Pola Pikir Jaringan dan Kemacetan Lalu Lintas

Pola Pikir Jaringan dan Kemacetan Lalu Lintas

Tak jarang kita menemukan jalan-jalan tol Jakarta yang macet pada jam-jam tertentu, sementara arus lalu lintas di ruas lainnya relatif lancar. Sebaliknya, dalam waktu-waktu tertentu pula, jalan yang semula macet itu berada dalam keadaan sepi atau lengang.

Kondisi ini juga berlaku di jalan-jalan non-tol.

Pada momen lain, jalanan yang macet pada waktu tertentu itu akan terurai ketika ada petugas yang berjaga dan mengatur arus di titik-titik simpulnya.

Dalam hal ini, tentunya saya tidak bermaksud  mengatakan bahwa persoalan kemacetan bisa diatasi hanya lewat pengaturan dan penegakan hukum semata. Namun, kesimpulan sederhana yang bisa ditarik dari dua ilustrasi di atas adalah sesungguhnya jalan tol dan non-tol masih memiliki kapasitas ruang memadai agar kemacetan tidak terjadi.

Dengan kata lain, dua kasus di atas menunjukkan bahwa masalah kemacetan bukan sekadar soal daya tampung jalan yang tidak memadai.

Namun, mengapa upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan justru lebih terfokus pada masalah daya tampung jalan?

Upaya-upaya itu lebih sering berkutat pada masalah terobosan penambahan kapasitas jalan, baik dengan membuat jalan baru atau menambah kapasitas jalan lama – secara horizontal maupun vertikal.

Atau, contoh lainnya, pengurangan jumlah atau volume kendaraan, misalnya dengan pengaturan genap-ganjil, batasan jam (3 in 1), atau larangan terhadap jenis kendaraan tertentu seperti becak.

Selain itu, juga dilakukan penataan ulang ruang kota lewat pembagian ruang-ruang aktivitas sosial seperti area bisnis, perkantoran, hiburan/rekreasi, pemukiman dll – dikelompok-kelompokan, agar lebih mudah mengatur arus lalu-lintas, sehingga mampu mengendalikan kepadatan volume kendaraan.

Kedua upaya di atas, pada kondisi tertentu dan dalam jangka pendek, memang relatif efektif untuk mengurai kemacetan.

Hanya saja, seiring dengan upaya mengatasi kemacetan itu,  secara bersamaan ruang-ruang bisnis, kantor, hunian, rekreasi juga bertumbuh secara luas biasa, baik  horizontal maupun vertikal. Demikian pula dengan jumlah produksi kendaraan serta pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi kelahiran dan migrasi.

Tentu pertumbuhan-pertumbuhan itu tidak bisa dicegah dan kemudian melampaui pertumbuhan ruang atau kapasitas jalan. Pada akhirnya, pertumbuhan ruang jalan lalu-lintas tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan semua itu, tidak mampu mengejarnya  karena keterbatasan ruang atau lahan dan biaya yang tersedia.

Namun, perlu diingat bahwa semua aktivitas sosial, termasuk berlalu-lintas, selalu terkait “ruang dan waktu”.

Selama ini kita lebih berkutat pada masalah “ruang” sehingga upaya mengurai  kemacetan lalu-lintas selalu hanya terfokus pada penyiasatan ruang, entah itu  penambahan atau pengaturan ruang, baik itu jalan atau ruang aktivitas sosial lainnya.

Demikian juga dengan pengaturan tentang jaringan atau keterhubungan semua titik simpul baik itu area kegiatan, titik-titik simpul jalan, jalan penghubung antar titik-titik simpul tsb, dan arus dari titik yang satu menuju titik yang lain, sebagai satu kesatuan yang utuh agar masing-masing jalur tidak dialiri muatan yang melebihi kapasitasnya.

Ini semua memperlihatkan bahwa perhatian kita masih tetap terfokus pada persoalan ruang, dan hanya sedikit  yang terfokus pada waktu. Sejauh ini, soal waktu hanyadikaitkan  sebatas kelancaran atau waktu tempuh.

Persoalan waktu itu belum dikaji seluas dan sedalam seperti saat   mengupas persoalan ruang atau koneksitas antar-ruang.

Atau, lebih tepatnya, kita hanya menyiasati ruang dan waktu di jaringan jalan, tetapi tidak atau belum menyiasati waktu untuk ruang-ruang selain jalan raya.

Ini sesungguhnya suatu ironi. Di saat era digital memunculkan sifat kesegeraan dan keserempakan, lalu-lintas justru membuat kita menjadi susah karena kemacetan yang semakin padat dan tak terkendali.

Kita mungkin bisa bercermin pada layanan publik satu-pintu atau layanan online seperti e-banking, toko online, taxi online, travel online. Layanan-layanan ini bisa membuat kendala ruang dan waktu tak jadi masalah.

