Perhatikan Hal Ini Bila Mobil Lama di Garasi Agar Performanya Tetap Terjaga

Hal ini mungkin terjadi terutama dalam masa PSBB (Pembatasan Social Bersekala Besar) per wilayah, guna menekan penyebaran virus Corona.

Akibatnya banyak kendaraan roda 4 yang lebih sering diam berada di dalam garasi. Oleh sebab itu, jika ada waktu senggang sebaiknya memantau kondisi kendaraan kesayangan yang terparkir lama.

Sebagai contoh jika kendaraan berlama-lama pada area terbuka, disarankan untuk rajin mencuci mobil. Selain itu, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus.

Baca Juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Karena binatang jenis ini rawan merusak komponen terutama komponen kelistristikan.

Selain itu, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk sekedar menjalankan mobil yang sudah dicuci tadi. Test drive sejenak di sekitar rumah ataupun kompleks perumahaan.

“Tidak usah jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Tujuannya adalah untuk menormalkan profile tapak ban yang lama diam. Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profile semua tapak ban Mobil tetap bundar alias tidak peyang,” urai Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak.

Keuntungan lainnya, bisa mengecek fungsi rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

“Ketika menjalankan mobil, pemilik kendaraan juga bisa memantau fungsi komponen kelistristikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuh Rafi’i.

Kemudian Anda bisa cek langsung fungsi AC (Air Conditioner). Apakah kualitas dingin di dalam kabin masih normal atau tidak. Begitu juga dengan hembusan anginnya apakah masih normal atau tidak.

Yang terpenting saat lakukan test drive ini yakni memastikan kondisi ban terutama tekanan anginnya masih bagus. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang.

Jika tekanan angin ban terlihat berkurang, sebaikya bawa mobil ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

Sementara untuk mengetahui berapa ukuranan tekanan angin ban mobil Peugeot, biasanya tabel informasi rekomendasi tekanan angin bisa lihat di bodi mobil bagian kiri. Tepatnya area dalam pintu pengemudi.[Go/Res]

Artikel Asli

Begini Cara Tepat Gunakan Lampu Hazard

Fitur lampu hazard pasti sering kita temukan di hampir tiap mobil saat ini. Bahkan fitur ini juga sudah disematkan pada beberapa motor zaman now.

Keberadaan fitur lampu hazard ini memiliki manfaat yang cukup besar. Tapi masih banyak orang yang salah kaprah menggunakan lampu hazard ini.

Kadang beberapa pengguna mobil menggunakan fitur ini saat hujan deras ataupun jalanan berkabut. Itu merupakan kesalahan yang cukup fatal.

Fitur lampu hazard jika dipakai pada kondisi seperti itu, bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Semisal jika pengendara yang menghidupkan lampu hazard akan berbelok, pasti membuat pengendara lain jadi bingung.

Ilustrasi mobil mogok. (worldofbuzz)

Hal ini dikarenakan fungsi lampu sein menjadi hilang, sehingga saat kalian ingin berpindah haluan kanan atau kiri, pengendara lain pun akan sulit mendeteksi. Hal itulah yang tak jarang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan.

Baca Juga:Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Lalu bagaimana sih penggunaan fitur lampu hazard ini yang tepat? Seperti dikutip dari Nissan Indonesia, terdapat 2 fungsi lampu hazard.

Yang pertama, fitur lampu hazard ini digunakan ketika kendaraan mengalami masalah seperti ban bocor ataupun kerusakan pada mesin. Biasanya sering kita jumpai di jalan tol.

Fungsi menyalakan fitur lampu hazard yakni untuk memberikan sinyal kepada pengendara lain agar lebih hati-hati ketika mendekat pada mobil tersebut.

Yang kedua, fitur ini bisa digunakan ketika ada kecelakaan atau harus berhenti secara tiba-tiba.

Jadi sudah mulai paham kan bagaimana cara menggunakan fitur lampu hazard yang tepat.

