Mercedes-Benz Indonesia antar Mobil Pesanan Mantan Presiden SBY, Ini Typenya

Mercedes-Benz Indonesia antar Mobil Pesanan Mantan Presiden SBY, Ini Typenya

Sumber Foto : Facebook, Kariyanto Hardjosoemarto

 

Jakarta – Hari ini Mercedes-Benz Indonesia mengantar mobil pesanan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ke bilangan Kuningan Jakarta Selatan.

Hal itu terungkap dari postingan sosial media Facebook milik Kariyanto Hardjosoemarto , selaku deputy Director Sales Oprations and Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (17/2/18).

Dalam keterangan foto pada postingannya, pria ramah ini menulis “Delivery kendaraan di Sabtu pagi. Terimakasih kepada Bpk.SBY telah memilih kendaraan Mercedes-benz sebagai kendaraan keluarga.

Diduga mobil pesanan SBY ini adalah type S-Class dengan rentang harga termurah seperti dilansir oto.com Rp 2,23 Milyar.

 

Hingga berita ini diturunkan pihak MB belum memberikan keterangan secara resmi. (otojurnalisme.com)

================================================================

Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional

Klik kami disini , Like + Komentar + Share ya!

click, finger, one icon

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

WhatsApp Image 2018-02-12 at 14.06.22

Tips Bisa Punya Lamborghini Ala Hotman Paris

Tips Bisa Punya Lamborghini Ala Hotman Paris

Inul Daratista dan Hotman Paris bersama mobil mewahnya

VIVA – Jika menyebut nama Hotman Paris Hutapea, maka yang terbesit di benak adalah seorang pengacara yang mengoleksi mobil-mobil mewah.

Lantas, bagaimana cara dia bisa memiliki banyak mobil seharga miliaran rupiah tersebut?

Dalam akun instagram resminya @hotmanparisofficial, pengacara kondang ini berbagi tips untuk bisa membeli mobil mewah Lamborghini.

Sebuah video singkat yang ia unggah, memperlihatkan bagaimana Hotman bercerita bahwa dirinya sudah mulai bekerja dari pukul 5 pagi.

“Hai para pengacara muda, para generasi muda, saya tadi pagi bangun jam 3 subuh sudah di kantor jam 5 subuh. Dan konsentrasi lebih sangat gampang, ide-ide baru sangat gampang dalam suasana subuh, tak ada suara bising gangguan telepon, dan juga terhindar dari kemacetan,” ujar Hotman.

Dia melanjutkan, dengan bekerja di pagi hari, maka hanya perlu waktu satu jam untuk menganalisa satu perkara berkelas internasional.

Hal inilah yang menjadi konsep, agar seseorang bisa menjadi kaya raya dan membeli banyak mobil mewah.

“Dan ini konsep. Kalau Anda bermimpi ingin punya Lamborghini, kalau Anda mau buat orangtua dan mertua senang, bekerjalah di subuh hari. Bekerja keras, jangan hanya mengeluh dan jangan iri, dan jam 7 pagi jangan lagi memeluk pacar atau istri,” tuturnya.

Bicara soal koleksi mobil, Hotman Paris Hutapea diketahui memiliki Ferrari, Chrysler, Bentley, dan Hummer H2. Mobil-mobil tersebut bukan hanya pajangan saja, tetapi juga kerap dipakai untuk menemani berbagai kegiatan hariannya.

===========================================================

Baca Juga:
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|Like + Komentar + Share ya!

 

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Jatuh Cinta, Pemilik Sambal Bu Rudy Punya Carry Pikap Sebanyak ini

Jatuh Cinta, Pemilik Sambal Bu Rudy Punya Carry Pikap Sebanyak ini

Lany Siswadi, Pemilik Usaha Sambal Bu Rudy

GridOto.com – Suzuki CarryPikap menjadi andalan Lany Siswandi untuk mengembangkan usaha Sambal Bu Rudy miliknya.

