5 Cara Mengatasi Kecanduan Gadget yang Wajib Kamu Ketahui

Di era millenial seperti saat ini, pemandangan lalu lalang orang menggunakan gadget bukanlah suatu hal yang aneh lagi. Mulai dari anak sekolah hingga orang lanjut usia pasti sudah memiliki gadget. Banyak hal yang diuntungkan dengan adanya revolusi besar ini dalam kehidupan. Namun, tak jarang, efek negatif juga seringkali timbul dengan adanya gadget.

Menggunakan gadget bukanlah suatu kesalahan, tapi jika sudah sampai kecanduan dan merugikan banyak pihak, sebaiknya kita mulai mengurangi frekuensi pemakaian. Kamu salah satu orang yang kecanduan gadget? Coba 5 cara mengatasi kecanduan gadget agar kamu bisa melawannya.

Cara mengatasi kecanduan gadget yang paling ampuh adalah matikan WIFI di rumah 

Penggunaan WIFI di rumah biasanya ditujukan agar kita bisa lebih menghemat ketersediaan kuota yang ada pada gadget kita. Coba mulai hentikan langganan WIFI di rumah dan hanya pergunaan kuota internet yang ada pada gadget saja. Cara mengatasi kecanduan gadget bisa dilakukan agar kita lebih terbatas dalam penggunaan gadget setiap harinya.

Gunakan hanya 1 media sosial saja 

Seringkali kita memeriksa media sosial padahal tidak ada notifikasi apapun. Atau meng-update kegiatan sehari-hari di seluruh media sosial yang kita punya. Selain menghabiskan banyak waktu, kita jadi terlihat sibuk sendiri dengan aktivitas di dunia maya. Padahal banyak hal menarik yang bisa kita lakukan di dunia nyata. Beberapa kejadian yang terjadi di dunia nyata mungkin tidak perlu selalu di bagikan lewat sebuah unggahan foto atau video di dunia maya, namun cukup kita simpan di dalam memori saja. Nah, cata mengatasi kecanduan gadget yang satu ini memang pasti sulit untuk dilakukan. Tapi percayalah kalau kamu akan mendapatkan banyak manfaat setelah tak terobsesi dengan sosial media dan internet.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Jangan pergunakan power bank

Membawa power bank setiap saat tentu bermanfaat jika gadget yang kita miliki tiba-tiba kehabisan daya saat dibutuhkan. Namun dengan selalu tersedianya power bank kita jadi tidak perlu khawatir dengan gadget yang sewaktu-waktu bisa mati. Coba mulai tinggalkan power bank dan atur penggunaan gadget sebaik mungkin agar kita tidak perlu kerepotan kehabisan daya saat benar-benar membutuhkan gadget. Hal ini secara otomatis akan membuat kita menyentuh gadget hanya pada saat dibutuhkan saja.

Matikan gadget 1 jam sebelum tidur

Sudah pernah melakaukan cara mengatasi kecanduan gadget yang satu ini? Salah satu hal yang membuat kita susah tidur adalah penggunaan gadget pada malam hari. Adanya rasa ingin memeriksa notifikasi atau hanya sekedar melihat-lihat sosial media dapat membuat jam tidur kita jadi terganggu. Coba mulai matikan gadget 1 jam sebelum tidur agar kita tidak perlu selalu memeriksa gadget yang kita miliki. Bereskan semua hal yang mengharuskan kita menggunakan gadget. Bila perlu, pasang status OFF atau Sleeping di layanan chat yang kita punya agar tidak ada yang menghubungi atau khawatir karena kita sedang tidak bisa dihubungi.

Bekali diri dengan sebuah buku setiap hari

Kebanyakan orang menggunakan gadget pada saat sedang menunggu atau antre. Hal ini dilakukan untuk membunuh waktu dalam mengatasi rasa bosan. Mulai ganti alat bantu penghilang rasa bosan dengan membaca sebuah buku yang menarik minat kalian untuk membaca. Bekali diri setiap hari dengan sebuah buku hingga sewaktu-waktu kalian harus menunggu, kalian tahu harus mengakali rasa bosan selain dengan memainkan gadget.

Gimana tertarik untuk mencoba tips ini? Salah satu cara mengatasi kecanduan gadget yang paling ampuh adalah niat. Kalau kamu berniat mengurangi pemakaian gadget pasti tips ini akan mudah dilakukan.

Artikel Asli

Inilah 10 Mobil Baru Mercedes-Benz Untuk 2018

mercedes-benz, car, mercedes

Di akhir 2017 ini, banyak pabrikan yang sudah mulai merencanakan model maupun varian baru untuk tahun depan. Beberapa di antaranya malah sudah mulai membocorkan informasi mengenai yang akan diluncurkan pada 2018.