Artikel Asli

Ternyata Salah Kaprah Bersihkan Debu Pakai Wiper

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mobil menjadi jarang digunakan. Sehingga, mobil menjadi berdebu, apalagi jika parkirnya di tempat terbuka.

Saat mobil akan dipakai, tak sedikit yang malas untuk mencucinya terlebih dulu. Bahkan, beberapa orang ada yang membersihkan debu menggunakan wiper.

Baca juga: Info Konsumen: Pengajuan Relaksasi pembiayaan mobil anda di BCA finance (KKB BCA)

Menurut Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, ada beberapa kebiasaan pemilik mobil yang dapat merusak wiper, khususnya bagian karetnya.

“Entah karena malas atau tidak sempat mencuci mobil, kacanya berdebu, dan pemilik mobil membersihkannya dengan menggunakan wiper. Padahal, kebiasaan ini sangat salah dilakukan,” ujar Bambang, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Membersihkan debu pada kaca dengan menggunakan wiper dapat membuat karet wiper menjadi rusak. Selain karet, kaca mobil pun juga terdampak dari kebiasaan ini.

“Debu-debu atau pasir halus yang menempel pada karet wiper juga dapat menyebabkan goresan halus pada kaca,” kata Bambang.

Bambang menyarankan, sebaiknya basahkan kaca terlebih dahulu sebelum menggunakan wiper. Untuk itu, periksalah tabung pengisian air wiper yang bertanda ‘washer fluid only’ secara rutin.

Penulis: Donny Dwisatryo PriyantoroEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli

Perhatikan 5 Risiko Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan.

Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini justru salah, karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting mobil.

Karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yang jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu cara pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. Aki tekor

Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi.

Hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi masih berlangsung seperti sekarang ini sangatlah penting, namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda dengan menerapkan tips-tips di atas.

Artikel Asli

Inilah 3 Alasan Kenapa Jangan Parkir Mobil di Bawah Pohon

Pemilik mobil biasanya akan memilih tempat yang teduh saat memarkirkan kendaraannya. Salah satu alasannya, agar cat mobil tidak mudah rusak oleh terik sinar matahari maupun hujan.

Salah satu tempat yang kemudian banyak dipilih sebagai tempat parkir, yaitu di bawah pohon. Padahal, di balik keteduhan parkir itu terdapat sejumlah bahaya yang mengancam.

Tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada pengemudi yang ada di dalamnya. Hanya saja, potensi bahaya ini kadang tidak pahami atau justru diabaikan oleh para pemilik mobil.

Mereka lebih mementingkan kondisi mobil yang terparkir aman dari sengatan matahari dan nyaman saat akan digunakan.

Baca juga: Catat, Ini Arti Angka pada Tutup Radiator Mobil

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, saat parkir di bawah pohon justru bisa terjadi sejumlah kemungkinan yang bisa berdampak pada mobil.

Berikut tiga alasan agar tidak parkir di bawah pohon

Getah pohon bisa merusak cat

Alasan pertama agar tidak parkir mobil di bawah pohon adalah untuk menghindari adanya getah pohon yang menempel pada bagian bodi mobil.

“Salah satu (bahayanya) adalah mobil terkena getah pohon saat saat parkir,” kata Suparna kepada Kompas.com Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, getah pohon bisa sangat merusak lapisan cat mobil. Tidak hanya bagian permukaan cat saja, tetapi sampai masuk ke dalam pori-pori cat.

Baca juga: Daftar Aksesori Yamaha 125Z yang Harganya Setara 1 Unit Motor

Jika kondisinya sudah seperti itu, Suparna mengatakan, akan sangat sulit untuk dibersihkan bahkan dengan menggunakan alat atau bahan khusus sekalipun.

“Ada beberapa jenis pohon yang getahnya itu sangat jahat banget, kalau sudah menempel itu bisa masuk sampai ke pori-pori. Meskipun sudah dipoles tetap saja masih ada bekas dari getah itu,” ucapnya.

