8 Tips Mengembangkan Bisnis Agar Semakin Besar

Foto Berita 8 Tips Mengembangkan Bisnis Agar Semakin Besar

Bisnis sudah berhasil Anda ciptakan dan jalankan. Namun dalam perjalanan bisnis, Anda bingung akan ke mana bisnis ini dibawa. Apakah hanya akan menjadi bisnis yang begitu-begitu saja ataukah Anda akan membuatnya terus melambung. Semuanya tergantung pada bagaimana cara Anda mengelola bisnis Anda. Jika Anda ingin mengembangkan bisnis, berikut adalah hal-hal yang harus Anda lakukan, menurut BisnisUKM.com.

1. Evaluasi hasil usaha tahun lalu, dan mulai buat rencana bisnis ke depan

Evaluasi kembali hasil usahamu tahun lalu dan mulai susun rencana bisnis ke depan sesuai dengan perubahan tren pasar, jumlah pesaing, kondisi keuangan, dan biaya operasional tahun depan. Buatlah sistem kerja yang lebih baik agar seluruh tim yang Anda libatkan bisa saling membantu membentuk sebuah sistem yang sehat.

2. Jangan ragu untuk mulai mengeluarkan biaya promosi

Meski sampai saat ini ada beberapa media promosi gratisan yang bisa Anda gunakan, tapi di tengah persaingan pasar seperti sekarang ini sudah saatnya gunakan promosi berbayar agar produkmu bisa dipromosikan secara profesional. Ingat, tak ada satu pun produk atau layanan jasa yang bisa menjual dirinya sendiri.

3. Bangun kepercayaan agar konsumen yakin dengan produkmu

Merintis usaha memang mudah, tapi untuk bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan itu cukup susah. Agar bisa tetap bersinar, pastikan usahamu menjadi bisnis yang kredibel sehingga brand produkmu mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen.

4. Meski saat iklan harus terlihat manis, tapi tetaplah beriklan dengan jujur

Meski untuk kebutuhkan iklan Anda harus menunjukkan sisi terbaik dari produk atau jasa yang Anda tawarkan, tapi Ingatlah untuk tetap jujur saat menjual produk atau jasa. Jangan sampai menjanjikan sesuatu yang tidak bisa Anda berikan. Sebab, ketika mereka kecewa dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan maka kepercayaan terhadap brand produkmu akan berkurang.

5. Sampaikan identitas dan jati dirimu sebagai aktor di balik layar bisnismu

Maraknya kasus penipuan, terutama di dunia maya membuat beberapa konsumen sulit percaya untuk melakukan transaksi pembelian. Agar mereka yakin terhadap bisnismu, pastikan bahwa Anda menyampaikan informasi terkait siapa pemilik usaha, lokasi usaha, dan berapa nomor telepon yang bisa dihubungi untuk melakukan transaksi pembelian.

6. Selalu berusaha menepati janji kepada setiap konsumen

Sebagai penjual, tak jarang kita memberikan janji-janji manis kepada calon konsumen agar mereka tak ragu melakukan transaksi pembelian. Cara ini memang dibolehkan selama Anda bisa menepati setiap janji yang Anda sampaikan ke konsumen.

7. Jadilah penjual yang responsif

Setiap konsumen tentu ingin mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Bahkan semenjak bisnis toko online menjamur, kapan pun dan di mana pun Anda harus siap melayani setiap konsumen yang masuk ke ponselmu. Karena konsumen tidak suka jika harus menunggu balasan yang terlalu lama, bisa-bisa mereka berpaling ke toko sebelah.

8. Lindungi privasi konsumen

Meski Anda mendapatkan data diri konsumen dari setiap transaksi yang mereka lakukan, tapi bukan berarti Anda dapat menyebarluaskan informasi tersebut ke pihak-pihak lain yang tidak berhubungan dengan konsumenmu. Jaga baik-baik privasi konsumen dan pastikan Anda tetap menghormati mereka meski pada akhirnya konsumen tersebut tak jadi melakukan transaksi pembelian di tokomu.