Mercedes-Benz adalah salah satunya. Pabrikan asal Jerman ini terang-terangan merilis informasi mobil apa saja yang akan diluncurkan pada 2018 mendatang. Menurut yang disampaikan di laman resmi Daimler AG (19/9), ada 10 model yang dipersiapkan oleh Mercedes-Benz di 2018, dimulai dari Mercedes-Benz S-Class Coupe atau Mercedes-Benz S-Class Cabriolet facelift yang sudah diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017.

Kedua adalah Mercedes-Benz CLS Coupe yang mengadopsi mesin dari Mercedes-Benz E-Class terbaru. Kemudian akan ada Mercedes-Benz A-Class Sedan dan Mercedes-Benz G-Class facelift dalam waktu yang berdekatan. Untuk Mercedes-Benz G-Class facelift akan tetap mempertahankan model unik boxy-nya namun dimensinya akan sedikit berbeda karena bertambah besar serta menjadi lebih mewah.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Selanjutnya Mercedes-Benz C-Class akan hadir versi facelift, model ini akan mendapatkan ubahan di sisi bumper dan grille serta interiornya juga mendapat penyegaran. Kabarnya pun mesinnya akan mendapatkan beberapa ubahan.

Ditambah lagi dari jajaran SUV, akan hadir Mercedes-Benz GLC fuel cell namun sudah diperkenalkan di ajang Frankfurt Motor Show 2017. Akan hadir pula Mercedes-Benz LWB alias Long Wheel Base yang kemungkinan diisi oleh A-Class sedan LWB dan GLC LWB yang mungkin akan hadir dengan jok tiga baris.

Semoga saja ada yang masuk ke Indonesia salah satunya.

Artikel Asli

BMW i8 Bisa “Nge-Charge” di PLN Gambir

Silver BMW i8

Menunjukkan keseriusan mendorong kendaraan listrik, PLN Distribusi Jakarta Raya melakukan test-charging BMW i8 menggunakan Stasiun Penyedia Listrik Umum ( SPLU). Pengujian dilakukan di lahan parkir khusus kendaraan listik PLN Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

Mobil plug-in hybrid bertenaga 362 tk dari kombinasi mesin turbo 1.5 L dan dua motor listrik  diklaim datang dalam kondisi belum ter-charge dengan konsumsi energi berkisar antara 11,9 kWh/100 km atau setara dengan sekitar Rp 20.000,00 untuk penggunaan sejauh 100 km.

Selain melakukan pengetesan mengisi daya i8, PLN juga memperkenalkan prototipe lahan parkir khusus kendaraan listrik dengan fasilitas SPLU. Adanya lahan ini diharap bisa mendorong instansi lain untuk menyediakan lahan parkir serupa sehingga membuat masyarakat menjadi lebih tertarik menggunakan kendaraan listrik.

“Dari hasil test-charging tersebut, PLN Distribusi Jakarta Raya membuktikan bahwa SPLU dinyatakan telah siap sebagai infrastruktur pengisian energi listrik untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik,” tulis dalam siaran pers PLN Distribusi Jakarta Raya.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Sampai dengan pertengahan September 2017 ini, jumlah SPLU di wilayah DKI Jakarta sudah mencapai 578 unit dan ditargetkan akan mencapai 1.000 unit yang tersebar di DKI Jakarta pada akhir 2017.

 

Saat dikonfirmasi mengenai hasil pengujian pada i8, Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Distribusi Jakarta Raya Leo Basuki, mengatakan hasilnya cukup baik.

Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

“Pengujian kemarin secara langsung bukan dari pihak kami, tapi teman media. Hasilnya cukup baik, dalam arti SPLU yang kita punya sudah

comply

. Tapi memang tidak sampai penuh, karena SPLU yang kita punya bukan jenis

fast charging

, jadi mungkin butuh waktu lama untuk mengisinya,” kata Leo

Menurut Leo, pihak lebih ke masalah sosialisasi mengenai SPLU. Mulai dari kegunaan serta fungsi untuk memenuhi kebutuhan daya dari kendaraan listrik.

Artikel Asli

Secanggih Apa Mesin Mitsubishi Xpander?

Sebelumnya, banyak spekulasi tentang mesin yang dipakai Mitsubishi Xpander. Jawabannya memang terungkap saat peluncuran. Unit 4A91 yang digunakan. Mesin 4-silinder 1,5 liter berteknologi MIVEC. Namun seperti apa jelasnya?

Mesin Xpander, 4A91

Mesin ini terbilang baru untuk Indonesia. Namun di pasar negara lain, unit ini sudah digunakan pada Colt, Mirage, bahkan Lancer. Dengan penyesuaian, sentuhan modifikasi dan penyetelan sana sini, lahirlah mesin 4-silinder 1.5 liter khusus untuk Low MPV Xpander.