Kotoran burung

Selain, bahaya getah pohon bahaya lain yang mengintai saat mobil parkir di bawah pohon adalah adanya kotoran burung.

Mengingat, selama ini pohon menjadi tempat favorit burung untuk singgah dan membuat sarang.

Saat berada di pohon, burung juga sering membuang kotorannya. Sementara, jika mobil parkir di bawah pastilah akan terkena kotoran burung.

Baca juga: Tips Power Window Panjang Umur, Jangan Parkir Sembarangan

“Kotoran burung itu juga bisa merusak cat mobil, tidak tahu penyebabnya mungkin ada kandungan apa pada kotoran tersebut,” ujar Suparna.

Tertimpa dahan pohon

Potensi bahaya lainnya saat parkir di bawah pohon, yaitu adanya dahan yang jatuh dan menimpa mobil.

“Jika terjadi pohon tumbang atau bahkan ada buah yang terjatuh bisa membuat mobil penyok,” kata Suparna.

Baca juga: Mengapa Kendaraan Berat Rawan Rem Blong, Ini Penjelasannya

Untuk itu, Suparna pun menyarankan agar tidak memarkirkan mobil di bawah pohon meskipun kondisinya teduh dan bebas dari sengatan matahari.

Penulis: Ari PurnomoEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang di dalam kabin. Selain itu engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu lama – lama akan membuat kerusakan pada engine mounting. Karena engine mounting terbuat dari karet dengan frame baja tuang. Bahan karet ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Dan akan timbul hal – hal seperti ini:

Getaran dari mesin yang cukup menggangu

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa. Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

Kisi radiator/kipas akan rusakUntuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan di radiator. Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang. Dan berakibat kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil. Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil. Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Engine Mounting Rusak? Jangan Sepelekan Akibatnya

Berbahaya bagi komponen sekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan. Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Foto : Internet

Ditulis oleh GEDE RAMANANDA
Sumber: Garasi.id

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w

Aksesoris Mobil Ini Berbahaya, Jangan Dipasang

Memasang berbagai aksesoris di dalam mobil memang menyenangkan, selain bisa mempercantik mobil aksesoris berupa benda kesayangan seperti boneka, jam portable, dan yang lain juga tak jarang membuat pemilik mobil senang. Terutama para wanita nih yang suka menambah aksesoris untuk mempercantik mobilnya. Tapi apa Sahabat Garasi tau mana aksesoris yang aman atau berbahaya saat digunakan? dibawah ini adalah beberapa ulasan yang menyatakan aman atau bahayanya aksesoris yang dipakai

Beberapa Aksesoris Mobil Ini Berbahaya Jika Dipasang

Beberapa aksesoris yang berbahaya beserta alasannya adalah:

1. Sarung Stir

Cover stir atau pembungkus stir saat ini banyak sekali dipakai untuk mempercantik tampilan bagian dalam mobil, lantas apakah berbahaya? pembungkus stir ini kebanyakan dibuat tidak untuk memperhitungkan keselamatan berkendara, sementara stir mobil sebenarnya telah didesain dengan sangat ergonomis dengan memperhitungkan grip dan jari-jari agar bisa mendapatkan kendali maksimal mobil melalui stir ini.

Artinya pemasangan cover stir berbahaya karena merubah sistem ergonomis stir yang telah didesain sangat baik oleh pabrikan otomotif dengan memperhitungkan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara, terlebih saat ada situasi yang diluar dugaan (darurat) maka akan sangat sulit mengendalikan mobil dengan stir yang diberi pembungkus ini.

