Catat! Belum Punya BPJS Kesehatan Tidak Bisa Urus SIM dan STNK

Catat! Belum Punya BPJS Kesehatan Tidak Bisa Urus SIM dan STNK

JAKARTA (DP) – Agar tidak terkejut saat melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kemudian tidak layani. Selain tidak terpenuhi persyaratan administratif pengurusan, bisa jadi Anda belum terdaftar atau ikut dalam program BPJS Kesehatan.

Sanksi administratif berupa tidak dipenuhinya sejumlah pelayanan publik oleh pemerintah itu dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

BACA JUGA: Cara Mudah Hitung Biaya Pajak Kendaraan di STNK

Di mana, bagi warga informal (pekerja bukan penerima upah) yang belum mengikuti program BPJS Kesehatan akan mendapat sanksi administratif berupa tidak terpenuhinya layanan publik meliputi Pengurusan SIM, STNK, Sertifikat Tanah, Paspor, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Realisasi sanksi administratif sesuai Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2013 Pasal 9 ini diharapkan bisa berlaku per 1 Januari 2019. Ini sesuai target BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pesertanya hingga 100 persen atau semua warga Indonesia.

Perlu diketahui, sanksi di atas tidak berlaku bagi pemberi kerja, pekerja, dan penerima bantuan iuran yang memenuhi persyaratan kepesertaan dalam program jaminan sosial. Lantas, bagaimana pendapat Anda?

Artikel Asli

==========================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34

 

 

Begini Komentar Pihak McLaren Soal Mobil Mewah yang Menunggak Pajak

Begini Komentar Pihak McLaren Soal Mobil Mewah yang Menunggak Pajak

Publik sempat dibuat gempar oleh beredarnya kabar mengenai tunggakan pajak kendaraan roda empat yang dirilis oleh Badan Pajak dan Rertribusi Daerah. Berdasarkan data tersebut, setidaknya para wajib pajak memiliki total tunggakan pajak sebesar Rp 44,9 Milyar kepada pemerintah.

Penyumbang angka tersebut salah satunya berasal dari kategori mobil mewah. Sebagai salah satu ‘pemain’ mobil mewah berwujud supercar di Indonesia, bagaimana komentar pihak McLaren menanggapi hal tersebut?

Irmawan Poedjoadi selaku CEO McLaren Indonesia memberikan komentar bahwa penunggak pajak merupakan murni kesalahan para pemilik mobil mewah tersebut.

“Hal ini tidak akan membuat citra mobil sport tercemar. Kita terus menghimbau dan terus mendukung program pemerintah, salah satunya membayar pajar,” papar Imawan (27/1).

Irmawan turut menambahkan, tak hanya membayar pajak, namun program pemerintah yang harus didukung salah satunya adalah mentaati peraturan lalulintas.

“Contohnya begini, Saya tidak tahu ulang tahun Anda kapan, KTP Anda berlaku sampai kapan? Jadi kita hanya bisa menghimbau. Setiap dalam acara kami (McLaren) selalu menghimbau, bukan hanya bayar pajak. Tapi juga untuk terus mentaati peraturan lalulintas seperti menghargai pengendara lain, karena semua orang punya hak yang sama dalam menggunakan jalan raya,” ujarnya.

Berdasarkan data penunggak pajak per 31 Desember 2017, setidaknya terdapat 744 unit mobil atas nama perorangan dan 549 unit atas nama badan perusahaan yang lalai untuk membayar pajak

Apakah STNK Anda Hilang? Ini Dia Cara Mengurusnya

Sama seperti apabila Anda kehilangan surat berharga / dokumen penting lainnya seperti KTP, SIM dan barang lainnya, kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) juga mungkin bisa membuat Anda pusing tujuh keliling. ^_^

Sesuai dengan kepanjangannya, STNK adalah tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identitas kepemilikan. STNK berisi identitas kepemilikan (nomor polisi, nama dan alamat pemilik) dan identitas kendaraan bermotor (merk/tipe, jenis/model, tahun pembuatan, dll.). Jadi, STNK merupakan tanda kepemilikan yang sah atas sebuah kendaraan bermotor. Jika STNK Anda hilang, Anda tidak lagi memiliki bukti bahwa Anda adalah pemilik yang sah atas kendaraan bermotor Anda. Dan  Anda pun ada kemungkinan akan ditilang jika kedapatan mengemudikan kendaraan bermotor Anda tanpa STNK. Anda tentu tidak ingin ditilang, bukan? Tidak perlu pusing jika Anda kebetulan kehilangan STNK, karena Anda dapat segera mengurus penggantian STNK tersebut.