Sejak tahun 1984 hingga saat ini, Lany Siswandi setia menggunakan Suzuki CarryPikap untuk usaha Sambalnya tersebut.

Saat ini, Lany Siswandi sudah memiliki delapan unit Suzuki Pikap untuk kendaraan operasional bisnisnya.

Yang disebar ke setiap cabang Sambal Bu Rudy miliknya.

“Saat ini sudah punya delapan unit Suzuki Carry,” ujar Leny Siswandi saat berada di acara Kawir 2017, Surabaya, Jawa timur.

“Untuk cabang-cabang toh, kan kecil gitu loh,” lanjutnya kepada GridOto.com (16/12/2017).

Menurutnya Suzuki Carry memudahkan usahanya untuk pengiriman sambal.

Seperti pengiriman ke daerah perkampungan.

“Jadi enak keluar masuk kampung-kampung, kirim-kirim lumayan loh,” ujar Lany Siswandi lagi.

Saat berkunjung ke Surabaya, banyak orang menyempatkan diri singgah ke depot Sambal Bu Rudy.

Meski sudah menjadi ikon oleh-oleh khas Surabaya.

Sebenarnya masakan perempuan bernama lengkap IE Lany Siswadi ini berasal dari menu tanah kelahirannya, Madiun.

Semua masakan, 80 persen dimasak langsung oleh Bu Rudy, tanpa resep khusus. Masakan yang dibuatnya mengandalkan keterampilan memasak yang dilatih sejak dini.

==========================================================================

Baca Juga:
Konsultasikan pembelian Mobil impian Anda bersama konsultan profesional Kami klik |===>disini <====|Like + Komentar + Share ya!

Jika Anda berminat untuk di follow up lebih lanjut oleh tim marketing kami.

Dalam waktu maksimal 3 x 24 Jam, Tim kami akan menghubungi Anda.

Silahkan klik Tombol dibawah ini

images

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs Kredit Keren Banget.
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila berkenan like Fanspage Facebook Kredit Keren Banget

KKB Regional X
WTC Mangga Dua
Lt. 3 (Di atas KCP BCA Mangga Dua)

Jl. Mangga Dua Raya, RW.5, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730, Indonesia
021-6126962
Hari Kerja: Senin – Jumat
Jam 9 Pagi s/d 5 Sore

Polisi Beberkan Kecepatan Mobil Setnov Saat Kecelakaan Tabrak Tiang Listrik

Polisi Beberkan Kecepatan Mobil Setnov Saat Kecelakaan Tabrak Tiang Listrik

Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Idham Azis (kiri) saat menghadiri upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Pati Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/7). (ANTARA/Retno)

MerahPutih.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis memperkirakan bahwa mobil Toyota Fortuner yang terlibat kecelakaan tunggal di Permata Hijau tengah melaju dalam kecepatan 50 kilometer per jam.

“Mobil bergerak dalam kecepatan 50 kilometer per jam. Ketika tabrak pohon 21 kilometer per jam. Kemudian tabrak tiang kalau saya tidak salah 10-15 kilometer per jam,” ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11).

Angka-angka itu merupakan temuan penyidik Ditlantas Polsa Metro Jaya. Nantinya, hasil itu akam dikombinasikan dengan keterangan saksi ahli. Salah satu saksi ahli yang didatangkan adalah ahli transportasi.

Idham menekankan bahwa penyidiknya tak akan bersikap tegas terhadap siapapun terkait kasus kecelakaan yang melibatkan Setya Novanto.

“Tindakan yang kita lakukan harus dengan tegak lurus dan tidak tergesa dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” jelas Idham.

Artikel Asli

Kecepatan Kendaraan yang Ditumpangi Setya Novanto Hanya 40 Km/Jam

Dua karangan bunga untuk Setya Novanto dirusak orang tak dikenal di RSCM Kencana, Sabtu (18/11/2017). – Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Peristiwa tabrakan tunggal kendaraan yang membawa Setya Novanto menghasilkan sejumlah kisah bak drama dan meme sindiran.