Jika terpaksa memakai cover stir maka carilah cover stir yang benar-benar berkualitas dengan grip yang baik pada stir dan juga pada tangan

2. Pembungkus Pedal

Pembungkus pedal yang berbahaya adalah yang terbuat dari logam, karena pedal yang mayoritas dari karet telah didesain agar memiliki grip saat diinjak (tidak licin). Jika memakai pembungkus pedal berjenis logam lebih baik pada bagian rem tidak usah dibungkus, atau lebih baik memakai pembungkus pedal berbahan karet dengan pemasangan yang kuat

3. Hiasan Kabin

Hiasan kabin yang sering dipasang pada mobil adalah boneka pada bagian depan, tempat tissue, ataupun benda-benda keras lain pada bagian dashboard mobil. Hiasan-hiasan yang tidak memiliki grip untuk menahan guncangan cukup berbahaya jika terlempar atau terjatuh saat jalan tidak rata. Pecahnya konsentrasi saat mengemudi menjadi pemicu utama hiasan kabin yang terlempar ini, terlebih jika benda tersebut keras maka bisa melukai penumpang. Hiasan kabin yang terjatuh di area kaki pengemudi juga sangat berbahaya mengganjal pedal yang menyebabkan gagalnya kendali.

Pada bagian belakang juga biasanya banyak boneka ditempatkan diatas sandaran baris terakhir terutama untuk mobil sedan, atau banyaknya tumpukan barang pada bagasi mobil-mobil city car akan mengganggu visibilitas. Sebisa mungkin benda-benda pada bagian belakang tidak menutupi kaca

4. Warna Lampu

Nah saat ini sedang ramai penggunaan lampu depan HID yang memiliki nyala terang putih seperti matahari dan juga lampu rem (belakang) berwarna putih padahal ini sangat berbahaya.

Lampu depan HID (seperti nyala matahari) ini sangat berbahaya bagi kendaraan lain (sangat menyilaukan pengemudi kendaraan di depan) sehingga rawan menabrak dan bukan tidak mungkin kalau silau menabrak mobil kita. Bahkan menurut penelitian lampu dengan nyala putih ini sebenarnya tidak cukup baik dalam menerangi jalan (masih lebih baik lampu berwarna kuning untuk malam hari)

Penggantian lampu rem dengan warna putih juga sangat berbahaya pada malam hari karena bisa menyilaukan pengendara di belakang kita, bahkan tak jarang pengendara lain mengira itu bukan lampu rem akan tetapi lampu depan yang ujungnya sangat membingungkan pengendara di belakang kita

Masalah lampu ini selain berbahaya karena tabrakan juga sangat riskan pengendara lain merasa terganggu dan marah-marah dengan lampu yang menyilaukan ini sehingga tak jarang terjadi perkelahian.

5. Forklift Knob

Alat pemutar stir ini dimaksudkan untuk meringankan kerja tangan saat mengemudi (bisa hanya 1 tangan saja), akan tetapi penggunaan forklift knob ini sudah banyak yang melarangnya karena bahaya yang ditimbulkannya (resiko kecelakaan). Hal ini terjadi jika dalam keadaan darurat saat kendali tidak benar-benar ada pada kedua tangan yang kuat maka menjadi sangat berbahaya dengan alat pemutar stir ini

6. Mengemudi memakai sendal dan sepatu hak tinggi

Sepatu hak tinggi berbahaya digunakan karena rawan meleset saat menginjak pedal (baik gas, rem maupun kopling).

Memakai sendal untuk mengemudi ternyata juga sama berbahayanya dengan sepatu hak tinggi dikarenakan sendal mudah tersangkut saat akan berpindah pedal misalnya dari gas ke rem, sebisa mungkin hindari memakai alas kaki yang berpotensi tersangkut seperti sendal atau sepatu sendal.

Lebih baik gunakan sepatu yang yang cukup tipis pada bagian atas sedangkan pada bagian bawah berbahan karet yang rata.