Teknologi pengatur variasi bukaan klep khas Mitsubishi, MIVEC, turut diaplikasi. Fitur dengan nama panjang Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control konon sudah disesuaikan untuk kebutuhan masyarakat tanah air. Hasilnya, mesin yang paling cocok untuk Indonesia dan MPV dengan pertimbangan efisiensi tanpa mengorbankan tenaga dan torsi. Paling tidak itu yang diklaim Mitsubishi.

kesan pertama xpander

Dengan alasan Xpander adalah mobil keluarga, performa luar biasa bukanlah topik utama. Kembali lagi, soal efisiensi. Berbicara efisiensi memang harus diuji terlebih dahulu. Tapi kita bisa lihat dan bandingkan output mesinnya. Tenaga yang dihasilkan mesin Xpander adalah 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 141 Nm pada 4.000 rpm.

Tenaga itu bukan yang paling besar di kelasnya. Tapi dirasa sudah cukup mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia. Bahkan masih lebih baik dari sejumlah kompetitor. Misalnya Suzuki Ertiga dengan daya hanya 92 PS dan torsi 130 Nm. Sedang di kelas LMPV, Honda Mobilio masih merajai soal output mesin, dengan daya 118 PS dan torsi 145 Nm.

Mesin milik Xpander, kabarnya direncanakan untuk dipakai pada model lain Mitsubishi. Entah untuk model apa. Yang pasti, mesin 1.5 liter MIVEC juga bisa digunakan pada crossover kompak bila Mitsubishi merencanakan untuk punya model itu di masa depan. Analoginya seperti hubungan Honda Mobilio dengan BR-V.

Mengesampingkan itu, mesin Xpander membawa ekspektasi tinggi. Maklumi saja, masyarakat Indonesia sudah mahfum betul tentang mesin LMPV. Kini mereka juga tengah berdebat tentang skema gerak yang digunakan Xpander. Kubu gerak depan yang diwakili 80 persen merek Low MPV tak mau kalah akan klaim pionir LMPV dengan sistem gerak belakang.

Baca Juga:
KKB BCA Tawarkan Promo Bunga Rendah untuk Pembelian Mobil Baru
INFO MARKETING KKB

Apapun itu mesinnya, dan bagaimana skema geraknya. Masyarakat Indonesia kembali pada hal yang sederhana, mesin bandel dan irit.

Artikel Asli

Ini Masalah yang Kerap Hadir Saat Beli Mobil Eropa

Ini Masalah yang Kerap Hadir Saat Beli Mobil Eropa

Jakarta– Nah tapi sebelum membawa pulang mobil Eropa ke rumah, harus ada yang diperhatikan nih Otolovers. Selain akses purna jual yang masih sulit, kaki-kaki yang harus diperhatikan, mobil keluaran Eropa juga memiliki komponen yang kurang cocok untuk iklim Indonesia loh.

“Mobil Eropa itu kan dibuat menyesuaikan iklim mereka yang dingin dan tidak terlalu panas. Nah apabila dibawa ke sini, siap-siap keluarin dana lebih untuk perawatan interiornya,” kata Winarta selaku kepala operasional Hugo Car Audio Specialist kepada detikOto di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Pada mobil Eropa, dirinya menambahkan, mereka memakai komponen karet sehingga apabila mobil terkena paparan matahari secara langsung dan terus-menerus, bagian interior akan lengket dan rusak.

“Mereka kan mobilnya pakai karet sehingga kalau sering terkena panas interiornya bakalan lengket dan bolong-bolong,” papar Winarta.

Selain itu, fungsi sistem mobil Eropa cukup berbeda dan kompleks dibanding keluaran Jepang. Sehingga terkadang tombol perintah di mobil ngaco.

“Mobil Eropa kan sistem nya pakai data, pasti ada aja yang ngaco nanti seperti hidupin lampu apa, yang hidup malah lampu yang beda. Itu sih kendalanya,” ujar Winarta.

“Tapi yang patut diberi jempol adalah durabilitas dan kekuatannya sih. Top mobil Eropa mah,” tambahnya.

Karena iklim Indonesia yang sering kali membuat bagian interior mobil Eropa rusak, para pemilik harus rela mengeluarkan setidaknya Rp 2-5 juta untuk perawatannya.

“Perawatan interior sih tidak menentu, tapi kalau sering digunakan paling tidak Rp 2-5 juta tiap empat bulan sekali. Nah makanya selalu dimasukkan ke garasi apabila mobil tidak digunakan supaya tidak terlalu panas,” tutup Winarta

Artikel Asli