Mereka membuat hidup kita menjadi serba mudah, cepat dan efisien. Tak hanya itu, mereka sebenarnya juga ikut mengurangi kemacetan lalu-lintas.

Ini yang belum terpikirkan kita dalam persoalan kemacetan. Seberapa besar sumbangsih layanan-layanan online ini dalam mengurangi kemacetan.

Tentu diperlukan adanya kajian lebih lanjut., tapi yang pasti mereka telah berhasil memampatkan ruang dan waktu.

Catatan untuk Aplikasi Online

Satu hal yang perlu diingat juga, aplikasi online tidak selalu menguntungkan atau memudahkan hidup . Perlu dipahami terlebih dahulu untuk bisa menggunakan atau memanfaatkannya secara bijak.

Misalnya saja aplikasi seperti Google Map atau Waze. Kita bisa memilih jalan-jalan yang bisa membuat lebih cepat sampai ke tujuan berdasarkan arahan aplikasi online, bisa melihat jalan-jalan yang macet dan tidak macet.

Hanya saja, aplikasi onlinepun belum banyak menolong untuk menghilangkan kemacetan.

Alasannya adalah, ketika mengetahui ada kemacetan di sepanjang rute perjalanan kita, maka kita bisa menghindari dengan memilih rute yang ditawarkan oleh aplikasi online tersebut.

Namun, pada saat kita bergerak menuju jalan-jalan yang dianjurkan, secara bersamaan pula beberapa pengendara lain – yang secara kebetulan menghindari kemacetan di area tertentu atau area yang sama tadi – menempuh jalan alternatif yang sama pula.

Akibatnya, dalam perjalanan, volume kendaraan di jalur alternatif ini pun padat dan terus meningkat.

Kita lupa bahwa salah satu karakter utama dari dunia online adalah “kesegeraan dan keserempakan”, menyebabkan pengendara berbondong-bondong pula menggunakan rute yang disarankan  Google Map atau Waze tadi.

Ini seperti yang diungkapkan oleh peraih nobel 2017, Richard Thalet sang pakar Behavioral Economics, bahwa kita sering berpikir irasional, yang disebutnya Herd Thinking.

Bila ada salah satu pengendara belok kiri (keluar dari jalan yang macet), maka berbondong-bondonglah pengendara yang lain ikut belok ke kiri. Ibarat sebuah buku, yang dilabel best seller, maka jumlah penjualan akan terus melonjak. Jadi, fasilitas digital Ini, juga memberikan sumbangan terhadap cepat menularnya penyakit “latah”, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan.

Memang, tekonologi informasi dan komunikasi di era digital ini, kadang bisa menguntungkan, tetapi bisa juga merugikan. Semua tergantung cara kita memahami dan bijak menyikapinya.

Dalam hal ini, kita memang masih perlu melek digital – literasi digital.

Kembali pada persoalan mengatasi kemacetan lalu-lintas. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa upaya  selama ini lebih terfokus pada persoalan “ruang” – tentang menyiasati ruang (jalan) yang terbatas dan koneksitas antar ruang-ruang aktivitas, tetapi belum memberikan banyak perhatian pada persoalan “waktu” – yaitu, bagaimana kita menyiasati waktu.

Sudah saatnya kita mempertanyakan kenapa kita harus berbondong-bondong ke kantor pada jam 08.00 – 17.00, atau kenapa anak-anak belajar di sekolah ramai-ramai pada jam 07.00 – 13.00.

Mari kita berikan perhatian kita untuk menyiasati “waktu”, sebab semua aktivitas manusia selalu berada pada “ruang dan waktu”.

Kita terkoneksi tidak hanya berdasarkan ruang, tetapi juga oleh waktu.

(vws)

Artikel Asli

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan Ala Chevrolet

Berkendara saat hujan. Ilustrasi

Keselamatan menjadi tanggung jawab setiap pengguna jalan. Kewaspadaan, dan perhatian para pengguna jalan perlu dijaga untuk mendukung terciptanya keamanan, serta kenyamanan saat bepergian.

Belakangan ini, perubahan cuaca dan peningkatan curah hujan semakin sering terjadi. Hal ini mendorong Chevrolet untuk kembali menghadirkan beberapa panduan dalam meningkatkan keamanan di perjalanan, baik saat menjalankan aktivitas sehari-hari, maupun bepergian bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Yuniadi Haksono Hartono, External Affairs & Communications Director GM Indonesia mengatakan, Chevrolet selalu berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan di manapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian yang lebih khususnya dalam kesiapan kendaraan dalam melewati jalanan licin dan banjir.

“Kami menyarankan memeriksa kendaraan untuk memastikan mobil dalam keadaan aman saat dipakai di musim hujan. Kami juga mengajak seluruh pengguna Chevrolet untuk memeriksa kendaraannya di bengkel resmi kami, ujar Yuniadi Haksono Hartono, dalam keterangan rilisnya kepada Republika.