Mengurus STNK Sendiri

STNK Motor

Perlu diingat bahwa Anda dapat mengurus penggantian STNK ini sendiri, tanpa perlu menggunakan jasa calo. Menurut data yang terkumpul termasuk dari Divisi Humas Mabes Polri, biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan STNK baru sebagai pengganti STNK hilang hanya berkisar Rp50.000-Rp80.000, sementara apabila menggunakan jasa calo bisa berkali-kali lipat.

Selain itu, saat Anda hendak mengurus berkas di kantor polisi atau mengurus penggantian STNK hilang di SAMSAT, sebaiknya Anda selalu membawa alat tulis terutama pena sendiri, yang bertinta hitam. Mungkin pihak kepolisian maupun SAMSAT menyediakan alat tulis, namun pastinya dalam jumlah terbatas sehingga Anda harus mengantre jika ingin menggunakannya untuk mengisi formulir.

Berikutnya silakan simak tata-cara dan proses pembuatan STNK baru karena STNK lama hilang berikut ini:

1. Segera buat laporan kehilangan STNK di kantor polisi terdekat

Begitu Anda mengetahui atau menyadari bahwa STNK Anda hilang, segeralah melapor ke kantor polisi (Polres atau Polsek) terdekat. Di sana, Anda akan dibuatkan surat keterangan kehilangan, yang nantinya harus Anda bawa untuk proses pembuatan STNK baru menggantikan STNK yang hilang.

2. Siapkan berkas kelengkapan sebagai persyaratan administratif

Menurut informasi yang dilansir Divisi Humas Mabes Polri dalam akun Facebooknya, untuk mengurus penggantian STNK yang hilang, Anda perlu mempersiapkan persyaratan dokumen sebagai berikut:

  • KTP pemilik kendaraan (asli dan fotokopi)
  • Fotokopi STNK yang hilang
  • Surat keterangan kehilangan STNK dari kepolisian (Polsek atau Polres setempat)
  • BPKB (asli dan fotokopi)

3. Datang ke Kantor SAMSAT

Jika berkas untuk melengkapi persyaratan administratif sudah ada di tangan, Anda tinggal membawanya ke Kantor SAMSAT (Sistem Manunggal Satu Atap), yang merupakan tempat penerbitan/pengesahan STNK oleh tiga instansi: Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja. Berikut tata-cara mengurus penggantian STNK karena hilang di Kantor Samsat:

4. Cek fisik kendaraan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan di Kantor SAMSAT adalah cek fisik kendaraan Anda sekaligus gesek nomor rangka dan mesin. Setelah selesai, hasil cek fisik tersebut agar difotokopi.

  • Mengisi formulir pendaftaran

Pastikan Anda mengisi formulir dengan lengkap dan benar, untuk kemudian diserahkan ke Loket STNK hilang. Jangan lupa sertakan berkas kelengkapan administrasi yang sudah Anda siapkan.

  • Mengurus cek blokir (surat keterangan hilang dari SAMSAT)

Yang dimaksud dengan mengurus cek blokir adalah mengurus surat keterangan STNK hilang dari SAMSAT, yang berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak dalam kondisi diblokir atau dalam pencarian. Untuk ini, Anda harus melampirkan hasil cek fisik kendaraan.

  • Mengurus pembuatan STNK baru di Loket BBN II

Untuk mengurus pembuatan STNK baru sebagai pengganti STNK lama yang hilang, Anda harus menyerahkan semua berkas kelengkapan dan surat keterangan hilang dari SAMSAT di Loket BBN (Bea Balik Nama) II.

  • Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Ini dilakukan jika Anda belum membayar pajak tahunan untuk kendaraan bermotor Anda. Jika Anda sudah membayar biaya pajak ini, maka bebas biaya pajak.

  • Membayar biaya pembuatan STNK baru

Biaya untuk penerbitan STNK yang tertera dalam Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Polri berdasarkan PP No. 50 tahun 2010 adalah sebagai berikut:

Kendaraan bermotor roda 2, roda 3, atau angkutan umum  Rp50.000

Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih             Rp75.000

Pengesahan STNK                       Rp0

5. Mengambil STNK dan SKPD

Jika semua langkah sudah selesai dilakukan, Anda tinggal menyerahkan bukti pembayaran dari kasir ke bagian pengambilan STNK baru dan tunggu panggilan untuk mengambil STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah) yang sudah jadi.

Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya Anda membuat salinan atau fotokopi surat-surat berharga Anda seperti KTP, SIM, STNK, BPKB dan selalu Anda simpan dalam arsip jika sewaktu-waktu diperlukan, misalnya dalam kasus kehilangan STNK ini.

Namun, bagaimana jika STNK Anda sudah terlanjur hilang sementara Anda belum sempat membuat salinan atau fotokopinya? Dan bagaimana jika kendaraan bermotor Anda masih dalam status belum lunas alias masih kredit sehingga Anda belum memegang BPKB kendaraan tersebut? Tidak perlu risau karena ada jalan keluarnya.

Baca juga: Mengurus Perpanjangan SIM Yang Kadaluarsa

Cara Mengurus Pengganti STNK Hilang Tanpa Fotokopi STNK

Kantor Samsat

Bagi Anda yang tidak punya fotokopi STNK yang hilang dan/atau BPKB belum ada di tangan Anda, berikut ini solusinya:

1. Siapkan berkas persyaratan administrasi

Sama seperti pada proses mengurus STNK hilang yang telah diuraikan sebelumnya, jika Anda tidak punya fotokopi STNK maupun BPKB, Anda tetap harus terlebih dahulu mempersiapkan berkas kelengkapan sebagai persyaratan administratif sebagai berikut:

2. Mintalah fotokopi BPKB dan/atau surat pengantar dari dealer

Khusus bagi kendaraan bermotor yang masih berstatus kredit, maka BPKB yang dibawa untuk mengurus STNK hilang adalah berupa fotokopi beserta surat pengantar yang bisa diminta di dealer tempat Anda membeli kendaraan bermotor Anda.

3. Siapkan KTP asli dan fotokopinya

Data di Kartu Tanda Penduduk (KTP) harus sama dengan data yang tertera di STNK yang hilang.

4. Buat Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian (Polsek atau Polres) setempat

Surat Keterangan Kehilangan harus dari kantor kepolisian terdekat dengan perkiraan lokasi hilangnya STNK.

5. Legalisir fotokopi BPKB dari dealer di kantor polisi

Sebelum membawa seluruh berkas kelengkapan ke kantor SAMSAT, Anda harus melegalisir fotokopi BPKB yang Anda peroleh dari dealer di kantor polisi. Caranya cukup datang ke bagian pengesahan di kantor polisi (Polres) dengan membawa fotokopi BPKB yang akan dilegalisir dan juga KTP sesuai dengan BPKB.

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Kami punya solusinya! klik disini!

6. Datang ke kantor SAMSAT

Setelah semua berkas kelengkapan administratif siap, Anda tinggal datang ke kantor SAMSAT untuk membuat pengganti STNK Anda yang hilang. Prosedur untuk pembuatan pengganti STNK hilang jika Anda tidak punya fotokopi STNK dan/atau BPKB sama seperti prosedur yang telah dijelaskan di atas, namun ada baiknya diulangi lagi secara ringkas di sini. Silakan disimak kembali prosedur pembuatan STNK pengganti STNK hilang berikut ini:

  1. Cek fisik motor atau mobil, sekaligus gesek nomor rangka dan mesin.
  2. Mengisi formulir pendaftaran, kemudian menyerahkan formulir tersebut beserta berkas persyaratan lainnya ke bagian STNK hilang.
  3. Mengurus surat keterangan hilang dari SAMSAT (cek blokir)
  4. Surat keterangan hilang dari SAMSAT dan berkas kelengkapan dibawa dan diserahkan ke loket pembuatan STNK baru
  5. Membayar pajak kendaraan bermotor dan biaya pembuatan STNK baru di kasir sesuai dengan yang tertera di slip setoran pajak yang didapat dari loket pembuatan STNK baru. Jika sudah membayar, maka bebas pajak
  6. Menyerahkan bukti pembayaran dari kasir ke loket pengambilan STNK baru
  7. Tunggu panggilan untuk mengambil STNK baru sebagai pengganti STNK lama yang hilang

Baca juga: Rekor Penjualan Mobil 2 hari pecah di BCA Expo 2017!

Mudah Kan Cara Mengurusnya?

Jadi, jika Anda kehilangan STNK dan tidak menyimpan fotokopinya atau belum memegang BPKB kendaraan, penjelasan di atas bisa menjadi solusinya. Nah, masalah Anda pun sudah teratasi. STNK Anda yang hilang sudah diganti dengan STNK yang baru, dan Anda bisa dengan tenang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa khawatir ditilang, tentunya dengan selalu memerhatikan dan mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu-lintas di jalan raya. Tidak sulit kan mengurusnya?