Sebelumnya di antara kisah bak drama yang mengitari peristiwa itu adalah tentang kecepatan kendaraan yang membuat Setya Novanto sempat dikabarkan benjol sebesar bakpao dan kemungkinan mengalami gegar otak.

Namun, penyidik Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi kecelakaan sekitar 40 km per jam.

“Itu hasil olah tempat kejadian perkara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

Argo mengatakan petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menganalisa hasil olah tempat kejadian guna mengetahui kecepatan dan kondisi kendaraan sebelum terjadi kecelakaan.

Argo menyebutkan kecelakaan tunggal itu melukai Ketua Umum Partai Golkar tersebut namun pengemudi yang berprofesi sebagai pewarta Metro TV Hilman Mattauch dan ajudan Novanto, Reza, tidak terluka.

Argo enggan berspekulasi mengenai penyebab Novanto terluka sedangkan dua penumpang lainnya yang duduk di depan tidak mengalami luka.

Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Hilman Mattauch dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat Pasal 283 tentang melakukan kegiatan lain saat mengemudi dan Pasal 310 tentang kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Argo menyatakan polisi membuka kemungkinan untuk meminta keterangan Novanto terkait kronologis kecelakaan itu namun harus menunggu kondisi kesehatan pulih.

Sebelumnya, kendaraan yang ditumpangi Ketua DPR RI itu Setya terlibat kecelakaan tunggal yang dikemudikan Hilman di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran tidak berada di kediamannya saat akan dibawa paksa usai mangkir dari beberapa kali panggilan.

Artikel Asli

Pengacara Setnov Bilang Fortuner Tak Bagus, Ini Jawab Toyota

Pengacara Setnov Bilang Fortuner Tak Bagus, Ini Jawab Toyota

Toyota memberikan tanggapannya terhadap komentar pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunandi, yang mengatakan bahwa Fortuner yang ditumpangi Novanto tak bagus sehingga akhirnya kliennya itu cedera serius. Menurut Toyota, Fortuner merupakan pemimpin di segmennya, berkualitas global, dan telah diekspor dari Indonesia ke berbagai negara.

Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, mengklaim bahwa kualitas produk yang memenuhi standar merupakan prioritas Toyota, termasuk jika berbicara mengenai Fortuner.

“Sejak kemunculannya pada 2006, Fortuner telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk segmen High SUV, dan mobil ini adalah salah satu tulang punggung ekspor otomotif nasional,” ujar Soerjopranoto kepada Suara.com melalui pesan Whatsapp, Sabtu (18/11/2017) malam.

Seperti diketahui, tersangka kasus KTP elektronik, Setya Novanto, menabrak tiang listrik dari arah depan pada Kamis (16/11/2017) di daerah Permata Hijau, Jakarta dan diklaim mengalami cedera serius oleh pengacaranya sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Saat kecelakaan, Novanto duduk di kursi belakang Fortuner 2.5 l diesel VNT G A/T produksi 2012 yang mengalami kerusakan hanya di bagian bemper depan dan grille.

Fredrich, saat ditanyakan mengapa airbag tidak mengembang, mengaku tak tahu. Tetapi dia kemudian mengatakan bahwa Fortuner yang ditumpangi Novanto “bukan mobil bagus”.

Sebelumnya, seperti diberitakan Suara.com, General Manager Aftersales Business Division TAM, Dadi Hendriadi, mengatakan bahwa airbag Fortuner disetel untuk mengembang pada kecepatan 30km/jam jika menabrak tembok solid dari arah depan. Namun, ia menolak menyimpulkan apa-apa sebelum hasil investigasi Toyota, yang sebentar lagi dilakukan, keluar.

Berdasarkan data penjualan wholesales Januari-Oktober 2017 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Fortuner membukukan transaksi jual-beli 20.007 dan menduduki peringkat teratas di kelas High SUV. Di bawah Fortuner ada Mitsubishi Pajero Sport dengan raihan 15.246 unit.

