dibekali mesin twin turbo V12 twin dengan transmisi otomatis 6 percepatan itu dibanderol sebesar USD8 juta atau setara Rp105 miliar. Dengan begitu, Maybach Exelero tak hanya menjadi mobil selebriti termahal di dunia tapi juga kendaraan termahal yang pernah ada.

2. Birdman – Bugatti Veyron

Simon Cowell dan Birdman memiliki selera yang sama soal kendaraan. Tapi Birdman membayar lebih banyak untuk mendapatkan Bugatti Veyron yaitu seharga USD2 juta atau Rp26 miliar. Satu-satunya yang membedakan mobil Cowell dengan Birdman ada pada bagian warna eksteriornya.

3. Simon Cowell – Bugatti Veyron

Salah satu juri ajang pencarian bakat ini rupanya mempunyai uang yang sangat banyak untuk menebus satu unit Bugatti Veyron. Mobil produksi Perancis itu didapatnya dengan harga USD1,7 juta atau Rp22 miliar. Dibekali mesin berkapasitas 8 liter turbo-quad W-16 dan dihubungkan ke transmisi otomatis enam percepatan membuat mobil ini bisa bergerak begitu cepat.

4. Kanye West – Lamborghini Aventador

Rapper dan desainer Kanye West, rela mengeluarkan USD750.000 atau Rp9,8 miliar demi mendapatkan Lamborghini Aventador. Saat ini, mobil berpostur langsing itu masih dalam proses produksi. Dapur pacu Lamborghini Aventador dihuni oleh mesin 6.5 L L539 V12 yang dihubungkan ke transmisi tujuh percepatan.

5. Jerry Seinfeld – Porsche 959

Komedian dan aktor Jerry Seinfeld memilih Porsche 959 sebagai tunggangannya. Mobil sport dua pintu ini hanya diproduksi sebanyak 345 unit di seluruh dunia. Berbekal mesin twin-turbocharged berkapasitas 2.847 cc, Porsche 959 mampu melaju dengan kekuatab 444 horsepower. Seinfeld membeli mobil itu seharga USD700.000 atau sekira Rp9,2 miliar.

6. Nicolas Cage – Ferrari Enzo

Ferrari Enzo diproduksi dalam jumlah terbatas, hanya 349 unit di seluruh dunia. Salah satunya dimiliki oleh aktor Face Off, Nicolas Cage. Mobil yang pertama kali diproduksi pada 2002 ini dibanderol USD670.000 atau setara Rp8,8 miliar. Keunggulan mobil yang dirancang oleh Ken Okuyama ini terletak pada mesin 6 liter Tipe F140 B V12.

Artikel Asli

Sejarah 40 tahun mesin Renault

Menyambut babak baru McLaren-Renault, berikut kilas balik sejarah mesin-mesin Renault pernah berlaga di F1 sejak tampil di F1 perdana tahun 1977.

Diresmikannya kolaborasi McLaren dengan Renault membuka babak baru aksi pabrikan Prancis di F1 sejak terjun perdana 40 tahun silam. Berawal dari tim pabrikan, Renault justru mencatat puncak kejayaan saat bersama Williams pada dekade 1990-an.

Dengan tim pabrikan baru meraih gelar juara perdana pada 2005, setelah nyaris menggapainya 22 tahun sebelumnya.

Menyambut kerjasama bersejarah ini, mari simak perjalanan mesin-mesin Renault di F1 sejak 1977. Patut dicatat hanya mesin berlogo Renault masuk galeri ini. Tidak termasuk produk turunan seperti unit Mecachrome dan Playlife digunakan Williams dan Benetton. Atau diganti namanya seperti dilakukan Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1/17

Renault F1 memulai debut pada GP Prancis 1977. Baru berhasil memenangkan GP perdana pada 1979, menjadi mobil turbo pertama memenangkan F1. Puncak prestasi Renault F1 terjadi pada musim 1983 ketika Alain Prost nyaris menjadi juara dunia hanya berselisih dua angka dari Nelson Piquet (Brabham BMW).

1983 – 1986: Team Lotus

1983 – 1986: Team Lotus

2/17

Tahun 1983 Renault memulai program suplai mesin. Diawali ke Team Lotus. Tahun 1984 Elio de Angelis menempati P3 pembalap. Ayrton Senna mempersembahkan kemenangan perdana di GP Portugal 1985. Prestasi justru lebih baik dari tim pabrikan

1984 – 1986: Ligier

1984 – 1986: Ligier

3/17

Berkat dukungan Francois Miterrand, Ligier mendapatkan mesin turbo gratis dari Renault pada 1985. Cukup kompetitif dengan keberhasilan empat kali meraih podium ketiga. Prestasi terbaik konstruktor, P5 pada 1986.

1985 – 1986: Tyrrell

1985 – 1986: Tyrrell

4/17

Tyrrell ikut menjadi pelanggan Renault pada 1985. Prestasi tidak begitu baik dengan prestasi terbaik berupa P4 diraih Ivan Capelli di GP Australia 1985 dan Martin Brundle di tempat sama tahun berikutnya.