7. Bumper Tanduk

Bemper dengan tanduk saat ini sudah jarang dipakai pada mobil-mobil keluaran terbaru yang mempertimbangkan keselamatan para pejalan kaki atau pemotor. Akan tetapi masih ada beberapa orang yang memasang bemper berupa logam keras pada bagian depan mobil. Nah banyak kalangan (praktisi otomotif) sudah melarang penggunaan bemper dari logam berupa tanduk ini di perkotaan, akan tetapi masih membenarkannya jika berada di daerah bersalju atau di offroad (bukan aspal) yang minim resiko menabrak orang, karena memang tak bisa dipungkiri jika menabrak orang mobil yang bertanduk sangat berbahaya

8. Menempatkan barang bawaan dibawah pengemudi

Penempatan ini biasanya disekitar kaki pengemudi atau dibawah jok pengemudi, hal ini dilarang karena beresiko mengganggu injakan pedal (pengendalian mobil), pada saat mobil mengerem maka barang yang diletakkan di bawah kursi driver akan bergerak maju dan sangat berbahaya jika bergerak maju sampai ke bagian pedal (gas/ rem/ kopling) mengganjal pedal yang menyebabkan pengemudi gagal mengerem atau tak menutup kemungkinan barang tersebut membentur pedal gas (mengegas mobil).

Foto : Internet

Ditulis oleh ANJAR

Sumber: Garasi.id

 

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: http://bit.ly/2Z6JpBo atau DM langsung!

Form Pengajuan KKB BCA: http://bit.ly/2PfnHHJ – Tim kami akan segera merespon

Trik dan Tips beli mobil: http://bit.ly/2z2fawD

Terima kasih
Salam Kredit Keren Banget – https://kreditkerenbanget.org/
#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

Social Media KKB BCA:
Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca
IG KKB BCA: http://bit.ly/2Nc5gRl & IG Kredit Keren Banget: http://bit.ly/2TAmj0w

(Video) Inilah Tips Membeli Mobil Bekas

 

 

Bagi yang Anda berniat membeli mobil bekas, sudah sepatutnya mengetahui langkah-langkah membeli mobil yang masih terawat dengan baik. Seperti apa?

 

 

 

Semoga bermanfaat ya guys…

 

Mau bertanya tentang Seputar KKB BCA? Tanyakan ke personal kami dengan klik: https://goo.gl/38BLCX atau DM langsung!

 

Trik dan Tips beli mobil: https://goo.gl/NZ6uWX

 

Terima kasih

Salam Kredit Keren Banget

#solusikkb #solusibca #kreditmobil #kreditmobilbca #belimobil #belimobilbaru #kkbbca #bca #newcar #kreditkerenbanget #kkb #mobilbaru #viakkbbca #mobilseken #mobilsecond #mobilbekas #mobkas #danatunai #jaminanbpkb #kreditbca #kpm #kreditkendaraanbermotor #mobilkeluarga #goodlifebca #bankcentralasia #bankbca

SUBSCRIBED YOUTUBE KKB BCA è di Kredit Keren Banget

Kunjungi Website dan Social Media KKB BCA:

 

Website: https://kreditkerenbanget.org/

Twitter: @kreditmobilbca

Facebook: KKB BCA | @kreditmobilbca

IG KKB BCA: https://www.instagram.com/kreditmobilbca/?hl=id & IG Kredit Keren Banget: https://www.instagram.com/kreditkerenbanget/?hl=id

 

Ini Tips Mudah Atasi Mabuk Kendaraan

Mabuk kendaraan adalah hal yang sangat menyebalkan. Terlebih jika anda akan berjalan-jalan atau berlibur bersama teman dan keluarga. Mabuk sudah jelas membuat suasana menyenangkan yang seharusnya tercipta menjadi menyebalkan. Sayangnya, ada beberapa orang yang memang mudah mabuk saat naik kendaraan.

Oleh karena itu, jika seseorang mabuk selama naik kendaraan dengan kondisi seperti muntah, lemas, pusing, kelelahan, hingga berkeringat dingin, atau tanda lainnya di mana badan terasa tidak nyaman maka pastinya harus melalukan beberapa hal sebelum naik kendaraan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Kami telah merangkum beberapa tips berikut ini untuk mengurangi datangnya hal menyebalkan tersebut.