Berdasarkan data dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Fortuner menjadi andalan utama ekspor Toyota dengan pengiriman sebesar 52.500 unit selama Januari-September 2017. Fortuner berkontribusi 34,91 persen dari total ekspor Toyota yang mencapai 150.400 unit.

Artikel Asli

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Liem Sioe Liong alias Sudono Salim harus berjuang lebih keras di zaman Orde Lama. Kala itu, Program Benteng yang memang dirancang sebagai tindakan afirmatif untuk pengusaha lokal, sedikit banyak ikut menyulitkan dirinya yang berlatar Tionghoa. Dengan susah payah, ia membangun bisnisnya. Selain pabrik, dia pun mendirikan bank pada 1950an.

Menurut Eddy Sutriyono, dalam Kisah Sukses Liem Siu Liong (1989), pada 1954 Liem mendirikan Bank Windu Kencana, namun tidak sukses. Bulan Oktober 1956, ia mencoba lagi mendirikan bank, kali ini NV Bank Asia. NV Bank Asia berdiri pada 12 Oktober 1956, setelah pabrik tekstilnya meraup untung. Tahun berikutnya, 21 Februari 1957, Liem mendirikan sebuah bank yang belakangan menjadi Bank Central Asia (BCA).

Bank-bank tadi tak langsung membesar saat itu juga, apalagi saat itu masih zaman Orde Lama. Menurut pengakuan Liem dalam buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986 (1986), di masa Orde Lama orang-orang dagang (bisnis) sulit berkembang.

Laki-laki kelahiran Fukien 16 Juli 1916 ini malang melintang di dunia bisnis sejak zaman kolonial, sejak masih berumur 20 tahun. Zaman Jepang, dia dagang minyak kacang kecil-kecilan di Kudus, Jawa Tengah. Pernah juga jadi pemasok bagi militer di Jawa Tengah.

Pada 1950an, usahanya makin berkembang, meski belum menempatkannya sebagai konglomerat besar. Setidaknya usahanya merambahi pengusahaan hasil hutan, bangunan, perhotelan, perdagangan asuransi juga perbankan.

Sebagai pengusaha yang punya bank, tak heran jika Liem punya kolega yang paham soal bank. Tak cuma yang keturunan Tionghoa, ia juga berjejaring dengan peranakan Arab, yakni Abdullah Ali.

“Om Liem memang sudah saya kenal sejak tahun 1957,” aku Abdullah Ali dalam buku Abdullah Ali Dalam Liku-liku Sejarah Perbankan Indonesia (1995).

Pada tahun-tahun tersebut, Ali masih bekerja di bank sentral, Bank Indonesia. Ali pernah ditunjuk menjadi pemeriksa bank yang mengontrol operasional dan buku BCA di awal sejarahnya. Pernah pula Ali memerintahkan pemeriksa kredit untuk mengecek semua perusahaan Liem pada 1972.

Sementara kolega Tionghoanya adalah Li Wen Cheng — yang dikenal sebagai Mochtar Riady. Setelah mundur dari Panin pada 1 Mei 1975, Mochtar bergabung dengan Bank Asia. Kala itu, Liem sudah punya tiga bank. Selain Windu Kencana dan Bank Asia, ada pula Bank Dewa Ruci. Windu Kencana dipegang adiknya, Liem Sioe Kong. Dewa Ruci dipegang sepupu Liem, Liem Ban Tiong. Ketika Mochtar masuk, BCA dalam keadaan kurang maksimal.

“Di antara pemegang saham adalah putra-putri Presiden Soeharto. Ketika itu, masing-masing memiliki 15 persen, seorang jenderal pensiunan 10 persen dan sisanya 60 persen dimiliki Pak Liem tiga bersaudara,” aku Mochtar Riady dalam autobigrafinya Manusia Ide (2015). Mochtar pun bergabung di BCA dan mulai memimpin rapat sejak juni 1975.