1989 – 1997: Williams

1989 – 1997: Williams

5/17

Kembalinya Renault sebagai pemasok mesin. Kemenangan perdana diraih Thierry Boutsen di GP Kanada 1989. Menjadi penguasa F1 era itu dengan menempatkan Nigel Mansell (1992), Alain Prost (1993), Damon Hill (1996) dan Jacques Villeneuve (1997) sebagai juara dunia.

1992 – 1994: Ligier

1992 – 1994: Ligier

6/17

Pada babak kedua kolaborasi ini, Ligier juga berhasil finish podium ketiga sebanyak empat kali. Dengan posisi konstruktor kelima pada 1993.

1995 – 1997: Benetton

1995 – 1997: Benetton

7/17

Michael Schumacher meraih gelar juara dunia keduanya bersama mesin Renault pada 1995. Usai ditinggal Schumi, prestasi menurun dengan hanya Gerhard Berger mempersembahkan kemenangan di GP Hungaria 1997. Sekali juara konstruktor dan dua kali posisi 3. Di akhir musim Renault mundur.

2001: Benetton

2001: Benetton

8/17

Setelah beberapa tahun menggunakan mesin Playlife berbasis unit Renault, nama pabrikan Prancis kembali sebagai penyuplai resmi mesin bersama Benetton pada 2001. Prestasi tidak begitu baik, dengan Giancarlo Fisichela finish P3 di GP Belgia. Hanya menempati P7 konstruktor dengan 10 angka.

2002 – 2010: Renault F1 Team

2002 – 2010: Renault F1 Team

9/17

Tahun 2000 Renault membeli saham tim Benetton. Mengganti nama tim menjadi Renault F1 tim. Kemenangan pertama diraih 2003. Renault akhirnya berhasil menjadi juara dunia sebagai tim seutuhnya pada 2005 – 2006 melalui pembalap Fernando Alonso. Menjadi tim Prancis kedua menjadi juara dunia F1.

2007 – 2015: Red Bull

2007 – 2015: Red Bull

10/17

Bersama Renault, Red Bull menjelma dari tim papan tengah menjadi penguasa F1. Tahun 2010 Sebastian Vettel menjadi juara dunia ke-9 Renault. Diikuti tiga gelar berikutnya secara berturut-turut hingga 2013. Prestasi meredup seiring F1 memasuki era powertrain hybrid. Kolaborasi ini membuahkan 52 kemenangan, 58 pole position, serta empat gelar juara dunia belap dan konstruktor.

2011 – 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

2011 - 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

11/17

Akhir 2010 menjual saham ke Genni Capital dan Lotus Cars sehingga nama tim berganti menjadi Lotus Renault GP. Lantas berganti lagi menjadi Lotus F1 pada 2012. Diperkuat Kimi Raikkonen, Lotus F1 berhasil memenangkan dua GP di Abu Dhabi 2012 dan Australia 2013.

2011: Team Lotus

2011: Team Lotus

12/17

Kontras dengan Lotus F1, prestasi Team Lotus dimiliki pengusaha Malaysia tidak berhasil mendulang satu pun angka pada musim kompetisi 2011. Meski diperkuat Heikki Kovalainen dan Jarno Trulli. Pada akhir musim nama tim berganti menjadi Caterham F1….

2012 – 2014: Caterham

2012 – 2014: Caterham

13/17

…. dengan prestasi tidak lebih baik. Sepanjang keikutsertaannya selama tiga tahun tidak berhasil mencetak satu angka pun. Tim bubar jalan pada akhir 2014.

2012 – 2013: Williams

2012 – 2013: Williams

14/17

Williams melakukan reuni dengan Renault pada 2012. Pastor Maldonado berhasil memenangkan GP Spanyol 2012, kemenangan pertama Williams sejak 2004. Williams menempati P8 konstruktor pada 2012 dan P10 tahun berikutnya.

2014 – 2015: Toro Rosso

2014 – 2015: Toro Rosso

15/17

Tim satelit Red Bull mulai menggunakan power unit hybrid Renault pada 2014. Menempati posisi ketujuh konstruktor sepanjang 2014 – 2015. Sama sekali tidak menempati podium.

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

16/17

Tim pabrikan Renault kembali ke arena F1 dengan “buy back” saham Lotus F1 Team. Diperkuat Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer, aksi kembalinya Renault sebagai tim pabrikan untuk ketiga kalinya pun tidak terlalu menggembirakan. Hanya meraih 8 angka dan menempati tempat ke-9 pada musim perdananya.

2018: McLaren

2018: McLaren

17/17

Sebagai konklusi “sinetron” mesin, akhirnya Renault setuju menyuplai mesin kepada McLaren. Belum jelas apakah akan menggunakan brand Renault, atau diganti seperti pada Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

Artikel Asli