Berikut adalah beberapa tips berkendara dengan aman, terutama saat musim hujan:

1. Melakukan standar check-up pada kendaraan Anda, termasuk wiper, tekanan ban, oli, mesin, baterai dan lampu. Pengisian bahan bakar dalam kondisi penuh sangat diperlukan sebelum Anda bepergian jauh. Pemilik The All-New Chevrolet Colorado, Trailblazer, Captiva, dan Trax dapat dengan mudah mengetahui tekanan ban yang tersedia di dashboard.

2. Rencanakan rute Anda sebelum bepergian, terlebih saat Anda menuju daerah yang jarang atau belum pernah dikunjungi. Perasaan tersesat akan menimbulkan kebingungan, dan menganggu konsentrasi. Terlebih lagi, potensi cuaca dan jarak pandang yang buruk membutuhkan kemampuan mengemudi ekstra hati-hati. Fitur MyLink di kendaraan The All-New Chevrolet, dapat juga digunakan untuk screen mirroring, dan memindahkan tampilan peta digital demi kenyamanan ekstra.

3. Gunakan gigi rendah ketika menghadapi jalan menanjak atau turunan yang curam dan licin. Menggunakan gigi rendah memudahkan mesin untuk melakukan pengereman sebelum mencapai tikungan curam, dan membantu Anda mengontrol kecepatan kendaraan, serta membuat rem Anda bertahan lebih lama.

4. Pastikan kendaraan Anda pada kondisi yang baik, terutama pada bagian mesin. Dalam kondisi jalan yang berbukit, mobil dengan torsi besar akan lebih andal dalam menaklukan medan. Pilihan SUV Chevrolet memiliki mesin yang mumpuni di kelasnya, dengan kekuatan yang tepat untuk pengalaman berkendara yang nyaman.

5. Latih kesabaran. Walaupun saat ini bukan puncak musim liburan, pengemudi harus dapat mengantisipasi terjadinya kemacetan. Hindari menyusul kendaraan lain ketika Anda tidak bisa melihat jalanan di depan Anda, seperti pada tikungan, jembatan, bukit, dan lereng gunung.

6. Teknologi yang mendukung, seperti Lane Departure Warning, Forward Coallision Alert, Panic Brake Assist, Electronic Stability Control, dan Anti-Rolling Protection akan membuat pengemudi tetap tenang dalam perjalanan. Beberapa kendaraan Chevrolet juga dilengkapi beberapa teknologi mendukung untuk meningkatkan keamanan dalam perjalanan ke pegunungan, seperti Hill Descent Control (HDC) dan Hill Start Assist.

 

Baca Juga:

– Kunjungi Blog Keren ini klik : https://goo.gl/W7M45d (Info Viral dan Trend saat ini)
– KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
– INFO MARKETING KKB yang siap memberikan solusi terbaik bagi Anda
– Mau Beli Chevrolet Trax baru dengan cicilan Keren – KKB BCA
– Kunjungi Blog Kredit Keren Banget klik: https://kreditkerenbanget.org/ (Informasi seputar Otomotif, Trend saat ini, dan berita bisnis lainnya)

Artikel Asli

Terima Kasih ^_^

Hino Asah Pengetahuan & Skill Pengemudi Truk

Hino Dutro Safety Driving Competition

Semarang — Keselamatan merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah bisnis. Itulah sebabnya PT Hino Motors Sales Indonesia menggelar pelatihan “Hino Dutro Safety Driving Competition” bertema “Handal Pengemudinya, Aman dan Maksimal Bisnisnya”.

Seri pertama Hino Dutro Safety Driving Competition diselenggarakan di Semarang, dari 3-4 Oktober 2017, dan diikuti oleh 140 pengemudi dari para pelanggan Hino di Jawa Tengah.

Kegiatan terbagi menjadi dua bagian. Pada hari pertama para pengemudi harus menjalani uji tertulis mengenai keselamatan berkendara seperti daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving, dan tanda rambu-rambu lalu lintas. Setelah itu 10 pengemudi terbaik dari hasil tes ini, akan melanjutkan ke hari kedua untuk inspection test dan skill test berupa zig-zag forward dan backward serta reverse parking.

Dan setelah melewati babak final yang ketat, Muhammad Yudi dari perusahaan UD Sumber Gunung Alami keluar sebagai pemenang. Sedangkan pemenang kedua Arief S dari PT Pertadinama dan pemenang ketiga Rian Agus dari CV Vita Vila.

Hino Dutro Safety Driving Competition akan digelar di 10 kota, dengan total hadiah 370 juta rupiah untuk pemenang pengemudi dan perusahaan.

“Program ini untuk meningkatkan keselataman bagi para pengemudi ketika berkendara mengingat pentingnya faktor keselamatan yang harus diutamakan. Karena jika pengemudi berkendara dengan tertib dan aman, maka keselamatan jiwa mereka pun terjamin,” kata Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI.

Artikel Asli