Menurut George Junus Aditjondro, anak-anak Soeharto yang memiliki saham di BCA adalah Siti Hardiyanti (Tutut) dan Sigit Jarjojudanto. Keduanya, menurut Aditjondro, sempat memiliki 32 persen saham di BCA (Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, hal. 110).

Mochtar memperbaiki sistem kerja di bank itu. Tak lupa merapikan arsip-arsip bank yang kala itu ruangannya jadi sarang laba-laba. Mochtar menyadari pentingnya pengarsipan yang rapi dalam bisnis perbankan.

Katanya, “Arsip merupakan dasar paling pokok dalam mengelola perbankan. Jika pengelolaan arsip tertata rapi dan terpelihara baik kita dengan cepat dan tepat menemukan dokumen yang diperlukan, untuk mencapai efektifitas dan produktifitas kerja yang maksimal.”

BCA melakukan merger dengan dua bank lain pada 1977. Salah satunya Gemari, bank yang dimiliki Yayasan Kesejahteraan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Kantor Bank Gemari pun dijadikan kantor cabang BCA. Merger itu membuat BCA bisa menjadi bank devisa.

Bagaimana BCA Berjaya di Masa Orde Baru?

Di masa Mochtar Riady memimpin BCA pula, Unilever yang kapok berhubungan dengan bank swasta, mau menjadi nasabah penting BCA. Menurut Mochtar Riady, ini terkait kejadian rush (penarikan) besar-besaran dana dari bank-bank swasta pada 1967. Riady bahkan harus turun tangan menjelaskan keunggulan dan keuntungan produk dan pelayanan BCA. Selain Unilever yang di Indonesia dikenal sebagai produsen sabun, Gudang Garam pun juga diperjuangkan menjadi nasabah.

Awal 1980an, menurut catatan Abdullah Ali, BCA mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia agar dipersilakan mengeluarkan dan mengedarkan kartu kredit atas nama BCA yang berlaku internasional. Untuk itu, BCA bekerjasama dengan Master Card.

Pada 1980, Abdullah Ali sudah 53 tahun umurnya dan akan memasuki masa pensiun. Kebetulan, di Bank Indonesia, kariernya mentok, karena dia memang bukan sarjana, meski sering beredar gosip dia akan diangkat menjadi Direktur Bank Indonesia. Dua kali nama Ali masuk bursa calon, tapi dia sadar namanya hanya “pelengkap” saja. Akhirnya, tawaran menggiurkan datang juga dari BCA. Ia ditawari posisi Presiden Direktur.

Namun, Ali tidak langsung masuk. Dia diharuskan menjalani masa pendinginan selama enam bulan sebelum mengisi posisi Presiden Direktur yang ditawarkan Mochtar Riady atas restu Liem. Selama enam bulan itu, Ali mengaku: “jadilah saya seorang pensiunan yang mendapat gaji buta dari Bank Indonesia. […] Tanggal 1 Oktober 1980, saya mulai bekerja di BCA, resmi dengan jabatan Presiden Direktur.”

Menurut Ali, selama bergabungnya Mochtar Riady, BCA sudah jadi bank swasta terbesar nomor dua di Indonesia. Sementara itu, bank yang sebelumnya ikut dibesarkan Riady, Bank Panin, menjadi nomor satu. Setelah Ali bergabung, sebuah serangan teror dialami BCA. Belum sebulan Peristiwa Tanjung Priok memuncratkan banyak darah di Jakarta, gedung BCA di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, diledakan  pada 4 Oktober 1984.

Setelah adanya Undang-undang Pakto 88 pada 1988, BCA berencana merekrut 6.000 karyawan karena akan membuka 150 kantor cabang. Besarnya BCA, mau tidak mau, membuat BCA membuka lembaga pendidikan dan pelatihannya sendiri. Sekitar 1995, kantor cabang BCA mencapai 450. Selain di Indonesia, di Singapura, Hongkong dan New York juga terdapat kantor cabang BCA.

Setelah belasan tahun, pada 1991 Mochtar, cabut baik-baik dari BCA dan membangun Bank Lippo.

Artikel Asli