Artikel Asli

Tips Menjawab Pertanyaan ‘Menjebak’ Saat Wawancara Kerja

Tips Menjawab Pertanyaan 'Menjebak' Saat Wawancara Kerja
bisa banget untuk dilakukan buat kamu yang ingin wawancara kerja

FAMOUS.ID- Pertanyaan yang paling umum saat wawancara kerja adalah kekurangan yang dimiliki. Alasan di balik pertanyaan itu sebenarnya sangat berguna untuk mengungkap secara sekilas kepribadian calon karyawan. Tapi kamu perlu berhati-hati supaya nggak memberikan kesan buruk yang berujung nggak diterimanya kerja. Berikut tips yang bisa membantu kamu menjawab pertanyaan ‘menjebak’ saat wawancara kerja itu dengan baik.

1. Hindari Jawaban yang Umum

Jawaban seperti “terlalu perfeksionis/ workaholic” lebih baik dihindari. Selain terlihat terlalu umum, para perekrut akan melihat kamu seolah sedang mengelak untuk membuka diri. Jawaban yang umum juga terkesan kurang kuat sehingga perekrut bisa meragukan kemampuan kamu untuk menganalisa diri.

2. Jujur

Pertanyaan ini memang membutuhkan pemikiran yang dalam. Mungkin kamu perlu merenung untuk menemukan jawabannya. Pelajari diri kamu dan temukan apa kelemahan ketika bekerja. Pilih mana yang bisa kamu ambil untuk dijadikan sebagai jawaban saat wawancara. Kalau mengutarakan kelemahan yang saat ini ingin kamu hilangkan, kamu akan terdengar lebih jujur dan nggak dibuat-buat

3. Berusaha Menghilangkan Kelemahan

Selalu berikan penjelasan mengenai apa yang sudah kamu lakukan untuk menghilangkan kelemahan tersebut. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kalau kamu proaktif dan pandai untuk mengatasinya meskipun memiliki kelemahan tersebut. Bahkan, usaha kamu untuk menaklukkan kelemahan bisa dilihat sebagai sebuah kelebihan.

Nah itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat mendapat pertanyaan menjebak saat wawancara kerja. Kamu juga bisa simak tips supaya bisa mendatangi wawancara kerja tanpa grogi di video yang ada di halaman ini Famous People. Selamat mencoba!(non)

Artikel Asli

3 Tips Siapkan Dana Darurat

Cash

Menyiapkan dana darurat suatu hal paling penting dan pertama dilakukan saat mengelola keuangan.
Dengan dana darurat tersebut dapat membantu saat membutuhkan dana misalkan perbaiki kendaraan, rumah dan kesehatan.

Kemudian, apa yang terjadi jika Anda belum memiliki dana darurat? Atau Anda baru saja mulai siapkan dana darurat. Situasi belum memiliki dana darurat itu dapat membuat panik dan hilang harapan.

Meski demikian, hal itu jangan membuat Anda putus asa dan hilang harapan. Ada sejumlah cara untuk mendapatkan dana di saat belum memiliki dana darurat seperti dikutip dari laman wisebread, Selasa (19/9/2017):

1. Atur Anggaran

Salah satu cara menyiapkan dana darurat dengan memangkas anggaran. Coba lihat anggaran yang Anda habiskan untuk makanan, hiburan, gas, dan utilitas. Anda mungkin akan terkejut mengetahui kalau ada cukup uang untuk dana darurat yang disiapkan. Memang hal itu mengurangi hiburan dan keseangan Anda, namun membantu Anda untuk mengelola keuangan.

2. Barang

Bila Anda hadapi keadaan dana darurat, barang-barang yang di rumah misalkan bernilai dapat juga menjadi dana darurat. Saat hadapi situasi darurat, Anda dapat menjual barang tersebut untuk mendapatkan uang. Anda bisa membawa barang berharga Anda ke pegadaian, bila Anda membutuhkan uang dalam waktu sempit atau cepat.