======================================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini , Like + Komentar + Share ya!

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Kunjungi KCP/KCU BCA terdekat di kota Anda 

click icon

 

Sudahkah bayar pajak STNK? Inilah … Nopol Mobil-mobil Mewah Penunggak Pajak Rp 44,9 Miliar

d826a92e-4175-420c-84e7-c9a92e67eeb9_169

Jakarta– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan ada 1.293 mobil mewah yang menunggak pajak kendaraan dengan total nilai Rp 44,9 miliar. Ini daftar kendaraan itu.

“Ini sesuatu yang kita tidak bisa didiamkan. Kita akan kejar, kita minta semua tunaikan kewajiban bayar pajak. Jalan dipakai, fasilitas digunakan, udara juga memiliki dampak dari kendaraan bermotor. Tapi tanggung jawa untuk bayar pajak belum diselesaikan,” kata Anies dalam konferensi pers didampingi Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Edi Sumantri di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Mobil mewah di sini diartikan sebagai mobil yang memiliki nilai lebih dari Rp 1 miliar.

Rinciannya, kendaraan yang menunggak per Desember 2017 adalah kendaraan pribadi sebanyak 744 unit dengan tunggakan sebesar Rp 26,1 miliar. Sementara itu, kendaraan atas nama perusahaan dan badan mencapai Rp 18,8 miliar, yang terdiri dari 549 kendaraan.

Anies mengatakan semua mobil mewah ada dalam daftar yang dipegang olehnya. Dari Lamborgini Aventador termahal Rp 9,6 miliar hingga Ferrari seharga Rp 5,9 miliar.

Anies tak bisa mengungkap identitas pemilik mobil. Dia hanya menegaskan akan mengunggah data nomor polisi kendaraan mewah yang menunggak di website resmi Pemrpov DKI.

“Ada aturannya itu (soal nama). Ada aturannya. Jadi kita umumkan nomor polisinya, identitasnya. Kemudian kendaraannya. Nanti anda cek aja siapa. Pasti juga gampang tahunya,” sebutnya.

Ini daftar lengkap mobil-mobil mewah penunggak pajak tersebut yang didapatkan BPRD DKI:

 

23456789101112131415161718192021222324252627282930313233rekap-kendaraan-belum-daftar-ulang-2017-1-638

Sudahkah Anda membayar Pajak STNK ^_^

Artikel Asli

===============================================

Baca Juga:
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|Like + Komentar + Share ya!

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

 

Polisi Akan Datangi Rumah Warga yang Telat Bayar Pajak Kendaraan

Polisi Akan Datangi Rumah Warga yang Telat Bayar Pajak Kendaraan

MOTOR Plus-online.com – Buat yang masih punya tunggakan pembayaran pajakkendaraan segera dilunasi bri.

Kepolisian mulai bergerak jemput bola untuk para penunggak PajakKendaraan (PKB).

Polda Metro Jaya akan datang ke rumah pemilik kendaraan bermotor yang enggak bayar PKB.

Periode 20 November-20 Desember 2017 diberlakukan bebas sanksi administrasi atau dendapajakkendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB).

Seiring dengan itu, Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta serta Polda Metro Jaya akan melakukan razia.

Razia Polda Metro Jaya enggak berhenti sampai razia di jalan raya.

Dijelaskan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra, cara seperti itu dilakukan agar pemilik kendaraan yang punya tunggakan pajak menjadi lebih sadar.

“Kita akan diskusikan targetnya untuk yang kita datangkan langsung ke rumahnya. Daftar hingga alamatnya lengkap jadi bisa dengan mudah kita datangi,” ujar Halim yang dikutip dari Kompas Otomotif.

Sebagai contoh, ketika razia pajak kendaraan beberapa waktu lalu, Samsat Jakarta Barat ikut mendatangi rumah para wajib pajak yang menunggak.

Selain BPRD dan kepolisian, diikut sertakan juga Jasa Raharja dan Bank DKI.

Biasanya, kendaraan yang dirazia dengan sistem door to door ini, punya nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Rp 1 miliar-Rp 2 miliar ke atas.

“Mungkin fokusnya akan sama seperti waktu itu, selebihnya kita lakukan di jalanan. Kita masih koordinasikan dulu dengan beberapa pihak terkait,” kata Halim.

