3 Jurus Pamungkas Avanza Melawan Gempuran Xpander dan Confero

Toyota Avanza
Toyota Avanza kini mendapat dua pesaing baru di kelas low MPV (Multi Purpose Vehicle). Dia adalah Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero.
Namun, bila mengacu dari data distribusi pabrik ke diler (wholesales) tak ada tanda penurunan Toyota Avanza. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan distribusi low MPV itu sepanjang September 8.083 unit, atau terkoreksi 729 unit dibandingkan periode tahun lalu.
Sementara sepanjang Januari hingga September, angka wholesales-nya sebesar 90.010 unit, atau turun 1.269 unit. Meskipun secara keseluruhan, Toyota Avanza masih menjadi yang paling tinggi dalam urusan angka wholesales.
PT Toyota-Astra Motor (TAM) sendiri masih optimistis dengan Avanza, yang selalu memimpin di kelasnya sejak tahun 2004 hingga tahun lalu.
Menurut Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto, ada tiga hal yang masih menjadi pertimbangan utama konsumen untuk membeli Toyota Avanza.
Pertama, kata Soerjopranoto, adalah soal harga jual kembali Toyota Avanza yang selama ini dikenal relatif stabil.
“Toyota Avanza itu dari dulu sudah terbukti dari 12 tahun yang lalu. Dia itu, bahkan bisa satu-satunya yang kalau dibeli dan dijual (justru) untung cuma Avanza. Beli (waktu itu) Rp 96 juta dijual bisa Rp 102 juta,” papar Soerjopranoto kepada kumparan , Senin (16/10).
Kedua, yang menjadi kekuatan Toyota dalam menjual Avanza adalah dukungan layanan purnajual yang luas. Saat ini, dia mengungkap bahwa jenama Jepang itu memiliki 30 jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara yang ketiga, adalah kemampuan Toyota Avanza yang menitikberatkan kepada fungsionalitas. Artinya, konsumen yang membeli mobil di kelas ini adalah mereka yang mencari mobil untuk berbagai kebutuhan.
“Kedatangan dua merek baru, memang kami sudah mengestimasi dan akan masuk ke beberapa segmen konsumen, misalnya Mitsubishi Xpander lebih ke stylist, Avanza lebih ke arah fungsional gitu. Jadi Mobilio dan Xpander itu satu grup konsumen, yang ingin cari stylist look,” imbuhnya.
Sedangkan Wuling Confero, bukanlah lawan Toyota Avanza. Sebab, mobil China itu secara harga lebih berkompetisi dengan Calya dan Sigra.
Toyota Avanza
“Avanza cukup aman. Ada pengaruhnya karena ada konsumen yang sudah suka dengan emosional lihat desain, maka akan lari ke situ (Xpander). Namun bagi konsumen untuk fleet seperti perusahaan rental, mereka masih memperthankan Avanza sebagai pilihan,” tuntas dia.

Oh ya..? Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Penjualan Lebih Baik dari Mitsubishi Xpander, Ini Kata Wuling

Jika melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) merek Wuling pada bulan September lebih baik jika dibandingkan pesaingnya dari Jepang yang sama-sama meluncur pada Agustus yaitu Mitsubishi Xpander.

Wuling tercatat berhasil menjual Confero sebanyak 1.391 unit sementara Mitsubishi Xpander 1.096 unit. Meski menolak dibandingkan dengan brand lain, Wuling sendiri cukup senang dengan pencapaian tersebut karena artinya kehadiran Wuling cukup disambut positif masyarakat di Indonesia.

“Intinya sebenarnya kalau ditanyain dibandingin sama datanya Mitsubishi kemarin kita nggak tahu datanya brand lain seperti apa, tapi kita nggak mau lihat brand lain lah,” ungkap Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani di Bali.

“Tapi at least dengan pencapaian yang sekarang buat kita sebagai brand baru yang benar-benar yang sebelum kita launching sebelum datang ke Indonesia itu orang nggak pernah tahu yang namanya Wuling. Itu sebenarnya pencapaian sangat positif makanya kita happy lihat penjualannya segitu, tapi kita nggak ngomongin brand lain ya,” tambah Dian.

Wuling dan Mitsubishi sama-sama meluncurkan produk Low MPV di tahun ini tepatnya pada Agustus. Mitsubishi dan Wuling memiliki lokasi pabrik yang berdekatan yakni di kawasan Cikarang.

Wuling mulai memproduksi Confero pada bulan Juli sementara Mitsubishi memproduksi Xpander pada bulan September

Artikel Asli

Hhmm… Wuling Bersiap Hadirkan Confero Mesin 1.200 cc

Belum selesai euphoria mobil murah asal Cina, Wuling Confero tercium mempersiapkan mesin 1.200 cc (1,2 liter). prediksi ini berdasar data di website resmi Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta.

Pada situs yang menjadi sarana pendaftaran model kendaraan di setiap daerah itu, Wuling terdaftar dalam dua jenis mesin. Ada unit 1,5 liter dan 1,2 liter. Cukup mencengangkan, pasalnya kapasitas mesin ini sama persis dengan unit daya yang pernah dimiliki Chevrolet Spin.