3. Meminjam uang

Ada sejumlah cara untuk meminjam uang yang bisa membantu Anda untuk siapkan dana darurat. Anda bisa pinjam uang dari seseorang terdekat misalkan teman dan saudara. Meski demikian, sebaiknya juga buat perjanjian untuk meminjam uang tersebut.

Kunci untuk menangani keadaan daruat keuangan dengan fleksibilitas. Jika Anda bersedia dan mampu membuat perubahan pada kebiasaan Anda seperti mengurangi pengeluaran, merupakan cara terbaik. Atau kalau memang butuh bantuan dana darurat dengan meminjam coba meminjam dengan sopan dan berkomitmen untuk mengembalikan pinjaman itu.

Artikel Asli

Tips : Coba Biasakanlah 4 Hal Ini Bila Ingin Cepat Kaya

Money, money, money

Siapa tidak kenal Warren Buffett? Ia adalah investor kenamaan yang juga merupakan salah satu orang terkaya di dunia.

Buffett dikenal karena keahlian dan kejeliannya dalam berinvestasi hingga memperoleh keuntungan besar. Untuk memperoleh kekayaan pun, banyak kiat yang beredar, namun kebiasaan keuangan Buffett bisa Anda tiru.

Mengutip Readers Digest, Senin (18/9/2017), 4 kebiasaan Buffett ini patut ditiru untuk memperoleh kekayaan.

1. Berpikir seperti wirausahawan

Semangat wirausaha yang dimiliki Buffett membantunya dalam menemukan kesempatan untuk memperoleh tambagan kekayaan. Apapun pekerjaan Anda, jika Anda butuh kekayaan tambahan, pasti selalu ada kesempatan untuk melakukannya.

2. Investasi

Salah satu kesempatan yang dimaksud adalah dengan berinvestasi. Hampir seluruh kekayaan Buffett berasal dari investasi, yang nyatanya bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa peduli berapa usia Anda atau pendapatan Anda.

3. Minimalkan pinjaman

Terus-menerus meminjam uang akan membuat Anda rugi dan merupakan salah satu kesalahan terburuk dalam keuangan. Belajar dari pengalaman Buffett, meminjam uang hanya dilakukan saat “kepepet,” atau ketika Anda benar-benar harus melakukannya.

4. Belanja sesedikit mungkin

Yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan Anda dan apa yang bisa Anda pangkas dari bujet Anda. Belanja lebih sedikit dari pendapatan dapat membuat Anda lebih banyak menabung dan berinvestasi.

Artikel Asli

TIPS LARIS: 9 Tips Kembangkan Bisnis Startup, Jaga Kualitas hingga Kreatif : Okezone Ekonomi

10040907078692646907-keyboard

JAKARTA – Perusahaan rintisan atau startup saat ini tengah berkembang pada berbagai negara. Memanfaatkan perkembangan teknologi, mendirikan perusahaan startup kini menjadi salah satu pilihan pekerjaan bagi kalangan anak muda hingga kaum profesional.

Dalam menjalankan bisnis startup, strategi pemasaran adalah hal yang penting untuk dipahami. Tanpa strategi pemasaran dan penjualan yang matang, maka perusahaan Anda akan sulit untuk berkembang sesuai yang diharapkan.

Bagi Anda yang ingin secara serius mengembangkan bisnis startup, berikut adalah 9 hal yang perlu Anda pahami seperti dilansir dari laman enterpreneur:

1. Kualitas

Keuntungan adalah hal utama yang harus Anda peroleh dalam sebuah bisnis. Hanya saja, Anda tak dapat semata-mata mengandalkan produk dengan kualitas standar dalam mengembangkan bisnis.