Artikel Asli

Cara Mudah Hitung Biaya Pajak Kendaraan di STNK

Cara Mudah Hitung Biaya Pajak Kendaraan di STNK

Biaya Pajak Kendaraan di STNK

 

Otosia.com – Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) adalah surat penting sebagai bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

Namun, masih banyak orang yang bingung menghitung berapa besar pajak kendaraan yang mereka miliki. Besaran pajak biasanya baru diketahui saat pembuatan atau perpanjangan STNK baru.

Kini, pemilik kendaraan bisa dengan mudah langsung menghitung pajak kendaraan yang harus ditanggungnya. Sehingga saat datang ke Kantor Samsat, pemilik kendaraan sudah mempersiapkan uang yang harus dibayarkan.

Dilansir dari akun resmi facebook Divisi Humas Polri, berikut cara penghitungan pajak kendaraan:

1. Bea Balik Nama kendaraan bermotor (BBN KB)
Besarnya 10 persen dari harga motor atau mobil baru. Sedangkan untuk motor dan mobil bekas, besarannya 2/3 pajak (PKB)-nya.

2. Pajak kendaraan bermotor (PKB)
Besarnya 1,5 persen dari nilai jual motor atau mobil. Pajak ini sifatnya menurun tiap tahunnya berdasarkan penyusutan nilai jual motor atau mobil.

Baca juga: Rekor Penjualan Mobil 2 hari pecah di BCA Expo 2017!

3. Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ)
Sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja. Untuk motor besarannya Rp35 ribu, sedangkan mobil Rp143 ribu.

4. Biaya Administrasi STNK
Untuk motor biayanya Rp100 ribu, sedangkan mobil Rp200 ribu.

5. Biaya administrasi Tanda Nomor Kendaraan (TNKB)
Untuk motor atau mobil baru, tidak dikenakan biaya. Namun apalbila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama, baru dikenakan biaya administrasi. Untuk motor Rp60 ribu, sedangkan mobil Rp100 ribu.

6. Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Perhitungan Denda PKB : 25 persen per tahun
Terlambat 3 bulan = PKB x 25 persen x 3/12
Terlambat 6 bulan = PKB x 25 persen x 6/12

Artikel Asli

 

========================================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|Like + Komentar + Share ya!

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Pemilik Kendaraan Bermotor, Apakah Tahu SWDKLLJ?

Jasa Raharja (Ilustrasi)

Bagi pemilik kendaraan bermotor saat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) ke Kantor Samsat (Sistem Administasi Manunggal Satu Atap) akan dikenaik biaya SWDKLLJ yang tercantum di lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Apakah para pemilik kendaraan tahu apa itu SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), dan kegunaannya untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel Taufik Adnan, Rabu (8/11), melakukan sosialisasi kepada pemilik kendaraan bermotor yang tengah menunggu giliran membayar PKB di kantor Samsat Palembang II yang terletak di komplek Pusat Perbelanjaan OPI Mal.

Taufik Adnan menjelaskan SWDKLLJ adalah kepanjangan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. “Dengan membayar SWDKLLJ berarti kita melakukan gotong royong dan membantu korban kecelakaan lalu lintas yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama PT Jasa Raharj,” katanya.

Menurut Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Palembang II Herryandi Sinulingga, tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan.

Untuk motor berkapasitas mesin 50cc s/d 250 cc akan dikenai tarif Rp 35 ribu, sedang untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp 143 ribu.

“Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ akan memperoleh perlindungan dasar bila terjadi kecelakaan jalan raya yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor,” kata Herryandi.

Besarnya santunan yang diperoleh PT Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 15/PMK. 010/2017 dan 16/PMK. 010/2017 meninggal dunia sebesar Rp 50 juta, cacat (maksimal) sebesar Rp 50 juta, biaya rawat (maksimal) sebesar Rp 20 juta, dan biaya penguburan sebesar Rp 2 juta

Menurut Taufik Adnan, untuk mendapat pembayaran santunan dari PT Jasa Raharja harus mendapat laporan Kepolisian mengenai peristiwa kecelakaan lalu menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat. Kemudian mengisi formulir pengajuan santunan dengan melengkapi, surat keterangan kesehatan dari dokter, KTP/jati diri korban/ahli waris korban). Jika korban luka-luka jadi dilampirkan kwitansi biaya perawatan & pengobatan yang asli sedang jika meninggal dunia dibutuhkan Kartu Keluarga (KK) atau Surat Nikah.

“Kita semua wajib tahu tentang SWDKLLJ, karena ada hak pemilik kendaraan,” kata Herryandi Sinulingga.

Artikel Asli