Menghindari Makanan Berminyak dan Alkohol

Tips mudah pertama yaitu sebelum naik kendaraan ada baiknya menghindari makanan yang berminyak atau mengandung alkohol. Hal ini dikarenakan makanan berminyak seringkali membuat tubuh seseorang gampang mual.

Sedangkan untuk makanan yang mengandung alkohol, pastinya akan memiliki efek samping seperti pusing, mual, sakit kepala, hingga muntah yang pastinya akan memicu mabuk kendaraan.

Tidak Makan Berlebihan

Tips mudah berikutnya yaitu dengan makan sedikit demi sedikit namun sering. Jadi sebelum naik ke kendaraan umum tidak makan dalam jumlah banyak atau berlebihan. Tentunya untuk makanan yang dipilih pun tetap tidak berlemak atau berminyak, juga pedas. Sebaiknya pilih makanan sehat yang pastinya tidak memicu mual.

Memilih Makanan yang Tepat

Makanan yang tepat untuk mencegah mabuk kendaraan yaitu makanan rendah lemak namun tinggi protein. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan camilan hambar yang terbuat dari tepung di dalam mobil.

Camilan sederhana yang hambar dan tidak menggiurkan tentunya akan mmebuat perut yang bergejolak menjadi sedikit mereda. Camilan semacam ini adalah cara mengurangi rasa lapar yang baik, namun tidak menjadikan adanya gangguan pencernaan.

Cukup Minum

Tips berikutnya yaitu untuk menjaga kondisi tubuh saat mabuk kendaraan dengan menjaga asupan air tubuh. Hal ini dikarenakan jika sampai terjadi dehidrasi maka akan memperburuk gejala mabuk. Sehingga konsumsi air pun penting untuk diperhatikan.

Duduk di Depan atau Mengatur Fokus

Tips mengurangi mual berikutnya yaitu dengan duduk di bagian depan kendaraan. Dengan duduk di depan maka fokus seseorang menjadi terhadap jalanan dan bukan pada rasa mual karena mabuk.

Namun jika duduk di depan tidak memungkinkan maka bisa juga dengan melihat ke jendela dan menatap sekitar. Cara ini pun cukup efektif untuk mengalihkan fokus sehingga rasa mual dan ingin muntah menjadi berkurang.

Tidur di Kendaraan

Selain mengatur fokus, cara mengurangi mual atau muntah karena mabuk perjalanan bisa juga dengan memilih tidur dalam kendaraan. Tidur ini adalah alternatif termudah sekaligus cukup efektif dalam mengatasi hal menyebalkan ini. Banyak orang berhasil terhindar dari mabuk dengan cara tidur.

Hindari Pandangan ke Bawah

Tips berikutnya yaitu menghindari menatap ke bawah. Hal ini dikarenakan dengan menatap ke bawah maka kepala menjadi cepat pusing yang pastinya akan memicu rasa mual dan muntah. Aktivitas lain yang perlu dihindari yaitu bermain gadget, membaca, dan lainnya yang juga mengharuskan seseorang menatap ke bawah.

Sirkulasi Udara yang Baik

Tips berikutnya yaitu menjaga sirkulasi udara dalam mobil agar tidak pengap. Hal ini dikarenakan mabuk juga bisa terjadi karena kekurangan oksigen. Cara paling mudah yaitu dengan menghindari merokok dalam mobil.

Demikian beberapa tips mudah untuk mengurangi mabuk kendaraan. Hal lainnya yang bisa dipertimbangkan dalam menghindari hal menyebalkan yang satu ini bisa dengan memilih jalan yang mulus dan tidak rusak. Namun jika mual tak kunjung hilang dengan berbagai upaya bisa juga dengan minum obat anti mabuk sebelum naik kendaraan atau melakukan perjalanan.

Sumber

==========================================================

Informasi Lowongan Pekerjaan sebagai Marketing KKB BCA:

Klik disini ==> CMO KKB BCA di JAKARTA PUSAT

 

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini !

 

1200x630bb

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-03-16 at 14.23.34