Kualitas adalah hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam pengembangan bisnis. Namun, selain kualitas Anda juga perlu memperhatikan harga yang kompetitif dengan pesaing pada produk yang serupa.

2. Dengarkan Pelanggan Anda

Pelanggan adalah segalanya dalam bisnis. Pelanggan terkadang memang menentang logika ada dalam menjalankan bisnis. Namun dalam sebuah bisnis, pelanggan selalu benar.

Anda perlu mendengar saran, keluhan, dan masukan dari pelanggan. Hal ini akan menjadi modal yang sangat berharga dalam bisnis Anda.

3. Jangan Tunggu Produk Sempurna untuk Diperkenalkan Pada Publik

Menunggu produk hingga sempurna sebelum melakukan kampanye pemasaran adalah suatu kesalahan. Anda perlu memperkenalkan produk Anda sebelum produk tersebut dipasarkan.

Cara ini perlu Anda lakukan untuk mengetahui respons pasar. Jika respons pasar positif, hal ini tentunya kabar baik bagi Anda.

Hanya saja, jika respons pasar negatif pada produk yang Anda kenalkan, Anda perlu melakukan inovasi sebelum produk tersebut benar-benar dijual di pasaran.

4. Kreatif

Anda perlu berfikir ‘out of the box’ dalam mengembangkan bisnis startup. Kreativitas adalah kunci dalam pengembangan bisnis startup.

Anda bisa saja memberikan hal yang berbeda dalam kemasan produk. Tak hanya itu, Anda juga bisa menunjukkan kreativitas dalam tampilan website untuk menarik perhatian pelanggan.

5. Ukur Hasil dari Dana Iklan yang Dikeluarkan

Anda perlu mengukur hasil dari sejumlah dana yang Anda keluarkan untuk sebuah iklan. Anda juga dapat membandingkan hasil penjualan ketika Anda memasang iklan dengan hasil penjualan saat Anda melakukan pemasaran dengan sumber daya yang Anda miliki.

6. Kenalkan Produk Pada Berbagai Media

Jika Anda telah melakukan analisa, maka Anda tentunya akan mengetahui metode apa saja yang akan Anda gunakan untuk memasarkan produk. Manfaatkanlah media yang berdampak besar pada penjualan produk Anda.

Misalkan, jika iklan pada televisi dinilai lebih menguntungkan, maka Anda dapat fokus untuk memasang iklan pada stasiun televisi tersebut. Lakukanlah upaya pemasaran dengan lebih efisien tapi menguntungkan.

7. Siaran Pers

Siaran pers juga perlu Anda siapkan untuk disebarkan kepada berbagai media. Siaran pers ini bisa berisi tentang perkembangan bisnis hingga rencana ekspansi bisnis Anda.

Hal ini dapat memberikan manfaat bagi konsumen untuk mengetahui tentang produk hingga perusahaan Anda.

8. Beri Pelanggan Tempat untuk Berbicara

Baik ataupun buruk, Anda tentunya perlu mengetahui apa yang pelanggan Anda katakan. Jika Anda tidak memberi pelanggan Anda tempat untuk mengeluh atau memuji Anda, maka Anda tak akan mengetahui apa saja yang perlu Anda lakukan.

Jika Anda menemui komentar yang negatif, jadikanlah hal ini sebagai pelajaran untuk pengembangan bisnis ke depannya. Namun, jika Anda menerima komentar positif, maka jadikanlah hal ini sebagai cambuk untuk pengembangan bisnis Anda ke depannya.

9. Beri Penghargaan

Anda perlu memberikan penghargaan kepada para pelanggan. Penghargaan ini bisa Anda berikan dengan cara menyertakan hadiah atau potongan harga pada setiap penjualan produk.

Penghargaan ini bisa memberikan dampak positif kepada kedekatan hubungan Anda dengan pelanggan. Hubungan dengan pelanggan memang perlu terus dijaga untuk kelangsungan bisnis startup yang Anda kembangkan ke depannya.

 

Artikel Asli