Wuling Confero 1.2

 

Untuk diketahui, prinsipal Wuling di Cina sana memang beroperasi bekerjasama dengan General Motors. Namun di tanah air, kedua perusahaan ini tak berjalin tangan sama sekali. Chevrolet Spin sudah tak lagi dijual oleh PT General Motors Indonesia (GMI), tak lama setelah pabriknya ditutup beberapa tahun lalu.

Tapi, jika Anda membuka cover mesin Wuling Confero, maka aksara General Motors jelas terlihat. Karenanya, prediksi penggunaan mesin 1,2 liter Spin pada Confero kian menguat. Merujuk pada situs resmi SGMW, Hongguang memang dijual dengan pilihan mesin 1,2 liter. Unit 4-silinder segaris itu mampu memproduksi hingga 85 dk.

Di Indonesia, Wuling memang memasarkan kendaraannya dengan strategi yang belum pernah digunakan pabrikan manapun. Misalnya, berjualan hanya satu model kendaraan, Confero. Kedua, langsung membuka diler dan pabrik, lengkap dengan fasilitas untuk supplier. Ketiga, harga mobil yang amat terjangkau, jauh di bawah rata-rata. Strategi unik lain masih mengular.

Wuling Confero paling standar

Karenanya, prediksi cukup ‘gila’ dengan diluncurkannya Confero bermesin 1,2 liter pun tak mustahil. Apalagi melihat antusiasme masyarakat menyambut Confero. Mobil keluarga dengan pilihan konfigurasi bangku 7-8 penumpang ini, ditawarkan dengan harga mulai Rp 128-165 jutaan. Paket harga itu sontak membuat pasar bergairah.

Kehadiran perdananya pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Kala itu Confero masih berlabel Hongguang. Setahun kemudian kendaraan ini dijual resmi dalam berbagai varian.. Di GIIAS 2017, 10 unit Wuling Confero berbagai tipe disajikan. Ribuan masyarakat rela antre untuk mengujinya dan laris ratusan unit.

Kini, dengan strategi menyajikan pilihan mesin yang lebih irit, Wuling mencoba pendekatan lain. Mampukah meraih sukses? Kita tunggu saja.

Artikel Asli

Mengintip Pabrik Mobil China Wuling di Cikarang

23ed7ff6-a197-4776-8973-a2833afef751_169

Kapasitas produksi tahunan pabrik ini mencapai 120.000 unit, Pabrik Wuling juga dilengkapi dengan teknologi ‘Global Manufacturing System’ (GMS).

5d4fb2c2-a092-439c-9a14-6bc80e81e26e

PT SGMW Motor Indonesia resmi membuka pabrik perakitan mobil China Wuling di Cikarang, Jawa Barat

6c16016a-5ab9-45b4-a274-cf3dbf88818c

Ini momen saat Wapres Jusuf Kalla bersama (kiri ke kanan) Presiden PT SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Chairman of SAIC Group and SGMW, Chen Hong, serta Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

6dc2d038-682a-46df-a118-b2e6ec5e662a

Begini salah satu penampakan pabrik yang dibangun di atas tanah dengan luas 60 hektar.

9b2723c5-4719-4ba7-b2da-85bb62728022

Pabrik Wuling ini terdiri dari dua fasilitas yaitu 30 hektar untuk pabrik manufaktur mobil dan 30 hektar lainnya untuk supplier park.

4db066ed-11ed-407f-b6f8-82963df389e6

Pabrik ini menggelontorkan dana investasi senilai USD 700 juta dan mampu memproduksi 120.000 unit mobil per tahun. Untuk tahun ini sudah dimulai pada Juni 2017 ini, SGMW Indonesia berniat untuk memproduksi 8.000 unit mobil.

bfbee956-6a52-4840-8c7d-bb7a99001e96

Pabrik ini memiliki empat fasilitas produksi yang dilengkapi dengan peralatan berstandar global dan teknologi canggih untuk memastikan kualitas produk.

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pada 2017 ini pabrik mobil asal China, yaitu SAIC-GM-Wuling (SGMW) akan melakukan produksinya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas mengenai Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

“Kan pabriknya sudah hampir selesai, tapi akan diresmikan pada pertengahan bulan Juli,” kata Airlangga.

Mantan anggota Komisi VI DPR itu menyebutkan, pabrik mobil asal China ini juga akan memproduksi dua jenis mobil, yang pertama multi purpose vehicle (MPV) dan yang kedua adalah sport utility vehicle (SUV).

“MPV akan mulai produksi pertengahan bulan ini, SUV akhir tahun,” tambahnya.

Untuk tahap awal, kata Airlangga, produsen mobil asal negeri tirai bambu ini mampu memproduksi sebanyak 200.000 unit per tahun. Dia juga memastikan, bahwa mobil buatan China ini mampu bersaing dengan mobil-mobil yang sudah ada di Indonesia.

“Mereka bisa bersaing karena di China produksi mobilnya 22 juta unit, jadi punya daya saing yang kuat,” tutupnya

Sumber